
Zeline dan juga Lucas serta bisa bi Sari sudah ada di Panti jomponya Jill dan bahkan dia sudah menyambutnya dengan sangat senang.
"Akhirnya Line kita bisa ketemu ini siapa ganteng banget sih ini Lucas ya, udah gede ya, putih banget kayak papihnya "
Lucas segera menyalami Jil dan tersenyum ke arah Jil " Halo Tante. Iya ini Lucas apa kabal tante baik-baik kan"
"Tante Jill baik sayangg, pinter banget deh ini anaknya mamih Zeline sama papah Liam, "
"Iya tante pasti pintal dong, kalena mamih suka ajak Lucas untuk belajal, tapi tante Lucas nggak mau masuk aja deh, Lucas mau main aja sama bi Sali di lual nggak papa kan mami aja yang Ngoblol sama tante ya nggak papa kan, tante gak akan nangis kan kalau Lucas gak masuk, gak apa apa kan tante "
"Gak akan dong sayang, tante kan udah besar jadi gak boleh nangis, masa udah besar masih nangis malu dong nanti sama Lucas. Ya udah nanti kalau mainnya udah beres masuk ke dalam rumah ya di sana juga banyak ada nenek ada kakek"
"Iya tante siap, pasti nanti masuk "
Jill mengusap kepala Lucas dan segera mengajak ibunya untuk segera masuk kedalam rumah, gak mungkin kan kalau mengobrol disini.
"Ayo line masuk, ayo kita ngobrol ngobrol aja diruanganku, ayo ayo maaf ya kalau berantakan "
Zeline segera masuk dan tersenyum pada orang-orang yang ada di dalam, lalu masuk ke dalam ruangannya namun sebelumnya dia melihat ibu-ibu yang sepantaran dengan ibunya sedang melamun tidak berbaur dengan yang lain.
"Ayo Line duduk, duduk ya "
Zeline segera duduk dan dihadapannya sudah ada berbagai makanan yang mengiurkan. Bahkan banyak sekali ini, cukup untuk 1 rt.
"Ayo line dimakan udah lama banget kita nggak ketemu, kangen banget tau nggak sih kenapa sih dulu sampai pindah sekolah padahal aku tuh seneng banget temenan sama kamu, dulukan yang temenin aku cuman kamu aja yang lain tuh pada nggak mau temenin aku, gara-gara ya rambut aku pirang padahal kan cuman rambut aja ini juga udah bawaan, aneh kan ya mereka itu "
"Kamu tahu sendiri kan aku diculik dan waktu itu tuh aku trauma banget makanya aku pulang ke Bandung sama keluarga aku, karena aku nggak mau sampai ada yang culik aku lagi ataupun melakukan sesuatu yang kayak gitu, aku benar-benar takut banget dan nggak mau tinggal lagi di Jakarta di manapun itu tempatnya aku nggak mau, makanya lebih baik kita satu keluarga pulang ke Bandung"
__ADS_1
"Oh iya ya aku sampai lupa tahu nggak atas penculikan kamu itu, padahal tuh booming banget, kamu tuh ngilang gitu aja kan tiba-tiba sampai orang tua kamu tuh nyari kemana-mana dan waktu terakhir kita ketemu tuh waktu di sekolah aja, aku nggak sempat temuin kamu karena kamu buru-buru banget kan pindahnya itu dan kontak kamu juga udah nggak bisa dihubungin, aku malahan udah sampai cari ke temen-temen, guru buat tanya nomor kamu yang baru, tapi mereka nggak ada yang tahu aku juga mau ke bandung nggak tahu di mana rumah kamu"
"Ya karena itu karena aku trauma bahkan aku waktu di sana tuh nggak bisa berteman aku kemana-mana aja itu takut, percaya sama orang lain aja tuh aku nggak bisa, karena trauma aku tuh yang begitu menakutkan aku sama guru aku aja tuh nggak percaya aku takut diapa-apain atau ya sesuatu seperti itu akan terjadi lagi sama aku, makanya waktu sekolah aku selalu diantar jemput sama Ayah aku atau enggak sama ibu saking takutnya"
"Tapi akhirnya kamu bisa kan sekarang dan udah nikah juga sama Tuan Liam. Gimana tuh udah nikah seneng nggak dan aku juga mau tanya gimana sih orang yang culik kamu itu, udah ketangkap belum sih karena setelah kamu pindah tiba-tiba aja nggak ada lagi info kalau orang yang culik kamu itu masuk penjara atau enggak, karena ya udah gitu aja menghilang berita itu dengan cepat banget"
Zeline hanya tersenyum dan mengingat kembali tentang pertemuannya dengan suaminya, yang menculik dirinya itu adalah suaminya sendiri, tapi rahasia itu tidak akan pernah dia ceritakan pada siapa-siapa lagi selain Jovanka dirinya akan memendam semuanya saja.
Karena takutnya bila nanti ada yang tahu lagi kalau suaminya yang telah menculiknya waktu itu nanti ada yang melaporkan lagi kalau suaminya selama ini yang menculiknya, jangan sampai itu terjadi dirinya sudah bahagia dengan suaminya dan sudah tidak memikirkan tentang penculikan itu.
"Sekarang aku senang dapat suami yang baik perhatian dan selalu ada buat aku dan juga anak-anak aku, aku udah nggak mikirin sih tentang penculik itu, yang terpenting sekarang dia kan udah nggak ganggu aku lagi yang terpenting aku sekarang udah bebas dan trauma aku juga udah nggak ada, jadi nggak usah ada yang dipikirin lagi sih menurut aku ya"
"Alhamdulillah aku seneng deh kamu dapat suami yang emang bener-bener sayang sama kamu dan perhatian, sekarang tuh kan banyak banget laki-laki tuh yang selingkuh dari istrinya. Beneran deh aku nggak habis pikir bahkan aku juga jadi nggak mau buat nikah karena aku takut kalau nanti suami aku selingkuh, aku nggak akan pernah siap dan nggak akan pernah mau menerima itu semua, makanya sampai sekarang belum nikah banyak banget temen aku yang ya hancur pernikahannya karena seorang perempuan pengganggu, ya kasarnya pelakor "
"Iya bener juga sih sekarang banyak banget suami yang selingkuh, aku juga bersyukur dapat mas Liam. Tapi kamu jangan kayak gitu dong semua laki-laki itu nggak kayak gitu ada juga kan laki-laki yang setia dan tidak akan pernah selingkuh, jadi kamu jangan takut untuk menikah, masih banyak kok laki laki yang baik dan jujur dan akan setia pada satu perempuan saja "
"Oke deh aku makan, kamu juga makan "
Baru juga Zeline mengambil donat ada yang berteriak "akhhh pergi aku tidak mau kau ada di sini, aku tidak mau ikut denganmu pergi kau dari sini pergi. Jangan ganggu aku. Aku sudah tenang berada di sini, aku tidak mau diganggu olehmu lagi atau dikurung olehmu"
Disusul dengan tangis Lucas, Zeline yang khawatir segera keluar dengan Jil yang mengikut juga di belakangnya.
Lucas langsyng berlari kearah mamihnya dan memeluk kaki mamihnya."Mamih aku takut mamih kenapa dia malah pada Lucas apa salah Lucas, Lucas tidak nakal Lucas tidak melakukan apa apa mamih "
"Ada apa Bu Wati, kenapa kau berteriak pada Lucas. Ada apa apakah dia nakal padamu, apa yang terjadi jangan berteriak teriak seperti itu ya, jelaskan ada apa sebenarnya "
"Tidak tidak aku tidak mau melihat muka itu, aku tidak mau melihat muka itu dia orang jahat aku tidak mau melihat muka itu, tolong usir mereka dari sini aku tidak mau melihat muka itu, dia orang jahat muka itu muka orang jahat tolong siapa saja usir dia "teriak ibu Wati dengan histris
__ADS_1
Lucas yang mendengar teriakan itu lagi makin menjadi-jadi saja dia menangis dengan histeris, Zeline segera memangku sang anak dan menjauh dari bu Wati, Bi Sari pun segera mengikuti nyonyanya.
Sedangkan Jil langsung mendekati Bu Wati dan mencoba untuk menenangkannya "Ibu tenang Ibu tenang. Ada apa ini kenapa berteriak-teriak seperti itu, dia itu hanya seorang anak kecil kenapa Ibu sampai takut dengannya ada apa, apa yang terjadi ayo bilang padaku, aku pasti akan membatumu ayo berbicara padaku apa yang terjadi'
"Tidak keluarkan anak itu. Aku tidak mau melihat mukanya aku tidak mau melihat mukanya. Aku tidak mau, tolong kasihani aku tolong kasihani aku. Keluarkan dia dari dalam sini aku tidak mau, aku tidak mau ada anak kecil itu keluarkan dia aku tak mau melihat wajahnya "
Jo segera membawa bu Wati ke dalam kamarnya dan mendudukannya di tempat tidurnya" Bu Wati dia hanyalah seorang anak kecil. Kenapa kau histeris padanya ada apa dia hanya anak kecil diaa tidak tahu apa-apa seharusnya kau tidak boleh seperti itu, dia tamuku dia anaknya Zeline kau jangan seperti itu "
"Wajahnya wajahnya sangat mirip dengan orang jahat itu dengan orang jahat yang telah membuat anakku tiada, wajahnya sangat mirip dengannya tolong aku. Aku tidak mau melihat wajahnya. Apakah kau tidak kasihan denganku aku sangat takut tolong, Aku takut sekali dan tidak mau melihat wajah itu kembali atau lebih baik aku pergi saja dari sini"
Penjahat wajahnya sama dengan anak Zeline, anak Zeline itu sama sekali dengan ayahnya bahkan sangat mirip sekali, masa Tuan Liam yang melakukan kejahatan pada Bu Wati sampai-sampai membuat dia trauma seperti ini. Masa sih nggak mungkin kan orang yang membawa bu Wati kemari orang yang menjahatinnya juga.
Kenapa menjadi sangat rumit seperti ini, ada apa sih sebenarnya dirinya menjadi pusing seperti ini.
"Sudah Ibu tenang di sini ya, Ibu jangan kemana-mana bila ibu takut masuk ke dalam kamar ya, jangan berteriak-teriak seperti itu. Nanti sore kita ke dokter ya kita periksa, kita akan periksa semuanya ibu Wati jangan takut dan jangan berteriak teriak lagi ya, kasian Lucas menjadi takut dengan ibu "
"Tidak mau aku tidak mau kemana-mana, aku mau di sini saja aku tidak mau, aku tidak mau keluar apa lagi naik mobil. Aku tidak mau aku pengen di sini saja aku takut, aku tak mau sungguh aku takut jangan membuatku makin takut lagi ya "
"Baiklah bu Watj di sini jangan kemana-mana, saya akan bertemu dengan teman saya dulu dan meminta maaf atas kelakuan ibu yang seperti ini"
"Jangan kamu jangan keluar, kamu mau diapa-apain olehnya jangan kamu jangan keluar, nanti kamu akan bernasib seperti anak saya"
"Tenang saja Ibu Wati saya akan baik-baik saja, Lucas hanyalah anak kecil dia tidak akan bisa melukai saya, jadi Ibu tenang saja di sini dan jangan berteriak-teriak kembali ya jangan membuat suasana makin kacau Bu tolong"
Jill segera keluar, kenapa ini Bu Wati dimasukkan ke sini oleh Tuan Liam tapi Bu Wati sama sekali tidak mengenal Zeline ataupun juga Lucas anaknya Tuan Liam.
Apa sebenarnya yang terjadi sampai-sampai Ibu Wati takut melihat wajah yang sama dengan Tuan Liam, apakah Tuan Lian telah melakukan kekerasan pada Bu Wati makannya Bu Wati menjadi trauma seperti ini dan tidak mau bertemu dengan wajah yang sama seperti Tuan Liam, dan histeri saat melihat Lucas anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
Ya dia hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba di teriaki orang dewasa ya pasti akan takut, dan akan menangis juga.