Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pulang kerumah


__ADS_3

Perlahan Zeline terbangun dan mendongakkan kepalanya itu agar bisa menatap Liam "Kak tolong jangan bawa aku kerumah sakit, aku ingin pulang saja " dengan suara paraunya.


Liam tak ingin berdepat dengan Zeline dia iyakan saja supaya calon istrinya ini tenang biar nanti dia telfon saja dokternya untuk kerumah.


Diusapnya kepala Zeline oleh Liam dan Zeline perlahan tertidur kembali, dia sangat tenang dan terlindungi sekali saat bersama Liam.


Tak perlu mencemaskan hal apa pun lagi jika bersamanya pasti keamanannya terjamin.


****


Sedangkan saat Liam pergi ayahnya Yuda datang dan mencari kebaradaan anaknya di setiap lorong serta ruangan.


"Yuda kamu dimana na " teriak ayah Yuda dengan marahnya.


Saat dia menengok kesebuah kamar seperti ada orang yang tergeletak dengan mengendap-ngendap ayah Yuda memasuki kamar itu lalu berjongkok dan memebalikan badan itu.


Dia sangat kaget ternyata itu Yuda anaknya "Yud ya alloh kamu kenapa na " ucap ayah Yuda sambil memangku kepala anaknya itu.


Dengan sekuat tenaga ayah Yuda mengaisnya dan membawa nya kedalam mobil meskipun banyak berhentinya namun sampai juga didalam mobil.


Segera ditidurkan di jok mobil belakang dan ayah Yuda bergegas masuk kedalam mobil dan mencari rumah sakit terdekat daerah sini "kamu yang kuat ya Yud " ucap ayahnya sambil melihat anaknya yang tak sadarkan diri itu.


Untuk anak buah Liam sedang membersihkan semua mayat yang sudah mereka bunuh tadi ternyata ada 10 orang dan semua mati tak ada yang tersisa satu orang pun.


Kedua anak buah Liam segera memotong-motong semua korbannya itu dan dimasuk kan satu persatu kedalam api yang sedang berkobar besar.


Selesai juga sekarang tinggal membereskan semua ruangan yang terdapat darah.


***


Liam dan Zeline sudah sampai dirumah Zeline lalu turun sambil memangku Zeline yang masih tertidur lelap.

__ADS_1


Anak buah Liam lalu mengetuk pintunya dan terbuka ibunya Zeline yang membuka pintu, melihat keadaan anaknya langsung menangis suaminya langsung keluar dan menenangkan istrinya itu dia juga sama seperti istrinya itu syok saat melihatnya namun dengan kuat dia menahannya.


Jo dan juga Riyan yang ada disana sangat kaget saat melihat Liam serta Zeline, ditangan serta tubuh Liam banyak sekali cipratan darah itu darah Yuda.


Tanpa menghiraukan mereka Liam membawa Zeline kekamarnya dan membaringkan Zeline dengan perlahan takut Zeline terbangun.


Semuanya segera masuk kedalam kamar Zeline, "nak apa yang terjadi Zeline kenapa na " tanga ibu Zeline masih dengan air matanya yang mengalir dengan deras.


"Nanti aku ceritakan bu, sekarang Zeline sedang tidur tadinya aku mau membawanya kerumah sakit namun Zeline tak mau ingin pulang " jawab Liam.


"Yasudah para lelaki keluar dulu biar ibu dan Jo ganti dulu pakaian Zeline dan kamu Liam ganti lah pakaian mu menggunalan pakaian ayah ya " minta ibu Zeline


Semua laki-laki keluar dan menunggu diruang tamu sedangkan Liam sedang ada dikamar mandi bawah dan menganti pakaiannya serta membersihkan dirinya terlebih dahulu yang bau anyir.


***


Ibunya Zeline perlahan membuka jas yang digunakan anaknya pemandangan yang pertama dia lihat bersama Jo adalah bercak merah yang dia tau itu berasal dari mana.


Air matanya kembali mengalir sambil menuntup mulutnya siapa yang tega melakukan hal bejat seperti ini kepada anaknya ini.


Dengan masih dengan tangisnya ibu Zeline segera mengelap tubuh Zeline dengan kain yang sudah tadi dia siapkan.


Sedangkan Jo mengambil pakain Zeline dengan hati-hati di pakainya satu persatu.


Namun setelah selesai memakainya mata Zeline perlahan terbuka "kakak, kakak dimana "teriak Zeline dengan histeris dan kembali menangis.


"Tenang na tenang, ini ibu sayang "


Dipeluknya Zeline dengan erat oleh ibunya mereka berdua menangis ibunya tak kuasa melihat anaknya kembali seperti ini kenapa cobaan selalu mendatangi anaknya terus saat dia bahagia pasti saja ada ujian yang menyakitkan.


Jo bergegas pergi kebawah untuk mencari pak dosen namun belum juga Jo sampai di bawah tangga ditengah tangga dia sudah bertemu dengan Liam yang sedang berlari munuju kamar Zeline, tanpa mengiraukan Jo yang melongo melihat Liam.

__ADS_1


Dibukanya pintu kamar itu dan Liam langsung saja menghampiri Zeline dia duduk di pinggir ranjang dan tanpa aba-aba Zeline langsung memeluk Liam, Liam dengan sayang terus saja menciumi kepala Zeline. Tadi saat dia sedang memakai pakaian dikamar mandi baru saja selesai mendengar teriak kan Zeline dengan tergesa-gesa Liam berlari tanpa menghiraukan pangilan ayah mertuanya.


"Kakak kemana jangan tingalin aku. Aku takut kak, takut nanti Yuda kesini " ucap Zeline sambil terus memeluk erat tak ingin melepaskannya sama sekali.


"Kakak tak kemana-mana sayang, kakak hanya berganti pakaian dan mandi, kamu sekarang tenang ya , sekarang disini sudah ada ibu, ayah,Jo dan Riyan jangan takut lagi ya sayang " ucap Liam menenangkan Zeline.


Mereka semua sudah berkumpul mengelilingi Zeline, mereka semua sangat bahagia Zeline mendapatkan laki-laki yang sangat menyayangi Zeline, mereka melihat bagaimana Liam menenangkan Zeline dengan sayangnya dan menyelatkan Zeline dari penculikan itu.


Ayah Zeline semakin menyayangi Liam sungguh dia sangat berterimakasih kepada Liam, pengorbanan Liam yang menyelamatkan anaknya. Jadi dia tak usah khawatir nanti setelah Zeline menikah dia sudah melihat bagaimana Liam menyayangi anaknya serta menjaganya tak perlu ada yang diragukan lagi.


Ayah Zeline memberi kode kepada semua orang agar keluar dan membiarkan mereka berdua dikamar memberi ruang kepada mereka.


Perlahan Zeline sudah tenang dan melepaskan pelukannya itu dan menatap wajah Liam lalu menundukan kepalanya dia takut kalau sampai nanti Liam meningalkannya karena masalah ini.


"Kakak apa akan meninggalkan aku " tanya Zeline dengan masih menunduk dan meneteskan air matanya itu.


Dipegangnya kedua bahu Zeline oleh Liam lalu dengan perlahan Zeline mendongak kan kepalanya. "tatap mataku dengarkan aku baik-baik sayang, aku tak akan pernah meninggalkan mu apa pun yang terjadi denga mu aku tak akan pergi aku akan selalu ada disini mu "jawab Liam dengan lembutnya.


"Tapi aku kotor kak " masih dengan menatap mata Liam


"Aku tak perduli aku mencintaimu dengan semua kekurangan mu kelebihanmu Zeline, pendirian ku tak akan pernah goyah yang aku mau kamu terus ada disisiku aku tak akan mempermasalahkan kejadian mu ini sampai kapan pun sayang "


Zeline sangat bersyukur memilikki Liam sungguh dia tak menyangka dia bisa mendapaykan sosok lelaki seperti ini yang masih mau menerimanya " terimakasih kak " masih dengan air mata yang mengalir.


Diusapnya air mata itu oleh Liam lalu direngkuhnya tubuh itu dengan sangat pelan dan penuh kasih sayang.


Sedangkan dibawah Jo dan Riyan sedang berpamitan kepada kedua orang tua Zeline, tadinya Jo akan menginap namun diurungkan sudah ada pak dosen yang akan menjaga sahabatnya itu.


"Aku pulang ya tante sama Riyan nanti aku kesini lagi ya " ucap Jo sambil menyalimi satu persatu tangan kedua orag tua Zeline.


"Hati-hati ya sayang dijalannya " jawab ibu Zeline sambil mengantarkan mereka sampai depan pintu rumahnya setelah pergi menjauh ibu Zeline menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


"Ayo sekarang ibu istirahat ya biarkan Zeline bersama Liam" minta suaminya.


Tanpa membantah sedikitpun ucapan dari suaminya itu dia terus saja mengekor dibelakang dan masuk kekamar.


__ADS_2