
Tora memasukkan mereka berdua ke dalam sebuah kurungan yang cukup besar di sana juga sudah ada Gavin yang sedang tertidur.
Tora melihat keadaan Gavin yang entahlah sudah tidak seperti dulu saat dia selalu datang ke rumah dan mengganggu nyonya, sangat berbeda sekali yang ini kurus kering tak terawat, ya mau bagaimana terawat dia dikurung seperti ini oleh Tuanya.
Setelah yakin pintu dikunci Tora segera pergi dari tempat itu dan akan pulang, serta memberitahu semuanya pada tuannya, dari tadi ditelepon tuanya tidak bisa.
Apakah dia tidur di jam segini, ya mungkin lah tidak tahu kan mungkin saja dia tertidur, waktu juga sudah menunjukkan jam 7 malam sudah lumayan malam juga kan.
Tora langsung mengunci kembali gerbangnya agar tidak bisa kabur mereka semua, kalau sampai kabur dirinya akan disalahkan oleh Tuannya dan akan habis.
Setelah kepergian Tora cukup lama tiba-tiba saja Riri terbangun dan mereka sekitar, dia langsung membangunkan ibunya " Bu Ibu bangun Bu bangun, ibu bangun kita ada dimana bu, bangun bu Riri takut bu, kita ada dimana bu sekarang bangun "
Ibunya terbangun dan menatap Riri dengan ketakutan "kita di mana Ri kenapa kita dikurung di mana kita, dimana Tora kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi nak "
Riri menggelengkan kepalanya dia celinga-celinguk dan tetapannya langsung beralih pada laki-laki yang sedang meringkuk" Bu bukannya itu Kak Gavin ya, benarkan bu itu kan Gavin "
Ibunya langsung mengalihkan pandangannya dan menatap pada seseorang yang sedang dikurung tak jauh dari tempatnya "Gavin nak apakah itu dirimu Gavin, Gavin Gavin apakah itu dirimu nak, Gavin bangun nak bangun " teriak ibunya dengan keras
__ADS_1
Gavin yang sedang tertidur terbangun dan matanya langsung bertatapan dengan sang ibu, Gavin segera bangkit dan memegang pagar itu namun dia tersetrum dan hanya bisa melihat ibunya dari kejauhan.
"Riri Ibu kenapa kalian bisa ada di sini. Kenapa kalian ada di sini, apa yang terjadi dengan kalian, apa dia membawa kalian kesini, kenapa kalian bisa ada disini kenapa bisa ada disini bu, Riri kenapa kalain ada disini "
"Gavin apakah itu benar dirimu, Gavin kenapa kau bisa seperti ini, kenapa kau dikurung seperti ini tadi kata Tora kau baik-baik saja, kau sukses lalu kenapa dikurung seperti ini, ada apa kenapa seperti ini, apa yang terjadi nak sampai kau berada disini, kenapa bisa nak "
"Tuh kan bener apa kata Riri Bu, kita nggak boleh percaya sama orang asing lihat sekarang kita dikurung kayak gini, gimana caranya kita keluar Bu, Riri udah bilang sama ibu jangan pernah mau ikut sama orang asing, jadi kayak gini kan Bu Riri pengen keluar dari sini, Riri pengen keluar "sambil menangis
"Karena ibu pengen ketemu sama kakak kamu Gavin Riri makannya ibu ikut dia, ibu ingin bertemu dengan kakak kamu, ibu ikut ada alasannya bukan tiba-tiba ibu ikut orang asing itu kamu ngerti perasaan seorang ibu bagaimana, makannya ibu mengikuti dia ibu ingin bertemu dengan Gavin kakak mu, sudah lama ibu tak bertemu dengan kakak mu jadi wajar bila ibu seperti ini "
Gavin yang melihat adik dan ibunya bertengkar memegang kepalanya " sudah sudah kalian jangan bertengkar seperti ini, ini salah Gavin kalo Gavin tidak main-main dengan dia mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, mungkin Ibu dan Riri tidak akan mungkin ada di sini, ini semua gara-gara Gavin jadi kalian jangan saling menyalahkan satu sama lain, jangan ini semua Gavin yang salah, ibu Riri kalian jangan bertengkar tolong jangan bertengkar ya, jangan ini salag Gavin"
"Tidak akan Gavin tidak akan bilang kalau Gavin bilang sama ibu pasti ibu akan kecewa dengan kelakuan Gavin, tidak Gavin tidak mau ini semua pokoknya salah Gavin, coba Riri lihat gemboknya siapa tahu bisa dibuka. Kalian pergi dari sini dan jangan hiraukan aku, pergi sejauh-jauhnya dari sini sebelum orang itu datang dan menyakiti kalian pergi dari sini"
Riri segera mencoba membukanya namun baru juga memegang besinya dia sudah tersetrum dan terbanting ke belakang sampai-sampai ibunya kaget dan langsung memeluk anaknya itu.
Gavin yang melihat itu menjambak-jambak rambutnya takaruan, dirinya sudah pusing harus melakukan apa lagi tiba-tiba saja Gavin menjedotkan kepalanya ketembok dengan keras dan itu membuat ibunya kaget.
__ADS_1
"Gavin apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan apakah kau gila hah, apa kau tak sadar melakukan itu sudah stop jangan seperti itu Gavin jangan stop "
Namun Gavin tak mendengarkan kata kata ibunya dia terus saja menjedot jedotkan kepalanya sambil berkata "aku yang salah , aku yang bodoh aku yang salah, semuanya gara gara aku, semuanya gara gara aku yang bodoh, sial sial aku yang salah, kenapa aku bisa melakukan itu kenapa dan kenapa"
"Stop Gavin Stoppp jangan seperti itu, jangan kau melakukan itu apa yang kau lakukan, apakah kau tak kasian dengan dirimu, tolong jangan melukai dirimu nak "
"Ini semua salah Gavin Bu, kalau aja Gavin gak kayak gini mungkin semua ini tak akan terjadi Bu, ini salah Gavin semuanya salah Gavin kalian bisa ada disini gara gara Gavin, ini salah Gavin "
"Siapa yang kamu maksud siapa orang itu nak siapa bilang sama ibu siapa orang itu, ayo katakan pada ibu siapa orang itu nak siapa "
"Tidak bisa Bu tidak bisa Gavin tidak bisa berbicara pada ibu siapa orangnya , Gavin tidak bisa keluar dari sini Bu Gavin sudah mencoba keluar tapi tidak bisa, Gavin udah capek Bu udah capek banget bu, Gavin gak bisa gini terus bi Gavin udah capek" dengan masih menjedot jedotkan kepalanya
"Gavin sudah jangan seperti itu nak sudah, stop nak stop jangan lakukan itu lagi tolong nak tolong kasiani dirimu nak sudah"
Namun Gavin sama sekali tak mendengarkan kata kata ibunya, dia terus saja menjedot jedotkan kepalanya.
Dan Riri hanya diam dan hanya bisa menangis saja dipojokan, dirinya masih memikirkan semua ini, apakah ini mimpi atau bukan, kenapa hidupnya tiba tiba berubah dengan sekejap, kenapa tiba tiba menjadi seperti ini kenapa.
__ADS_1
Kenapa apa sebenarnya yang terjadi, apa yang terjadi sebenarnya kenapa seperti ini.