Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Pertengkaran Liam dan Zeline


__ADS_3

Pagi ini Zeline tak pergi lagi sepagi kemarin,biarlah kalau Liam menjemputnya dia kabur saja lewat pintu belakang.


Zeline pun keluar rumah untuk berangkat kekampus naik bis lagi, saat membuka pintu Zeline kaget sudah ada Liam dan Yuda yang menunggu dihalamannya. Yuda dan Liam sedang tatap tatapan dengan sengitnya.


Cepat-cepat Zeline menutup lagi pintunya dengan sangat perlahan sebelum mereka berdua sadar bahwa Zeline sudah keluar.


Saat akan melewati pintu belakang ada ibunya juga yang binggung kenapa anaknya pergi ke pintu belakang.


"Line kenapa kamu lewat pintu belakang " tanya ibunya.


"Ibu jangan berteriak, didepan ada kak Liam sama Yuda. Aku gamau bareng sama mereka, nanti kalau mereka tanya sama ibu bilang aja aku udah pergi dari tadi " minta Zeline


"Sebernya kamu punya masalah apa sama kedua laki-laki itu Line "


"Panjang banget bu ceritanya, nanti aku ceritain ya bu semuanya "


"Oke deh, sekarang kamu cepet berangkan nanti kesiangan " suruh ibunya.


"Iya bu, Zeline pergi ya Assalamualaikum" pamit Zeline


"Walaikumsalam nak "


Zeline pun membuka pintu belakang dan perlahan lahan keluar secara mengendap-endap seperti pencuri. Diintipnya oleh Zeline apa sudah usai tatap-tatapan mereka berdua ternyata belum, kaya yang pacaraan aja mereka itu.


Zeline pun pergi kehalte bis dan menunggunya, tak lama kemudian datang juga bisnya, Zeline tak kebagian tempat duduk jadi mau tak mau harus berdiri tak apa lah yang penting tak berurusan dengan kak Liam dan Yuda.


Sedangkan di halaman rumah Zeline, Liam dan Yuda masih menunggu Zeline belum ada yang mengalah sama sekali untuk pergi.


"Kenapa kau disini cepat pergi kekampus " titah Liam dengan suara yang dingin.


"Ya saya mau jemput Zeline. Bapak aja sana yang pergi ke kampus " balas Yuda dengan tatapan yang sama dinginnya.


"Kamu siapa memang pacarnya, suami main jemput-jemput Zeline saja"


"Saya calon pacaran Zeline kenapa "


"Enak saja, saya pacarnya Zeline jadi yang lebih berhak menjemput Zeline adalah saya, kamu baru jadi temennya aja udah so soan ngaku-ngaku calon pacarnya, tau rasa kalau nanti ditolak " marah Liam.


"Biarin aja, bapak kan sama Zeline juga masih pacaran, jadi kalau saya mau rebut Zeline ga masalah kan selagi kalian bukan suami istri "ucap Yuda dengan muka tengilnya.

__ADS_1


Liam yang mendengarnya naik pitam ditariknya baju Yuda dan ditonjoknya wajah Yuda, Yuda tak tinggal diam dia pun membalas pukulannya itu.


Ibu Zeline yang mendengar ada keributan cepat-cepat keluar rumah dan sangat kaget saat melihat Yuda dan pak dosen sedang berkelahi "hey stop-stop jangan berkelahi di rumah saya " ucap ibu Zeline sambil berteriak mencoba untuk memisahkan mereka.


Namun masih saja berlanjut perkelahian itu, ibu Zeline yang geram diambilnya selang dan disiramkan kepada mereka berdua.


Akhirnya mereka pun berhenti karna disiram oleh ibunya Zeline, mereka berdua menatap ibu Zeline yang dengan santainya masih menyiram mereka berdua memangnya mereka pohon disiram segala.


"Kalian ini saya bilang berhenti malah terus saja berkelahi ya jadi ibu siram aja " marah ibu Zeline


"Maaf bu saya membuat keributan dirumah ibu, Zeline udah berangkat belum bu " ucap Liam sambil menghampiri ibu Zeline dan salim pada ibunya Zeline, Yuda pun ikut-ikutan salam kepada ibunya Zeline.


"Zeline udah berangkat dari tadi, udah kalian pergi sana ke kampus bukannya disini" usir ibu Zeline.


Liam dan Yuda pun pergi dengan masih menatap dengan sengitnya.Ibu Zeline yang melihatnya sangat geram disiramnya lagi mereka berdua.


Akhirnya mereka berdua pergi juga, sampai pusing ibunya Zeline menghadapi kedua laki-laki itu.


***


Liam sampai dikampus cepat-cepat memasukki ruangannya untuk ganti pakaian , karna memang basah sekali seperti baru hujan-hujanan saja.


"Line ko kamu tadi ga ada dirumah sih padahal kan aku mau jemput kamu" ucap Yuda


"Oh ya kamu tadi kerumah Yud, maaf ya tadi aku berangkat pagi- pagi banget soalnya biar lebih tenang aja kalau udah sampai kampus kan " bohong Zeline.


"Tunggu sebentar, kalian udah baikan " sela Jo yang merasa aneh melihat Zeline dan Yuda menjadi seperti dulu lagi.


"Emang kita kenapa Jo " ucap Yuda malah balik nanya.


"Au ah pusing aku sama kalian berdua, btw baju lo kenapa basah Yud" tanya Jo.


"Oh ini disiram ibunya Zeline tadi gue sempet berantem sama dosen sombong itu loh tau kan yang kulitnya putih banget kaya vampire " cerita Yuda pada Zeline dan Jo.


Zeline dan Jo hanya tertawa terbahak-bahak mendengan Yuda dan Liam disiram oleh ibunya Zeline, pasti kalau mereka ada disana sangat asik melihat yang berantem dan disiram.


Zeline tiba-tiba memikirkan Liam pasti lebam-lebam deh mukanya Liam mendadak Zeline kwatir, tapi tidak dia tak mau lagi masuk jebakan Liam lagi.


Eh orangnya muncul juga yang lagi difikiran sama Zeline, memang hari ini adalah jadwal mengajar Liam dikelas Zeline.

__ADS_1


Zeline yang memang sedang menatap ke pintu malah menjadi bertatapan dengan Liam, tatapan Liam sangat menyeramkan kepada Zeline sangat dingin dan penuh kemarahan.


Cepat-cepat Zeline memutuskan tatapannya dan memilih menatap ke arah yang lain saja.


Liam selama pelajaran terus saja menatap Zeline tak mengalihkan tatapannya sama sekali.


Yuda yang melihat dosennya itu menatap terus pada Zeline tiba- tiba terfikir untuk membuat dosenya itu cemburu.


Berbaliknya Yuda kearah belakang ke arah kursi Zeline memang Yuda dan Zeline duduk dibarisan yang sama.


Yuda pun memegang tangan Zeline dan tiba-tiba saja mengusap kepala Zeline.


Zeline yang refleks langsung menarik tangannya dan mendongak melihat wajah Yuda. Yuda yang gemas melihat wajah Zeline yang lucu dengan pipi cubby nya lalu mencubitnya.


Zeline yang kesakitan lalu memanyunkan bibirnya. Yuda pun hanya menangapinya denga sebuah senyuman yang sangat tulus.


Liam yang melihatnya tiba-tiba mengebrak meja, ya semua muridnya kaget tiba-tiba saja liam seperti itu.


"jika ingin perpacaran jangan dikelas saya " marah Liam


Semua murid hanya menunduk saja termasuk Zeline namun tidak dengan Yuda dia malah tersenyum dan menatap balik Liam.


Selesai juga pelajaran Liam dan waktunya istirahat. Liam pun keluar dengan wajah yang kusut.


Zeline memasukan bukunya kedalam tas dan tanpa aba-aba Yuda menariknya entah mau kemana.


"Yud mau kemana ini " tanya Zeline yang binggung.


"Kita kekantin Line, kita makan yah " jawab Yuda dengan masih menarik Zeline.


Mereka berdua melewati Liam dengan santainya. Liam yang melihat Zeline di gandeng oleh laki-laki lain sangat murka.


Tiba-tiba ada jo yang melewatinya dipanggilnga Jo oleh Liam.


"Iya pak ada yang bisa saya bantu " binggung Jo yang dihentikan ditengah jalan padahal kan dia sudah lapar, namun jika nanti dia melegos takut-takut nanti nilainya dikurangi.


"Kamu tau kenapa Zeline menjadi seperti itu pada saya" ucap Liam langsung pada intinya.


"Kurang tau pak, coba bapak langsung tanya sama Zelinenya"jawab Jo berbohong dia tak mau Liam tau dari dia biar Zeline saja yang berbicara pada dosenya itu, memang dia yang memberi tahu Zeline mengenai Liam yang mengandeng perempuan lain, namun yang lebih berhak memberitahunya Zeline agar tak ada lagi masalah.

__ADS_1


__ADS_2