
Zeline dan juga suaminya yang sudah selesai menghabiskan makanannya segera masuk kedalam ruangan Tora, ternyaat Tora sudah siuman, Liam dan juga Zeline seger menemuinya.
"Kau ini Torra kenapa begitu ceroboh sampai-sampai kau bisa kecelakaan seperti ini, bagaimana kalau kau mati kau ini ya kalau memang sudah tidak kuat untuk menyetir lebih baik kau jangan ke mana-mana dulu, diam di rumah atau kau diam saja dulu di luar rumah. Jangan memaksakan untuk menyetir jadinya seperti ini kan, kau membuatku khawatir saja"
"Maafkan aku tuan sungguh aku tidak menyangka kalau aku akan kecelakaan seperti ini,"
"Ya makanya harus selalu hati-hati jangan sampai kau kecelakaan lagi seperti ini, jika sedang bertengkar dengan istrimu maka lebih baik Kau diam di rumah, jangan pergi keluyuran kalau kau tak ingin satu ruangan dengan istrimu di sana kan banyak ruangan, banyak kamar kosong. Kenapa kau tidak menempati salah satunya. Jangan memaksakan diri pergi lalu kecelakaan seperti ini. Pokoknya kau pulang ke rumah ku, kau tidak akan pulang ke rumah hutan lagi aku tidak mau tahu"
"Tapi istriku Tuan, aku sudah mempunyai istri dan ibu mertua, aku tidak mungkin meninggalkan mereka begitu saja disana, aku merasa tak tenang kalau begitu"
"Kau tidak usah memikirkan mereka lagi, pokoknya aku mau kau pulang ke rumah tidak ada bantahan lagi, dan kau segera ceraikan istri kamu itu, untuk anakmu nanti bisa kita urus sama-sama disana banyak orang yang mengurus, ada aku dan istriku juga ,jadi lebih baik kau tinggalkan istri mu yang seperti dia jangan dipertahankan lagi aku tidak suka dengan nya"
Zeline mengusap tangan suaminya, untuk tidak emosi dan mengambil keputusan yang gegabah seperti ini . Tora juga ingin bahagia ingin punya istri masa tiba-tiba suruh diceraikan begitu saja kan ,kasihan perempuannya ada di sini dan ibunya juga ada di sini mendengar semua perkataan Liam.
"Tora sekarang sudah mempunyai istri dan juga ada ibu mertuanya, dia tidak mungkin meninggalkan mereka berdua begitu saja, jangan kau memaksakan kehendakmu pada Toraz biarkan dia memilih akan tinggal di mana kita harus menerima semuanya, itu sudah pilihan Tora "
__ADS_1
"Tidak bisa sayang yang ada Tora akan celaka lagi bila terus menerus bersama perempuan itu, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi jadi lebih baik dia mencarikan istrinya yang tidak tahu diri itu "sambil menunjuk Airin
"Mass jangan begitu mas "
"Perempuan itu pasti akan membuat masalah lagi dan membuat keadaan Tora semakin parah, lebih baik di rumah saja di sana lebih banyak yang mengurus dan Tora tidak akan stress memikirkan ocehan perempuan it,u lebih baik dia pulang saja ke rumah kita tidak usah tinggal di sana lagi"
Ibu Airin segera maju dan menundukkan kepalanya saat Liam menatapnya dengan mata tajamnya, " maafkan anak saya tuan. Tapi tolong biarkan saya yang mengurus Tora. Saya janji tidak akan membiarkan Tora bertengkar lagi dengan Airin, saya yang akan menjaganya dan saya akan mengawasi mereka berdua Biarkan kami berdua menembus kesalahan atas kecelakaannya, tolong Tuan jangan memisahkan istri dan suami ini "
"Entahlah aku masih memikirkannya, aku masih tidak percaya dengan kalian berdua Ayo sayang kita pulang " Liam langsung menuntun istrinya dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Tora dan istri serta Ibu mertuanya
Tora menatap kearah istrinya dan juga ibunya " Bagaimana keadaan perutmu keadaan anak kita. Apakah dia baik-baik saja Airin "
"Kau tidak usah memikirkan itu kau pikirkan dulu dirimu sendiri. Lihatlah dirimu kau kecelakaan gara-gara aku kan gara-gara bertengkar denganku.Maafkan aku aku tidak akan kembali mengungkit-ngungkit apa yang aku mau aku tidak akan banyak bicara lagi padamu dan menuntut lagi"
"Aku baik-baik saja Ini bukan kesalahanmu. Tenang saja jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini karena kelalaianku sendiri menyetir saat melamun kau tidak ada urusannya dengan kecelakaan ku ini, jangan membuatmu stres karena memikirkan semua ini"
__ADS_1
"Iya tapi Tuanmu menyalakanku ,dia mengatakan aku biang dari kecelakaanmu ini, tapi memang benar ini semua kesalahanku Jadi kau jangan membela aku terus-menerus, salah kan aku juga seperti Tuanmu menyalahkanku, aku memang pantas untuk disalahkan karena aku yang salah"
"Kwmarilah aku tak bisa menggapaimu. Apakah kau mau duduk di sampingku dan tidak mengoceh terus-menerus seperti ini Airin "
Airin dengan cepat segera menghampiri suaminya dan duduk, Tora dengan lemah memegang tangan Airin.
"Aku akan melepaskan mu, setelah bayi ini lahir aku akan membiarkan dirimu untuk meraih karirmu meraih masa depan tidak usah kau pikirkan tentang anak ini biar aku saja nanti yang urus aku bisa mengurusnya sendiri tanpa dirimu "
"Apa yang kau katakan Tora. Kenapa kok berkata seperti itu pada Airin "tanya ibunya Airin"Ini kan yang diinginkan Airin aku tidak ingin mengekangnya dengan kehadiran anakku, jadi aku bisa mengurus anakku sendiri dan Airin bisa lepas dari tanggung jawab atas anaknya dan juga diriku"
"Tidak ibu tidak akan merelakan itu semua, ibu tidak mau kau dengan Airin berpisah jadi jangan katakan itu lagi Tora. Airin tidak akan kembali mengungkit tentang masa depannya atau apapun sekarang kau sembuhkan saja dirimu Jangan pikirkan kata-kata Airin yang itu, dia sudah berubah pikiran jadi sehat kan dulu tubuhmu. Jangan mengatakan apa-apa lagi Ibu tidak mau mendengar kata-kata itu lagi. Kalian harus tetap bersatu dan mengurus anak kalian berdua tidak ada kata pisah jangan sampai itu terjadi karena ibu tidak mau "
"Tora tidak ingin mengekang Airin jadi lebih baik Tora melepaskannya saja, tenang saja Ibu aku tidak akan melupakan Airin sebagai ibu dari anakku , aku akan sering main-main ke rumah kalian, tadi benar kata tuan aku lebih baik berpisah dengan Airin dari pada dia tidak mencintaiku dan malah selalu membuat kami bertengkar "
"Tidak ibu tidak akan setuju dengan keputusanmu itu Tora. Ibu tidak mau pokoknya kalian harus selalu bersatu mengurus anak kalian berdua jangan sampai anak ini kehilangan sosok ibu atau sosok ayah Ibu tidak mau anak kalian seperti Airin nantinya"
__ADS_1
"Jika kalian kekeh ingin bercerai ibu akan pergi dari kehidupan kalian berdua. Ibu tidak akan menganggap kalian lagi sebagai anak atau menantu ibu dan anak yang ada di kandungan Airin adalah cucu Ibu tidak akan mau, pokoknya Ibu tidak mau sampai kalian bercerai jika itu terjadi lupakan Ibu dan ibu akan pergi dari hidup kalian"