
Sedangkan Riyan yang baru saja sampai di rumah Lisa dia langsung masuk dan melihat Chelsea di dalam kamarnya. Namun ternyata Chelsea baik-baik saja dia tidak kenapa-napa tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang namun Riyan segera melepaskan.
"Kau bilang Chelsea sakit lalu dia baik-baik saja ternyata, kenapa kau membohongiku lihat dia sedang bermain dan kau berbicara kalau Chelsea sakit apakah kau gila Lisa"
"Jangan marah-marah Riyan, kenapa sih aku yang pengen ketemu sama kamu, aku yang sakit aku tuh butuh kamu tahu nggak, kayak waktu itu kamu butuh aku, aku datang kan dan sekarang aku lagi butuh kamu dan kamu harus datang harus ada buat aku "
Riyan melepaskan tangan Lisa dengan kesal " Aku tak habis pikir kau bisa melakukan ini semua, aku kecewa padamu kecewa aku sudah membiarkan Jovanka di rumah sendirian demi mengantar dirimu yang akan membawa Chelsea ke rumah sakit"
"Aku tanya sekali lagi padamu sebenarnya kau ingin bersamaku atau dengan istrimu Jovanka dan anakmu yang belum lahir itu, katanya kau akan terus menyayangi anakku kau sekarang kenapa tiba-tiba kau mengatakan padaku kalau kau kecewa padaku, aku hanya ingin dirimu di sini apakah salah "
"Aku akan tetap memilih istriku meskipun waktu itu aku pernah menghabiskan waktu denganmu, karena dia yang lebih penting dari semua hal dibandingkan dengan yang lainnya. Jadi jika tidak terlalu penting kau tidak usah menelponku berkali-kali sampai membuat istriku curiga dengan semua ini, jika kau ingin hubungan kita baik-baik saja maka kau bersikaplah selayaknya pada teman "
Riyan langsung pergi dari rumah itu dan meninggalkan Lisa sendirian kembali " awas aja aku akan mendapatkan semuanya dan membuat istrimu itu tidak bisa dekat-dekat denganmu dan aku yakin bisa memisahkan kalian berdua, lihat saja aku bisa memilikimu Riyan . Aku tidak suka melihat wanita lain bahagia"
**
Liam melihat istrinya sudah tertidur dan dari tadi Tora terus saja menelponnya pasti dia sudah memasukkan ibu dan anak itu ke dalam gedung tua itu. Liam segera bergegas memakai pakaiannya dan mencium kening istrinya.
"Aku pergi dulu sebentar sayang nanti aku akan kembali kau tidur yang nyenyak ya dan anakku sayang tumbuhlah dengan sehat di perut ibumu"
Setelah mengatakan itu Liam langsung pergi meninggalkan sang istri sambil menutup pintunya dengan perlahan dan saat menuruni tangga dia berpapasan dengan Tora yang sepertinya akan menemuinya.
"Jadi"
"Semuanya sudah beres tuan adik dan ibunya Gavin sudah saya kurung di tempat yang sudah tuan sediakan, mereka sudah ada di sana apakah anda ingin saya antarkan ke sana"
"Baiklah ayo kita pergi ke sana. Biar istriku tidak curiga jika aku pergi sendiri dia akan berpikiran yang tidak-tidak. Mari kita berangkat ke sana dan lihat apakah kau benar membawa ibu dan adiknya Gavin"
"Baik ayo tuan"
Mereka berdua segera berjalan kembali ke dalam mobil dan pergi kembali kesana , sedangkan Airin yang dari tadi menunggu kepulangan suaminya dia melihat kalau suaminya kembali pergi bersama tuannya itu.
__ADS_1
Airin langsung masuk ke dalam kamar dan mencoba menghubungi sang suami namun sama sekali tidak diangka.
"Sebenarnya mau berangkat ke mana lagi kenapa pergi lagi dan pergi lagi , katanya mau sebentar tapi sekarang sudah pergi lagi kerjaan apa sih yang diberikan tuan pada suamiku, sampai-sampai jam segini belum pulang dan harus pergi lagi saat baru pulang."
Airin segera mengeloni lagi anaknya agar tidak terbangun lebih baik dirinya tidur lebih dahulu saja , mungkin suaminya sedang sibuk dan tidak bisa diganggu makanya sulit untuk dihubungi.
**
Riyan sudah sampai lagi di rumah dan saat dia masuk istrinya sudah menyiapkan beberapa makanan.
"Ayo Yan makan dulu pasti kamu lapar kan udah jalan-jalan di luar tanpa pamit"
Rian langsung mendekati istrinya dan memeluk bahunya dengan sangat erat.
"Maaf Sayang tadi aku buru-buru ada pekerjaan yang harus aku cepat-cepat selesaikan, sampai-sampai aku tidak bisa ngabarin maaf ya sayang. Aku tidak akan melakukan itu lagi ya, aku janji sama kamu "
"Jangan berjanji bila suatu saat nanti kau tidak bisa melakukannya. Ayo cepat makan aku sudah memasak dari tadi untukmu"
"Iya Sayang ayo kita makan sekarang ya jangan marah ya, kamu kan sedang mengandung"
"Aku pasti akan meluangkan waktu untukmu sayang aku tidak akan terus-terusan fokus bekerja aku akan meluangkan waktu banyak untukmu dan anak kita"
"Baiklah hati-hati dengan semua janjimu itu"
Jo segera mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya, lalu memakannya bersama-sama sedangkan Riyan sama sekali tidak curiga dengan apa kata-kata dari Jo, seperti tidak punya salah apa-apa dan seperti tidak pernah melakukan apa-apa saja.
**
Liam sudah sampai di sana bersama dengan Tora Gavin segala menatapnya dan menggebrak-gebrak tempat tidurnya.
"Kenapa kau melakukan ini sudah aku bilang kan jangan ikut campurkan Ibuku dan adikku, kenapa sekarang malah kau bawa dia. Kenapa mau kau apakan mereka ini "
__ADS_1
"Sudah kubilang kau sudah membuat kesalahan maka inilah akibatnya. Sudah aku bilang kau jangan pernah membuat masalah denganku .Aku sudah bilang kau jangan kabur diam di sini tapi nyatanya kau malah pergi dan kabur dariku. Nikmatilah harimu ini aku sudah mendatangkan ibu dan adikmu yang selalu kau rindukan dan kau ingin selalu bertemu kan, ini aku sudah mempertemukan kaliian"
"Tapi tak seperti ini caranya. Aku ingin kau lepaskan Ibuku dan adikku. Aku mohon jangan apa-apa kan mereka aku yang salah mereka tidak ada sangkut-pautnya mereka tidak salah apa-apa aku yang salah tolong lepaskan mereka jangan seperti ini"
"Aku melepaskan Ibumu dan adikmu, tidak akan yang ada kau akan membuat kesalahan lagi padaku jadi, nikmatilah pertemuan kalian yang akan singkat aku akan memberikan kalian waktu untuk bertemu beberapa hari dan setelah itu kau lihat saja permainanku"
Gavin hanya mengeleng ngelengkan kepalanya sambil memukul mukul kepalanya, dia terus saja memukul mukulnya tak henti hentinya dirinya melakukan itu.
Liam langsung beralih menatap kedua perempuan itu"bagaimana keadaan kalian dan apakah menyenangkan pergi bersama Tora dan akhirnya kalian ada di sini"
"Lepaskan kami apa salah anakku Gavin, sampai-sampai kau melakukan itu pada anakku kenapa apa salah anakku sampai-sampai kau juga membawa aku dan anakku bungsuku kesini, dan bertemu dengan Gavin yang sudah seperti itu, akan kau apakan keluarga ku ini "
Liam duduk di kursi dan menatap Gavin serta ibunya "Apakah anakmu tidak memberitahumu nyonya yang sebenarnya, apakah aku yang harus bercerita di sini tidak mungkin kan"
"Katakan padaku apa yang anakku lakukan sampai-sampai kau menyiksanya seperti itu, mengurungnya seperti itu lalu sekarang kau mengurungku dan anak bungsuku apa salah kami"
"Baiklah baiklah jika kamu memaksa tapi ingat kau jangan kecewa pada anak mu itu, kau tahu anakmu ingin merusak Rumah tanggaku dan ingin merebut Istriku dari tanganku, suami mana yang tidak marah, menurutmu apakah aku layak melakukan ini, tentulah ya karena aku tidak suka ada yang membuat ulah denganku apa lagi dengan istriku, jadi jangan salahkan aku bila anak mu menjadi seperti itu, itu karena salahnya sendiri bukan salahku ataupun salah istriku"
"Gavin Apa itu benar" teriak ibunya pada Gavin yang masih memukul-mukul kepalanya namun Gavin sama sekali tidak merespon
"Masih tidak percaya tidak apa-apa, tapi aku sudah mengatakan yang sejujurnya kenapa aku bisa mengurung anakmu seperti ini, karena dia sudah bermain-main denganku sudah aku peringati beberapa kali tapi dia tidak pernah mendengarkan peringatanku, maka ini adalah akibatnya dan kemarin dia mencoba kabur dariku dan aku sudah berjanji akan membawa kalian berdua ke sini dan maka aku wujudkan semuanya untuk menebus kesalahan anakmu. Aku akan melakukan permainan dengan kalian bertiga bagaimana"
"Tolonglah lepaskan kami, aku ibunya akan menjamin kalau anakku tidak akan pernah mengganggu lagi istrimu atau mengganggu keluargamu lagi, tolong lepaskan kami semua aku minta tolong atas kebaikan hatimu, kau pun punya keluarga kan jadi jika suatu saat kau di posisi ini bagaimana tolong lepaskan kami semua"
"Aku tidak akan pernah ada di posisi kalian, karena aku tidak akan pernah mungkin melakukan hal bodoh seperti anakmu dengan mengganggu istri orang lain, untuk apa aku punya istri lalu mengganggu istri orang lain maka semua itu tidak akan terjadi padaku. Sebenarnya aku tidak mau membawa-bawa dirimu dan juga anak bungsumu tapi bagaimana itu sudah terlanjur karena anakmu Gavin telah membuat kesalahan kedua, aku sudah mensejahterakan hidupnya tinggal di sini tanpa bekerja atau memikirkan dunia luar yang sangat menyusahkan itu tapi dia ingin kabur"
"Jangan keras kepala apakah kau tidak takut dengan karma bagaimana kalau suatu saat anak mu seperti ini bagaimana, kau lihat nanti masa depan anak-anakmu bagaimana kalau nanti ada salah satu anak mu diperlakukan seperti ini "
"Aku jamin anakku tidak akan seperti anakmu, jadi karma itu tidak akan pernah datang, sudahlah aku sudah melihat kalau Tora sudah menangkap kalian berdua dengan baik dan benar maka aku harus pulang, karena keluargaku menunggu nikmatilah pertemuan kalian yang singkat. Ayo Tora kita pergi"
Liam langsung pergi dan meninggalkan mereka bertiga begitu saja, sedangkan saat Tira melangkah kakinya tiba-tiba saja ibunya Gavin berteriak " kau sudah bermain-main dengan kami Tora, kau sudah menghancurkan kepercayaanku kepadamu lihat saja jarma akan turun pada keluargamu dan pada keluarga laki-laki itu aku pastikan itu"
__ADS_1
Tora hanya tersenyum saja dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga, Riri tidak bisa menahan tangis nya dia terus saja menangis, apa yang harus dirinya lakukan, dirinya takut permainan apa yang akan dilakukan oleh laki-laki tadi apa yang dia maksud permainan apa.
**