
Zeline bangun dan di sampingnya tidak ada anak dan suaminya Apakah Lucas sudah bangun dan suaminya sudah berangkat bekerja namun saat dirinya akan bangkit suaminya datang membawa sarapan.
"Mau kemana sayang, ayo duduk kembali kau belum pulih "
"Lucas mana mas "
"Dia sedang bermain diluar, ayo aku akan menyuapi mu "
Zeline langsung mengambil piring itu dan menyimpannya di nakas "kenapa sayang, kenapa tiba tiba saja kau menyimpannya apakah kau masih marah padaku dan tak mau makan disuapi oleh ku "
Zeline mengelengkan kepalanya "lalu kau kenapa "
Zeline menundukan kepalanya " maafkan aku yang telah menuduhmu yang tidak-tidak, aku tiba-tiba saja pergi dan menuduh perempuan itu berselingkuh dengan mu, maafkan aku aku hanya takut takut kamu malah menduakanku dan pergi meninggalkan aku beserta anakku, kau pulang selalu larut malam saja tak pernah kau pulang seperti dahulu pulang jam 05.00 sore, taapi sekarang kau pulang jam 11.00 malam kadang lebih aku hanya khawatir dan aku hanya takut kehilanganmu "
"Maafkan aku yang sudah melakukan hal memalukan ini, Seharusnya aku tidak melakukan ini aku sudah membuatmu malu di hadapan perempuan itu dan juga di hadapan orang lain, sekarang apakah aku punya muka untuk keluar dan bertemu dengan Tora istrinya dan ibunya. Apakah aku pantas dimaafkan aku sudah melakukan hal yang sangat menjijikan, "
Liam langsung mendekati istrinya dan mengangkat dagunya " kenapa kau berkata seperti itu, Jangan menyalahkan dirimu sendiri ini salahku karena selalu pulang larut malam dan tak mengabari mu, apa yang sedang aku kerjakan padamu, aku yang salah bukan dirimu aku mengerti kau melakukan ini aku tidak akan pernah marah padamu, apapun yang kau lakukan aku tidak akan pernah marah aku yang salah. Seharusnya aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu. "
"Seharusnya aku memberitahumu saja agar kau lebih lega di rumah dan tak memikirkan aku yang di luar rumah begitu sibuk tanpa memikirkanmu dan Lucas. Tadinya aku ingin memberikan kejutan ini padamu makanya aku selalu lembur untuk mengecek semuanya agar saat kau dan Lucas datang akan indah dilihat oleh kalian berdua, kalian akan suka dengan tempat itu tapi ternyata pemikiranku salah aku malah membuatmu curiga dan melakukan hal nekat seperti kemarin seharusnya aku tidak melakukan itu"
Liam mengusap pipi istrinya dan mengusap air matanya yang terus saja mengalir " Mari kita tata kembali dari awal semuanya agar kembali seperti semula lagi"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan istrinya Tora dan ibunya aku harus meminta maaf pada mereka berdua, aku sudah berkata kasar pada mereka . Seharusnya aku tidak melakukan itu seharusnya aku tidak mencaci maki mereka berdua, dan seharusnya aku tanya dulu dia hamil oleh siapa bukannya langsung marah-marah pada mereka berdua aku sudah sangat bersalah sekali"
"Nanti kita akan ke sana dan minta maaf pada mereka kau jangan takut aku akan ada selalu disampingmu,"
"Terima kasih Mas tapi aku ingin bertemu sekarang. Aku ingin meminta maaf sekarang pada mereka berdua. Apakah kau bisa mengantarku sekarang ke rumah mereka aku tidak bisa menunda-nunda lagi .Semakin lama aku menundanya semakin terasa bersalah ini makin menjadi jadi, aku sudah menyakiti hati mereka dan aku merasa sangat tidak enak untuk melakukan apa-apa sebelum minta maaf pada mereka"
"Kau masih sakit nanti saja besok ya mas akan mengantarmu sayang"
"Tidak bisa mas aku harus meminta maaf sekarang agar aku tenang dan tidak seperti ini terus merasa bersalah pada mereka berdua, pasti mereka sakit hati dengan kata-kataku itu"
"Baiklah sayang aku akan mengantar mu, tapi kau harus makan dulu, baru aku akan mengantar mu, dan aku akan membawamu ketempat yang sudah aku sediakan untuk mu, yang membuatku pulanh larut terus menerus "
"Aku tidak akan memberitahunya sayang ayo cepat makan dulu katanya ingin cepat-cepat minta maaf"
"Baiklah baiklah suapi aku mas "
"Baik dengan senang hati akan aku suapi, ayo buka mulutmu "
**
Sedangkan di rumah Tora, rumah hutan Liam, Airin dan Tora sedang perang dingin karena masalah kemarin.
__ADS_1
"Kalian ini berdua Kmjenapa sih Ibu lihat dari semenjak pulang dari rumah sakit tak ada senyum di antara kalian berdua. Apakah kalian berdua bertengkar"
Tora langsung mendekati ibu Airin dan mengusap tangannya dengan lembut " kami berdua baik-baik saja Bu, tak ada masalah di antara kami berdua, malahan semenjak kami pulang dari rumah sakit kami semakin romantis hanya malu saja Airin jika di depan ibu dia malu-malu seperti itu, jadi maklumi saja ya bu"
"Baiklah ibu hanya takut saja kalian bertengkar dan nanti malah ujung ujungnya perceraian, ibu tidak mau itu sampai terjadi kalian harus langgeng terus menerus dan mengurus anak kalian berdua jangan sampai ada kata pisah diantara kalian berdua ibu tidak mau nasib Airin sama seperti ibu dulu, kamu harus menjaga dia ya ibu titip Airin padamu, memang dia sedikit keras kepala namun dia baik dan penyayang nanti juga saat dia sangat mencintaimu dia akan menjadi perempuan yang periang dan perhatian padamu, mungkin sekarang dia masih malu-malu ya"
"Iya bu Airin masih malu kita juga kan pacaran gak lama. Langsung nikah Jadi mungkin Airin sedikit canggung denganku biasanya dia sendiri di kamar sekarang ada aku yang menemaninya, dan aku yang selalu berisik jika di kamar"
"Iya baiklah Ibu percaya denganmu. Kamu pasti bisa menjaga Airin dengan baik, ibu sangat senang kamu yang menikahi Airin orang yang menolong Ibu waktu itu dan mencari Airin untuk ibu terima kasih ya nak kalau tidak ada kau mungkin Airin tidak akan ditemukan dan entah mungkin akan kemana dia meninggalkan ibu "
Tora hanya tersenyum melepaskan tangannya dari gengaman ibu mertuanya, dia sudah membohongi ibu mertunya, bagaimana ini kalau dia tau yang sebenarnya, pasti dia akan kecewa mungkin akan sangat kecewa.
Tora segera keluar dari rumah untuk mencari udara segar. Pikirannya sudah bercabang-cabang harus bagaimana ini tak mungkinkan dirinya terus menerus menyembuyikan semuanya, tak mungkin itu terjadi.
Tora melihat sebuah mobil yang akan masuk kearah rumahnya, itu bukannya mobil tuannya kan, pasti tuannya akan mengusirnya dengan lesu Tora hanya diam menatap mobil itu dan berhenti di hadapannya.
Akan pergi kemana istri dan ibu mertuanya kalau sampai di usir kemana dirinya harus membawa mereka.
Tuannya keluar dengan sang nyonya, Tora langsung menundukan kepalanya dengan hormat dan kembali menatap dua orang penting dihadapannya.
"Maafkan aku Tora "
__ADS_1