
Liam yang baru datang, segera berlari mencari kebaradan istrinya. Saat dirinya melihat Jo dan Riyan segera Liam kesana. "Dimana Zeline Jo "
"Dia didalam pak dosen sedang diperiksa "
"Terimaksih, sekarang kamu bereskan dahulu urusanmu dengan pacarmu, dengarkan dia untuk menjelaskan semuanya. Jangan hanya melihat dari sisimu saja. Ini demi masa depan kalian. Turunkanlah egomu Jo "
Setelah Liam berkata seperti itu lalu mengetuk pintu ruangan dokter, terbukalah "maaf pak bisa tunggu diluar "
"Saya suaminya sus "
"Baiklah pak silahkan masuk "
Setelah Liam masuk, Riyan segera menarik tangan Jo, namun dengan cepat Jo melepaskannya dan berjalan terlebih dahulu.
Dengan sabar Riyan mengikuti pacarnya, kalau dirinya sama keras kepala seperti pacarnya in. Tak akan ada ujungnya dan malah jadi rusak hubungannya ini. Jadi sekarang hanya perlu sabar dan tenang saja.
Jo segera duduk ditaman "cepat jelaskan semuanya " dengab ketus.
"Baiklah sayang, kamu salah faham, aku tak selingkuh sayang. Itu hanya teman yang membantuku untuk mengurus pernikahan kita " akhirnya Riyan membongkarnya.
"Pernikahan kamu sama dia kali, bukan sama aku " ketus Jo
"Beneran sayang, aku tuh segaja bikin kejutan buat kamu. Nanti kamu lulus ya itu hadiah dari aku kita nikah sayang "
Jo diam saja tak menjawab sama sekali, binggung harus menjawab apa. Apakah harus percaya atau tidak.
"Apa perlu aku bawa perempuan itu agar kamu percaya hah, aku telfon dia " sambung Riyan
Segera Riya menelfon temannya itu, untuk segera datang kesini. Kerumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa harus perempuan yang membantunya " tanya Jo
"Ya karena akan tahu bagaimana seleramu nantinya sayang "
"Memangnya kamu tak tahu seleraku bagaimana. Kenapa harus meminta bantuan perempuan laim sedangkan ada Zeline sahabatku dan ibuku yang lebih tahu "
"Zeline sudah mempunyai suami jadi sudah beda sayang, sedangkan ibukan tak ada disini bekerja. Mengertilah sayang "
"Kamu yang harusnya mengerti" bentak Jo.
Setelahnya tak ada jawaban lagi dari Riyan. Hening tak ada lagi yang mau memulai pembicaraan sama sekali.
"Istri saya kenapa dok " tanya Liam yang khawatir dengan keadaan istrinya.
"Selamat pak, istri anda mengandung sudah 4 minggu " ucap dokter itu sambil menyalami Liam.
"Beneran dok berarti saya bakalan jadi ayah dong " antusias Liam
"Baik dok pasti, saya akan selalu menemani istri saya " dengan senyum yang mengembang.
Liam tiba-tiba saja mengangkat Zeline dan memutar-mutarnya.
"Eh eh pak jangan " teriak dokter.
"Ehh iya dok, maaf saking senengnya " ucap Liam.
Segera mereka berdua pamitan dan sekarang tinggal menunggu obatnya untuk segera ditebus.
"Sayang, kenapa kamu tadi tak kaget " tanya Liam penasaran karena istrinya dari tadi diam saja.
__ADS_1
"Aku udah tahu sebelum kamu datang mas "
"Terus kamu gimana seneng kan " dengan wajah khawatir.
"Ya pasti dong mas aku seneng banget, aku bersyukur bisa mengandung anak kamu, anak kita. Akhirnya aku bisa mengandung juga mas aku seneng "
"Tapi kamu ga menyesalkan, kamu kan masih kuliah sayang "
"Itu tak masalah mas, aku tak akan menyesal karena mengandung bayi ini. Aku malahan seneng banget "
"Alhamdullilah sayang " lalu memeluk istrinya dan menciumi keningnya. Tak peduli dengan orang yang menatap mereka berdua.
Hari ini adalah hari paling spesial dan membahagiakan istrinya hamil dan dia juga sudah memusnahkan hamanya.
**
Perempuan itu sudah sampai ditaman lalu duduk dihadapan Jo dan Riyan yang memang juga ada kursi.
"Kenalin saya Lisa, temen Riyan " sambil mengacungkan tangannya kearah Jo.
"Ya Jovanka " jawan Jo dengan ketus.
"Maafkan saya, jika saya malah membuat hubungan kalian menjadi berantakan dan kamu menjadi salah sangka. Saya hanya ingin menolong Riyan saja tak lebih dan tak ada maksud apapun kami berdua hanya teman saja " jelas Lisa sambile menatap Jo.
"Jadi kamu jangan seperti ini pada Riyan, maafkan saya bila membuat kamu marah " lanjut Lisa. Namun Jo tak mejawabnya sama sekali.
"Emm kalau begitu saja pamit, sudah saya jelaskan semuanya. Permisi " pamit Lisa.
"Maaf Lisa " ucap Riyan.
__ADS_1
Lisa hanya mengangguk lalu pergi begitu saja. Sudah selesai penjelasannya dan tak ada yang perlu lagi dibicarakan.