Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menjadi satpan Anaknya


__ADS_3

Sedangkan dilain tempat, ibu dan ayah Liam sedang sibuk mengemasi barang serta hantaran yang akan di bawa ke bandung.


Mereka akan berangkat sore ini kerumah Liam agar nanti besok waktunya dipakai untuk istirahat, sedangkan Andre menunggu diluar rumah dari tadi dan membantu memasuk-masukan barang bawaan ke bagasi dan merapihkannya kembali biar semuanya cukup untuk dibawa.


Mereka bertiga kompak tak memberi tahu keberangkatanya kepada Liam biar kejutan gitu.


***


Liam sudah sampai dirumahnya dan bergegas masuk kerumahnya itu, melepas lelah yang menyerang tubunya ini, ingin sekali Liam cepat-cepat menikahi Zeline agar ada yang menemani dan mengurusnya, jadi jika nanti pulang bekerja Liam tidak akan lelah karna lelahnya sudah tergantikan dengan melihat istrinya.


Liam membayangkanya sambil tersenyum-senyum sendiri sungguh indah sekali.


Tid Tid suara kelakson dari luar rumah Liam, Liam binggung siapa itu, sedangkan dia tak punya janji dengan siapa-siapa, lalu itu siapa, dengan malas-malasan Liam melangkahkan kakinya kearah pintu dan keluar.


"Liam sayang, ini ibu na apa kau tak kangen dengan ibumu ini" teriak ibu Liam dari kejauhan.


Liam pun bergegas berlari menghampiri ibunya dan memeluknya dengan sangat erat, ibunya sampai menangis bisa melihat lagi anaknya secara langsung tak perlu lagi telfonan.


Perlahan ibunya Liam melepaskan pelukannya dan memegang wajah anaknya itu dengan sayangnya.


"Ibu jangan menangis terus, ayo masuk dulu kerumah " ucap Liam sambil menghampus air mata ibunya itu.


Mereka semua pun masuk dan Liam menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu.


Liam keluar lagi untuk membantu Andre mengeluarkan barang-barang yang ibunya bawa sangat banyak seperti akan pindahan saja.


Selesai juga semuanya dibawa kedalam rumah, dengan Perlahan Liam merangkul Andre , Andre pun sama merangkulnya.


Mereka sangat senang bisa bertemu lagi dan nanti malam Andre dan Liam sudah merencanakan akan main Ps sama-sama , sampai pagi kalau bisa.


Ibu Liam yang melihat anaknya saling rangkul langsung memisahkan rangkulan mereka berdua "Liam, Andre kalian berdua ya sudah mulai lagi seperti di jakarta, ingat Liam kamu akan menikah jangan sampai goyah kembali " sambil memeluk anaknya itu takut nanti anaknya dirangkul lagi oleh Andre.

__ADS_1


Lia sungguh sudah jengah dengan ibunya ini, sudah dibilang Liam dan Andre bukan pasangan sesama jenis masih saja begini " tenang bu Liam dan Andre masih suka wanita bu, kita bukan gay bu percaya dengan Liam, kita tadi hanya melepas rindu saja sudah lama tak bertemu "


"Tetap saja jangan seperti itu "


"Tante tenang dong jangan gitu, tante sama Andre tuh pasti fikirannya gitu terus , Andre normal tante "


Ayah Liam hanya diam saja melihat drama yang dulu sering terjadi dirumahnya, sungguh dia sangat menikmatinya.


"Udah ya bu, Liam sama Andre mau main PS dulu, ibu sama ayah sana pergi tidur"


Ibunya Liam menurut dan mengajak suaminya untuk pergi kekamar namun saat meLihat Liam dan Andre akan masuk kamar yang sama. Ibunya Liam berlari dan mengahalangi pintu kamar Liam, dengan cara merentangkan kedua tangannya.


"Ibu ada apa lagi, biarkan Liam dan Andre masuk "


"Tidak, ibu tak mengizinkan kalian masuk, ibu akan ikut mengawasi kalian ayo, untuk ayah sana bobo sendiri "


"Sudah lah bu, biarkan mereka bermain berdua,kau ini seperti satpam saja mengawasi anak mu itu 24 jam "


Suaminya hanya bisa menurut dan pergi kekamar sendirian biarkan saja lah istrinya itu.


ibunya Liam lantas membuka pintu dan telebih dahulu masuk kedalam kamar anaknya itu. Ibu Liam duduk ditengah-tengah sedangkan Liam duduk disisi kanan ibunya dan Andre di sisi kirinya.


Liam dan Andre hanya saling tatap dan terkekeh melihat kelakuan ibunya ini.


"Ayo cepat main, kenapa jadi saling tatap-tatapan "ucap ibunya Liam.


"Tante colok ya mata kamu Andre " sambil mengacungkan kedua tangannya ke arah mata Andre.


"Jangan dong tante. Nanti tante pulang kejakarta sama siapa hayoo"


"Oh iya benar, yaudah dimulai dong permainanya , awas aja kalau saling tatap-tatapan lagi kalian berdua tak colok matanya".

__ADS_1


Terus saja ibunya Liam mengawasi aktifitas kedua pria ini, namun perlahan matanya mengantuk dan tertidur di bahu Liam dengan nyenyak, Liam ingin memindahkan ibunya keatas tempat tidur namun takut nanti terbangun, karna ibunya itu sangat mudah terbangun kalau badannya ada yang memegang.


"Bro itu calon istri lo perempuan yang dulu kabur bukan dari rumah lo itu "


"Iya itu dia, masih inget lo"


"Ya inget lah itu kan perempuan satu-satunya yang lo ga bunuh"


"Iya ga tau kenapa, saat gue mau bunuh dia, tiba-tiba gue ga tega"


"Hemm bagus lah semoga lo nanti bisa berubah ya bro "


Liam hanya diam saja tak mejawab lagi kata-kata dari Andre ,karna dia ingin fokus kepada permainannya dan ingin mengalahkan Andre.


Andre dan kedua orang tuanya, sudah tau tentang kebiasaan Liam, mereka sudah melarang dan mengancam Liam agar tak melakukan hal keji itu, namun apa daya tak bisa. Liam seperti haus darah tak bisa berhenti untuk membunuh.


Pertama kali ibunya tau jika anaknya mempunyai sebuah kebiasaan yang sangat mengerikan sangat syok dan takut pada anaknya itu, namun secara perlahan ketakutan itu menghilang, dia tak peduli dengan hal itu. Karna dia sudah sangat menyayangi Liam dengan sepenuh hatinya.


Jadi ibunya Liam serta ayahnya akan tetep menerima semua keadaan anaknya ini, bahkan Liam sudah dibawa kepisikiater, malahan sudah minum obat yang sudah diresepkan namun tetap saja tak membuat Liam sembuh.


Malah Liam jadi sering marah -marah karna hasrat untuk membunuhnya tak bisa tercapai.


Ibunya beserta ayahnya sangat marah sekali saat tau mengapa anaknya bisa seperti ini, ternyata karna masalalunya yang selalu di siksa oleh paman serta keluarga pamanya itu, membentuk karakter Liam menjadi sebuah monster yang tidak punya perasaan sama sekali, semua sudah Liam ceritakan kepada ayah dan ibu angkatnya ini. Semuanya tak ada yang ditutup-tutupi.


Makannya Liam sangat menghormati dan menyayangi mereka berdua karna mereka berdua mau menerima keadaan Liam dan tak membuangnya atau mengembalikannya lagi ke panti asuhan.


Namun saat ini entah kenapa Liam tak membunuh kembali, hasrat itu perlahan-lahan menghilang saat bertemu Zeline dan Zeline yang menerimanya dengan tulus dan tak mempermasalahkannya kembali.


Namun jika nanti ada yang mengusik hidupnya, keluarga serta Zeline. Entah bagaimana, lihat saja nanti.


Semoga saja dengan kehadiran Zeline bisa mengubah itu semua dan membuat Liam normal kembali seperti sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2