
"Aku mau pulang paman "
"Kenapa baru juga kita makan siang kenapa tiba tiba ingin pulang katanya pengen ikut sama paman, terus sekarang jadi mau pulang, emang gak takut gitu sendirian dirumah "
"Engga kok, aku mau pulang aja aku gak betah ada disini, rasanya panas sekali kalau diam dikantor "
"Kan asa ac kenapa masih panas, apa perlu paman belikan kipas yang bisa mutar didepan wajah itu apa mau "
"Tidak aku tidak mau paman, aku mau pulang dan aku tidak mau disini, aku akan tetap kepanasan "
"Tapi paman tidak kepanasan kok, malahan didalam kantor itu sejuk sekali "
"Ya bedalah paman gak bisa ngerasain, aku mau pulang, paman tak usah mengantarkan ku, aku bisa pulang tanpa paman "
"Ya sudah kalau kau memang ingin pulang ayo paman akan mengantarmu pulang, jangan seperti itu ya, jangan marah paman akan membawa mu pulang ok, tapi Tora harus menjagamu "
"Ya sudah ayo, tidak aku tidak mau siapa pun menemaniku, aku mau sendiri saja tanpa ada gangguan dari orang lain, aku hanya ingin berdua dengan anak ku "
"Baiklah ayo "
Andre segera membuka pintu dan masuk kedalam mobil, tadinya akan membukakan pintu untuk sang istri namun istrinya sudah membukannya sendiri, dan tidak mau dibantu masuk olehnya.
Bahkan selama perjalanan tak ada percakapan sedikit pun Andre mencoba membuka pembicaraan tapi selalu diacuhkan sebenarnya ada apa dengan istrinya ini.
"Sayang apakah kau baik baik saja "
"Tentu aku baik baik saja " gak ngerti banget sih apa maunya cewe
"Yaudah ayo masuk kedalam rumah kita udah sampai rumah "
"Udah gak usah aku masuk sendiri aja, paman sana pergi kerja jangan anterin aku kedalam rumah, udah udah aku bisa sendiri kok, "
Syifa segera turun dan masuk kedalam rumah, saat Andre akan masuk pintunya sudah dibanting oleh Syifa, untung hidungnya tak patah.
"Ya sudah kalau kau marah pada paman, paman pergi kerja dulu ya sampai jumpa, kalau ada apa apa hubungi paman jangan diam saja "
Andre menunggu jawaban dari istrinya namun tidak ada, akhirnya Andre pergi juga, karena sebentar lagi akan ada meeting.
Syifa yang melongok dari kaya menutup hordennya kembali seperti semula.
"Kenapa sih gak ngerti ngerti " sambil menghentak hentakan kakinya "kenapa sih semua laki laki itu sama gak bisa ngerti apa yang dimau istrinya, kenapa sih "
**
Andre yang baru pulang segera masuk dan sudah disambut dengan wajah cemberut istrinya.
__ADS_1
"Kenapa kau sayang, ada apa kenapa dari tadi siang kau selalu menekuk wajahmu, apa ada yang terjadi "
"Tidak sebentar ya "
"Tunggu sayang, maafkan aku pulang malam seperti ini pekerjaan ku sangat banyak sekali, dan aku sudah memberi kabar padamu, kalau aku akan pulang larut, tapi kau tak mengangkatnya "
"Iya aku mengerti paman pasti sibuk aku tak akan bertanya apa pun, tunggu disini aku akan mengambilkan sesuatu untuk paman"
Andre melepaskan pegangannya takut istrinya makin marah seperti padanya dan takut nanti istrinya menarik tangannya dan malah jatuh kan, tak ada yang tau kan apa yang akan istrinya lakukan.
Syifa sudah kembali lagi sambil membawa bantal dan selimbut "ini " memberikannya pada Andre "paman tidur saja diluar kamar aku sedang tidak mood tidur dengan paman "
"Tapi sayang ada apa "
"Tidak ada "
Syifa masuk kembali dan menutup pintunya cukup keras dan "ada apa dengan Syifa ini, apa yang aku lakukan sampai dia marah seperti itu "
Syifa menarik selimbutnya tertidur, namun dirinya sama sekali tak bisa tidur, Syifa segera terbangun "paman apakah kau disana " teriak Syifa.
"Ya aku disini ada apa, apa kau perlu sesuatu, aku tak akan kemana mana, dan aku tak akan meninggalkan mu "
"Apakah kau mencintai ku paman "
"Kenapa kau bertanya seperti itu "
"Hanya ingin bertanya apakah salah, "
"Aku mencintaimu, aku sangat sangat mencintaiku bahkan cintaku tak bisa diukur oleh apa pun, syaang "
"Lalu kenapa kau tak peka "
"Memangnya kenapa, peka untuk apa "
"Ih kau menyebalkan paman, masa tak peka dengan prilaku ku, aku tak suka pada kak Milla, lalu kenapa kau diam saja saat dia mengejek ku, kenapa hanya aku saja yang berbicara "
"Ohh kau marah karena hal itu ya, kan kau sudah berbicara pada Milla lalu kenapa aku harus berbicara juga sayang, kan kau saja sudah cukup sayang "
"Kau ini sungguh tak peka, seharusnya aku sebagai suami harus membelaku, meskipun aku sudah berbicara paman, jadi apakah cintamu cukup besar untuk ku "
Andre segera mendekatkan dirinya lebih dekat lagi, dan bibir mereka saling menempel, tak ada satupun yang mau bergerak, akhirnya Andrelah yang melakukannya.
**
Jo , suaminya dan mamihnya sedang makan, namun baru juga satu suap sudah mual, Jo segera berlari meninggalkan meja makan.
__ADS_1
"Kenapa istriku Yan, apa dia tidak apa apa "
"Entahlah mih, Jo selalu saja muntah muntah "
"Ahh dia pasti hamil, aku senang sekali, mamih akan memanggil dokter keluarga ya "
"Tapi mih "
"Sudah kau jangan banyak tapi tapian mamih yakin kalau Jo hamil, mamih akan punya cucu "
Riyan menepuk jidatnya dan menghampiri istrinya yang sedang muntah muntah dan memijat tengkuknya.
"Bagaimana apakah kau sudah lebih baik "
Jo menegakan badannya setelah mengelap bibirnya "aku baik, kenapa kau tak makan saja "
"Mamih memanggil dokter, katanya kau hamil karena muntah muntah dan sebentar lagi dokter akan datang "
"Apa kenapa seperti itu, aku tak hamil baby "
"Jo ayo cepat kemari, perlahan ya jalannya, dokter sudah datang ayo kita periksa "
"Mih aku gak hamil, aku cuman kecapean aja mih "
"Engga pasti kamu hamil, ayo cepet ikut mamih sayang, ayo ayo, Riyan bantu istrinya awas jatuh ayo pelan pelan ya "
"Iya mih "
Jo akhirnya pasrah saja dengan apa yang diperintah mamihnya, berjalan dengan perlahan dan langsung berbaring di kamar tamu, sedangkan dokter sudah ada disana sedang menunggu Jo.
"Baik saya periksa dulu ya bu, pak "
"Iya siap pak " antusias mamih nya Jo
Dokter segera memeriksa lalu mengernyitkan dahinya "bu mohon maaf anak ibu tidak hamil, dia hanya masuk angin saja bu, "
"Apa mungkin dokter salah ayo coba lagi "
"Sudah bu, anak ibu hanya masuk angin bu, tidak ada hal yang serius, kalau begitu saja permisi dulu ya "
Dokter pergi dan mamih Jo pun pergi dengan wajah kecewanya, Riyan segera menghampiri istrinya dan mengusap rambunya.
"Yang sabar ya sayang "
"Aku udah ngecewain mamih ya, aku udah banyak bikin mamih kecewa " ditariknya selimbut tampa mau berbicara kembali denyan sang suami.
__ADS_1