
Jo pagi-pagi sekali sudah ada di kantor, dia memang tadi berangkatnya sama Riyan, jadi mau tak mau dia harus sudah ada di dalam kantor. Karena Riyan ada sesuatu yang perlu dia kerjakan.
Sekarang Riyan akan selalu menjemput dan mengantarnya bekerja, jadi katanya biar mereka selalu menghabiskan waktu berdua.
Saat Jo sedang fokus-fokusnya mengerjakan tugasnya, tiba-tiba saja ada yang menggebrak mejanya "Cie yang udah bulan madu nih. Yang udah belah ketupat gimana nih rasanya" tanya Andre yang baru saja datang bersama Liam
"Apaan sih Kakak aku itu bukan belah ketupat tahu. Emang aku apaan "
" Ya elah sensi banget sih yang udah rasain gitu-gituan. Gimana rasanya enak nggak "
" Kakak makin nyebelin ya, nggak suka pokoknya Kakak jangan bilang kayak gitu lagi jangan goda goda aku lagi "
"Udah udah ayo Andre kita masuk ke dalam ruangan, jangan ganggu pengantin baru kasian kalau mukanya makin merah kayak tomat "
"Ih kalian berdua makin nyebelin ya"
Andre dan juga Liam sama sekali tak peduli dia langsung masuk ke dalam ruangan, tiba-tiba saja datang Chiko dan juga asistennya, siapa lagi kalau bukan Dini " Selamat pagi Jo Liam ada di dalam ruanganya "
"Pagi , ada kok pak dosen udah didalam sama Kak Andre , Ayo saya antarkan ke dalam "
Segera bergegas keluar dari tempatnya dan mengetuk pintu ruangan Pak dosennya "Maaf pak saya mengganggu ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak"
"Baik suruh dia masuk "
Chiko juga Dini segera masuk ke ruangan Liam," Hei Chiko gimana kabarnya baik"
"Iya baik gini-gini aja gue Liam gimana kabar lo baik juga kan"
"Baik kok liat gue, baik baik aja kan sehat"
" Oh ya ini perkenalkan Dini asisten gue, jadi kapan nih kita bakal meeting"
Saat Dini akan menyalaminya, Liam segera mengangkat tangannya" tak usah kau bersalaman denganku. Aku sudah tahu Kak dini dan aku Liam jadi tidak usah bersalaman "
Dini dengan muka yang sudah merah segera menarik tangannya kembali, dan menganggukkan kepalanya.
"Yah kita mulai saja di sini sekarang ya, tidak apa-apa kan Andre ayo cepet gabung"
andre dengan cepat segera mendekati mereka dan duduk bersama-sama, lalu membahas tentang proyek yang mereka garap bersama-sama.
**
"Bos pak Liam itu kenapa yah dingin banget. Padahal kan saya cuman pengen salaman aja . Tapi dia nggak mau. Tapi kayaknya dia itu baik ya ganteng berwibawa. Saya suka deh sama dia"
"Dini dia itu sudah punya istri, dan dia sangat setia pada istrinya. Kamu jangan coba-coba dekati dia atau nyawa kamu melayang, kamu tahu istri Liam adalah sahabatnya Jovanka"
"Apa sih pak kok sampai bawa-bawa nyawa lebay banget , sahabatnya perempuan galak itu ya. Bagus dong aku bisa balas dendam nih sama temennya aku rebut aja suaminya "
"Kamu mau rebut Liam dari istrinya, kamu udah gila dia gak akan mau sama kamu, istrinya lebih cantik, Liam itu tidak akan mudah tergoda oleh wanita mana pun dia sangat setia pada istrinya, hanya istrinya saja yang bisa menaklukan Liam tak ada yang lain "
"Baik pak , saya akan buktikan kalau saya bisa menaklukan Liam dan menjadikan dia suami saya dan melupakan istrinya yang menurut Bapak itu cantik dan segalanya "
"Baiklah kalau kau kehilangan nyawa mu, jangan menyesalinya. Aku sudah memberitahu kau. Liam itu bukan laki-laki sembarangan "
"Yayaya gurauan bapak itu sangat bagus sekali"
__ADS_1
Chiko hanya memutar bola matanya dan kembali melajukan mobilnya, biarlah dia tidak mau mendengarkannya. Maka dirinya takkan menghalang-halangi nya lagi biar dia tahu rasa bagaimana mendekati Liam.
**
Dini yang sudah ada di rumah, tiba-tiba saja teringat dengan Liam dia juga sudah punya nomor pribadi Liam dari Bosnya itu, dari siapa lagi kan. Dengan cepat Dini mencoba menghubungi Liam dan diangkat.
" Halo ini dengan siapa" jawab Liam dengan Ketus
" Halo pak Liam ini saya Dini asistennya pak Chiko "
"Ya ada perlu apa kau menghubungiku, Apakah ada data yang ketinggalan atau perlu kau minta. Kenapa tidak pada Andre saja kenapa harus padaku "
"Tidak tidak bukan itu Pak, saya menelpon Bapak karena saya ingin lebih dekat dengan bapak. Apakah bapak berkenan hari ini untuk makan malam bersama saya. Saya saat melihat Bapak sudah suka, saya tahu kok Bapak udah punya istri, tapi saya mau kok jadi yang kedua . Gimana Bapak mau nggak makan malam pertama sama saya, coba dulu aja pasti Bapak seneng deh "
"Oh begitu ya, jadi kamu perempuan murahan dan mau melakukan apa pun untuk saya "
"Saya tidak murahan Pak, saya hanya ingin lebih dekat dengan bapak dan menjadi perempuan kedua, yang Bapak cintai. Saya tidak akan menuntut apa-apa pada bapak dan saya akan melakukan apapun yang Bapak perintah saya mau Pak "
"Baiklah jika kau memang ingin dekat dengan saya dan ingin melakukan apapun perintah dari saya. Saya akan send lock tempat di mana kita ketemu. Pakailah baju yang cantik dan kita akan bersenang-senang nanti"
Sambungan pun terputus "Tuh kan apa kata gue gak akan ada satupun laki-laki yang bisa tolak pesona gue pokoknya sekarang harus siap-siap, lihat aja Jo gue akan hancurin temen lo karena lo macam-macam sama gue "
***
"Siapa sih Liam serius amat lu tanggepin nya"
"Biasa cewek murahan lu tahu Dini sekretarisnya Chiko yang tadi, Dia ngajak gue ketemu dan dia nawarin dirinya buat jadi simpanan gue, gila aja gue mau sama dia istri gue lebih cantik dan gue nggak akan mungkin kan khianatin istri gue sendiri gila aja tuh perempuan, liat aja gue udah jijik sama tu perempuan "
"Jangan bilang lo bakalan bunuh dia "
"Loh ko lo tau, emang ya lo itu sahabat terbaik gue dan lo tahu apa yang akan gue lakuin. Dan gue punya tugas buat loh, tugas yang sangat spesial, "
"Tenang aja tugasnya bukan itu kok, lo buat alasan sama istri gue jangan lu bilang gue bunuh orang. lo kan pintar mencari alasan lo bilang sama dia kalau gue ada apa gitu, lo bantuain lah. Kan mumpung ada mangsa yang deketin gue kenapa enggak kan"
"Ya gue harus bilang apa sama Zeline, gimana kalo dia curiga jangan macam-macam deh gue nggak mau ah kalau bohong sama Zeline . Gimana kalau nanti dia tahu dah marah sama gue Gue nggak tanggung"
"Gak akam istri gue baik, kalau dia marah sama lo nanti gue yang jelasin tenang aja gak usah takut. gue yang hendel lo cuman ngelindungi gue sebentar "
"Ya udah ya udah Iya sana pergi jangan sampai ketauan ya, dan buat gue dimarahi sama Zeline."
"Ia iya gue bakal beresin semuanya dengan sangat rapi, tanpa ada yang tahu siapa pun. Dengan biasa gue akan menghancurkan tubuh itu kalau perlu dikasih lagi tuh sama anjing anjing gue yang udah kelaperan nunggu mangsa gue yang enggak datang-datang, dan sekarang malah datang sendiri kan orangnya"
"Iya iya udah sana, gue mau pulang dan gue mau cari alasan buat jelasin ke Zeline "
Andre segera masuk ke dalam mobil dan Liam pun masuk kedalam mobilnya pergi dengan arah yang berbeda.
"Apa yah yang harus gue jelasin sama Zeline, apa gue harus berbohong lagi sama istrinya Liam, tapi kalau gue nggak turutin Liam bisa bisa dia ngamuk lagi sama gue. Ya udah deh kalau udah di sana gue bilang apa aja gitu lah sama Zeline, semoga aja dia percaya ya. Dan gak curiga sama gue Liam ini kadang kadang suka ada ada aja deh, kalo ada mangsa sedikit langsung dimangsa dasar predator "
Andre pun sudah sampai di depan rumah Lian, dia menghembuskan nafasnya terlebih dahulu, lalu masuk ke dalam rumah dan benar saja kan istrinya Liam sudah ada di depan bersama anaknya Lucas.
Mereka pasti menunggu kedatangan Ayah Kopet nya, dengan berani Andre segera menghampiri Zeline "kak mas Liam mana kok sendirian."
"Gini lo Line, dia ada kerjaan lain dan mengharuskan dia untuk lembur, tadi dia udah bilang sama gue buat bilang sama lo, katanya jangan hubungi dia dulu soalnya lagi banyak kerjaan, nanti paling dia pulang agak malam, tenang aja dia enggak akan selingkuh kok. dia kan laki-laki dingin mana ada perempuan yang mau sama dia, lo aja yang mau sama dia . Jadi lo tenang aja ya sahabat gue itu baik dan nggak akan mungkin ngelakuin itu sama lo , udah udah kalian berdua masuk masuk Jangan tunggu Liam, dia pasti malam pulangnya mendingan tunggunya di kamar aja sambil bobok bobok"
"Nyerocos aja kak nggak punya rem ya kak, tenang aja aku percaya kok sama suami aku, dia nggak akan mungkin selingkuh, aku nggak akan curiga sama dia, benar ya dia lembur bukan bunuh orang "
__ADS_1
" Iya bener kok lembur. Masa sih Liam bunuh orang lagi tenang aja dia udah berubah 0%"
"Kok berubahan 0% persen seharusnya 100% dong kak, jadi yang sebenarnya Liam itu ke mana, dia bunuh orang atau lagi ngerjain tugas kantornya"
"Nggak kok gua keceplosan salah maksudnya 100% beda dikit kenapa sih Line, udah udah masuk rumah masuk rumah mau magrib mau maghrib nggak baik magrib magrib Diluar. Ayo masuk masuk masuk"
"Iya cerewet banget sih Kak, hari ini kayaknya Kakak Cerewet banget sih lagi nyembunyiin apa sih Kak. Ayo jujur sama Zeline apa sih yang kalian berdua sembunyikan "
"Enggak ada Line enggak ada yang disembunyiin, apa sih kamu nggak percaya sama Kakak, udah sana masuk kamar," nggak baik maghrib di luar rumah"
Zeline tanpa menjawab segera masuk dan meninggalkan Andre di luar sendiri "untung aja nggak ketahuan kalau nggak abis gue di digebukin sama Zeline"
**
Sedangkan Dini sekarang sedang menuju alamat yang Liam kirim kepadanya "Kok hutan semua ya bener nggak sih Liam kirim Sherlock nya apa dia mau kasih gue kejutan ya. Ya udah deh nggak apa-apa ikutin dulu aja siapa tahu kan dia kasih kejutan yang nggak akan pernah gue tahu"
Dini dengan pedenya terus saja menjalankan mobilnya, namun tiba-tiba mobilnya berhenti begitu saja "Kenapa sih sama mobil ini tadi baik-baik aja kok sekarang jadi mogok "
Dinii segera keluar dari dalam mobilnya dan berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh handphone-nya, namun di depannya tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki. Entahlah tapi dia memakai topeng dengan memakai jas lengkap dan sepatu pantofel membawa pemukul baseball kearahnya.
Dini yang takut segera berlari sekencang-kencangnya dan orang itu pula sama berlari mengikuti kemana Dini pergi.
"Tolong tolong tolong saya tolong" teriak Dini dengan kaki yang sudah lelah, namun sama sekali tak ada yang menolongnya, karena ini ya hutan, mana ada orang yang lewat hutan seperti ini. Malam malam lagi.
Orang itu dari belakang sudah mengayunkan tongkat baseball nya dan duk duk, orang itu memukulnyannya kekepala Dini, sampai Dini tak sadarkan diri, orang itu segera membawa Dini kedalam sebuah rumah.
Lalu orang itu mengikat Dini di sebuah kursi, membiarkan Dini siuman dan dirinya menyiapkan alat alat untuk mengeksekusi Dini, menjadi serpihan serpihan daging yang akan menjadi santapan anjingnya.
Tiba-tiba saja Dini terbangun dan melihat ke sekeliling "anda siapa kau sebenarnya siapa apa yang ingin ka lakukan padaku"
Orang itu segera membuka topengnya, dan Dini saat melihat orang itu sangat syok, tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
"Jadi bapak yang memukul saya tadi, apa yang bapak inginkan dari saya, kenapa bapak melakukan ini pada saya"
"Bukannya tadi kamu yang menawarkan pada saya, kalau kamu akan melakukan apa saja yang saya inginkan. Dan sekarang saya ingin nyawa kamu. Kamu sudah berjanji akan memberikannya, jadi saya akan melakukannya apa yang saya inginkan . Kamu jangan menangis ya nanti saat nuawa kamu sudah tidak bisa kamu miliki lagi. Ini kemauan kamu sendiri"
"Bapak tega akan melakukan itu kepada saya, bukannya bapak bilang kan kalau saya adalah perempuan kedua Bapak, kenapa bapak bisa ngelakuin ini sama saya"
"Kapan saya bilang itu, kamu sendiri kan yang menawarkan pada saya. Mana Sudi saya menjadikan kamu istri kedua saya atau perempuan simpanan saya. Saya tak akan mungkin menghianati istri saya sendiri, saya bukan laki-laki murahan yang dapat kamu rayu dengan rayuan murahan kamu itu. Saya akan membunuh setiap wanita yang berani merayu saya dan akan menyakiti istri saya dan itu kamu. Saya akan membunuh kamu karena kamu sudah berani merayu saya dan sudah berani akan menyakiti hati istri saya"
"Bapak gila yah kalau memang tidak suka dengan saya, jangan seperti ini bapak tolak saya "
"Perempuan sepertimu tidak akan mungkin menyerah, kau juga kan yang telah menghancurkan rumah tangga Jo,aku tahu kau wanita tidak benar. Carilah suami yang bukan suami orang lain apa kau tidak laku sampai kau ingin pada suami orang lain"
"Sudahlah aku lelah berbincang-bincang denganmu, Sekarang aku ingin melakukan sesuatu yang aku inginkan "
"Jangan lakuin apa-apa sama saya pak, saya mohon saya janji gak akan lakuin hal ini "
Namun Liam sama sekali tak mendengarnya dia langsung mengambil palunya dan melayangkan nya ke kepala Dini beberapa. Lalu mengambil pisau kesayangannya dia menusuk-nusuk kan pisau itu ke area perut ini.
" Bapak sungguh jahat " setelah mengatakan itu Dini menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sudah tau aku jahat kamu masih saja mendekatiku Dini, ada-ada saja kau ini dasar wanita tak tahu diri, untung saja aku tak memutilasi mu hidup "
Liam segera mengistirahatkan dahulu dirinya, ternyata cukup melelahkan melakukan ini kembali, melakukan pembunuhan pembunuhan kembali, tapi menyenangkan meskipun Dini langsung meninggal , cukup menghibur untuk dirinya.
__ADS_1
Liam yang teringat anak dan istrinya segera saja mengangkat Dini dan memberikannya pada anjing-anjingnya yang sudah kelaparan itu, tanpa motong-motong nya terlebih dahulu.
Karena percuma nanti juga habis oleh anjing-anjingnya ini jadi sekarang tinggal menghilangkan jejak mobil Dini, jangan sampai ada yang tahu kalau Dini ini dihabisi oleh Nya.