
Liam dan juga Tora sudah siap dengan alat alatnya, "tuan apakah mau sekarang, atau nanti tunggu beberapa menit lagi "
"Sekarang saja, tapi kau cek dulu apa anaknya yang laki laki sudah pulang biar sekalin dan tak ada yang tersisa, aku malas kalau harus kembali lagi kesini dan membunuh anak yang laki lakinya "
"Siap tuann "
Tora segera keluar dengan pakaian biasa, pakain rumah dan saat Tora akan berjalan lebih jauh tiba tiba.
"Siapa kau "
Tora membalikan badannya dan melihat seorang pemuda "apakah kau anaknya bu Sri "
"Kenapa kau malah balik tanya "
"Maaf penyewa baru namaku Toni "
"Oh penyewa baru, ku kira kau pencuri yang masuk kedalam rumah ku, tapi mau apa kau berkeliling selarut ini, apakah kau akan mencuri "
"Aku ingin mengambil minum aku belum membelinya, makannya aku mau minta "
"Minta atau maling "
"Aku hanya ingin segelas air, apakah itu termasuk pencurian, kenapa kau begitu tak ramah dengan penyewa kamar yang ada dirumah mu "
"Ya kalau ingin minum seharusnya kau berbicara dulu pada orang tuaku jangan main ambil-ambil saja kau itu orang baru di sini. Kau hanya menyewa di sini bukan keluarga kami"
"Aku tahu apakah aku harus membangun kan ibu dan ayah mu dulu baru aku minum begitu, aku masih punya sopan santun makannya aku tidak membangun mereka, nanti pagi aku berbicara pada ibumu kalau aku minta minum , kau ini di sekolahan tinggi-tinggi tapi kau sudah sopan dengan orang lain"
Saat remaja itu akan menjawab kata kata Tora dirinya malah jatuh dan terbaring begitu saja dengan darah yang mengucur dari belakang kepalanya, dan Tora melihat ada tuannya yang sedang berdiri dibelang laki laki itu sambil membawa palu penuh darah.
"Kau terlalu lama jika harus berdebat dengan dia dan pada akhirnya akan membuat keributan, nanti rencana kita bisa gagal"
"Maaf tuan aku hanya kesal dengan kata katanya, jadi aku ingin mendengar bacotannya itu "
"Sudah kau bawa dia, aku akan pergi kekamar orang tuanya "
"Siap tuan "
Liam berjalan kearah kamar orang tua Bulan membuka pintunya dengan perlahan, mereka berdua sedang tertidur.
"Hemm kamar yang cukup sempit dan berantakan "
__ADS_1
Liam duduk disamping ibu Sri, menatap orang tua itu, lalu Liam melihat ada sebuah buku yang sepertinya itu buku diary Bulan, Liam membukannya dan membacanya ternyata memang benar ini, Liam menyobek buku itu menjadi kecil kecil.
Dan ibunya Bulan yang mendengarkan kebisingan bangun dan langsung melihat Liam.
"William kenapa kau ada dikamar ini "
Suami bu Sri yang mendengar istrinya berteriak segera bangun dan melihat Liam juga yang ada dihadapannya.
Liam membuka penyamarannya "kau mengenal aku "
"Kau Liam kan yang membawa Bulan pergi mana anak ku, kemana dia "
Liam bangkit dan berdiri ditengah tengah "ingin cerita yang lengkap atau langsung saja pada intinya "
"Dimana anak ku " sekarang yang berteriak ayah Bulan
"Bisakah anda pelankan suara anda jangan bising aku tak suka "
"Jawab penjahat dimana anak ku "
Liam melemparkan sebuah foto, foto Bulan yang mati dan kepalanya yang sudah terpisah dari badannya.
Mereka mengambil foto itu dan langsung menangis" kau kau membunuhnya "
"Dasar bedebah "
Ayah Bulan langsung maju dan akan memukul Liam namun kalah cepat Liam sudah pelemparkan pisau daging kearah kepalanya dan menancap dengan sempurna di jidat ayah Bulan.
"Ahhh ayahhhhhh "
Ibunya Bulan bukan menolong suaminya dia malah lari keluar dan bertemu dengan Tora.
"Toni tolong, itu didalam ada orang yang membunuh Bulan, Liam dia ada disini "
Namun Tora hanya diam saja dia langsung menarik rambut ibunya Bulan, "lepaskan kenapa kau Toni, Toni "
Namun Tora tak melepaskannya dia menyedotkan kepala ibunya Bulan ketembok, bahkan menjedotkannya beberapa kali, sampai Ibu Bulan tak bisa melawan lagi, Tora segera mengangkatnya dan memasukan kedalam kamar anak remaja itu, dibiarkan mereka berdua disana.
Saat Tora kembali lagi dia sedang melihat tuannya memotong motong tubuh ayahnya Bulan memakai pisau daging tadi, lalu mematahkan tulang kakinya dengan tangan kosong.
"Tuan mereka berdua sudah ada disatu ruangan "
__ADS_1
"Baiklah bagus, jaga dia aku masih ingin memotong motong mainan baruku,"
"Baik tuan "
Tora langsung pergi meninggalkan tuannya yang masih asik disana, setelah selesai mematahkan semua kaki tangan dan kepalanya Liam mengulitinya.
"Sudah ahh kau membosankan sama seperti anak mu "
Liam berjalan kearah kamar anak remaja itu masuk dan menguncinya, Tora sudah ada disana menatap anak remaja itu memeluk ibunya.
"Lepaskan kenapa kalian melakukan ini pada keluargaku padahal kami tidak punya salah, ada apa dengan kalian kenapa kalian sangat tega pada kami, lepaskan kami kami tidak akan melaporkan kalian ayo lepaskan. Tolong jangan seperti ini aku masih ingin hidup dan aku juga tidak mau kehilangan Ibu dan ayahku Ayo lepaskan kami"
Liam langsung melemparkan kepala ayah Bulan tadi dia sempat sempatnya membawa kepala itu.
"Sialan kau, kau membunuh ayahku "
Kembali anak itu akan menyerang namun Liam mengacungkan pisau kecilnya dan tembus kedalam mata anak itu.
Anak remaja itu mundur dan memegang matanya yang masih ada pisaunya "akhhhhh " dia baru sadar kalau itu sangat sakit sekali.
Tora mengambil balok dan memukulkannya kearah anak remaja itu, sampai kepala anak itu tak berbentuk lagi.
Sekarang tinggal ibunya, satu lagi, Liam mengambil pistolnya dan menembakannya beberapa kali dengan pistol tanpa suara, sudah binggung dirinya harus membunuh seperti apa lagi, karena sudah banyak sekali gaya yang dia lakukan untuk membunuh mereka.
"Bakar mereka "
"Baik tuan "
Tora mengumpulkan semua mayat mayatnya dan membakarnya, api langsung membakar tubuh mereka, sedangkan Liam dan juga Tora sibuk membawa barang barangnya dan kembali menyamar. Takutnya ada yang melihat mereka.
"Kita langsung pergi saja bos "
"Iya kita amati saja dari kejauhan ayo sebelum ada yang menyadarinya "
"Baik tuan "
Dan saat mereka sudah jauh rumah itu meledak, dan banyak orang yang datang dan mencoba untuk memadamkannya namun sulit karena api sudah besar sekali dan sudah melahap rumah itu.
"Hemm sepertinya kita langsung saja pulang, sudah pasti habis mereka tak akan tersisa "
"Baik tuan "
__ADS_1
Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil, dan Tora langsung memajukannya meninggalkan tempat itu, dengan senyum mereka yang merekah, ternyata gampang sekali melenyapkan mereka semua, tak perlu mengeluarkan tenaga yang besar.