
Zeline segera masuk kedalam mobil dan suaminya langsung mencium kening sang istri, lalu segera menjalankan mobilnya "sayang kenapa kamu gak bilang sama aku "
"Tadi itu benar-benar kacau mas jadi aku nggak ada waktu buat kasih tahu sama kamu bahkan kak Andre juga yang baru pulang honeymoon bantuin pokoknya kacau banget"
"Emangnya kenapa apa yang terjadi sayang"
"Semuanya udah kebongkar mas kalau kak Riyan benar-benar selingkuh, aku juga nggak nyangka kalau kak Riyan benar-benar selingkuh, kok dia balik lagi kayak dulu ya ngelakuin kesalahan yang sama lagi yang sama lagi sih"
"Ya gimana lagi kalau laki-laki udah sekali selingkuh ke depannya juga kayak gitu kebanyakan sih gitu ya, kadang ada yang ya udah gitu nggak lagi-lagi dan kadang ada yang makin makin menjadi aja"
"Iya mas awas aja kalau kamu kayak gitu "
"Engga dong sayang aku gak mungkin kayak gitu "
Zeline langsung menyenderkan kepalanya kebahu suaminya sambil memeluk tangannya juga.
**
Hamzah yang sudah datang langsung disabut oleh bi neneng yabg sudah tau akan kedatangan Hamzah "ini pasti suruhan nyonya Jo kan mas ganteng, saya sudah menyiapkan semua barang barang nyonya Jovanka bahkan semuanya "
"Baiklah terimakasih, apakah sudah segini saja "
"Sudah hanya segini "
"Iya mas hanya segitu "
"Baiklah saya permisi "
__ADS_1
"Mas gak mau masuk dulu gitu, makan minum "
"Tidak terimaksih atas tawarannya", saat Hamzah sedang memasuk masukan semua barang barang Jovanka tiba tiba Riyan datang dan mengeluarkan semua barang barang Jo kembali.
"Mau dibawa kemana ini barang-barang istri gue, lo nggak berhak ya tiba-tiba datang ke sini bawa bawa barang-barang istri gue"
"Saya juga tidak akan mungkin membawa semua barang barang ini kalau bukan perintah dari nona Jovanka sendiri, jadi lebih baik anda minggir dan jangan menghalangi pekerjaan saya, karena pekerjaan saya bukan ini saja banyak lagi yang perlu saya kerjakan jadi jangan menghambat pekerjaan saya ini"
"Gak bisa gitu dong ini semua punya istri saya "
Hamzah tak mendengarkan ucapan dari Riyan, Hamzah kembali memasuk masukan semua barang barang itu dan sudah selesai, saat Hamzah akan masuk dan pergi, Riyan langsung menonjok Hamzah.
Hamzah yang tak terima langsung menonjok kembali Riyan, dan akhirnya mereka malah berkelahi "ya ampun sudah sudah kenapa ini malah jadi bertengkar sudah sudah "
Namun bukannya berakhir, mereka malah makin menjadi jadi saja, mereka malah makin asyik saja berkelahi, Lisa yang ada didalam mobil langsung keluar dan menarik Riyan "apaan sih kalian ini kampunga banget berantem kayak gini, gak malu emang sama umur, kamu ya suruhan Jovanka sana sana pergi "
"Saya calon majikan kamu yang baru jadi kamu harus hormat sama saya"
" Oh jadi pelakor ya kamu ini"sambil mengeplak tangan Lisa "Nggak mau ah hormat sama pelakor ngapain juga"
Bi Neneng langsung masuk kedalam rumah, dan meninggalkan dua sejoli ini " Kamu kenapa bilang kayak gitu Lisa sam Bi Neneng, nanti salah paham dan bilang sama mamanya Jovanka, kamu ini bikin masalah makin ruwet aja tahu nggak sih, aku aja Ini lagi coba tahan supaya istri aku tuh nggak pulang ke rumah ibunya, tapi kamu malah kayak gini"
"Kenapa sih selalu aku aja yang disalahin, emang bener kan kita punya hubungan ya udah tinggal bilang gitu aja, apa sulitnya sih biarin aja dia mau ngadu apapun itu kamu nggak usah takut deh sama ibu mertua kamu , ciut banget tau nggak ayo cepet masuk aku obati luka kamu ini "
Riyan menggeleng-gelengkan kepalanya dan masuk ke dalam rumah tanpa mau dipegang oleh Lisa, ternyata dirinya salah besar membawa Lisa untuk menjelaskan semuanya pada Jovanka malah membuat masalah makin runyam dan makin tak terkendali saja, sudahlah habis dirinya ini.
Riyan yang tak mau berbicara lagi dengan Lisa untuk saat ini dia langsung masuk kamar, dan mengunci pintu sedangkan Lisa duduk di ruang tamu dan menonton TV "Bi kamu ini pembantu kan di sini ambil minum kek atau apa ada tamu nih, dianggurin terus "
__ADS_1
"Gak mau, ambil saja sendiri kalau tamunya pelakor saya nggak mau ya layanin. Ya ampun nanti saya ketularan lagi jadi pelakor ah ampun dah"
Bi Neneng langsung pergi dan tak mau melayani Lisa dan masuk ke dalam kamarnya, lalu mengeluarkan ponselnya dan akan menghubungi nyonya besar, kalau di sini pelakor.
"Hallo nyonya besar saya mau kasih info nih, kata nyonya saya harus mata-matain pak Riyan gitu ya, ini saya baru aja lihat pak Riyan datang sama perempuan dan dia ngenalin kalau dia akan menjadi Nyonya rumah di sini"
"Kamu nggak salah dengar kan Neneng awas aja kamu salah dengar lagi. Beneran itu perempuan dibawa sama Riyan bukan sama laki-laki lain kan"
"Iya beneran atuh Nyonya ngapain saya bohong, saya lihat sendiri kalau perempuan itu ucuk ucuk ucuk keluar dari mobilnya pak Riyan. Terus waktu Pak Riyan lagi berantem sama orang suruhan nyonya Jo, itu perempuan keluar dan misahin gitu, lalu kenalin diri sama Neneng kalau dia itu katanya mau jadi Nyonya rumah di sini"
"Udah nanti saya ke sana biar saya cek langsung dan bicara sama perempuan itu, kamu tahan perempuan itu jangan sampai dia pulang ya"
"Siap Nyonya laksanakan pasti beres semua sama Neneng"
Setelah sambungan terputus Bi Neneng kembali lagi keluar dari dalam kamar dan menatap Lisa yang masih ada di sana "maaf-maaf deh Nyonya pelakor jadi minumnya mau apa nanti saya buatin"
"Dari tadi kek ini malah sok-sokan nolak mau dipecat ya, jangan bilang saya pelakor karena saya itu bukan pelakor buatkan saya jus mangga ingat jangan manis"
"Lah terus panggilnya apa dong, orang ketiga biasanya kan dipanggilnya pelakor atau mau Hello Kitty aja kayak di film Boy apa iti film apa itu tuh yang di SCTV itu loh"
"Udah udah sana buatin minum bukan malah nyerocos aja nggak penting"
"Iya deh marah-marah mulu pantesan jadi pelakor "
Neneng langsung pergi ke dapur dan mengupas mangga yang akan dijadikan jus, tiba-tiba saja dia mempunyai ide cemerlang.
Neneng langsung memblender buah mangga itu dan dia bukan memasukkan gula, malah memasukkan garam yang cukup banyak "minuman spesial untuk Nyonya pelakor sudah jadi pasti dia akan sangat suka sekali "
__ADS_1