Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Berdiskusi


__ADS_3

Riyan yang sudah diusir dari rumah sakit bukannya menunggu diam dirumah sakit, dia malah pergi kerumah Lisa dan malah bersantai santai disana dengan Lisa, mengobrolkan bagaimana dengan rumah tangganya.


"Cepet banget ya ketahuannya, Jo hebat juga. Jadi sekarang kamu akan ambil apa, keputusan apa Jovanka juga kan udah mau cerahin kamu, jadi apakah kamu akan rela bila Jo memang benar benar akan meninggalkan kamu"


"Yang pasti aku tidak akan pernah mau bercerai dengannya, gimana nggak gampang ketemu dia aja dibantu sama banyak orang ya pasti cepet ketemu lah, dan kita juga yang bodoh karena tidak teliti kamu juga kalau ketemu Jo tuh jangan bilang apa-apa udah pulang aja, ini ngobrol bilang-bilang ketemu sama pacar. Jadi curiga kan dia dan akhirnya semuanya kebongkar kan"


"Loh kok jadi nyalahin aku sih , ya kalau ketemu sama orang yang kita kenal yang wajib dong kita tegur sapa emangnya salah aku bilang kayak gitu. Ya enggak lah ya udahlah lebih bagus kan dia tahu. Jadi dia bisa menerima semuanya dengan lapang dada, kamu juga sih mainnya nggak benar makanya jangan cari yang lain dulu kalau emang kamu belum sanggup buat bercerai sama istri kamu, seharusnya kamu nggak usah cari perempuan lain di luar aku udah bilang kan itu beberapa kali sama kamu, tapi kamu akhirnya datang lagi ke aku datang lagi ke aku"


"Iyalah aku datang ke sini tuh pengen tenang pengen semuanya tuh clear bicara sama kamu. Aku mau tuh kamu bilang sama Jovanka kalau kita tuh nggak ada hubungan apa-apa, bisa nggak sih kamu bantu aku buat bicara sama Jovanka semuanya, aku datang ke sini buat minta itu sama kamu "


"Enteng banget ya kamu bicara suruh bilang ke Jovanka kalau kita nggak ada hubungan apa-apa, sedangkan kenyataannya apa, semua juga udah tahu kan udah ada foto ada rekaman. Terus apa lagi yang harus aku jelasin sama Jovanka. Terus kalau tiba-tiba aku hamil gara-gara kamu aku harus minta tanggung jawab sama siapa. Percuma dong sekarang ngomong sama Jovanka kalau kita gak ada hubungan apa apa tapi tiba aku hamil sama kamu "


"Ya udah sih itu pikirin nanti aja, kamu juga nggak akan mungkin hamil aku selalu pakai pengaman, ya mendingan kita sekarang bicara sama Jovanka semuanya bantu aku. Dia lagi hamil aku nggak mungkin tiba-tiba tinggalin dia saat hamil, yang ada di perutnya Itu anak aku bukan anak orang lain"


"Ya aku tahu itu anak kamu emangnya anak siapa lagi, emang Jovanka selingkuh gitu kayak kamu enggak kan jadi dia nggak mungkin hamil sama orang lain. Apa imbalannya kalau aku bisa membantu kamu"


"Apa yang kamu inginkan akan aku kabulkan"

__ADS_1


"Baiklah jika suatu saat aku ingin kau menikahi aku berarti kau akan mengabulkannya, meski kau sedang berhubungan dengan Jovanka bagaimana "


Riyan diam, kenapa begini kenapa rumit sekali, padahal kan dirinya tak benar benar mendekati Lisa hanya untuk pelampiasannya saja namun kenapa pada akhirnya malah jadi seperti ini, kenapa sih.


"Kenapa diam aja nggak bisa jawab kan, kata aku juga apa kamu nggak akan bisa kasih apa yang aku mau, kata kamu apapun yang akan aku minta kamu kabulin , aku minta itu gimana kamu bisa kabulin gak "


"Oke tapi kamu harus bisa membujuk Jovanka agar kembali padaku, agar semuanya baik baik lagi dan tidak berantakan seperti ini, semuanya harus seperti semula kembali"


"Baiklah itu masalah gampang ya udah ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang, biar semuanya clear dan aku nggak ikut campur lagi pusing ya aku banyak kerjaan, dan kamu malah libatin aku kayak gini, pusing tau aku tuh"


"Ayoo ayo "


**


"Aku telepon Mamih kamu ya Jo, biar dia ke sini dia juga harus tahu keadaan kamu. Kamu lagi di rumah sakit masak Mamih kamu nggak tahu apa-apa sih aku telepon ya"


"Jangan Lin jangan telepon Mamih aku, jangan sampai dia tahu biar nanti aja setelah aku sembuh aku ceritain semuanya sama Mamih, jangan sekarang nanti mamih bisa syok dan dia bisa kambuh, udah nggak usah bilang sama Mamih nanti biar aku langsung bicara aja sama dia"

__ADS_1


"Ya udah kamu harus makan kalau kamu nggak makan kasian dede banyinya, makan ya agar dia baik baik saja dan kau juga baik baik saja ya "


Jo melihat perutnya dan mengusap perutnya yang baru menonjol, Jovanka menahan agar tak menangis " Baiklah tapi aku nanti ingin pulang saja aku tidak mau dirawat di rumah sakit Line "


"Iya nanti pulang aku yang nganterin kamu mau pulang sama aku, atau mau pulang ke rumah mamih kamu aja "


"Aku pulang aja ke rumah mamih Line, aku pengen ada disamping mamih"


"Yaudah makan dulu ya, tiba tiba ada orang yang masuk ternyata itu Andre dan Syifa, Syifa segera menghampiri Jo tersenyum padannya "kakak gimana keadaan kakak, kakak baik baik ajakan gak apa apa kan, kakak gak apa apa kan "


"Aku baik baik aja Syifa maaf ya tadi aku udah repotin kak Andre suami kamu. Aku benar-benar enggak maksud apa-apa kok tadi kak Andre benar-benar cuma nolongin aku aja. Maaf ya kamu jangan marah"


"Apaan sih kak Jo kok minta maaf kayak gitu. Tenang aja aku nggak akan marah kalian juga kan berteman Paman Andre sama Kak Jo kan berteman. Kenapa aku harus marah kalian kan cuman berteman aja nggak lakuin apa-apa, tadi juga kan lagi mepet banget waktunya kalau nggak Paman Andre yang tolong siapa lagi kak, tenang aja aku bukan perempuan yang suka cemburu-cemburu gitu sama temennya Paman Andre aku nggak masalah kok yang terpenting jangan keterlaluan aja ya berteman seperti biasa aja"


"Iya makasih sebelumnya, tetep aja aku nggak mau buat hati perempuan lain sakit hati gitu aja sih. Makasih juga ya kamu udah nyempetin waktu ke sini"


"Iya sama sama kak "

__ADS_1


Zeline kembali menyuapi Jovanka, Zeline tak mau berhenti saat Jo menolaknya, Zeline ingin Jo makan dengan banyak agar Jo tak sakit lagi dan tenaganya kembali lagi.


__ADS_2