
Tak terasa hari yang sudah ditunggu-tunggu pun datang, Syifa sudah di dandani dengan cantik dan Jo serta Zeline juga ada disini bersama Syifa. Di kamar Syifa mereka duduk dan menunggu pengantin laki lakinya.
Namun Jo dan Zeline sama sekali tak membahas tentang apa yang terjadi dengan Syifa hanya diam dan mengobrol biasa saja.
" Bagaimana Syifa Apakah kau merasa gugup menunggu calonmu datang " tanya Zeline membuka pembicaraan, karena memang sang pengantin laki laki belun datang juga.
"Iya kak aku sangat gugup, bagaimana nanti saat bertemu dengan Nabil. Tapi hatiku merasa tidak enak kak aku merasa ada yang terjadi pada Nabil. Dia selalu tepat waktu tapi sekarang dia sama sekali nggak dateng Maksudnya lama banget ini udah lebih 10 menit kan kak, aku udah telfon dia tapi Nabil gak angkat angkat"
" kamu yang tenang, siapa tahu kan macet pikirannya positif aja Syifa, pasti Nabil datang kamu jangan pikirin yang enggak enggak,kita di sini kan ada bareng kamu. Jadi kamu tenang aja oke"
" Iya kak semoga aja Nabil nggak apa-apa ya Aku khawatir banget sama dia "
Sedangkan di bawah Papih Syifa sedang menelpon Nabil namun sama sekali tadi di jawab. Papih Syifa segera menyuruh Andre dan juga Liam untuk ke sini, maksudnya kearahnya.
Ya Andre datang ke sini karena bujukan Liam. Awalnya Andre tidaka akan datang tapi Liam dengan sekuat tenaga membujuk Andre, untuk datang maksudnya untuk menghargai kedua orang tua Syifa yang sudah mengundang mereka, dan mau mereka berdua itu datang terutama Andre orang yang paling menjaga sifat dari dulu.
" Iya Om kenapa "tanya Andre
"Bisa nggak kalian berdua cek ke depan gitu Siapa tahu Nabil dan keluarganya sudah ada di sana tapi ke macet atau ada sesuatu hal yang kita nggak tahu bisa nggak. Om nggak tahu kenapa nggak enak aja hati om ini bisa kan kalian bantu Om"
"Tentu Om, kita bisa kok bantu om , aku dan Liam akan kesana, mengeceknya, kita berdua akan membawa Nabil dengan selamat "
Segera Liam dan juga Andre pergi ke sana, untuk melihat keadaan di sana dan mengecek apakah ada sesuatu yang terjadi ataukah hanya terkena macet saja.
**
Sedangkan dijalanan sana Nabil dan keluarganya satu rombongan masih ada didalam bis, ya mereka sengaja memakai bis, agar semua keluarga terbawa dan tak ada yanh tertinggal.
Namun tiba tiba saja, bis berhenti dan masuk beberapa orang membawa senjata dan wajahnya di tutupi oleh topeng.
"Angkat tangan semuanya, Ayo angkat tangan"
"Akhh ada apa ini, " ucap salah satu keluar Nabil.
Namun tiba tiba dor dor, orang yang tadi bicara di tembak, makin histeris saja kan mereka didalam bis.
" Ayo Pak sopir jalan, jangan berhenti Ayo cepat Jangan sampai orang orang curiga dengan bis di sini"
"Apa sebenarnya mau kalian, kenapa kalian tiba-tiba masuk ke sini "ucap Nabil
"Diam-diam kalian semua diam atau kalian mau mati seperti orang itu, kumpulkan semua harta yang kalian punya kumpulkan di sini "
"Tidak bisa seperti itu kalian pergi dari sini turun dari bis kami. Kami ini rombongan yang akan pergi ke pernikahan apa kalian tidak kasihan dengan kami ayo turun-turun "ucap salah satu orang lagi.
"Kami tidak peduli mau kalian rombongan piknik, mau kalian rombongan pernikahan, mau kalian rombongan mayat kami tidak peduli yang terpenting kemarikan harta kalian jangan sampai ada yang tersisa atau nyawa kalian akan habis di tanganku "
Nabil segera maju dan melawan salah satu penjahat itu. Penjahat yang lain malah mengeroyok Nabil dan bapak-bapak yang di belakang juga ikut membantu Nabil, namun apa daya mereka kalah.
__ADS_1
Mwreka tak membawa apa-apa sedangkan penjahat itu membawa pistol dan membuat satu per satu keluarga Nabil ditembak mati oleh orang.
Saat orang itu akan menembak ibunya Nabil, Nabil segera menghalanginya dan dor Nabil yang tertembak bahkan tembakan itu beberapa kali mengenai perut dan dada Nabil.
"Ya Allah gusti, Nabil bangun Nabil, kalian jahat kalian orang jahat yang membunuh anak saya apa salah kami semua. bahkan kami semua tidak mengenal kalian kalian sangat jahat "teriak Ibu Nabil sambil menangis histeris
" Diam kau jangan berisik " dan dor
Ibu Nabil juga sama ditembak mati, segera penjahat penjahat itu mengambil harta harta dari orang-orang itu dan mengambil seserahan yang sudah disediakan Nabil, tersenyum dengan bangga lalu menembak pas supir dan meloncat dari bis itu. Bis yang oleng akhirnya menabrak pohon.
Warga yang melihat kejadian itu segera mengerubungi bis dan ada sebagian yang mengejar penjahat penjahat.
***
Andre dan juga Liam yang baru saja datang tiba-tiba saja penasaran dengan apa yang yang terjadi. Mereka berdua segera turun dari dalam mobil dan menanyakan pada salah satu warga.
"Ada apa ini pak Kok ramai banget ya" Tanya Andre
"Itu lho Mas Ada rombongan yang mau seserahan malah dirampok. Kayaknya udah meninggal semua yang ada di dalam bis".
Andre yang feelingnya mengatakan itu adalah keluarga Nabil segera berlari masuk menerobos, diikuti oleh Liam yang juga membantu Andre untuk segera menerobos kedalam bis.
Dan benar saja saat mereka masuk di dalam itu adalah keluarga Nabil yang tak bernyawa dan Nabil yang masih sekarat memegang tangan ibunya. Andre segera menghampiri Nabil.
Nabil yang Ingin menggapai tangan Andre dengan cepat Andre memegang tangan Nabil terlebih dahulu.
"Om Andre apa bisa menjaga Syifa untuk saya, menjaga anak saya pula. Saya sudah tidak kuat Om, saya sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini. Apa Om bisa membantu saya membahagiakan syifa dan juga anak saya. Tolong kabulkan permintaan saya om, saya hanya minta itu, tolong jangan buat Syifa menangis dan tolong katakan pada Syifa dan anak saya kalau saya sangat mencintai mereka berdua. Maafkan saya yang sudah merebut Syifa dari Om Tolong maafkan saya Om" dengan suara yang terbata bata.
"Andre udah cukup, ayo kita keluar, polisi dateng ayo "
"Tapi Nabil Liam, "
"Udah ayo kita kabarin keluarga Syifa, ayo udah nanti kerumah sakit "
Akhirnya Andre setuju dan keluar dari dalam bis menurut pada Liam, yang sedang menghubungi keluarga Syifa dan pada deringan pertama akhirnya diajawab juga.
"Halo Liam bagaimana apakah Nabil sudah ketemu, Apakah mereka baik-baik saja kan "tanya papih Syifa
"Om Maafkan Liam, Nabil dan keluarganya"
" Ada apa dengan mereka Liam ayo bicara pada Om "
"Mereka semua kecelakaan dan sekarang sedang dievakuasi oleh Polisi mereka dirampok Om "
Tiba tiba saja sambungan terputus "gimana Liam "
"Gak tau langsung gak nyambung, ya udah kita nanti ikut aja kerumah sakit ya "
__ADS_1
"Iya Liam"
***
"Papih kenapa, kenapa tiba-tiba dimatiin. Apa ada yang terjadi sama keluarga Nabil" tanya Mamih Syifa yang memang ada di sana.
"Mih pasti Syifa akan sangat sedih dan pasti dia tidak akan terima"
" Kenapa Pih,kenapa dengan keluarga Nabil ada apa dengan dia"
"Keluarga Nabil kecelakaan mih "
Tiba tiba saja badan mamihnya Syifa lemas dan untungnya saja suaminya ada disana "bagaimana nasib anak kita pih, bagaimana nasib cucu kita pih hiik hik pasti tak akan menerimananya, tapi Nabil masih hidup kan pih "
"Papih tidak tau mih, papih tidak tau "
"Ada apa dengan Nabil pih mih, " tanya Syifa yang tiba tiba saja turun diantar oleh Zeline.
Papihnya segera mendudukan istrinya dan mendekati anaknnya "cucu kakek harus kuat ya, kamu harus bisa jaga mamah kamu "sambil mengusap perut anaknya.
"Ini ada apa pih, kenapa ada masalah apa, mana Nabil mana keluarga, apa dia ada diluar " samvil berjalan kearah luar namun tak ada siapa siapa.
"Mana pih Nabil ,mana " tanya Syifa sambil berjalan lagi kearah papihnya
"Nabil kecelakaan "
Tiba tiba saja seperti ada petir di siang bolong, Syifa hanya diam mematung dan air matanya mengalir tanpa diminta "papih bohongkan "
"Engga sayang, papih gak bohong "
Tubuh Syifa rubuh dan tiba tiba saja Syifa pingsan, untung saja Zeline menangkapnya, menahan kepala Syifa agar tak mengenai ubin.
"Ya allah Syifa bangun " ucap Papihnya Syifa sambil mengangkat tubuhnya dan membawa Syifa kedalam kamarnya.
Jo yang memang masih ada didalam kamar kaget, saat Zeline membuka pintu dan papihnya Syifa yang memangku Syifa kedalam kamarnya.
"Om titip Syifa pada kalian, om akan melihat keadaan Nabil ya tolong jaga Syifa "
"Baik om " serentah Jo dan juga Zeline.
"Kenapa sama Syifa Line. Kenapa dia tiba-tiba pingsan apa yang terjadi, apa terjadi sesuatu sama Nabil calon suaminya"
"Iya bis Nabil kecelakaan, dan aku juga nggak tahu sekarang gimana keadaan Nabil, Semoga aja dia selamat ya. aku juga ini gimana nanti saat Syifa bangun, harus bilang gimana sama dia. Dia sangat terpuruk banget Jo terus gimana . Aku bingung harus ngelakuin apa . Sedangkan di sini cuman ada kita berdua aja nggak ada yang lain mereka semua pergi ke sana ke rumah sakit buat ngecek keadaan Nabil
"Kamu yang tenang dulu , kamu jangan panik. semoga semuanya akan berjalan dengan baik baik saja, kita doakan saja yang terbaik buat Nabil , semoga saja dia srlamat ya beserta keluarganya, kita doakan untuk mereka semua sekarang kita hanya perlu menjaga Syifa disini. Kita harus tenang jangan terbawa suasana "
" Iya Jo aku cuman khawatir, aku cuma khawatir kalau Nabila nggak akan selamat. terus nanti Syifa gimana apakah dia bisa nerima semuanya terus anak mereka gimana,aku nggak bisa bayangin itu Jo, aku gak bisa "
__ADS_1
" Ya udah kamu jangan mikir yang aneh-aneh, pokoknya positif aja ya kita harus yakin kalau Nabil selamat dan Syifa akan baik-baik saja "
Zeline segera mengangguk dan duduk disisi Syifa yang masih pingsan.