
Syifa sudah membeli beberapa tespek dia sudah tak haid selama 2 bulan dan dia tidak bilang pada Nabil, karena dia takut Nabil marah dan tidak mau bertanggung jawab jadi untuk berjaga-jaga dia akan cek dulu semoga saja ini cuman telat haid biasa bukan karena hamil.
Syifa menunggu beberapa detik dan garis dua bahkan sekarang sifat sudah lemas. Apakah dia hamil sekali lagi Syifa mau mencoba mengecek dengan tespek yang lain dan sama saya , dengan cepat Syifa berlari ke kamarnya menyembunyikan respect itu agar tidak ketaun oleh Nabil.
" Ya ampun kenapa aku bisa hamil. Padahal aku sama Nabil cuman Lakuin sekali ,aku gak ngelakuin lagi setelah malam itu, tapi kenapa bisa langsung hamil. Padahal aku di sini mau sekolah bukannya malah jadi kayak gini, aku harus bilang giaman sama Mamih, nggak mungkin kan kalau aku diemin aja perut aku ini, nggak mungkin kan perut ini kecil terus,tapi pasti akan besar aku harus bilang apa juga sama Nabil terus Nabil gimana apa dia gak akan ninggalin aku gitu aja"
"Apa aku gugurin aja anak ini terus aku harus minta bantuan sama siapa"
Tiba-tiba saja pintu kamar Syifa terbuka dan itu Nabil, Syifa yang sedang berfikir sampai terlonjak mengusap air matanya.
"Kamu Kenapa, kamu nangis sama siapa coba bilang sama aku Syifa"
"Enggak kok aku nggak nangis Nabil Aku cuman tadi lagi nguap aja keluar air mata deh "
"Oh ya udah sekarang kita makan yuk aku udah beliin makanan yang kamu mau, tadi Kamu bukannya mau mie Indonesia kan aku udah beli dan aku juga udah merebusnya dan spesial buat kamu"
" Ya udah yunabil kita makan sekarang "
Nabil segera mengangguk dan menggandeng Syifa ke meja makan menatap Syifa yang sedang makan dengan lahap.
"Syifa habis gak nih sama kamu segini banyaknya"
"Abis Nabil kamu tenang aja, udah sana kamu pergi ke kampus. Nanti kamu telat loh aku nggak papa kok di rumah sendirian. Nanti kalau ada apa-apa aku pasti hubungin kamu"
" Ya udah Sayang aku pergi dulu ya ke kampus. Nanti kalau kamu mau sesuatu kamu bilang aja sama aku ya, jangan dipendam, kamu jangan ke mana-mana. Awas pokoknya kalau mau pergi kamu harus bilang "
"Iya Nabil Iya aku akan bilang sama kamu tenang aja udah Gih kamu pergi dadah hati-hati ya"
Nabil segera mengangguk dan pergi meninggalkan Syifa sendirian dengan cepat Syifa mengambil ponselnya dan searching. Di mana tempat untuk mengugur kan anak karena dia belum siap untuk mempunyai anak dan juga belum siap untuk berbicara pada Nabil, atau pun bilang pada orang tuanya.
Syifa segera pergi dan membereskan dahulu bekas makanannya, tadi dia sudah menemukan dimana tempat yang cocok dan takkan ada yang tahu satupun orang.
Syifa segera menyetopkan taxi dan langsung masuk kedalam, memberikan alamatnya pada supirnya dan duduk dengan tenang, memilin milin tangannya.
***
Jo yang baru saja bangun, segera berjalan kebawah karena ada orang yang sedang mengetuk pintunya, dengan tertatih tatih dia keluar "ist kenapa sakit banget sih ini selangkanngan aku, semalem engga tapi sekarang kok kaya gini sih "
Jo segera membuka pintu dan ternyata dihadapanny ada wanita tak tau diri itu.
"Ada apa lagi kau, ada perlu apa dengan suamiku "
"Awas aku mau ketemu dengan Riyan, awas kamu jangan halangin aku "
"Kamu ini gak tau diri ya, aku ini istrinya sedangkan kamu hanya temannya saja, apa pantas, perempuan lajang seperti kamu mencari suami orang, lebih baik pergi atau aku akan usir kamu "
__ADS_1
"Hah istri, istri yang tak bisa memberikan apa yang seharusnya diberikan pada suaminya "
"Kata siapa, emang kamu 24 jam disini, kamu gak tau apa apa sana pergi "
"Gak aku gak akan pegi dari sini, aku pokoknya pengen ketemu sana Andre. "
"Dengerin aku baik baik ya, sebelum aku kasar sama kamu, sekarang kamu pergi dari sini, jangan ganggy suami orang sana pergi " Jo segera menutup pintu dan naik kelantai atas kembali.
Suaminya sudah bangun dan tersenyum kearah Jo , "kamu kenapa sayang, kok ceberut "
"Temen kamu itu datang kesini pengen ketemu sama aku"
"Siapa sayangkuu"
"Ya siapa lagi kalau bukan Dini, "
"Sayang aku beneran gak punya hubungan sama dia, dia yang rayu aku sayang "
"Hemm, sebentar aku mau telfon Chiko dulu aku akan minta dia datang kesini dan jemput perempuan gila itu "
"Dia masih disini sayang "
"Ya iyalah, kamu diam aja aku mau telfon Chiko "
Pada deringan pertama, langsung diangkat, "hallo Jovanka ada apa "
"Baiklah Jo, aku akan kerumah mu dan membawa Dini pulang aku akan memberi tahunya, aku akan menasehatinya kamu tenang dulu ya, jangan marah marah dulu, aku janji bakal beresin semuanya"
"Ok aku tunggu kamu, usir dia, kalau perlu bawa sana kerumah sakit jiwa kayanya asisten kamu gila " Jo langsung memetuska pangilannya dan Riyan langsung menangkap ponsel itu.
"Sayang sini duduk" dengan patuh Jo duduk dan menatap suaminya dengan sengit
"Liatkan Baby, apa ulah yang sudah kamu buat , kalau aku gak inget nasihat Zeline tu orang udah abis sama aku "
"Iya sayang sabar sabar, sini peluk "
Dengan senyum malu malu Jo masuk kedalam pelukan suaminya, dan menikmati setiap waktu bersama suaminya.
***
"Dini kamu ngapain disini, kamu ngapain dirumah orang lain, gak ada kerjaan banget sih kamu, ayo sekarang pulang jangan disini malu maluin aja sih kamu "
"Bapak kok ada disini, ngapain coba siapa yang kasih tau bapak, pasti perempuan itu kan "
"Saya mau jemput kamu, ayo sekarang pulang dan lupakan Andre, kamu jangan ganggu dia lagi, mereka lagi tata rumah tanganya lagi, jadi kamu jangan ganggu dia lagi"
__ADS_1
"Gak bisa gitu dong pak, kita udah sepakat kan saya deketin pak Riyan dan juga bapak deketin istrinya "
"Iya saya tau, tapi udah ya udah hentikan saya udah gak mau sama Jo, dan saya batalkan perjanjian itu ayo pulang "
"Gak mau pak, saya gak mau pulang pokoknya saya gak akan pulang "
"Pulang sekarang Dini, atau saya akan memaksa kamu, kamu ini jangan keras kepala, jangan menghancurkan rumah tangga orang lain, iya saya tau saya yang awalnya membuat perjanjian ini, tapi saya minta kamu berhenti ngejar ngejar suami orang, saya juga sudah berubah dan tak akan melakukan kesalahan itu kembali, jadi sekarang pulang "
"Gak say gak mau pulang, syaa mau disini sampai pak Riyan sendiri yang usir saya "
"Bukannya sudah pernah ya Riyan melakukan itu jadi sudah tak usah dia mengusur kamu, ayo kamu pulang jangan bikin malu saya atau kamu saya pecat "
Chiko segera menarik Dini cukup kasar dan mendorongnya untuk masuk kedalam mobil meninggalkan rumah Jo dan juga Riyan.
Riyan dan juga Jo yang dari tadi mengamati saling pandang lalu mengangkat bahunya.
"Baby awas aja kalau kamu nanti di belakang aku berhubungan lagi sama perempuan itu pokoknya aku gak akan maafin kamu baby, apapun itu alasannya aku gak akan maafin kamu, pokoknya aku gak akan kasih kesempatan lagi "
"Iya sayang aku janji, aku gak akan kaya gitu lagi, pokoknya kamu tenang aja ya,aku gak akan buat kamu nangis lagi, atau pun buat kamu pergi dari rumah lagi, aku gak akan melakukan kesalahan fatal lagi, aku gak mau kehilangan kamu syaang, aku gak bisa kalau ditinggal sama kamu "
"Kamu tepati aja janjinya ya, aku gak perlu omongan yang aku perlukan ada tindakannya "
"Iya iya aku akan buktikan sayang, aku akan membuktikan semuanya, semua perkataan ku "
***
Andre yang sedang duduk diruang tamu, tiba tiba saja teringat dengan Syifa ,ingin rasanya menelfon, coba saja deh semoga aja di angkat.
Dan benar ternyata diangkat, dengan cepat Andre berbicara "hallo Syifa apa kabar "
Syifa yang akan masuk kedalam ruangan tunggu akhirnya tak jadi dan keluar kembali mengangkat telfon dari paman Andre, jantung Syifa langsung berdetak dengan kencang.
"Hallo paman aku baik, ada apa paman menghubungiku "
"Tidak aku hanya ingin tau saja kabarmu disana Syifa, sudah lama kita tak jumpa, makannya aku menghubungi mu, gak akan ada yang marag kan aku telfon kamu
"Oh begitu ya paman, tidak kok Nabil tak akan marah kalau pamannya tidak macam macam "
"Kamu yakin dengan laki laki itu, maksudku yakin dengan Nabil Nabil mu itu "
"Ya aku sudah yakin dengan Nabil paman, aku sudah yakin kalau dia akan mencintaiku dan akan menerimaku untuk selamanya, Nabil tak pernah menolaku, jadi aku tak perlu ragu dengan dia paman "
"Begitu ya, apa tak ada kesempatan lagi untuk paman, maksudnya apa tak pantas paman bersaing dengan Nabil Nabil mu itu "
"Maafkan aku, maaf paman, hati aku udah beku buat paman, aku masih sakit hati, dan aku mungkin tak akan bisa lagi menerimanya paman, paman sudah kasar padaku, memang tidak kasar secara fisik tapi kata kata paman sudah membuat aku sakit hati dan membuat aku sadar, bahwa aku bukan yang Terbaik untuk paman "
__ADS_1
Syifa segera mematikan sambungannya mengusap air matanya dan masuk kedalam, dia tadi berbohong sampai hari ini, sampai detik ini dirinya masih mencintai paman Andrenya namun dirinya sekarang sudah ada Nabil dan di perutnya sudah ada anak Nabil yang sebentar lagi hilang akan dirinya gugurkan apa ini memang yang terbaik atau salah ?