Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Gavin s Arogan


__ADS_3

"Mas ada masalah apa sampai kita harus buru-buru pulang"


"Maafkan aku sayang kita harus segera pulang ada sesuatu yang harus aku kerjakan, tadi itu Tora menelponku kau tahu sendiri kan bukan perempuan yang menelponku tapi. Tora dia memberitahuku perusahaanku sedikit bermasalah dan aku yang harus menangani semua sendiri. Makanya Tora tadi menelponku dan memberitahu aku semuanya tidak apa kan hari ini jadi gagal karena aku harus bekerja. Maafkan aku kembali aku tidak ada waktu untukmu"


"Ya aku mengerti mas asal kau selalu berbicara padaku tidak ada yang disembunyikan kembali, aku akan memaklumi semuanya kau bekerja untuk kami semua, makanya kau sangat sibuk . Aku mengerti tapi ingat jika ada apa-apa harus selalu hubungi aku. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan aku tidak mengetahuinya"


"Iya Sayang aku akan selalu berbicara padamu kau tenang saja ya ayo aku bantu kau turun"


"Iya mas "


Kembali Liam memangku istrinya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, disana sudah ada bi Sari dan juga Lucas yang tidur.


"Bi aku titip Zeline "


"Siap tuan tenang saja,"


Liam hanya mengangguk, lalu pergi keruang kerjanya yang ternyata sudah ada Tora diam berdiri disana.


"Jadi bagaimana "


"Ibunya bulan telah membuka kembali kasus anaknya karena menemukan sebuah buku diary Bulan dan mengetahui siapa orang yang waktu akan berkencan dengannya, saat di mana hari terakhir Bulan menghilang dan namamu tuan yang ada di sana. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang rencana apa yang harus kita buat"


"Sepertinya sangat menarik kau siapkan saja peralatannya dan aku akan melacak di mana rumahnya. Setelah itu kita akan melakukan aksi hebat kita di sana bagaimana. Apakah kau setuju denganku atau kau mempunyai rencana lain"


"Sepertinya untuk rencana tuan sudah bagus kita akan menemui mereka di rumahnya, kita lihat mereka akan tutup mulut atau ingin nyawanya saja yang digantikan dan ingin bertemu dengan anak mereka. Nantinya di sana apakah kita perlu membunuh semua keluarganya bahkan sanak-sanak saudaranya"


"Kita lihat saja nanti apakah kita perlu melenyapkan mereka"


"Baik tuan saya aka menyiapkan semuanya "


Tora langsung pergi meninggalkan Liam sendirian, Liam akan melacak semuanya, akan begitu mudah melacak rumah mereka, karena Bulan pernah mengirimkan alamat rumahnya padanya, dan juga ada di biodata Bulan tak susah meretas perusahaan tempat dia bekerja sangat gampang.


Setelah semuanya beres Liam pergi kekamarnya dan melihat istrinya yang tertidur bersama sang anak dan bi Sari tidur tepat tidur satunya, entah kenapa bi Sari tak pernah mau kalau disuruh tidur ditempat tidurnya saat dikamar dirinya dan sang istri katanya tak sopan, makannya Aku menyiapkan satu tempat tidur untuk bi Sari kalau menunggu istriku.


Liam mengambil kertas dan menuliskan sesuatu disana, setelah selesai Liam menyimpannya disamping bantal sang istri mengusap kepalanya sebentar dan mengecup keningnya tak lupa mengecup kening sang anak juga.


Setelah puas menatap wajah anak dan istrinya Liam langsung pergi membawa beberapa pakaian, masalahnya kalau tak diselesaikan sekarang bisa bisa namanya akan terbongkar dan istrinya pasti akan sangat marah dan bisa saja kan istrinya meninggalkannya untuk selamanya.


Sedangkan Tora sudah menunggu didalam mobil, Liam langsung masuk dan Tora langsung menjalankan mobilnya, namun saat digerbang Liam menyuruh Hamzah untuk mendekatinya.


"Siap tuan ada yang bisa saja bantu "


"Selama saya pergi jaga istri dan anak saya juga bu Sari, jangan sampai ada orang yang masuk rumah, dan perketat semua pengamanan jangan sampai terkecoh oleh apa pun "


"Siap tuan laksanakan "


Liam dan Tora langsung pergi dan Hamzah langsung berkeliling keluar rumah, dan malah bertemu dengan Andre "eh tuan Andre gimana kabarnya baik baik saja "


"Tentu aku baik sedang apa kau berkeliling diluar rumah "

__ADS_1


"Aku disuruh oleh tuan Liam untuk menjaga rumah, dan tak boleh sampai ada orang asing yang masuk, makannya aku mengelilingi dulu rumah maksudnya di luar rumah, takutnya ada orang yang mencurigakan "


"Memangnya Liam kemana, kenapa dia pergi bukannya Zeline sedang sakit "


"Saya juga tidak tau, tuan pergi bersama bos Tora dan kelihatannya seperti buru buru, mungkin ada pekerjaan yang harus mereka lakukan, jadi meninggalkan nyonya dan tuan dirumah, "


"Baiklah aku masuk dulu, terimakasih ya "


"Sama sama tuan "


Hamzah kembali berkeliling kembali, memantau sekitar, takut takut ada yang mencurigakan dan nanti kalau sampai kecolongan bosnya akan marah lagi.


**


Zeline tiba tiba saja terbangun dan melihat ada selembar kertas yang jatuh, Zeline mengambilnya dan membaca surat itu.


Sayang maafkan aku tiba-tiba saja pergi tanpa langsung berpamitan dengan mu, tadinya aku ingin langsung berpamitan padamu, tapi kau tertidur dan aku tidak tega membangunkan mu.


Jadi aku pergi sekarang ya bersama Tora, tenang saja aku akan baik-baik saja. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat dan pulang kepadamu lagi, mungkin beberapa hari tapi aku jamin tak akan sampai berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan.


Kalau aku sulit untuk dihubungi berarti aku sedang ada dalam pesawat. Aku pergi dulu ke Bali untuk mengurus pekerjaanku yang ada di sana, yang sekarang sedang kacau kau baik-baik di rumah dan selalu ingat jika ada orang asing ingin masuk ke rumah kau jangan perbolehkan dia, mau bagaimana keadaannya kau tidak boleh membiarkan dia masuk ke dalam rumah.


Aku mencintaimu sayang, tunggu aku pulang ya, aku tak akan lama janji.


Zeline menyimpan surat itu dilaci dan menatap foto suaminya "hati hati mas, kau harus sekalu hati hati diluar sana banyak sekali musuh mu, aku tak mau sampai terjadi apa apa dengan mu "


Dan tiba tiba saja ada yang membuka pintu kamarnya ternyata itu Jo, "Jo ada apa kenapa kau malam malam kemari "


"Ada apa dia ingin menemui ku "


"Entalah ayo aku bantu aku duduk di kursi roda "


Zeline mengangguk dan Jo langsung membantunya, mendudukan Zeline dikursi roda dan mendorongnya, Liam sudah membuatkan sebuah alat yang bisa membantunya untuk turun kebawah, seperti alat yang membuat kursi rodanya gampang untuk menuruni tangga, pokoknya sulit untuk dijelaskan.


Saat Zeline sudah muncul tiba tiba saja Gavin menghampirinya jongkok di hadapan Zeline dan memegang tangannya "apakah kau baik baik saja "


Hamzah yang ada disana langsung melepaskan pegangan Gavin "tuan tidak boleh memegang tangannya nyonya selain tuan Liam sendiri suaminya yang boleh memegangnya, jika ingin berbicara dengan nyonya silahkan anda duduk di sana dan nyonya biar di sini saja"


"Tapi aku temannya "


"Iya saya tahu anda teman Nyonya tapi tidak boleh terlalu dekat seperti itu, anda laki-laki jadi itu akan membuat tuan marah. Silakan duduk di sana atau saya akan memanggil kan anak buah saya yang lain dan mengusir anda dari rumah"


Gavin yang tidak mau di usir akhirnya duduk dan Zeline masih ditempat dengan Hamzah yang ada disampingnya.


"Apakah kau baik baik saja Line "


"Ya aku baik "


"Syukurlah aku sangat senang jika kau baik-baik saja, aku saat mendengar kau kecelakaan bersama Jo aku langsung panik dan ingin segera menemuimu, tapi kata Jo kau sedang dirawat di rumah sakit dan ternyata kau sudah pulang ya ,aku senang sekali kau sudah ada di rumahmu kembali dan tidak terlalu parah kan"

__ADS_1


"Tidak aku sudah baik-baik saja, jadi kau tak usah khawatir dengan keadaanku ,aku sudah sehat hanya tinggal kakiku saja masih sedikit sakit. makanya aku memakai kursi roda hanya untuk lebih memudahkanku saja karena suamiku yang memintanya"


"Baiklah kalau begitu di mana suamimu" sambil celingak celinguk mencari Liam


"Tuan ada di dalam sedang mengerjakan tugasnya di ruangannya. Apakah anda ingin bertemu dengan tuan saja " jawab Hamzah dia tak akan berbicara kalau tuan tidak ada yang ada laki laki ini akan makin berani pada nyonyanya.


"Aku tak bertanya padamu "


"Iya saya tahu tapi saya mewakili Nyonya untuk berbicara, sepertinya sudah cukup pembicaraan ini nyonya harus segera istirahat dan memulihkan dirinya kembali. Jadi silakan Anda pulang dan tak usah lama-lama di rumah ini"


Hamzah langsung mendorong kursi roda Zeline namun Cavin langsung memegang tangan Hamzah "aku belum selesai berbicara dengan Zeline "


"Ini sudah cukup larut untuk berbicara, lebih baik pulang saja ini sudah jam 10.00 malam, tidak baik seorang laki-laki ada di rumah seorang perempuan yang sudah ber suami, lebih baik anda pulang nanti takutnya malah ada fitnah yang bisa menjelek-jelekkan nama nyonya, jadi lebih baik anda pulang dan untuk Nona Jo mohon maaf tolong anda bawa pulang Tuan ini, saya tidak mau kalau nanti malah berkelahi dan membuat dia cedera jadi lebih baik anda membujuknya untuk pulang karena ini sudah larut malam, tidak baik kan bertamu ke rumah orang selarut ini "


Hamzah langsung menghentakan tangan itu dan kembali mendorong kursi rodanya nyonya sedangkan Riyan langsung memegang tangan Gavin "sudah jangan kau membuat ulah disini, kalau Liam keluar kau akan habis olehnya "


Gavin langsung melepaskan cekalan Riyan dan pergi begitu saja, " Sepertinya kita salah membawa dia ke rumah Liam, pasti dia akan bolak-balik ke sini dan mencari Zeline bagaimana ini baby "


"Entahlah sayang sepertinya Gavin sangat ingin memiliki Zeline dan apapun caranya dia pasti akan melakukannya, kita harus lebih hati-hati dan nanti jika dia kekeh ingin ke rumah ini lagi dan meminta tolong padamu untuk ke sini, kau jangan mau kau tolak saja dengan berbagai alasan, jangan sampai membuat tuan rumah di sini marah pada kita . Aku tidak mau sampai ada urusan dengan Liam kau tahu kan urusan dengan dia berarti kita siap dengan nyawa kita yang akan hilang"


"Iya bener kamu baby karena aku kesal dengan dia dari tadi di rumah ngoceh terus pengen ketemu sama Zeline, Ya udah aku akhirnya mau-mau aja antar dia ke sini. Karena kan dia bilangnya cuman mau bicara aja baik-baik nanyain keadaan Zeline gitu, makanya aku iyain aja. Ya udah yuk pulang takutnya nanti Hamzah marah lagi, kayaknya dia emang ditugasin sama pak dosen untuk jaga Zeline dengan ketat, karena sepertinya dia gaak ada di rumah deh. Kalau misalnya pak dosen ada di rumah pasti dia yang turun, tadi juga saat aku masuk ke dalam kamarnya cuman ada Zelin Lucas dan bi Sari saja "


"Yaudah yu sayang ini udah malem bener kata Hamzah ini udah malam gak baik dirumah orang "


Mereka berdua langsung kelaue dan pergi dari rumah Zeline serta Liam.


**


Zeline sudah duduk kembali ditempat tidur di bantu bi Sari yang terbangun tadi " sepertinya temanmu itu Nyonya sangat berbahaya aku harus memperketat wilayah di sini supaya orang itu tak bisa masuk ke sini, dia sangat nekat orangnya. Aku tidak yakin kalau ada Tuan pasti dia sudah habis deh "


"Ya Hamzah aku pun tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja ingin diantar kemari, dia bukan temanku kita baru ketemu beberapa hari yang lalu dan Jo mengenalkanku pada dia, dia ingin berkenalan denganku. Aku sama sekali tak mengenalnya dari awal cuman baru saja mengenalnya dan dia sudah berani begitu padaku"


"Baiklah kalau begitu Nyonya saya akan memperketat lagi penjagaan di rumah ini. Bahkan jika ada orang itu akan masuk lagi saya tidak akan memperbolehkannya untuk masuk ke rumah dan menyentuh Nyonya tenang saja saya akan menjaga semuanya sebelum tuan pulang dan akan meng_ sudahlah nyonya saya permisi dulu "


"Baik terimakasih Hamzah "


"Sama sama nyonya "


Setelah keluar dari kamar nyonyanya Hamzah memukul bibirnya "untung saja tidak cepelosan, kalau sampai keceplosan bisa bisa ni bibir di elas sama tuan "


Kembali lagi pada Zeline yang dibantu oleh bi Sari untuk menganti pakaiannya mengunakan pakaian tidur dan juga bi Sari membawakan beberapa buah buahan untuk nyonya ya, takut nanti lapar dan juga tak lupa air minum.


**


"Sialan anak buah itu, sudah berani-beraninya mengusirku dari sana. Padahal aku belum selesai berbicara dengan Zeline. Kenapa dia tiba-tiba membawanya sungguh tidak sopan lihat saja aku akan datang lagi ke rumah itu dan mengganggunya"


"Aku tak akan melepaskan begitu saja Zeline aku tak akan pernah melepaskannya lihat saja aku akan meneror mereka semua terutama pesuruhnya itu yang son berkuasa, awas saja aku akan datang kembali dan kembali tak akan aku biarkan mereka menang "


"Zeline tunggu aku ya, aku akan membawa mu dari rumah neraka yang penuh sekali aturan itu, aku akan membuatmu bahagia dan sangat bahagia tak seperti ini yang terkekang oleh anak buahmu yang tak tau diri itu "

__ADS_1


Gavin terus saja menekan pedal gasnya dan makin membawa lebih kencang lagi mobilnya, amarahnya sudah di ubun ubun dan tak tau harus meluapkannya pada siapa, harusnya ini diluapkan pada orang songong tadi, orang menyebalkan tadi, tak mungkin kan kalau harus pulang lagi kesana.


__ADS_2