Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menghadapi dia


__ADS_3

Andre sekarang sudah ada diluar rumah Milla, Milla yang baru bangun sangat senang, sepertinya Andre sudah tak bersama Syifa lagi "Andre ayo masuk "


"Tidak perlu aku tak akan lama, ada yang perlu aku bicarakan denganmu "


"Apa itu, apakah perpisahan mu bersama Syifa benar kan perpisahan kalian berdua "


"Apa maksud mu, oh jadi benarkan kau yang mendatangi istriku dan membuat dia syok dan melahirkan anak ku diwaktu yang tak tepat "


"Apa Syifa sudah melahirkan baguslah, bagaimana apakah selamat anak Syifa dan orang lain "


"Jaga ya bicaramu, anak yang ada diperut Syifa adalah anak ku, jadi kau jangan berani beraninya berkata kalau dia bukan anak ku, kau tidak tau kan aku kapan melakukannya dengan Syifa apakah kau ingin tau "


"Aku tau betul bagaimana dirimu Andre kita sudah kenal lama, jadi aku tau kau tidak mungkin menghamili seorang perempuan sekali pun kau mencintainya "


"Ya kau benar namun aku sekarang lain, aku mencintai Syifa jadi segala cara akan aku lakukan, aku menghamili Syifa agar dia menjadi miliku, jadi kau tak usah menuduh nuduh kembali istriku dan ingat kau jangan datang pada istriku lagi, apa lagi datang kekantor lagi, aku akan bilang pada pak Tedi aku tak akan main main "


"Tidak tidak kau jangan bilang pada ayahku tidak jangan "


"Kau siapa ku hanya teman kan jadi terserah ku dong, aku permisi dulu "


Andre pergi dan Milla menyerit "akhhh kenapa malah jadi seperti ini, kenapa gila Syifaa peletnya bagus sekali "


**


"Syifa bagaimana apakah kau sudah melihay dede bayinya "


"Sudah kak, aku sudah melihatnya dia sangat kecil sekali "


"Pasti dia nanti akan besar kamu yang sabar ya, yang penting harus anget terus nanti dede bayinya "


"Iya kak pasti, kakak pagi pagi begini udah kerumah sakit, Lucas gimana "


"Lucas sama Tora, gak apa apa kamu tenang aja ya, kakak disini mau tunggu kamu, kak Andre kan kerja "


" Iya takutnya Lucas sendirian gitu Kak, takutnya aku tuh malah ngerepotin kakak nungguin aku disini, mamih aku juga nggak bisa ke sini kak, di sana lagi ada badai salju tadinya dia mau ke sini tapi nggak bisa "


" Ya udah nggak apa-apa di sini kan ada kakak, kakak akan nungguin kamu, kita ngobrol-ngobrol aja di sini sambil nungguin dedek bayinya nanti keluar, kamu udah punya nama buat dede bayinya"


"Udah Kak aku sih pengennya nama ayahnya tapi apakah nanti paman Andre mau terima kalau anak aku itu dinamai nama ayahnya"


" Kamu bicarain dulu aja semuanya sama kak Andre pasti dia akan terima kok berarti nama anak kamu Nabil "


"Iya kak aku pengen nama depannya nama Nabil tapi untuk nama belakangnya aku nggak masalah apapun itu, aku akan bicarain nanti sama paman Andre siapa tahu dia ngebolehin tapi kalau dia nggak mau juga aku nggak apa-apa"


"Aku yakin kok pasti mau, kak Andre itu baik banget jadi nggak mungkin nolak apa yang kamu mau, dia itu cintanya cinta banget sama kamu jadi nggak mungkin dia nolak apa yang kamu mau, percaya deh sama kakak"


" Iya aku percaya sama kakak paman Andre baik, makannya dia mau kan Nikahin Aku yang udah hamil sama orang lain, mana ada laki-laki yang mau nikahin aku di zaman sekarang nggak mungkin ada tapi ternyata masih ada paman Andre "


"Iya makannya kamu percaya sama dia "


"Iya kak "

__ADS_1


**


"Jadi pak Liam kapan kita akan melihat tanah perumahan itu, kapan "


"Seharusnya bu Bulan tak usah langsung kekantor saya, bu Bulan bisa telfon ke asisten saya, dia yamg akan menentukannya, karena pekerjaan saya bukan itu saja, dan Bu Bulan juga tidak direpotkan dengan langsung datang kemari "


"Iya pak hanya saja saya ingin lebih enak saja bicaranya kalau ditelepon kan kurang enak, dari dulu saya emang selalu begini kalau ada kerjasama dengan kantor-kantor lain saya akan langsung mendatangi tempatnya agar lebih enak saja gitu Jadi kita bisa makan siang bersama nantinya Pak "


"Begitu ya bu tapi kalau untuk kedepannya bekerjasama dengan saya lebih baik ibu menelpon Asisten saya saja, nanti beliau akan menyampaikan pada saya tidak usah ibu repot-repot datang ke sini dan mohon maaf bu saya tidak bisa makan siang bersama, istri saya sudah membekali saya makanan jadi saya tidak makan di luar bu"


" Ya sudah tidak apa-apa nanti saya pesan makanan kita makan di sini sama-sama meskipun Pak Liam dibekali saya akan membelinya dan makan disini "


Liam menghembuskam nafasnya, lalu menganggukan kepalannya sangat sulit sekali mengusur orang seperti dia, ya ampun pusing pusing.


"Baiklah kalau Bapak sudah setuju saya akan memesan makanan terlebih dahulu nanti kita makan di sini ya hanya Berdua "


"Tidak begitu dong Bu di sini ada Asisten saya jadi kita makan bertiga. Karena saya dan Asisten saya selalu makan berdua dan sekarang ada ibu jadi kita makan bertiga"


"Kirain saya kita hanya makan berdua pak. Sudahlah tidak apa-apa,, emm Pak Panggilnya jangan Ibu dong saya kan belum tua panggil aja Bulan biar lebih akrab gitu pak "


"Mohon maaf Bu rasa rasanya itu tidak sopan lebih baik saya memanggil Ibu saja, meskipun ibu belum tua tapi ibukan atasan di perusahan itu "


"Sangat sulit sekali ya membujuk pak Liam, ya sudah lah senyamannya pak Liam saja saya mah "


"Baiklah bu "


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu dan masuklah ob, " maaf ini saya membawa pesanan Bu Bulan "


"Ya sama sama "


Bu Bulan segera membuka makanannya dan Liam menyuruh Jo yang sedang bekerja untuk duduk disampinynya. Jo dengab tegang duduk dan bertatapan dengan bu Bulan.


"Asisten Jo apakah saya bisa duduk di sebelah Pak Liam "


"Gak bisa Bu, saya udah dikasih wewenang sama Bu Zeline kalau hanya saya saja yang boleh duduk di dekat pak Liam, karena bu Zeline tak suka kalau pak Liam deket sama perempuan lain, nanti takutnya perempuannya ganjen lagi, jadi lebih baik saya saja karena saya itu sahabatnya Bu Zeline sekaligus anak didiknya Pak Liam, jadi tidak akan ada kecemburuan "


"Kenapa seperti itu saya ini rekan kerjanya, saya ini tidak akan menggoda pak Liam jadi tenang saja kalau saya duduk di dekat pak Liam juga saya tidak akan melakukan apa-apa, kan ada kamu saksinya, posesif sekali ya istrinya pak Liam itu sampai-sampai suaminya tidak boleh didekati oleh perempuan lain"


"Tentu saja, mana ada ibu perempuan yang mau suaminya didekati oleh perempuan lain, meskipun hanya rekan kerja karena saya pun begitu Pada suami saya. Saya sangat tidak suka kalau suami saya didekati oleh perempuan lain jadi lebih baik ibu cari aman aja bu Zeline itu galak banget malahan bisa-bisa ya nanti ibu di makan loh, mau emang dimakan sama bu Zeline saya sih enggak ya bu "


"Hah aneh aneh saja, Baru kali ini saya mendengar kalau ada seorang istri yang bisa memakan perempuan yang mendekati suaminya rasanya saya ingin bertemu dengan bu Zeline itu, segalak apa sih dia dan segarang apa, ingin sekali membuktikannya sendiri. Apakah benar ucapanmu itu atau hanya main-main saja untuk menakuti ku agar tidak duduk dekat dengan Pak Liam"


" Ya sudah sih kalau Ibu tidak percaya nanti buktikan saja, nanti juga bu Zeline akan datang kesini lain waktu bersama anaknya, ibu lihat saja bagaimana dia eh tapi aku lupa ya Ibu kan nanti hanya berurusan denganku saja, untuk mengurus proyek itu karena pak Liam akan mengurus proyek yang lain. Jadi mulai nanti Ibu berurusan dengan saya ya nggak usah telepon-telepon pak Liam lag, telepon saya saja saya dengan senang hati diganggu oleh ibu selama 24 jam " ucap Jo dengan sedikit bercanda


"Apakah benar itu pak Liam, kenapa tiba-tiba menjadi asisten bapak yang mengurusnya, bukannya bapak yang akan turun tangan langsung "dengan wajah khawatir nya


" Iya Bu Asisten saya berkata jujur, mungkin mulai nanti mulai besok Ibu akan berurusan dengan Jovanka karena saya akan mengurus proyek lain yang lebih besar lagi, mohon maaf bukannya saya lari dari tanggung jawab karena memang untuk saat ini proyek kami sangat banyak dan saya harus membagi pekerjaan saya dengan asisten saya, dulu ada Andre yang bisa menghandle tapi dia sekarang sudah keluar jadi yang mengurus adalah Jovanka asisten kedua saya namun sekarang beralih menjadi asisten satu-satunya "


"Begitu ya pak, ya sudahlah saya tidak masalah kalau memang Bapak banyak kerjaan tapi lain kali nanti bapak bisa dong tengok-tengok kesana proyeknya jangan terus sama asistennya "


"Pasti pasti saya akan menengok nya ke sana. Ayo kita makan sekarang jangan dianggurin terus dong dari tadi ngobrol terus makanya kapan nanti habis dong jam makan siangnya karena saya juga nanti harus keluar untuk mengecek proyek yang lainnya bersama Asisten saya juga "

__ADS_1


"Baik baik ayo mari mari sekarang kita makan, ayo makan makan "


Mereka bertiga segera makan sesekali bu Bulan ingin menyuapi Liam namun lagi lagi Jovanka yang melahapnya sampai sampai bu Bulan kesal dengan kelakuaan Jovanka.


"Maaf asisten Jo, apakah bisa pak Liam untuk mencicipi makanan saya, dia sepertinya sangat ingin "


"Tidak bu Buulan saya tidak mau di suapi asisten Jo saja, tenang saja saya tidak ingin, ibu silakan makan saja, masakan istri saya juga ini masih banyak Bu, saya akan memakan masakan istri saya saja, karena saya kurang suka kalau makanan cepat saji silakan ibu makan ya jangan menghiraukan saya. Saya juga punya sendiri Bu tidak usah disuapi karena saya punya dua tangan dan 10 jari "


" Ya sudah nanti kapan-kapan saya akan memaksakan untuk pak Liam harus dimakan ya Pak karena itu pasakan saya nanti"


" Tidak usah repot-repot Bu, istri saya setiap hari membekali saya jadi ini saja sudah cukup, nantinya takutnya terbuang Bu Kan mubazir Kalau tidak ada yang makan nantinya, jadi lebih baik tidak usah Bu cepat lanjutkan makanya saya mau meeting bu. Ayo-ayo dari pada nanti saya tinggalin Ibu di sini sendiri Apakah ibu mau, kalau Ibu tidak masalah saya nggak apa-apa Saya pergi bersama Asisten saya sekarang"


"Jangan dong jangan, yaudah ayo habiskan habiskan saya juga pengen kekantor lagi "


**


"Pak Liam saya mau ikut apakah boleh saya menumpang "


"Tentu boleh, "


Bu Bulan sudah senang dia sudah membuka pintu depan namun Jo dengan cepat masuk dan menyungingkan senyum tidak bersalahnya. "Maaf bu saya kalau tidak duduk didepan saya muntah "


"Yaudah kamu yang nyetir biar saya sama atasan kamu di belakang duduknya '


"Oh maafkan saya, saya tidak bisa menyetir bener deh saya berkata jujur kalau saya gak bisa nyetir "


Dengan kesal bu Bulan masuk kepintu belakang dan duduk dengan menekukan wajahnya.


Liam masuk dan menjalankan mobilnya "pak Liam " ucap Bu Bulan.


Namun Jo malah mengencangkan radio yang ada di mobil "asisten Jo apakah kau bisa mengecilkan sedikit saja volume radio itu"


"Hah apa apa tidak kedengaran, yang besar bu bicaranya teriak aja bu teriak "


"Tolong kecilkan radionya asisten "


Namun Jo malah mangut mangut dan bernyayi mengitu penyayi yang ada diradio, tanpa menghiraukan teriakan bising bu Bulan..


Liam hanya diam saja, dia tertawa melihat tingkah Jo yang sungguh menyelamatkan dirinya, untung saja membawa Jo, kalau tidak akan duduk berdua dan pasti akan sangat pusing nantinya.


Bu Bulan yang sudah sampai turun tanpa berpamitan, dia sepertinya sangat marah besar kepada Jo.


Jo yang juga sakit telingannya gara gara radio ini segera mengecilkannya dan menatap Liam lalu tertawa bersama sama.


"Bagus Jo bagus kerja bagus kalau enggak digituin pasti dia bakal cerewet dan tanya-tanya terus sama saya, untumg aja tadi Zeline kasih bekel, kalau nggak habis saya disuruh makan sama dia berdua, tuh orang kenapa ya ganjen banget perlu dikasih pelajaran"


"Jangan dulu Pak mending kita lihat aja sampai kapan dia seperti itu, kayaknya bu Bulan suka deh sama pak dosen. Tapi menurut saya jangan langsung hilangkan dari dunia ini, kita lihat dia bakal berjuang sampai kapan apakah akan terus-terusan mengejar Bapak apakah akan berhenti di tengah jalan kita lihat saja. Aku ingin lihat permainan dia"


"Baiklah aku pun penasaran akan sampai kapan dia bersikap seperti itu, tapi kamu Ingat jangan beritahu Zeline nanti dia malah melarang saya buat menghabisi perempuan itu, kita bermain cantik dulu kalau dia sudah makin ngelunjak maka maaf-maaf nyawanya yang akan melayang taruhannya adalah nyawa nya sendiri"


"Benar Pak begitu saja lebih baik Zeline tak tau, soalnya dia itu terlalu baik sama orang lain kalau untuk yang satu ini saya mendukung karena dia terlalu ganjen dan harus diberi pelajaran yang setimpal kayaknya sih dia udah biasa deh rayu-rayu suami orang makanya dia segampang itu dan setebal itu mukanya"

__ADS_1


"Hemm ita kau benar "


__ADS_2