Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Selesai semua dan berakhir


__ADS_3

"Ittu kenapa sih Jil , ada apa sama dia kenapa tiba-tiba dia takut lihat wajahnya Lucas emangnya ada apa sih, aku sampai jadi takut sendiri tau gak sih, dia gak apa apa kan sekarang "


"Aku juga nggak tahu tiba-tiba aja dia histeris kayak gitu, Maaf ya gara-gara dia kayak gitu Lucas jadi nangis. Maaf banget aku juga nggak nyangka kalau bu Wati kayak gitu maaf banget ya Line, ya di hari kita bertemu malah kejadian kayak gini ada yang takut dengan wajahnya Lucas padahal kan apa yang harus ditakutin dia kan Lucu kenapa coba bisa takut"


Jil memang tidak memberitahu pada Zeline kalau suaminya yang telah memasukkan bu Wati kemari karena Tuan Liam sudah mengatakan padanya kalau dirinya tidak boleh membicarakan hal ini pada siapapun, termasuk istrinya karena Tuan Liam tahu kan dirinya ini temannya Zeline kalau sampai dibongkar nanti pasti tuan Liam akan marah padannya kan.


"Kok bisa gitu ya, ya udah deh aku pulang aja takutnya dia makin histeris dan takut sama Lucas aku pulang ya sama Lucas sama Bi Sari, aku tidak mau dia takut lagi dan malah seperti tadi dan takutnya dia tiba-tiba kabur dari sini, kamu juga nanti yang akan sulit untuk mencarinya"


"Maaf ya Lin acara kita ini malah jadi berantakan kayak gini, nanti aku deh yang main ke rumah kamu biar nggak ada kejadian kayak gini. Maaf ya udah buat anak kamu juga malah jadi sedih dan ketakutan juga sama Bu Wati maaf banget, aku bener bener merasa bersalah sekali atas semua kejadian ini "


"Iya nggak papa aku pulang ya, nanti kalau mau main ke rumah langsung aja ke rumah nggak papa kok. Aku selalu ada di rumah aku nggak pernah ke mana-mana, jadi kamu bisa kapan aja mampir ke rumah aku kita ngobrol-ngobrol aja nanti di sana kita lanjutin semuanya"


"Ya udah hati-hati di jalan ya Line maaf banget, sekali lagi aku minta maaf banget sama kamu"


"Iya tenang aja gak apa apa kok , kamu gak usah kayak gitu ya, ini semua juga nggak terduga kan bakal terjadi kayak gini"


Zeline dan bi Sari segera keluar dari dalam ruangannya Jill, banyak nenek-nenek dan juga kakek-kakek yang melihat ke arah mereka. Entahlah apa sih sebenarnya yang terjadi sampai-sampai seperti ini.

__ADS_1


Padahal dirinya di sini tidak melakukan apa-apa apa cob, yang membuat ibu itu takut dengan anaknya karena hanya masalah wajah saja. Emangnya ada apa dengan wajah anaknya mirip dengan siapa anaknya ini, ganya mirip dengan mas Liam saja suaminya, aneh saja kejadian hari ini.


**


Jovanka sudah ada di dalam rumah dan bertemu dengan mamihnya "gimana kamu kerja baik-baik aja kan nggak ada yang buat kamu pusing kan, kamu nggak boleh banyak pikiran"


"Enggak kok mih, aku baik-baik aja dan aku juga nggak mikirin apa-apa ini surat apa nih di amplop ini"


"Ini coba kamu buka aja deh, ini dari papih kamu buat kamu"


"Itu semua karena koneksi Papih kamu, kamu tenang aja kata Mami juga kamu cuman tinggal terima beresnya aja. Jadi sekarang gimana mau langsung ketemu sama suami kamu biar semuanya kita clear dan kita pulang aja ke Inggris kita nggak usah ada di sini lagi, Mamih nggak mau nanti Riyan malah jadi kejar-kejar kamu, lebih baik kita pulang aja ke sana di sana akan lebih tenang, kamu juga akan lebih enak kan kalau disana gak akan ada fikiran apa apa lagi "


Jo tidak menjawab perkataan maminya dia hanya diam saja "kenapa kamu diam apa kamu berubah pikiran dan ingin kembali lagi pada laki-laki brengsek itu, dan tidak bertanggung jawab itu kamu ingin kembali lagi pada laki-laki yang sudah menyelingkuhi kamu, dan tidak pernah setia sama kamu. Kamu mau balik lagi sama dia kamu mau ubah pikiran kamu gitu, Emang kamu mau terus disakitin sama laki-laki itu susah buat nyadarin laki-laki yang udah selingkuh, emang dia janji-janji tapi pada akhirnya dia akan melakukan kesalahan yang sama lagi seperti waktu itu sama kamu"


"Enggak Mih aku nggak akan rubah kok aku akan tetap pada pendirian aku sendiri, kalau aku akan bercerai dengan Riyan dan aku tidak akan mau kembali lagi pada dia meskipun dia memintaku atau memohon-mohon padaku, aku tidak akan pernah mau mih, jadi mamih tak usah khawatir ya "


"Bagus Mami tidak mau ada kata kata lagi kamu kembali lagi pada laki-laki itu, karena Mami tidak akan rela anak mami disakiti olehnya, sekarang kita temui dia agar semuanya beser dan cepet selesai. Mami juga sudah pesan tiket untuk kita pulang Mami hanya memberikan waktu padamu dua hari untuk berpamitan pada teman-temanmu dan juga resign dari tempat kerjamu, tak ada uluran waktu lagi mamih sudah menentukan "

__ADS_1


"Kenapa sih mih buru-buru sekali kenapa mamih tidak berbicara langsung pada Jo dulu, kenapa tiba tiba saja pergi seperti itu "


"Mami tahu kamu akan seperti apa Mami tidak mau kamu berubah pikiran lagi, dan malah memaafkan laki-laki itu, boleh memaafkan tapi tidak untuk kembali dan nanti mami Beri waktu kamu untuk bertemu dengan Zeline dan berbicara padanya kalau kamu akan pulang, lebih baik seperti itu dari pada kamu nanti di sini malah dibujuk lagi oleh laki-laki itu, pokoknya semuanya kita akan atur dari awal kita hidup dari awal lagi dari nol lagi tanpa laki-laki itu"


"Baiklah kali ini Jovanka akan mengikuti apa kata-kata Mami, Jovanka akan ikut pulang ke Inggris spaya Jo juga bisa melupakan semuanya, semua rasa sakit yang telah Riyan berikan sama Jo "


"Baguslah sekarang kita ketemu Riyan lebih cepat lebih baik, semuanya beres dan tidak ada lagi masalah "


"Iya Mi katanya dia ada di rumah sakit kita ketemu aja disana, kita bereskan semuanya disana "


"Ya udah kamu ganti baju dulu makan dulu ya istirahat dulu aja, setelah kamu siap kita pergi ya kerumah sakit dan memberikan kejutan yang tak akan pernah bisa dia lupakan sampai kapan pun, "


Jovanka segera melangkah ke arah kamarnya saat dia membuka ponselnya ada pesan dari Riyan, namun sama sekali dirinya tidak mau membukanya.


Sudahlah biarkan saja semuanya pun akan berakhir, lalu untuk apa dirinya membaca pesan itu semuanya akan beres dan dirinya akan terlepas dari suaminya itu.


Mungkin ini memang yang terbaik untuknya, papihnya saja sudah turun tangan berarti semuanya harus selesai dengan cepat, tak boleh ditunda tunda lagi, nanti papihnya datang kemari dan memporak porandakan hidup Riyan dan pekerjaan Riyan juga kan, jangan sampai itu terjadi, karena akan menjadi masalah besar.

__ADS_1


__ADS_2