
Malam ini Liam akan melancarkan aksinya lagi yang sudah lama dia tak lakukan karna sudah berjanji pada calon istrinya, namun karna dia sangat marah dengan penghianat itu jiwa psikopatnya itu kembali dengan sendirinya.
Liam juga sudah tau dimana alamat rumah lelaki itu dan akan Liam eksekusi disana tak perlu dibawa kesini merepotkan.
Liam memakai masker jaket dan membawa tas gendong yang didalamnya sudah dipersiapkan segala peralatannya itu.
Tak lupa dia membawa sarung tangan agar sidik jarinya tak terdeteksi sama sekali.
Sekarang waktu menunjukan pukul 12 malam, pasti penghianat itu sedang tidur nyenyak.
Bergegas Liam mengendarai mobilnya, dia sudah menganti plat nomornya dengan yang lain agar nanti jika ada yang melihat dia dan melaporkannya ke kantor polisi tak akan terlacak.
Sampai juga Liam dirumah Rayhan, mengeluarkan sebuah alat untuk membobol pintu rumah itu dan berhasil terbuka.
Dengan perlahan Liam menyusuri rumah itu dan mencari kebaradan Reyhan.
Sudah di cek kesetiap kamar yang ada dirumah ini namun tak ada.
Terakhir yang belum di cek dapur, ternyata ada disana korbanya itu. Dikeluarkannya pistol untuk membius Reyhan dan terkena sasaran tepat dileher Reyhan.
Reyhan yang merasa ada sesuatu yang menancap dilehernya itu dengan cepat memegangna namun belum juga tanggan itu mencabutnya, tanganya malah sudah tertancap sebuah pisau yang hampir tembus.
Reyhan melihat tanganya yang tertancap dan perlahan kesadarannya hilang .
Dicabutnya pisau yang menancap ditangan korbanya lalu Liam tarik tubuh itu dan ditalinya tubuh Reyhan.
Sambil menunggu korbanya bangun Liam pergi kedapur dan memakan makanan Rayhan yang tak sempat dia makan dengan santai Liam menghabiskannya dengan lahap.
Dia sangat kelapan tadi tak sempat makan sama sekali karna sudah sangat tak sabar untuk menghabisi korbanya itu.
Selesai dengan makananya yang sudah habis Liam menghampiri korban yang ternyata sudah bangun, dia tak bisa berteriak karna Liam sudah membungkamnya.
Reyhan sangat terkejut melihat atasanya ada disini, apa yang akan atasannya ini lakukan.
"Kau tau aku sudah tau siapa pelakunya , enak sekali ya kau membawa uang perusahan ku dan dipakai untuk hidup mu yang sangat boros, aku akan membantu mu untuk menghemat dan tak akan mengeluarkan kembali uang ku itu, ku pertemukan kau dengan cepat dengan tuhanmu itu " ucap Liam sambil tersenyum dengan lebarnya serta suara tawa yang mengema diseluruh ruang tamu Reyhan.
Perlahan Liam mengeluarkan gegep dari dalam tasnya lalu mengambil salah satu tangan Reyhan tidak lupa Liam memakai sarung tanganya itu "sini kita potong kuku dulu yah eh salah maksudnya cabut kuku dulu"
__ADS_1
Liam dengan cara perlahan mencabut semua kukunya dia sengaja mencabutnya dengan perlahan agar rasa menyakitkan itu makin terasa.
Beralih pada kakinya sama hal nya dengan apa yang dilakukan Liam pada kuku kakinya itu dicabutnya satu persatu.
Lalu beralih kembali pada jari tangannya itu, perlahan Liam mengarahkan pisau daging yang berada di dapurnya Rayhan itu pada jari Rayhan dan dengan dinginnya memotong tangan itu seperti sedang memotong tulang ayam.
"Ini adalah tangan yang nakal, jadi aku potong biar tak melakukan hal yang sama "
Reyhan yang diperlakukan seperti itu sudah sangat tak ada tenaga lagi, ingin melawan pun percuma tangan serta kakinya di tali dengan sangat erat.
Dibersihkannya semua kuku-kuku yang sudah terlepas dari tempatnya dan di simpan di atas meja, Liam mengeluarkan minyak tanah serta bensin.
Disiramkanya minyak tanah itu ketubuh Reyhan dan dinyalakan bensinya itu dibakarnya tubuh Reyhan yang masih hidup dan dimasukan pula kuku-kuku itu kedalam kobaran api.
Liam pergi kedapur dan membocorkan tabung gasnya, dia kembali lagi keruangan dimana Reyhan sedang tak berdaya di bakar hidup-hidup diambinya semua peralatanya dan dibereskan lagi seperti semula.
Liam bergegas pergi dari rumah itu jarak sekitar 100 meter terdengar ledakan yang lumayan besar.
Liam sangat puas misinya tercapai dan terlaksana dengan sangat sukses tak ada kesalahan sedikit pun.
Liam sudah sampai dirumahnya bergegas pergi kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya itu.
****
Keesokan paginya berita mengenai yang terjadi dengan Rayhan sudah masuk berita.
Korbanya Rayhan sudah tak dikenali sama sekali malahan sudah gosong tak bisa diperiksa sama sekali.
Rumahnya pun sama halnya seperti mayat Rayhan hancur tak ada satupun bagunan yang tersisa.
Andre yang melihat berita itu sangat jangal apa yang melakukan ini Liam, karna kemarin Liam sudah tau pelakunya namun tak memberi tahu siapa pelakunya.
Dia akan menanyakannya langsung nanti saat dikantor kepada Liam apakah benar dia pelakunya.
Liam pagi-pagi sekali sudah dikantor ingin cepat-cepat meyelesaikan tugasnya ini agar cepat pulang kebandung dan menemui calon istrinya itu.
Andre pun masuk kedalam ruangan dan menatap Liam dengan lekat didekatinya Liam , duduk diatas meja Liam tanpa takut dimarahi.
__ADS_1
Liam menonggak melihat Andre dengan sinis "Ada apa kau kenapa duduk diatas meja tak sopan "
Bukannya menghindar malah makin mendekatkan wajahnya itu kehadapan wajah Liam.
Liam yang cengah dipukulnya kepala sahabatnya itu sungguh Andre ini kadang-kadang suka menyebalkan.
"Sakit monyet " sambil mengusap-gusap kepalanya.
"Ya makannya kalau ditanya jawab bukannya diam aja "
"Jawab Jujur Liam kamu dalang dalam semua yang terjadi ke Rayhan "
"Iya kenapa " dengan muka datarnya.
"Kenapa ga lapor polisi aja sih "
"Ga bisa itu tuh kurang hukumannya, buat orang seperti itu lebih baik mati "
"Hah au ah cebelin lo Liam "
Andre pun pergi kemejanya dan mengerjakan tugasnya sendiri, dia sudah lelah memberi tahu Liam.
****
Zeline pun dengan malas-malasan bangun dari tidurnya sejak tak ada Liam dia jadi malas untuk melakukan apa-apa biasanya ada yang menjemputnya,mengantarkannya sampai kelas, memperhatikannya langsung namun sekarang cuman lewat handphone saja.
Dia sangat meridukan Liam, merindukan semua yang ada dalam diri Liam.
"Line cepat bangun na " teriak ibunya Zeline dari tadi dia membangunkannya namun tak sampai sekarang masih rebahan saja.
"Iya bu sebentar "
"Dari tadi sebentar terus, kamu mau telat "
"Iya bu, sekarang aku mandi " dengan malasnya Zeline masuk kekamar mandi dan melakukan rutinitasnya itu.
Zeline pun turun kebawah dan pamitan kepada ibunya, ayahnya sudah pergi dari subuh.
__ADS_1
Zeline berjalan menunggu bis dan masuk kedalam bis itu didalamnya sangat penuh sekali sampai sesak sekali, Zeline didalam bis itu tak bisa bergerak sama sekali, hari ini tak seperti hari-hari sebelumnya biasanya tak pernah penuh sampai seperti ini.