Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak Jera sama sekali


__ADS_3

Zeline mengetuk pintu ruangan Tora dan Airin yang mendengarnya segera bangkit dari tidurnya namun Zeline sudah masuk dan tersenyum pada Airin.


"Maafkan aku mengganggu tidurmu dan ibumu, tapi aku membawakan kalian makan dan aku yakin kalian belum makan kan, ini aku membawakannya untuk kalian berdua semoga kalian berdua menyukainnya ya? "


Zeline mengasongkan makanan itu ke tangan Airin" Terima kasih Nyonya, terima kasih kami sangat berterima kasih atas bantuan anda, mengapa anda repot repot membawakannya untuk kami"


"Iya sma-sama, tidak masalah aku sama sekali tak merasa direpotkan dimakan ya. Bagaimana keadaan Tora apakah dia sudah baik-baik saja apakah ada perubahan pada Tora"


"Belum ada nyonya masih seperti itu, belum bangun katanya sih itu hanya efek dari bius. Tpi sampai pagi ini Tora belum bangun-bangun juga dan kata dokter tenang saja obat biusnya memang masih bekerja katanya, tapi aku akan menunggunya nyonya sampai dia bangun dan seperti semula lagi"


"Baiklah kau jaga suamimu dengan baik-baik, aku keluar dulu ya jangan lupa kau habiskan ya, jangan ada yang tersisa ok"


"Kenapa Nyonya tidak makan di sini saja bersama kami kenapa Nyonya di luar, rasanya tak sopan kalau begitu lebih baik nyonya makan disini, "


"Tidak suamiku ada di luar dia akan makan, aku menemani saja di luar tak apa kalian makanlah di sini berdua dengan ibumu ya, aku akan disana saja bersama suamiku, jangan mengalah seperti itu, kau yang disini ya kau kan sedang mengandung, mana mungkin aku tega membiarkan kan mu makan diluar ruangan, akan nyaman bila disini"


"Sepertinya Nyonya saja yang di dalam bersama tuan biarkan kami berdua yang di luar sana, tidak enakan saya makan di dalam sedangkan nyonya dan Tuan makan di luar ruangan, aku tak masalah dengan kehamilan ku, aku baik baik saja nyonya dan tak ada masalah bila makan diluar pun nyonya, itu tak akan menganggu kandungan ku sama sekali nyonya"


"Tidak usah kalian memikirkan kami berdua, kalian berdua adalah keluarga Tora sekarang, kau adalah istrinya kan dan ibumu adalah ibu mertuanya, jadi lebih baik kalian saja yang ada di sini, biarkan nanti aku dan suamiku pergi ke kantin, biar kami nanti makan di sana, kalian di sini makan dengan tenang saja. Kami tidak akan mengganggu, setelah beres makan kami akan kembali kemari ya "


"Baik nyonya sekali lagi kami sangat berterima kasih atas kebaikan anda, sungguh saya sangat beruntung busa mengenal nyonya dan tuan dan bisa berada diantara kalian berdua "


Zeline hanya tersenyum dan keluar dari ruangan Tora, di sana sudah ada suaminya yang tersenyum senang ke arahnya, lalu menghampiri sang istri.


"Bagaimana kau sudah melihatkan keadaan Tora yang masih tertidur dia belum bangun-bangun, apa dia sangat mengantuk sampai seperti itu, Tora Tora dia itu selalu banyak kejutan sekalinya memberikan kejutan malah kecelakaan aku harus melatihnya lagi sayang"


"Ya mungkin saja semoga tidak terjadi apa-apa lagi ya Mas, ayo kita pergi ke kantin saja kita makan di sana agar lebih nyaman mas, mana mungkin aku tega melihatmu makan disini aku tak akan tega mas"


"Mari Ayo kita pergi sayang. Hamzah kau pulang saja ke rumah jagaan Lucas dan bi Sari jangan sampai terjadi apa-apa di rumah dan ingat jangan sampai ada orang yang masuk kedalam rumah, meskipun orang itu mengenal diantara kami berdua kau bilang saja kalau kami tak ada akan pulang lama, jangan biarkan dia masuk, tapi kecuali Jo, dia tak apa takutnya dia akan menyimpan dokumen penting untuk ku "


"Baiklah tuan nyonya saya permisi dulu pulang, jika kalian butuh bantuan saya, saya akan langsung kemari nyonya tuan"


Setelah Hamzah pergi Liam membawa bekal makanan dari istrinya dan menggandeng tangan istrinya, untuk pergi ke kantin, selama perjalanan kekantin tak henti hentinya Liam mengoda sang istri.


**


Sedangkan Andre dia masih diam dan menatap kosong ke arah luar rumahnya. Syifa yang khawatir dengan suaminya segera menepuk bahunya takut nanti kesambet gimana.


"Ada apa denganmu paman kenapa kau diam saja. Apakah ada sesuatu yang kau pikirkan atau kau Mlmasih memikirkan tentang Mbak Mila, ayo bicaralah dengan ku paman jangan diam saja"


"Aku masih memikirkan Milla sayang. Aku memikirkan apakah benar dia disiksa karena ulahku, karena aku yang datang ke sana dan membuat percekcokan itu terjadi dan membuat suaminya marah besar lalu melukai istrinya, sungguh aku tak menyangka ini akan terjadi sayang"


"Apakah kau mau aku antarkan ke rumah sakit dan melihat keadaan Mbak Mila di sana, siapa tahu kau bisa meminta maaf pada suaminya yang ada di sana dan akan menjadi lebih tenang dirimu in kan, tidak seperti ini melamun terus menerus aku menjadi khawatir denganmu paman janyan seperti ini aku sungguh tak menyukainnya "

__ADS_1


"Ci ada yang khawatir nih khawatir banget nih sama paman, paman baik baik saja sayang "


"Paman mah ih kok jadi main-main sih. Aku beneran mau gak diantar sama aku, kalau mau ayo sekarang siap-siap biar cepet ke sananya, biae enggak kesiangan juga kan, nanti malah macet siang hari kasihan juga Nabil nanti kalau ditinggalin lama-lama ayo paman yu cepet "


"Ya udah Sayang aku siap-siap dulu ya, kamu juga sekarang siap-siap, enggak apa-apa nih Nabil ditinggal sama bi Nia berdua dirumah "


"Ya udah ayo gak apa-apa Nabil sama bi Nia dulu aja, ini jugakan demi Paman, demi ketenangan hati Paman juga kita datang ke rumah sakit dan minta maaf atas semua yang Paman katakan pada suaminya Mbak Mila dan juga ayahnya. Ayo kita jangan diem terus kayak gini aku nantinya takutnya terjadi apa-apa sama kamu lagi Paman, karena terlalu banyak pikiran gimana kalau nanti darah tinggi kamu mau masih muda udah punya penyakit daerah tinggi"


"Ya enggak mau lah sayang, ya udah ayo aku siap-siap dulu ya Kamu tunggu aku di sini jangan kemana-mana, eh lupa kamu juga kan harus siap-siap ya udah yuk kita siap-siap bareng aja biar lebih cepat"


Syifa menganggguk dan mengikuti suaminya dari belakang, sunggub kasian dirinya pada suaminya karena kefikiram terus menerus tentang mba Milla, tentang apa yang dialami pak Mila.


Kenapa malah begini akhirnya sebenaenya siapa yang meneror dirinya ini, kenapa orang itu ada lagi ada lagi.


**


Zelin segera menata makanannya yang tadi dia bawa dan memberikan piring pada suaminya, lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauk yang lainnya.


Ayo Mas makan yang banyak habiskan semuanya ya, aku tidak mau tau harus habis semua mas tak boleh ada yang tersisa sedikit pun"


"Lalu kamu kenapa tidak mengambil nasinya, ayo kita makan sayang yu"


"Aku sudah makan Mas, lebih baik kamu saja yang makan aku sudah kenyang aku belum mau mas"


"Loh kok gitu gak ah kamu juga harus makan pokoknya harus makan, ayo sayang makan lah jangan seperti ini "


"Ya udah aku makan deh, kamu gimana sih harusnya kamu makan bareng sama aku , meskipun udah makan harus makan lagi "


"Kamu emang mau aku gendut gitu, nanti cari yang lain lagi pas udah liat aku gendut."


"Enggak apa-apa dong gendut juga kan lucu, nanti bisa di cubit cubit gitu pipinya pasti gemesin deh "


"Udah Mas cepet makan Ih, banyak bicara banget kamu ini, gak baik loh mas ayo cepet cepet makan mas sayangg "


"Iya iya jangan marah-marah terus deh kamu, aku makan sekarang"


Suaminya langsung melahap makannanya sesekali menatap sang istri yang tersenyum padanya. Lalu melanjutkan kembali makannya, fokus dengan apa yang dirinya makan. Benar dirinya sangat lapar sekali, kemarin malem gak sempet makan banyak kan.


**


Sedangkan dirumah Zeline Gavin ada diluar gerbang menunggu gerbang di buka, namun tak ada yang membukannya karena memang nyonya dan tuan mereka tak ada jadi tak boleh sembarangan memasukan orang.


Bisa bisa kalau mereka memasukan orang lain dan kurang mengenal dengan nyonya dan tuannya, mereka yang harus bertanggung jawab kalau ada apa apa. Bisa habiskan nyawa mereka ini oleh bosnya yang garang dan main main bunuh saja.

__ADS_1


Hamzah yang baru sampai dia melihat ada seorang laki laki diam menunggu digerbang, namun gerbang tiba tiba dibuka karena Hamzah datang.


Sedangkan Gavin dia langsung berlari masuk untuk masuk ke dalam rumah Zelin "Zeline Zeline" teriak Gavin sambil masuk ke dalam rumah itu


Hamzah yang kaget segera turun dari mobil dan mengejar Gavin yang akan membuka pintu, saat akan masuk dan pintu sudah terbuka Hamzah menariknya dan mendorongnya dengan kasar, ternyata orang nekat ini lagi.


Ternyata orang ini tak ada kapok kapoknya, harus diberi pelajaran apa lagi supaya orang ini mengerti dengan bahasa manusia dan juga dengan kekerasan yang waktu itu dirinya kasih.


"Kau lagi datang kemari. Ada perlu apa kau datang lagi datang lagi dan datang lagi, aku bilang kau jangan pernah datang lagi ke rumah ini kenapa sekarang datang lagi di sini sedang tidak ada orang, jadi pergilah jangan menganggu ketentraman rumah tangga orang laim keluarrrr "


"Aku ingin bertemu temanku Zeline. Apakah tidak boleh aku bertemu dengan teman ku, aku dari tadi diam digerbang apa kalian tak punya sopan santun seharusnya saat ada tamu biarkan dia masuk bukannya suruh menunggu diluar dengan sinar matahari yang terik "


"Mereka tidak ada di sini tuan dan nyonya sedang pergi, anda silahkan pergi dari rumah ini atau saya akan mengusir anda dengan tidak sopan lagi, seperti waktu itu , coba kamu lihat lukamu saja yang waktu itu belum sembuh, kau ingin aku tambah lagi lukamu dan lebuh parah lagi dari yang waktu itu apakah itu yang kamu inginkan iya"


"Aku tidak peduli mau lukaku sebanyak apapun. Aku hanya ingin bertemu dengan Zeline. Aku mau melihat keadaannya bagaimana dia sekarang apakah masih sakit kalau iya aku akan membawannya kerumah sakit awass"


"Tidak bisa ayo cepat kau keluar dari rumah ini, aku sudah muak dengan dirimu yang menyebalkan "


Hamzah langsung mengusur Gavin yang meronta-ronta, namun anak buah Liam yang lain langsung memegangi tangan Gavin yang lainnya.


Menggusur Gavin untuk keluar dari rumah, setelah sampai di gerbang, Hamzah langsung melepaskan pegangannya sambil mendoronya sampai tersungkur dan hampir menabrak mobil wajahnya.


"Hei kalian tidak punya sopan santun, aku akan melaporkan kalian pada polisi karena sudah berani-beraninya mendorong aku seperti ini, biarkan aku masuk jangan seperti ini, biarkan aku masuk kedalam rumah "


"Pergilah sebelum aku yang memanggil polisi karena kau sudah mengganggu ketenangan keluarga ini, jangan membuat ulah di sini lebih baik kau pergi, ini bukan rumah mu, apakah kau tak punya rumah sampai menganggu rumah orang lain"


Gavin segera masuk ke dalam mobil dan melanjukan dengan kencang, pergi begitu saja, sungguh sangat menyebalkan setiap akan masuk kedalam rumah itu selalu saja begini, selalu saja pengusiran yang dirinya dapatkan.


"Kembali gagal dan gagal kenapa sih sangat sulit menemui teman sendiri sangat banyak sekali pelaturannya, sampai sampai sulit masuk pun "


"Aku sampai lupa seharusnya aku menyelidiki tentang kematian Bulan dan aku ingin tahu siapa sebenarnya yang membunuh Ibunya dan ayah juga semua keluarganya, karena tidak mungkin kan kebakaran tubuh ayahnya sampai terpotong-potong seperti itu, sepertinya akan lebih menyenangkan jika aku tahu siapa pembunuhnya, aku bisa mengancamnya ya kata ibunya Bulan inisial dari pembunuh anaknya maksudnya yang membawa Bulan pergi itu huruf depannya L "


"Apakah Liam suaminya Zeline, Sepertinya iya suaminya Zeline aku harus memecahkannya dan membuat Zeline bangga padaku, kalau aku bisa mengetahui kalau suaminya selingkuh di belakangnya dan membunuh keluarga Bulan pasti itu akan menguntungkan ku, pasti itu sangat menyenangkan aku harus melakukannya aku harus melakukannya Ya benar aku harus melakukan itu, "


"Agar Zeline menjadi milikku meskipun dengan cara licik. Oh tidak tidak secara licik namun itu adil karena Bulan dan orang tuanya bisa tenang dan aku bisa mendapatkan apa yang aku mau, pasti keluarga Bulan akan berterimakasih padaku nantinya karena sudah meenmukan pembunuhnya akan aku penjarakan Liam"


Dengan senang Gavin pergi ke kosannya Bulan. Siapa tahu masih ada beberapa peninggalan Bulan di sana yang belum dibawa oleh orang tuanya.


Dia akan mencari semua yang perlu dia cari, apa yang Bulan sembunyikan dan siapa laki-laki itu, jika benar Liam itu akan menguntungkannya dan jika bukan pun dirinya akan tetap mendekati istrinya Liam.


Bodo amat dia mau rekan kerjanya, mau siapanya tapi yang ingin dia miliki sekarang adalah istrinya Liam, karena benar kata Bulan lebih menantang bila merebut pasangan seseorang


Gavin merasa menjadi lebih semangat lagi, setelah mengingat apa kata-kata Bulan yang tadi dia katakan lebih menantang bila merebut pasangan orang lain ,dia akan sangat berterima kasih kalau Bulan masih ada karena memang benar apa kata-katanya itu.

__ADS_1


Dia adalah perempuan yang selalu benar dna berkatanya selalu menjadi kenyataan, sungguh disayangkan dia sekarang tak ada menghilang begitu saja seperti debu yang tertiup dan tak kembali lagi.


Selama perjalanan ke arah kosannya Bulan, Gavin bersiul senang dan sesekali menatap foto Zeline yang dia tempel di kaca mobil depannya"tunggu aku ya aku akan membawamu pergi nanti setelah bosan aku akan mengembalikan mu kembali pada suamimu itu, yang ada dipenjara nantinya "


__ADS_2