Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makanan terakhir ?


__ADS_3

Tora yang sedang melaksanakan perintah bosnya dan semuanya sudah selesai segera menghubunginya "hallo tuan semuanya sudah beres, sekarang apa yang harus saya lakukan tuan "


"Baguslah tidak ada yang terlewatkan sama sekali semua yang aku perintahkan sudah kau lakukan kan, jangan sampai semua ini gagal "


"Sudah tuan semuanya sudah aku lakukan bahkan ini akan menjadi permainan yang sangat menyenangkan untuk mereka bertiga, dam mungkin tak akan pernah bisa mereka lupakan itu pun kalau mereka masih hidup"


"Baguslah untuk hari ini kau siapkan makanan enak untuk mereka bertiga kasihan apa lagi Gavin dia tidak pernah makan enak lagi, beri dia makanan selayaknya manusia untuk terakhir kalinya. Nanti juga dia kan akan melakukan permainan dengan keluarganya"


"Siap Tuan saya sudah menyiapkan semuanya"


"Baiklah untuk hari ini kau jangan telepon aku dulu, karena aku sedang bersama istriku jangan sampai dia curiga dengan apa yang aku lakukan, kau kerjakan saja apa yang menurutmu bagus aku pasti akan suka dengan semua pekerjaan mu "


"Baik tuan akan saya laksanakan "


Setelah sambungan itu terputus Tora segera membawa makanan yang sudah dirinya siapkan sebelumnya, saat dia masuk tiba-tiba saja Riri adiknya Gavin berteriak padanya.


"Lepaskan kami sialan, kau sudah mengurung kami di sini lepaskan kami, kami semua tidak mau di sini kami ingin pulang lepaskan kau dasar laki-laki egois bersama bosmu, kalian itu sama saja tidak punya hati kalian berdua lepaskan kami, kami semua tidak punya salah. Lalu kenapa kami harus dikurung seperti ini, kenapa "


"Diamlah anak kecil aku tidak suka dengan suaramu itu yang cempreng sekali, lebih baik kau diam dan ikuti permainan kami, jangan berisik terus-menerus kalian akan habis bila tak mengikuti apa kata kata tuan jadi ikuti saja permainan kami ini jangan melunjak "


"Tidak sudi kami semua tidak sudi melakukan apa yang disuruh oleh tuanmu, kalian berdua itu sungguh monster tahu kalian melakukan kekerasan pada kakakku. Apa kalian tidak berpikir bagaimana nanti kalau keluarga kalian yang ada di posisi kami"


"Aku sudah bilang berisik kau ingin sesuatu terjadi padamu, jika kau terus saja berisik diamlah aku tidak suka dengan suara mu "


Tora segera memasukan makanan kesetiap kolong dari kurungan itu, Gavin yang melihat itu langsung mengambilnya dan memakannya dengan lahap, bahkan dia sampai tersedak "pelan pelan Gavin, oh ya habiskan makanan kalian itu, itu adalah makanan terakhir kalian, ayo makan ibu , Riri seperti Gavin ayo makan "

__ADS_1


Tora langsung saja keluar meninggalkan mereka bertiga, ibunya Gavin yang melihat anaknya seperti itu menangis "Gavin pelan pelan na, pelan pelan jangan terburu buru seperti itu nak, nanti kamu tersedak lagi nak, manakan itu tak akan ada yang mengambil "


Gavin hanya melihat sekilas lalu memakan lagi makanannya, Riri gang melihat ibunya menangis segera memeluknya "lihat Riri kamu lihatlah kasihan sekali kakak mu, apa sebenarnya yang laki-laki itu lakukan pada kakakmu sampai-sampai dia seperti itu kasihan sekali ibu tak bisa melihat Gavin seperti itu, ibu tak bisa nak "


Riri tak bisa menjawabnya dia hanya bisa ikut menangis dan binggung apa yang akan dirinya lakukan, dirinya pun sama kasian dengan kakaknya ini, tapi mau bagaimana dirinya tak bisa melakukan apa apa.


Gavin menatap kearah mereka berdua dan menatap makanan mereka "apa kalian tak akan memakan, makanan itu, enak loh kenapa kalian tak memakannya"


Ibunya melihat kearah makanannya "apakah kau masih lapar nak, apakah kau masih ingin makan nak "


"Iya bu aku sangat lapar dan aku sudah lama tak makan makanan seenak ini, apa ibu mau membaginya padaku, aku ingin sekali bu boleh kan aku ingin bu "


"Baiklah ibu akan membaginya kau harus menangkapnya "


"Iya iya baiklah ayo berikan padaku bu, berikan padaku, aku sudah tak sabar bu ayo berikan padaku "


Gavin mengunakan tangan itu agar bisa mengambil makanannya dan berhasil, dengan tidak sabaran Gavin memakannya.


"Bu kenapa gak Gavin menjadi seperti itu, aku menjadi takut dengan kak Gavin, dia sangat berbeda sekali apakah itu kak Gavin yang aku kenal bu, kenapa begitu berbeda"


"Kau jangan takut dia kakak mu dia begitu karena kelaparan Riri, dia adalah kakakmu dia bukan orang asing jadi kau tidak perlu takut dengannya, kita pasti bisa keluar dari sini kita bertiga pasti bisa keluar. Setelah itu kita laporkan semua kejadian ini pada polisi, kedua orang itu harus segera dipenjara dan menerima akibatnya, ya kita harus keluar dari sini kita tidak boleh kalah orang mereka berdua"


"Iya bu tapi bagaimana carannya, Riri sudah melakukan berbagai cara tapi tetap saja tak bisa, Riri binggung harus melakukan apa lagi, Riri pusing bu harus melakukan apa lagi coba"


"Kau makan saja dulu biarkan ibu yang akan mencari akal untuk kabur dari sini "

__ADS_1


"Dengan cara apa bu, "


"Kau tak usah fikirkan ibu, makan saja ya, ibu masih kenyang nak "


Akhirnya Riri mau juga dia memakan bagiannya sambil menatap kakaknya yang masih fokus dengan makanannya, bahkan kakaknya itu anteng anteng saja, sebenarnya sudah berapa lama kakaknya ada disini.


Memangnya istri dari laki laki tadi secantik apa sampai kakaknya menyukainya, secantik apa sebenarnya, rasannya ingin dirinya melihatnya dan berbicara dengan perempuan itu agar melepaskan keluarganya.


**


"Kenapa mas lama, siapa yang menelfon mu tadi, apakah ada hal penting yang harus mas lakukan, kalau iya kita pulang saja mas "


"Tidak ada sayang tidak ada semuanya baik baik saja, tadi Tora yang menelfon dan bertanya tentang pekerjaan dikantor itu saja syaang, ayo makan lagi habiskan makanan mu ya sayang "


"Tapi aku tidak berselera mas, rasannya tidak mau saja mas, malas sekali aku makan mas "


"Makan ya sayang, apa ingin aku suapi "


"Gak mau mas malu, disini banyak orang mas, mereka pasti bakal liatin kita terus menerus gak mau ah mas akunya malu"


"Kenapa malu kita suami istri sayang, kenapa harus malu coba, biarkan saja orang yang menatap kita, mungkin mereka iri"


"Gak mau mass, udah kamu makan ya aku juga bakal makan ya tapi sedikit yah gak banyak banyak ya mas "


"Hemm boleh tapi jangan terlalu sedikit juga sayang, kamu harus sehat "

__ADS_1


"Iya gak mas engga kok "


Liam mengangguk dan segera menyantap makanannya dirinya sudah tak sabar ingin melakukan permainan itu.


__ADS_2