Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Yuda sakit hati


__ADS_3

Dosen pun sudah datang dan memberikan pengumuman, bahwa 2 minggu lagi akan diadakan festival disetiap jurusan harus ada perwakilan untuk tampil di panggung nanti.


Pelajaran pun usai mereka semua berunding akan menampilkan apa, lalu Jo mengajukan diri untuk dance bersama Zeline, mereka pun setuju karna tau bagaimana hebatnya mereka berdua saat dance.


"Line kekantin yu" ajak Yuda.


Zeline ragu untuk pergi takut nanti Yuda celaka lagi, tapi bagaimana menolaknya.


"Hemm aku ga dulu deh, aku mau ke perpus dulu ya mau cari novel" ucap Zeline sambil berlari tak menunggu jawaban Yuda.


"Zeline kenapa Jo, ko ga kaya biasanya ya " tanya Yuda karna binggung dengan Zeline yang biasanya mau jika diajak makan.


"Gatau gue, udah yu kekantin berdua aja " ajak Jo, padahal Jo sudah tau alasanya namun dia tak mau bilang kepada Yuda takut nanti bermasalah dengan pak Liam bisa-bisa nanti perang dunia lagi.


Pelajaran kedua pun dimulai, Zeline sudah masuk kelas dan jo beserta Yuda pun sudah duduk ditempatnya.


Liam pun masuk kedalam kelas Zeline, dan Liam melihat Yuda ternyata anak itu sangat kuat ya, Liam hanya tersenyum menyeringai melihat hal ini, jika sampai Yuda mendekati kekasihnya kembali lihat saja akan dia buat Yuda pergi dari dunia ini.


Liam memberikan tugas kepada mereka semua dan dia dari tadi hanya menatap Zeline yang sedang mengerjakan soal,sangat mengemaskan ingin sekali Liam menghampirinya dan mencupit pipinya itu yang cubby tapi diurungkannya takut nanti Zeline malu.


Selesai juga pelajaran dan sudah selesai juga kelasnya Zeline hari ini.


Liam lalu mehampiri Zeline dan mengandeng tanganya untuk pergi keruangan Liam, karna mulai sekarang Liam tak mengizinkan Zeline pulang sendirian.


Yuda yang melihat Zeline digandeng oleh dosenya binggung ada apa ini, selama dia tak masuk apa yang terjadi cepat-cepat dia hampiri Jo"Jo kenapa Zeline digandeng oleh pak Liam" .


"Hemmm gimana ya Yud, gue binggung jelasinnya sama lo" ucap Jo takut-takut Yuda akan nekat Jika mengetahui semuanya, tapi lambat laun pasti akan tau juga Yuda ya mening sekarang aja kan.


"Mereka berdua pacaran Yud" jujur Jo


"Hah sejak kapan kenapa, kenapa Zeline mau sama dosen itu"


"Ya gue ga tau lo tanya aja sama Zelinenya aja ya, gue duluan ya Yud"

__ADS_1


Jo pun bergegas pergi takut Yuda bertanya tanya lagi,nanti dia harus jawab apa kan pusing.


Yuda cepat-cepat pergi keparkiran dan mengambil motornya Yuda menjalankan motornya dengan sangat cepat dan ugal-ugalan membuat pejalan kaki marah dan meneriakinya.


Yuda sangat kecewa dengan dirinya, kalau saja waktu itu saat sebelum dia diserang mengungkapkan perasaannya kepada Zeline, pasti tidak akan seperti ini, pasti Zeline sudah menjadi pacarnya, nanti malam dia akan pergi kerumah Zeline untuk menanyakan kenapa dia berpacaran dengan dosen dingin itu.


***


Sedangkan Zeline sedang duduk dipangkuan sang kekasih yang sedang bekerja, ya itu permintaan Liam yang tak bisa di ganggu gugat.


"Kak kapan selesainya lama sekali, aku ingin jalan-jalan kak" rengek Zeline sambil memainkan kancing baju Liam.


"Sebentar lagi sayang, tunggu ya " ucap Liam sambil mengecup pipi cubbynya sang kekasih.


Jam sudah menunjukan pukul 2 siang dan tugas Liam pun sudah selesai, "ayo sayang sudah selesai jum kita jalan-jalan kemana pun kamu mau "


"Yey akhirnya jalan-jalan juga " sorak Zeline dengan senangnya.


Mereka berdua sampai juga di mall dan Zeline melihat ada baju couple bagus sekali " kakak kita lihat dulu yu baju itu kayanya bagus deh, biar kita samaan bajunya ayo kak" ucap Zeline sambil menarik tangan Liam untuk masuk kedalam toko baju itu.


"Iya aku suka banget kak, beli ya " bujuk Zeline sambil menampilkan muka memelasnya.


"Iya ayo kita bayar" ajak Liam sambil mengelus tangan Zeline.


"Ayo tapi langsung pakai disini ya "


Liam hanya mengangguk saja, dan membayarnya, langsung saja mereka berdua ikut ganti pakaian ditoko ini, Zeline membantu membenarkan kameja yang di pakai oleh Liam dan merapihkan rambut Liam yang berantakan, dan Liam hanya diam senang diperlakukan seperti ini oleh Zeline .



Seharian ini Zeline sangat senang bisa keluar rumah lagi dan Liam juga sudah baik dan sangat menyenangkan, Zeline akan mencoba untuk mencintainya, memberi kesempatan kedua untuk Liam.


Makan sudah, belanja pun sudah tinggal pulang saja, Zeline sudah kangen dengan ibu dan ayahnya itu.

__ADS_1


Sampai juga dirumaha Zeline, namun ada seorang laki-laki dihalaman rumahnya, perlahan Zeline turun dan memangil nama orang itu "Yuda" dan benar saja sesuai dengan fikirannya. Yuda mengahampiri Zeline dan menatap lekat mata Zeline " kamu kenapa pacaran sama dosen itu Line" tanya Yuda.


Zeline hanya diam saja tak mampu menjawab, kenapa Yuda tiba-tiba bertanya seperti ini, Liam masih diam di depan mobilnya mengawasi apa yang akan dilakukan lelaki itu.


"Maksudnya Yud apa kamu nanya gitu sama aku "


"Ya aku pengen tau alesan kamu pacaran sama dosen itu apa, kamu tau ga selama ini aku memendam perasaan ini kekamu Line, aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu Line saat aku pertama Lihat kamu dikampus. dan ternyata kamu udah punya pasangan sekarang juga aku keduluan sama dosen itu, kamu ko mau sama dia bahkan kalian berdua belum kenal lama, jawab Line " ucap Yuda mencurahkan semua isi hatinya.


Karna tak dapat jawaban dari Zeline tiba-tiba saja Yuda mencium bibir Zeline, dan dengan marah Liam berlari ke arah Yuda menonjoknya dengan membabi buta, Yuda yang di pukul seperti itu tak terima.


Zeline pun beteriak agar mereka berhenti tak berkelahi seperti ini " stop kak, Yuda stop jangan berkelahi seperti ini ".


"Berani-beraninya lo cium pacar gu hah atas dasar apa " ucap Liam masih dengan berkelahi.


Orang tua Zeline yang mendengar ada keributan didepan rumahnya langsung keluar, dan melihat dosenya Zeline beserta temannya Yuda sedang berkelahi.


Cepat-cepat ayah Zeline menghentikannya "sudah-sudah jangan berkelahi seperti ini apa masalah nya ini " ucap ayah Zeline.


Ibunya Zeline menghampiri anaknya yang sedang menangis dan memeluknya takut-takut anaknya menjadi trauma kembali.


Mereka berdua pun akhirnya bisa dipisahkan juga.


"Apa sebenarnya ini yang terjadi sampai-sampai harus berkelahi " ucap ayah Zeline.


"Dia yang duluan menonjok saya om " bela Yuda.


"kalau kau tak mencium pacarku. aku tak mungkin menghajarmu seperti tadi " bela Liam dengan wajah menyeramkannya.


Ayah Zeline baru tau, kalau anaknya mempunyai hubungan dengan dosennya sejak kapan, namun jika itu sudah pilihan anaknya tak apa.


"Sudah-sudah kalian berdua pulang jangan buat kerubutan di rumah saya " tegas ayah Zeline sambil masuk kedalam rumah.


Liam pun menghampiri Zeline dan menghapus air mata Zeline tatapan mata Liam langsung teduh tak seperti tadi saat menatap Yuda. "kakak tak apa " khawatir Zeline sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Liam.

__ADS_1


Ibunya Zeline sudah masuk kerumah meninggalkan anaknya biar mereka bertiga menyelesaikan terlebih dahulu pertengkaran ini.


Yuda yang melihat Zeline perhatian dengan dosenya itu sangat marah dinyalakannya motor itu dan pergi dengan hati yang hancur.


__ADS_2