
Milla mengetuk pintu rumahnya "Milla akhirnya kau kembali, kenapa baru sekarang pulang kerumah maaf kan mas ya maaf sayang, lihat anak kita apakah kau tak kasian dia sangat merindukan kamu "
"Mamahhh " teriak anak kecil berusia 5 tahunan
Ya memang selama ini Milla berbohong pada Andre, berbohong dirinya sudah bercerai dan pokoknya semua yang dirinya ucapkan waktu itu pada Andre dan teman teman ya bohong.
Dia sebenarnya tak ingin dengan suaminya karena suaminya tua, kalau saja ayahny tak menjodohkannya mungkin tak akan seperti ini jadinya menikah dengan kakek kakek.
"Lepaskan mamah cape ingin istirahat, cepat lepaskan mamah "
"Tidak mamah, Naura sangat rindu dengan mamah, jangan tinggalkan Naura lagi mamah "
"Lepasss" Mila mendorongnya dengan keras dan membuat anaknya tersungkur jatuh.
"Milla kau bisa sedikit saja lebih baik pada anakmu Naura jangan seperti itu, dia ingin bertemu denganmu kenapa kau kasar sekali pada anakmu sendiri, kaau boleh kasar padaku tapi tidak dengan Naura"
"Aku muak dengan kalian berdua. Sebenarnya aku enggan kembali ke sini tapi ayah yang menyuruhku kembali kepada kalian berdua"
"Sudahi semua ini sudahi drama-drama yang kau buat di luar sana, kau tak menganggap kami berdua kau malah membawa anak lain untuk menunjukkan pada orang lain, apa itu maksudnya Mila dan kau juga berbicara pada orang lain kalau kita sudah bercerai kita ini masih suami-istri Mila kau masih istriku dan anakmu hanyalah Naura saja tidak ada yang lain"
"Dengar ya Mas Ibrahim aku ini tidak suka denganmu dari awal, Naura pun hanyalah kesalahan, kau memperkosaku dan Ini hasilnya Naura. Dari dulu aku tidak ingin mempunyai anak aku sama sekali tidak mau disentuh oleh mu, tapi karena kau mabuk jadi begini "
"Mau bagaimana pun kau tetap istriku Milla, maupun itu kesalahan aku melakukannya saat sudah menikah dengan mu, jadi tidak ada alasan apapun untuk mu, kau seharusnya menerima kami dengan baik apa kurangnya aku. Aku sudah memberikan uang harta bahkan apapun yang kau mau aku selalu memberikan ya tapi apakah ini balasannya dari mu padaku"
__ADS_1
" Aku dari dulu tidak pernah meminta apapun padamu tapi kau yang memberikannya itu salah mu sendiri"
"Aku melakukan itu karena aku suamimu. Aku ingin mencukupi dirimu apakah aku salah aku ingin kau diam dirumah dan tak kemana-mana bukan kelayapan seperti ini, aku sudah bilang kau boleh tak mencintaiku tapi tolong kau hargai anakmu yang selalu menunggu kau pulang. Apakah kau tidak kasihan dengan dia yang selalu bolak-balik mondar-mandir mencari ibunya , menunggu ibunya pulang dan sedangkan kau dirimu hanya sibuk mengejar laki-laki lain"
"Wajar aku mengejar laki-laki lain karena dia lebih tampan lebih mudah dan lebih cocok untuk bersamaku, tidak seperti dirimu yang sudah tua dan sepertinya sangat tidak cocok denganku. Lebih baik kau ceraikan aku saja dan bawa anakmu ini, aku lebih baik selamanya mengejar suami orang dari pada harus diam di rumah ini bersamamu dan anak ini"
"Kau dengar baik-baik sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu, ataupun melepaskan mu kau akan terus menjadi istriku sampai kapanpun, kau akan tetap menjadi istriku ingat itu Aku tidak akan pernah menceraika mu, meskipun kau yang nanti menceraikanku aku tidak akan menerimanya"
"Dasar kau laki-laki egois dan tidak tahu diri "
Milla pergi meninggalkan anak dan istrinya, tadinya Naura akan mengejarnya namun malah dihalangi oleh ayahnya, jangan sampai anaknya ini disiksa oleh istrinya.
"Sudah jangan menangis disini masih ada ayah, sebentar ya kakek mu menelfon "
"Hallo yah "
"Sudah Ayah dia sudah pulang sama seperti biasa dia kasar pada Naura dan tidak mau menganggap Naura anaknya dan diriku dia masih saja menyalahkanku karena sudah menghamilinya, aku juga pusing Ayah harus berbuat apa lagi pada Mila agar jadi diam di rumah mengurus anaknya, aku tidak masalah Tidak diurus oleh dirinya tapi setidaknya perhatikanlah Naura dia darah dagingnya Dia anaknya"
"Ayah juga sudah capek dengan dia maafkan ayah Maafkan anak ayah yang seperti itu seharusnya dulu ayah tidak menjodohkannya mu dengan anak ayah, Mila bukanlah perempuan baik untukmu. Kau laki-laki baik Ibrahim maafkan ayah yang telah memaksamu untuk menikahinya kalau saja waktu itu Ayah tidak memaksamu mungkin saja semua ini takkan terjadi maafkan ayah ayah sungguh menyesal"
" Sudah Ayah tidak boleh menyalahkan diri ayah sendiri Ini sudah takdir Ibrahim, berarti Ibrahim harus membimbing Mila untuk bisa mencintai Ibrahim dan menerima Naura sepenuhnya, mungkin waktu 5 tahun itu belum cukup untuk Milaa bisa berubah, namun Ibrahim akan tetap terus menerus menunggu Mila menjadi baik dan mencintai Ibrahim serta mengurus Naura dengan baik kita doakan saja semoga Mila bisa berubah ayah "
"Baiklah jika kau ingin bertahan dengan Mila ,jika kau sudah tidak kuat Ayah sudah bilang kan Ceraikan Saja Dia lepaskan dia Ibrahim ayah akan tutup teleponnya kau segeralah istirahat bersama Naura Jangan pikirkan Milla "
__ADS_1
"Tenang Ayah aku takkan pernah menyerah Milla sampai kapanpun akan menjadi istriku, Iya Ayah pun istirahat pula Yah aku dan Naura pun akan beristirahat"
Sambungan pun terputus Ibrahim segera membawa sang anak kekamar, tidur berdua bersama sang anak, pintu kamarnya sudah sangat susah dibuka karena Milla sudah menguncinya dari dalam.
***
"Kemana ya Riyan kenapa jam segini belum pulang juga apa terjadi sesuatu dengannya, isst Jo kamu jangan fikirin yang aneh aneh deh, gak baik ahhh "
Jo terus saja mondar mandir didepan gerbang menunggu suaminya namun tak ada tak pulang pulang.
"Non ngapain ath malem malem disini, masuk kedalem udah malem ini teh, nanti juga tuan pulang kerumah "
"Iya aku tahu, aku khawatir Riyan jam segini belum pulang, bapak tahu kan biasanya Rian nggak pernah pulang semalam ini . Coba bapak lihat ini udah jam berapa gak biasanya kan Riyan pulang jam segini aku takut terjadi sesuatu sama Riyan "
"Ya non jangan kepikiran yang aneh-aneh, doain aja semoga Tuan baik-baik aja nggak kenapa-napa atuh. udah atuh sekarang mau masuk banyak nyamuk di luar mah kulit putih-putih Masa Nanti Teh merah-merah pas kerja malu non nanti sama bos"
"Biarin ah aku mah nggak mikirin mau banyak bintik-bintik merah atau nggak yang penting Riyan pulang sekarang Pak, aku mau Riyan pokoknya mana sih Riyan. Enggak biasanya kan dia pulang semalam ini aku telepon enggak diangkat lho Pak"
"Muungkin Tuan teh nuju makan atau ada meeting Mendadak non kan nggak ada yang tahu apa yang terjadi"
"Ya makanya dari itu saya khawatir gimana pak. Ya udah deh bapak tungguin Riyan pulang ya Saya mau masuk dulu"
"Siiap non saya tunggu Tuan Royan sampai dia pulang"
__ADS_1
Jo segera masuk dengan nafas berat sungguh tak seperti biasanya suaminya seperti ini ke mana sih sebenarnya dia khawatir sekali dirinya ini.
Sepertinya dirinya tak akan bisa tidur sebelum suaminya pulang