Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kebohongan lagi


__ADS_3

"Airin aku sudah membelikan apa yang kau mau ayo cepat keluar dari kamar dan makan "


Airin langsung keluar kamar dan melihat makanan yang dirinya mau, em Tora sekarang memang benar benar berubah, bahkan sangat perhatian sekali dan juga tak kasar sama sekali.


Airin segera membukannya dan memakannta "makasih "


"Iya sama sama, aku pergi kekamar ya Airin, aku akan tidur terlebih dahulu sambil menjaga anak kita, tak apakan kau sendirian disini "


"Apakah kau tidak mau memakannya ?"


"Tidak kau saja, jadi aku boleh kekamar "


"Iya baiklah aku baik naik saja disini, kau pergi saja kekamar ya "


"Baiklah setelah beres kau pun segera masuk, sudah malam ini"


"Iya nanti aku menyusul "


Tora mengusap sebentar kening sang istri lalu pergi masuk kedalam kamar dan Airin kembali memakan makanannya itu dengan lahap, namun tiba tiba saja dirinya ingat dengan sang ibu, bagaimana keadannya sekarang.


"Bu bagaimana keadaan mu, kalau saja kau tak membuat ulah mungkin semua ini tak akan terjadi bu, mungkin sekarang kita sedang makan sama sama bu, aku ingin sekali bertemu dengan ibu, aku ingin berbicara dengan ibu lagi tapi dengan ibu yang dulu bukan sekarang "


"Andai sikap ibu tak pernah berubah dan tetap menjadi sosok yanh baik menyenangkan pasti disini orang orang disini akan menyukai ibu dan menghormati ibu, aku sungguh tak menyangka ibu bisa melakukan hal hal keji pada keluarga atasannya Tora hanya demi harta "


Airin yang tak mood lagi makan segera menyimpan makanan itu kedalam kulkas lalu masuk kedalam kamar dan membarinhkan badannya berhadapan langsung dengan Tora.


"Kenapa sebentar bukannya aku membelikan banyak,, apakah kau mampu menghabiskannya sekejap" dengan mata yang masih tertutup


"Emm tidak aku hanya kenyang saja, aku menyimpannya didalam kulkas nanti aku akan memakannya "


"Berbicara yang jujur kenapa "

__ADS_1


"Aku mengigat ibu ku, aku ingin bertemu dengannya Tora, aku ingin melihat keadannya apa dia baik baik saja, aku kadian dia tinggal sendirian disana, tanpa ada yang mrnrmaninya, apa lagi dia tak bekerja lalu dia makan dari Tora "


Tora menghembuskan nafasnya dan mengusap kepala sang istri "aku tidak mau kau malah terpengaruh krmbali dengan ibu mu, kau tau ibu mu sudah sangat keterlaluan aku takut dia dimaafkan nanti malah menjadi jadi lagi dan satu lagi, disini tak akan mungkin menerima ibu mu lagi, disini keluarga disini sudah sangat marah dengan ibumu "


"Iya aku tau tapi setidaknya kita tengok dia ya Tora aku khawatir dengan keadaannya "


"Hemm baiklah besok kita kesana tapi aku tidak mau bertemu dengan ibu mu, aku akan menunggumu didalam mobil, dan anak kita pun sama aku tak mau malah dia terkena sifat ibu mu "


"Hemm baiklah asalkan aku bisa bertemu dengan ibuku, aku sungguh khawatir dengannya "


"Baiklah sekarang waktunya tidur "


Airin mengangguk dan Tora segera mendekatkan tubuhnya dan memeluk istrinya Airin, sekarang tak ada penolakan lagi dari Arin, mungkin dirinya akan menerimanya ya doa akan saja kan.


**


Sedangkan diruangan berbeda Jovankan masih belum tidur, dirinya masih memikirkan tentang sang suaminya yang sulit dihubungi "kemana sebenernya Riyan, kenapa dia tak bisa dihubungi sama sekali, kemana dia "


"Aku tak akan bisa tidur kalau begini, aku pasti akan terus memikirkan Riyan, sebenarnya dia pergi bersma siapa dan sedang apa "


Jovankan kembali menghubungi suaminya, dan untungnya sekarang diangkat "ada apa Jo, kenapa "


"Kau tanya apa, apakah kau tak menghawatirkan aku serta anak mu hah, apakah kau tak peduli, dan kau tak bertanya bagaimana keadaan ku dan aku ada dimana "


"Maaf Jo fikiranku sedang kacau, kau baik naik saja kan dan kau sekarang dimana "


"Harus aku ya yang mengatakan itu dan kau akan melakukannya saat aku perintah saja "


"Jangan begitu Jo, aku sungguh sedang pusing, kau dimana sekarang kau ada dirumah kan tak kemana maan "


"Tidak aku tak ada dirumah, aku pergi dan mengikutimu tapi kau sama sekali tak melihat aku, kenapa sih kau tiba tiba pergi tanpa mau bicara dengan ku kenapa, padhaal aku ingim bicara dengan mu, kenapa sih tak bisa dibicarakan baik baik antara kita berdua kenapa langsung pergi "

__ADS_1


"Sekarang kamu dimana sayang, maafkan aku, maaf aku sama sekali tak bermaksud seperti itu, aku kesal sayang dengan kata kata mamih mu dari pada aku nanti emosi lebih baik aku pergi "


"Aku dirumah Zeline aku tak pulang kembali, ya sudah kita bicarakan baik baik saja apa susahnya sih Yan, gak usah kayak gitu, gak usah pergi pergi "


"Syukur kalau kamu di rumah Zeline aku tenang, besok aku akan menjemput mu dan kita bicarakan bagaimana baiknya, sekarang sudah malam, kau tidur ya Jo "


"Baik kita bicarakan semuanya, kau sendiri dimana, apakah kau baik baik saja, jangan sampai kau mengalihkannya dengan yang lain "


"Aku ada dihotel, aku sama sekali tak melakukan apa apa sayang, aku hanya diam disini sambil memikirkan bagaimana carannya semua ini baik baik kembali, tapi ku rasa aku dan mamih mu tak akan baik baik lagi seperti semula "


"Benar kau tak melakukan yang aneh aneh kan, kau hanya sendiri disan dan tak ada siapa siapa lagi selain dirimu kan "


"Iya hanya ada aku saja, kau tak percaya padaku, "


"Bukan aku hanya memastikan saja, kau tau kan firasat seorang istri itu sangat kuat sekali, jadi aku hanya bertanya saja tak lebih "


"Baiklah segeralah tidur aku pun akan tidue "


"Baiklah kau pun segera tidur "


Sambungan pun langsung terputus Jo segera menyimpan ponselnya dan masih tak bisa tertidur, dirinya masih ragu kalau sang suami hanya sendiri, apakah harus percaya atau tidak, entahlah kenapa ragu sekali, semoga saja firasatnya itu tak benar dan suaminya memang benar benar sendiri.


**


Sedangkan dihotel sana Riyan memang tak sendiri, dirinya bersama teman temannya, bahkan ada perempuan juga dan langsung mendekati Riyan.


"Jadi bagaimana apakah sudah selesai dengan istrimu "


"Ya sudah selesai semuanya, "


"Ya sudah ayo bergabung kembali, kami sudah menunggu mu, ayo ayo kita bergabung "

__ADS_1


Riyan mengangguk dan langsung berjalan dengan perempuan itu, sambil mengandengnya dan kembali minum minum "


Dirinya sudah berbohong pada sang istri, tak jujur apakah nanti akam baik baik saja, biarlah hanya sekali ini saja kan kepalanya sedang pusing, jadi tak masalah kan kalau begini, Jo pun tak akan tau kan jadi aman lah tak usah risau.


__ADS_2