
Zeline yang sedang tiduran dipaha sang suami sedangkan suaminya mengusap rambutnya hanya bisa menikmati saja" Lucas belum pulang juga sayang"
"Belum kata mamih mereka mau ke Singapore dulu jalan-jalan lagi katanya, ya pengen keliling dunia Mamih sama papih dan bawa Lucas juga "
"Kalau ini nih dede bayi yang ada di perut kamu udah lahir, mungkin kita nggak akan terlalu kesepian ya kalau Lucas nggak ada, rasanya nggak ada anak itu tuh nggak ada yang cerewet dan ngajak main aja gitu, biasanya setiap malam kan dia itu ke kamar bawa mobil-mobilan, robot-robotan dan semuanya dia bawa ke kamar kita hanya buat ajak kita main aja"
"Iya Mas aku juga kangen, tapi kan kakek neneknya mau ajak Lucas jalan-jalan, masa kita nggak ngebolehin, mereka kan keluarga kita jadi ya udah nggak apa-apa mereka juga pengen jalan-jalan bareng, kita juga kan nggak bisa ikut kamu kerja sedangkan aku lagi hamil, aku nggak mungkin kan bolak-balik sana sini saat kandungan aku tuh masih rentan banget mas "
"Iya aku tau sayang " sambil mengecup bibir Zeline
Zeline bangkit dari tidurnya dan menatap suaminya " menurut kamu anak kita ini perempuan atau laki-laki"
"Aku sih pengennya perempuan, tapi ya sedikasihnya sama Allah aja, yang terpenting anak kita selamat dan dia baik-baik jiga sehat, aku nggak masalah kok kalau misalnya nanti mau anaknya perempuan atau laki-laki tapi aku lebih berharap perempuan sih gitu aja sayang ,tapi nggak pengen-pengen banget itu harus perempuan "
Sekarang Liam yang berbaring dipaha sang istri sambil menghadap kearah perut sang istri " Hai Baby kamu nanti punya kakak loh yang namanya Lucas dia ganteng banget baik cerewet tapi nggak nakal kok. Dia pengen banget punya adik dan kesampaian akhirnya kamu ada juga dalam perut ibu kamu, kamu di dalam sana baik-baik ya sehat-sehat. Meskipun perut ibu kamu belum besar tapi Papih berdoa kamu selalu baik-baik saja di sana jangan buat mamih kamu susah ya baik-baik kalau di dalam sana"
"Iya Papih pasti aku akan baik-baik saja aku akan menjaga Mamih dan tidak akan merepotkan Mamih , papih bisa tenang saja asalkan papih juga selalu membuat Mamih selalu bahagia" ucap Zeline sambil meniru suara anak kecil
Liam yang gemas mendengar suara istrinya mencubit pipinya "mas sakit loh, kamu ini yah pipi aku main cubit cubit aja "
"Habisnya gemes deh sama kamu, mendingan kita tidur yuk kamu nggak boleh malam-malam tidurnya, jam berapa loh ini. Ayo sekarang kita tidur Ibu hamil itu nggak boleh tidur malam-malam, tidurnya harus siang ya nanti pagi fresh deh bangunnya dan mood-nya juga bagus"
Liam langsung memangku istrinya dan membawanya kedalam kamar, mereka memang tadi ada di balkon dan melihat malam yang gelap. Ya tentu saja malam itu gelap mana ada malam terang.
Liam segera menyelimuti sang istri dan memeluknya "apakah mau ditepuk tepuk "
__ADS_1
"Iya mas mau "
"Baiklah sayang tidur ya "
Liam segera melakukan rutinitasnya memang dulu juga saat hamil Lucas sang istri selalu saja ingin ditepuk-tepuk, baru dia bisa tertidur dengan nyenyak kalau tidak dia akan gelisah dan tidurnya juga bolak-balik sana sini.
Sedangkan Liam sendiri dia tidak tidur dia hanya menemani sang istri saja tidur, karena dirinya masih banyak sekali pekerjaan kantor yang belum dikerjakan apa lagi sekarang Tora masih ada di sana menunggu dua orang itu untuk melihat siapa yang akan mati terlebih dahulu.
**
Sedangkan di tempat lain Jovanka sedang berbaring di tempat tidurnya, dengan mata kosongnya, Jo dia masih tidak habis pikir suaminya bisa melakukan itu semua, dia baru ingat belum menghapus kenangan lainnya di ponselnya bersama sang suami.
Jo mengambilnya ponselnya dan menghapus semua foto itu dan data-data suaminya semuanya, tidak ada lagi yang tersisa galeri itu kosong dan hanya tersisa beberapa foto dirinya saja bersama Zeline dan kawan-kawan lainnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu telepon dari Riyan, namun Jo sama sekali tidak mengangkatnya, namun akhirnya Jovanka mengangkatnya juga dia tidak mau egois dan marah-marah tidak penting pada Riyan.
Karena ya gimana lagi semuanya sudah terjadi mungkin saja ada hal penting yang akan dia katakan "Ada apa lagi Riyan kamu telepon aku, udah aku bilang kan kalau kita ini udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, ada apa kamu telepon aku apakah ada barang aku yang ketinggalan di sana"
"Emangnya kamu nggak bisa ya kasih aku kesempatan lagi buat bisa perbaikin semua rumah tangga ini, aku janji sama kamu aku bakal perbaikin semuanya dan semua ini nggak akan pernah terjadi lagi"
"Maaf bukannya aku egois dan ingin memisahkan kamu dan juga anak kamu, tapi aku lebih memikirkan tentang mentalku sendiri aku tidak akan pernah siap untuk nanti diselingkuhi lagi olehmu .Aku tidak mau aku sudah bilang kan aku lebih baik mundur, aku sekarang bicara baik-baik dengan kamu karena aku sadar ada anak kamu di dalam perut aku yang nggak akan mungkin bisa hilangin kamu, karena kamu adalah ayahnya dan kita juga kan harus jalin hubungan dengan baik cuman demi anak kita ini, tapi tidak untuk bersama lagi lebih baik kita berpisah saja dari pada bersatu malah menyakiti diri kita masing-masing, lebih baik kamu bersama Lisa saja perempuan pertama yang kamu cintai dan masa lalu yang selalu kamu ingat "
"Bagaimana jika anak kita malu dengan status kita yang sudah tidak ada hubungan apa-apa. Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana nanti anak kita di sekolah. Apakah dia akan baik-baik saja sedangkan teman-temannya memiliki ayah dan ibu yang lengkap, sedangkan anak kita tidak apakah kamu berpikir ke sana Jo"
"Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang-matang dan aku yakin aku bisa menghadapi semuanya ini dan anakku juga pasti bisa menghadapi semua ini, aku bisa memberitahunya pelan-pelan dan aku yakin teman-temannya juga tidak akan menanyakan status dia yang tidak mempunyai ayah, karena kau juga masih hidup kan masih ada hanya status kita saja yang membedakan hanya kita tidak bersuami istri dan mereka suami istri itu saja yang membedakan, jadi tidak ada bedanya sama sekali dan tidak akan membuat anak kita malu atau merasa kehilangan. Aku tidak akan menjauhkan dirimu bersama anakmu"
__ADS_1
Jo mengatakan itu sambil air matanya yang mengalir. Entahlah saat berbicara dengan Riyan rasa sakitnya makin bertambah-tambah lagi, tapi dirinya harus membahas ini dari awal agar nanti saat persidangan semuanya lancar dan tidak ada pembicaraan lagi itu akan lebih baik.
"Tidak bisa seperti itu dong Jo tidak bisa"
"Kenapa tidak bisa kamu aja bisa selingkuh dan ambil keputusan itu dengan begitu cepat. Lalu kenapa aku nggak bisa ambil keputusan aku sendiri untuk berpisah dengan kamu, aku dari dulu udah wanti-wanti kan saat pertama kamu bikin kesalahan sama aku kalau aku nggak mau diselingkuhin, tapi kenapa pada akhirnya kayak gini kalau dulu emang kamu mau main-main aja sama aku dan kamu masih berharap bisa hidup sama Lisa, krnapa kamu ngejar-ngejar aku dan minta aku nikah sama kamu"
Langsung saj Jo mematikan ponselnya, menyimpan ponselnya jauh-jauh dari dirinya dan mengambil selimutnya dan merungkup dirinya, supaya suara tangisnya tak terdengar oleh maminya dan yang lainnya.
**
Airin yang masih menunggu suaminya pulang tak bisa tidur karena sudah hampir mau 2 hari dengan sekarang suaminya tidak pulang, sebenarnya pekerjaan apa yang dia lakukan sampai-sampai harus tidak pulang ke rumah, waktu itu pulang ke rumah tapi hanya sebentar lalu pergi lagi begitu saja sebenarnya pekerjaan apa.
Airin mengambil ponselnya dan segera menghubungi suaminya untuk sekian kalinya, karena ponselnya tidak aktif mau menanyakan hal ini pada tuan tapi dirinya tidak sanggup dan tidak mau karena apa takut takut malah dimarah-marahin dan nanti Tuan menyangkanya kalau dirinya mengganggu pekerjaan dan untungnya kali ini Tora mengangkatnya.
"Kamu di mana kenapa kamu susah banget aku hubungi kenapa kamu nggak pulang-pulang sebenarnya apa sih yang lagi kamu kerjain, sampai-sampai kamu nggak pulang kayak gini"
"Airin aku harus fokus bekerja. Bukannya aku tidak mau pulang ini sudah pekerjaanku dari dulu juga aku memang selalu tidak pulang, bukannya aku ingin meneruskan kelakuan itu tapi bagaimana lagi ini memang pekerjaanku kau baik-baik saja kan. Maafkan aku tidak bisa menghubungi bagaimana keadaan mu dan juga anak kita"
"Kita baik-baik saja hanya saja aku khawatir denganmu karena kau tidak ada kabar sama sekali, aku takut terjadi sesuatu padamu kapan kau pulang"
"Aku tidak bisa memastikan kapan aku pulang, tapi yang pasti aku akan pulang kamu hanya perlu menungguku pulang saja, lebih baik sekarang kau tidur dan temani anak kita ya jangan khawatirkan aku, aku disini baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi apa apa padaku"
Sambungan langsung terputus Airin yang kesal langsung menyimpan ponselnya "Kenapa sih nggak ada perubahannya sama sekali, padahal kan lagi diperhatiin tapi malah gini ih nyebelin deh Tora"
Airin segera menyimpan ponselnya dan berbaring di samping sang anak sesuai perintah suaminya untuk segera tertidur dan menemani anaknya yang cantik ini.
__ADS_1