
Saat ini Liam akan pergi kekantor yang diserahkan kepada Liam oleh kedua orang tua angkatnya, Liam pun masuk keruangannya dan langsung mengerjakan pekerjaannya. ditemani oleh Andre sang asisten.
"Bro lo kemana kemarin malam, gue telfonin ga diangkat gue kan mau ajak lo senang-senang" ucap Andre.
"Biasa lah, lo tau kan gue kalau udah gabisa dihungi berarti gue lagi bersenang-senang" jawab Liam sambil membaca dokumennya.
"Hahaha lo ada ada aja ya" kata Andre sambil tertawa dia sudah tau apa yang dimaksuk oleh Liam.
Istirahat pun tiba Liam berpamitan kepada Andre,dia akan makan diluar saja, tanpa sengaja saat diperjalanan Liam melihat seorang gadis memakai seragam sma sedang berjalan Liam tertarik dengan perempuan itu untuk menjadi korban berikutnya, dia ikuti terus perempuan itu sampai rumahnya dan dia tau sekarang rumahnya. Nanti malam dia akan mengintai perempuan itu.
***
Malam pun tiba, Liam melanjutkan pengitaiannya dan sangat kebetulan perempuan itu keluar dari rumahnya, diikutinya pelan- pelan menggunakan mobilnya, dan 1 lagi keberuntungan Liam disini tak ada cctv sekalipun, Liam memarkirkan mobilnya di semak-semak, di ikutinya perempuan itu dan hap dia bekap dan pingsan.
__ADS_1
Saat sampai rumahnya entah lah Liam membawa perempuan itu kekamar nya, entah kenapa dia tidak jadi menjadikan perempuan ini untuk menjadi korban selanjutnya. Saat melihat wajahnya yang teduh jantung Liam tiba-tiba berdetak tidak seperti biasaya, dibelainya wajah perempuan itu, dia adalah Zeline , kenapa dia tau namanya,ya. Karna sebelumnya dia sudah mencari data diri anak ini.
Dia umurnya masih 17 tahun, dan sekarang kelas 3 akhir, Liam pun pergi ke sofa dan tertidur disofa itu tak jadi melaksanakan aksinya itu.
Zeline tiba-tiba terbangun dengan kepala yang sangat pusing sekali. Tapi kenapa dia tidak mengenal sama sekali tempat ini, dimana dia sekarang, Zeline mencoba mengingat apa yang terjadi dan ya, dia saat akan belanja kewarung tiba-tiba ada yang membekapnya da entahlah apa selanjutnya.
Dan saat Zeline memutar kepalanya kesebelah kiri dia melihat seorang lelaki, Zeline dekati secara perlahan dan diamatinya wajah laki-laki itu satu kata yang ada di fikiran Zeline tampan. Aduh Zeline kenapa lagi genting seperti ini malah memuji orang itu, pasti laki-laki ini menculiknya , dengan cara apapun Zeline harus keluar dari rumah ini.
Zeline mengecek kembali laki-laki itu takutnya laki-laki itu terbangun, buru-buru Zeline mencoba membuka pintu kamar itu dan syukurnya pintunya tidak dikunci, buru-buru Zeline mencari pintu utama untuk melarikan diri. Zeline mencari kesegala arah tapi tidak ketemu, karna rumah ini banyak sekali lorongnya seperti rumah di film film hantu saja fikirnya, ih Zeline jadi bergedik takut dengan pemikirannya itu.
Liam berjalan perlahan untuk menemukan Zeline dan tak lama Liam sudah menemukan Zeline yang sedang berdiri disebuah jendela, perlahan Liam mendekatinya dan hap tertangkap, Liam memeluk Zeline dengan erat.
Zeline yang dipeluk lantas berteriak dengan kencang " ahhh siapa ini tolong tolong lepaskan, siapa ini tolong jangan sampai hantu aku tak mau bertemu hantu ahhh".
__ADS_1
Liam yang mendengar teriakan Zeline hanya tersenyum ada-ada saja bocah ini. Dan baru kali ini Liam tersenyum dengan tulus.
"Hallo sayang, jangan berisik pelankan suara mu itu bisa-bisa gendang telingaku pecah karna kau beteriak begitu kencang" ucap Liam dengan suara yang sangat dinginya itu.
Zeline yang mendengar suara itu merasa bulu kuduknya berdiri apa benar ini hantu sampai-sampai dia merinding seperti ini, tubuhnya sudah penuh dengan peluh saking takutnya, dengan memberanikan diri Zeline bertanya " siapa kau apa kau penunggu rumah ini, tolong lepaskan aku, aku ingin pulang".
"Aku lebih seram dari hantu yang kau fikirkan, kau tak akan pernah bisa pulang sampai kapan pun " jawab Liam. Liam pun membalikan tubuh Zeline, mereka berdua pun bertatapan muka diamatinya muka itu oleh Zeline, laki-laki ini bukannya yang ada dikamar yang tadi ya, yang sedang tidur.
"Apa mau mu kenapa kau membawa ku kerumah ini dan siapa kau sebenernya" tanya Zeline sekali lagi.
"Kau tak perlu tau namaku" dibopongnya Zeline oleh Liam menuju kamar yang tadi dan dilemparkannya Zeline ke kasurnya, di ikatnya tangan dan kakinya di masing-masing tiang tempat tidur Liam. Zeline yang di perlakukan seperti itu memberontak tapi naas kekuatanya tak bisa menandingi Liam,
Zeline sangat kaget saat Liam mengeluarkan pisau kecil tapi sepertinya itu sangat tajam, tiba tiba pisau itu digoreskan ditangan kananya Zeline dengan cukup dalamnya.
__ADS_1
"Aww apa yang kau lakukan tuan apa " ucap Zeline dia tidak bisa melawan sata laki-laki itu mengoreskan kembali pisaunya Zeline hanya bisa menangis diperlakukan seperti ini.