Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Jangan cupu


__ADS_3

"Kenapa kau diam aku sudah memberikannya padamu makanan spesial yang sangat banyak, bahkan aku memotong-motongnya menjadi kecil-kecil hanya untukmu saja, aku dulu tak pernah seperti ini loh kau adalah orang spesial yang pertama aku perlakukan seperti ini. Ayo makan jangan mengecewakanku. Aku tidak suka kalau makanan yang aku buat tidak kau makan maka sekarang, makan itu jangan diam saja "


Gavin tak menjawab dia hanya diam saja sambil melihat Liam. Kenapa tiba-tiba saja nyalinya ciut setelah melihat Liam memotong-motong seorang wanita itu, beneran kan daging manusia bukan boneka lilin yang Liam potong-potong itu, dirinya masih tak percaya.


"Aku tahu kau sedang memikirkan apakah sebenarnya yang aku potong-potong itu, manusia benar atau hanya mainan saja kan. Tentu saja itu benar manusia, jika kau ingin melihat aku membunuh seseorang yang masih hidup baiklah aku akan kembali lagi ke mari dan membawakan tubuh yang lebih segar dari pada yang ini, kau tunggu aku jangan kemana-mana ya. Aku akan kembali lagi padamu Oke, jangan kau tidur nanti aku akan menyirammu lagi kalau kau sampai tidur "


Liam kembali menyalakan listrik itu agar Gavin tak akan mendekati besi yang dia buat sendiri, setelah Liam pergi Gavin menghembuskan nafasnya dengan sangat lega.


"Sebenarnya apa yang lagi berhadapan sama gue, dia bener kan Tuan Liam suaminya Zeline, bukan hantu yang tiba tiba datang ke sini dan ancaman-ancam gue terus motong-motong manusia kayak gini"


Gavin segera mengambil satu potongan daging itu dan meremasnya, ternyata ini daging beneran ini manusia ini tidak main-main, jadi sekarang yang dia hadapi adalah seorang pembunuh. Jadi selama ini suami Zeline adalah seorang pembunuh.


Wajah Gavin langsung pucat dia harus bagaimana sekarang kabur sulit karena dirinya dikurung seperti ini. Tidak diperbolehkan sama sekali keluar apa yang harus dirinya lakukan apa .


"Aku harus segera pergi dari sini, jangan sampai aku dibunuh oleh orang itu, aku harus mengatakan pada seluruh dunia kalau laki-laki ini adalah seorang pembunuh psikopat jahat yang membunuh setiap orang dengan sangat sadis, ya aku harus mengatakan semua ini pada publik agar nama dia tak akan bagus lagi dan perusahaannya akan bangkrut"


Kembali Gavin mendekati besi itu namun lagi dan lagi dia malah tersetrum Gavin memegang tangannya yang sedikit memar merah dan mengeluarkan sedikit darah dia menyobekkan pakaiannya dan membalutkannya pada tangannya.


"Aku harus lari dari sini, aku tidak bisa kalau harus diam terus menerus di dalam ruangan ini, aku tidak mau mati konyol dan aku belum siap untuk mati, aku hanya ingin mati karena kuasa Tuhan saja bukan karena dibunuh oleh orang itu , sepertinya aku salah merebut istri orang kejam seperti dia"

__ADS_1


"Kenapa aku tidak bisa membedakan mana seorang pembunuh dan bukan. Padahal aku sering sekali menonton film-film sadis dan seharusnya aku bisa membedakan itu, tapi dia seperti orang biasa-biasa saja, dia memakai topeng yang tebal diwajahnya untuk menutupi kekurangannya ini, bagaimana ini aku harus keluar ponsel pun aku tak ada"


Gavin hanya bisa berpikir dan tak bisa melakukan apa-apa lagi selain itu, karena mau bagaimana lagi dia tidak bisa keluar dia sudah disekap seperti ini, sampai kapan pun dia sepertinya tidak akan bisa keluar dari sini dan oh ya apakah Bulan pula disekap di sini ?


**


Liam membawa mobil dereknya keluar dia diam menunggu masang yang akan datang padanya, tak lama kemudian ada sebuah mobil yang melaju, dengan cepat Liam menyalakan mesin mobilnya dan mengikuti mobil itu dari belakang.


"Dari model mobilnya seperti ini adalah mobil perempuan, akan sangat mudah sepertinya, "


Liam segera menyusul mobil itu dan sejajar dengan mobil perempuan itu, Liam membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangannya pada perempuan itu, seketika mobil itu berhenti dan Liam pun sama berhenti.


"Iya aku membutuhkan bantuanmu. Bagaimana apakah kau mau membantuku "


"Apa yang kau butuhkan kak, aku pasti akan bisa membantu mu, apa itu ayo katakan padaku "


"hemm aku butuh tumpangan sepertinya mobil derek ku sedang bermasalah, kau mau kan mengantarku kekota untuk membeli alat alatnya "


"Tentu boleh "

__ADS_1


Liam segera keluar dia membawa sesuatu dan disimpan rapih dibelakang pakaiannya, saat perempuan itu berjalan terlebih dahulu, dia menusukan obeng kebelakang punggung perempuan itu berkali kali, namun tidak sampai meninggal.


Liam memasukan kembali perempuan itu kedalam mobilnya dan segera menderek mobil itu, untuk dibawa kebangunan tua itu, dan memberikan kejutan pada Gavin.


Tak butuh waktu lama Liam sampai, dia langsung membopong perempuan itu dan menaiki tangga dengan sangat hati hati, Gavin yang melihat Liam datang memelotkan matanya, saat Liam membawa seorang gadis.


Liam langsung membaringkan tubuh itu dan mengambil pisau dagingnya yang besar.


"Kau harus melihatnya dengan baik-baik aku akan mencontohkan padamu bagaimana memotong daging yang benar ya, kau tatap wanita ini dan tatap pisau yang aku gunakan oke"


Liam membuka pakaiannya, lalu mengiris paha wanita ini, dia hanya memakai rok pendek, Gavin memejamkan kedua bola matanya tak mau melihat ini.


"Hey hey kenapa kau menutup mata mu, aku tak suka ayo lihatlah agar kau tau siapa aku, dan kau sedang berhadapan dengan siapa, lihatlah jangan jadi pengecut "


Namun Gavin sama sekali tak mengubris apa yang dikatakan Liam, diam hanya mendengar suara teriakan dari perempuan itu dan disusul dengan suara hening sekali, tak ada suaranya lagi, Gavin membuka kedua bola matanya.


Dan alangkah kagetnya saat dirinya saat melihat sebuah kepala ada dipangkuannya, darahnya mengucur banyak dan matanya masih terbelalak, saat dia mendongak dia malah melihat Liam yang tersenyum namun sangat menyeramkan.


" Aku memberikanmu bonus kepala itu supaya kau ada teman ngobrol nanti. Bagaimana apakah kau masih meragukanku kalau aku adalah sosok yang mirip dengan yang selalu kau tonton di rumah. Bagaimana kalau melihat aslinya lebih seru kan lebih menegangkan tidak atau kau ingin yang lebih-lebih lagi dari ini, tenang saja aku akan memberikan daging itu padamu .Aku tidak akan memakannya aku tidak suka aku masih normal dan aku masih suka daging ayam daging sapi dan yang lainnya kecuali itu "

__ADS_1


Gavin melemparkan kepala itu dan makin memundurkan duduknya dia menjadi takut dengan laki laki ini, Gavin kau harus berani kau jangan terlihat cupu, batin Gavin.


__ADS_2