
Jo yang baru sampai diruang Inap Andre segera masuk dan melihat Andre yang sedang melamun dan pandangannya kosong, sampai tak menyadari kedatangan Jo..
Jo segera menghampirinya dan menepuk bahunya, seketika Andre sadar dan menatap Jo yang sudah ada dihadapannya.
"Kapan lo kesini Jo, kok gak kedengeran buka pintunya sampai gue gak tau, apa lo terbang kesininya"
"Gue baru aja dateng kak, lo kenapa ngelamun aja apa ada yang terjadi sama kakak, ya gila emangnya gue nyamuk sampai bisa terbang "
"Tadi Syifa sudah datang kesini, kalau aja ada lo pasti gue seneng deh ada yang bantu "
"Lalu gimana, Syifa maafin kakak gak, atau kakak dikasih kesempatan lagi gitu, apa jawaban dari Syifa"
"Dia udah maafim gue, tapi dia sama sekali gak kasih kesempatan untuk gue berjuang kembali buat dia, dia malahan mau nikah sama Nabil sahabatnya, dia kesini hanya ingin melihat keadaan gue aja, bukan untuk kembali lagi sama gue, gue kira bakal balik lagi dia sama gue, tapi ternyata salah semua itu cuman keinginan gue aja , yang terlalu berharap ingin kembali sama dia "
Jo menarik nafasnya dan memegang tangan kak Andre" mungkin ini takdir dari tuhan buat kakak, tuhan memberikan pelajaran berharga pada kakak, mungkin kakak dulu salah karena sudah melukai hati Syifa, makannya tuhan membuat kakak merasakan apa yang Syifa rasakan, aku yakin semua akan pada waktunya bila sabar menunggu lagin dan memperjuangkannya"
"Ya lo bener Jo, udahlah gue gak mau bahas lagi tentang Syifa, biarkan waktu yang menjawab, biarkan tuhan yang mengatur semuanya, gue mulai sekarang akan pasrah saja dengan keadaan yang gue hadapi, kalau jodoh gak akan kemana kan, lo kemana aja kok ditelfon gak diangkat angkat "
"Sorry, keadaan dirumah kacau baget, Aryo bener bener keterlaluan, kakak tau pak dosen melakukan kegiatannya dihadapan kami dan Zeline menembak Aryo karena Aryo akan menembak pak dosen, mereka berdua sudah mati bi Sarah pun sama di tempak mati oleh pak dosen, sungguh pemandangan yang tidak baik dan sangat menakutkan sekali untuk ku"
"Bagus deh kalau gitu, jadi aman kan, ya mungkin Zeline ngelakuin itu karena gak mau kehilangan suaminya, salut gue sama Zeline yang mau menerima keadaan sahabat gue, mungkin kalau perempuan lain udah ninggalin Liam, tapi Zeline dia diam dan percaya pada suaminya"
"Ya begitulah, cinta akan membutakan segala hal, jadi gak usah aneh kak "
"Bener Jo "
"Gimana kakak udah mendingan sekarang, atau masih ada yang sakit gitu"
"Udah mendingan kok Jo, mungkin harus nunggu kering dulu jahitannya, gue baru juga 2 hari udah bosen banget disini, jenuh banget rasanya, apa lagi lo susah banget di hubungin "
"Syukur deh kalau gitu, jadi lo udah cepet cepet boleh pulang kak, lo kalau ada disana disituasi gue sama Zeline pasti akan takut banget deh"
"Gak gue gak akan mungkin takut. Gue akan hadapin Aryo dan hajar dia, dia enak banget tusuk tusuk perut gue, emang ini apaan di tusuk "
"Ah lo aja kalah kan sama dia, jangan sok sokan berani "
"Berani kok gue, lo jangan remehin gue "
__ADS_1
"Iya deh iya "
Akhirnya mereka berbincang bincang riang tanpa memikirkan masalah yang dialami oleh Andre. Mengesampingkan itu semua.
**
Zeline sekarang sedang mencuci piring, membantu bi Sari, kasian kan dia kerja sendiri, namun tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.
Sampai membuat Zeline kaget dan melemparkan gelas yang dirinya sedang cuci
"Makannya kamu kalau cucu piring jangan ngelamun sayang. Apa sih yang kamu lamunin "
"Aku masih takut, takut dengan kejadian yang dialami hari ini, aku takut hari itu akan kembali datang dan mencelakai Lucas untuk yang kesian kalinya, kitakan gak tau siapa lagi yang akan dendam sama kamu mas, aku takut "
"Kamu gak usah takut, ada aku yang akan selalu menjaga kamu dan Lucas. Aku janji aku akan selalu ada disamping kamu, jadi kamu jangan terlalu banyak fikiran sayang, kamu tenang saja ya sayang "
"Iya mas aku percaya sama kamu, aku cuman takut aja, semua hal itu akan terjadi kembali "
"Percaya sama aku, itu semua gak akan pernah terjadi kembali dalam hidup kita sayang, sekarang kita hanya perlu tenang dan mengurus Lucas."
"Tapi aku lagi cuci piring mas "
"Udah gak papa. Biar Tora aja yang cuci piring ayo sayang kamu ikut dulu sama aku "
Liam segera mengandeng istrinya dan melihat Tora yang sedang mematung diruang tamu segera Liam memaggilnya.
"Tora kemarilah "
"Baik tuan ada apa "
"Kau gantikan istiku untuk mencuci piring, bereskan semuanya "
"Baik tuan " Tora segera pergi tanpa membantah perkataan tuannya sedikit pun.
"Apa tak apa mas menyuruh Tora untuk mencuci piring "
"Ya tak apa dia tak akan membantah perkataanku sedikit pun, dia anak buahku yang sangat patuh "
__ADS_1
Liam kembali mengandeng tangan istrinya lalu membuka pintu kamarnya dan Zeline terkejut dengan kamarnya yang sudah dihias cantik, dengan banyak bunga mawar yang dibentuk hati ditengah tempat tidurnya serta kue berbetuk love.
Zeline masuk dan melihat semuanya dengan wajah yang bahagia, "mas ini siapa yang hias " saat Zeline berbalik suaminya sudah berlutut membuka sebuah kotak yang berisi cincin berlian yang sangat cantik.
Liam mengambil tangan Inara dan dipakaikan di jari Inara "selamat hari pernikahan sayang "
"Makasih mas, maaf aku sampai melupakannya, seharusnya aku tak melupakan hari ini, pasti kamu sangat kecewa sama aku ya mas,"
"Tidak apa sayang, ayo sekarang kita potong kuenya, kamu jangan fikirkan apa apa ya sayang, yang terpenting sekarang adalah kita semua bahagia"
Zeline menurut, Liam segera menyalakan lilinya lalu bersama sama meniupnya dengan perlahan dan Zeline memotong kuenya.
Saat dirinya memberikan pada suaminya, untuk suapan pertama namun Liam malah megambilnya dan berbalik untuk menyuapi istrinya
"Harus kamu dulu sayang " dengan senang hati Zeline memakan kue itu dan mengambil potongan yang kedua untuk suaminya.
Liam saat melihat krim kue belepotan di bibi istrinya dengan sengaja malah menjilatnya.
"Mas kau ini jorok sekali "
"Tidak kok sayang, aku suka kok, ayo aku punya kejutan lagi untuk mu pasti kau akan senang sekali "
Liam kembali menuntun istrinya membawanya kekamar mandi, Zeline sudah melihat beathub yang penuh dengan kelopak mawar merah sangat cantik dan indah.
Liam dengan telaten membuka satu persatu pakainnya istrinya dan juga pakainnya. Setelah mereka berdua telanjang sepenuhnya.
Liam kembali mengandeng istrinya dan masuk kedalam beathub bersama sama, dengan Zeline yang memelangi suaminya.
"Mas kapan kamu mempersiakan semua ini, kenapa aku sampai gak tau mas"
"Saat kamu sedang dikamar Lucas sayang, apakah kau suka"
"Tentu aku sangat suka mas, apapun yang kamu lakukan aku selalu suka tak ada satu pun yang tak aku sukai mas , maaf mas aku tak memberimu apa apa "
"Syukurlah kalau kau suka sayang, tak apa kau sudah memberikan segelanya padaku, hidupmu, kasih sayangmu, cintamu segalanya kau berikan padaku itu sudah cukup sayang, sini aku akan pijit tubuhmu agar kembali relaks "
Zeline hanya mengangguk dan menikmari pijitan yang diberikan oleh suaminya, lembut sekali dan nikmat.
__ADS_1