Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Semuanya sudah terlambat


__ADS_3

"Maaf paman semua sudah terlambat, hatiku sekarang tertutup untuk paman,, sekarang aku akan melupakan paman, paman pun begitu belajar untuk melupakan aku, semua sudah terlambat, hatiku terlanjur sakit dengan semua sikap paman dan juga kata kata paman yang lontarkan padaku"


Syifa segera berjalan kearah Nabil, mengenggam tangan Nabil dengan erat, dia tak mau melihat kembali kebelakamg, melihat wajah memelas paman Andre yang bisa hatinya kembali goyah.


Dan malah membuatnya akan mengejar paman Andre lagi itu pasti adalah sebuah keputusan yang sangat bodoh kalau sampai terjadi kembali.


Andre yang memang tak bisa masuk hanya bisa berteriak memangil manggil nama Syifa namun semuanya sudah terlambat Syifa sudah pergi.


Akhirnya Andre pun pergi dengan penyesalannya yang begitu dalam dan sangat menyakitkan. Dirinya sungguh terlambat, seharusnya dirinya jangan sampai menyia-nyiakan apa yang sudah Syifa berikan padannya, sebuah cinta tulus untuk dirinya.


***


Jo yang masih dikamar Asa segera mengetuk pintu kamar mandi "kak, apa kakak tak apa, ini sudah cukup lama kakak didalam kamar, apa tak dingin kak "


"Aku baik-baik saja, kakak minta maaf banget tolong tinggalin kakak sendirian disini, kakak ingin menenangkan diri kakak dulu ya, biarin kakak merenungi semua kesalahan yang telah kakak buat "


"Baiklah tapi kakak jangan sampai melakukan hal yang aneh aneh ya , aku sungguh sangat khawatir sekali dengan keadaan kakak yang didalam kamar mandi sendirian dengan keadaan seperti ini"


"Tentu tenang saja, aku tak akan melakukan apa apa "


Jo segera keluar kamar Asa dan menuju keruang tengah disana ada Zeline dan juga Liam serta tak lupa baby Lucas. Yang sekarang harus selalu ada disamping mereka berdua.


"Line boleh aku gendong Lucas gak , aku penasaran banget pengen gendong baby "


"Boleh Jo, apa sih yang engga buat kamu, apapun boleh"


Segera Zeline mengajarkan Jo untuk mengais Lucas dengan benar dan Lucas di pangku oleh Jo sama sekali tak menangis malah nyaman-nyaman saja.


"Liat lah mas, anak mu ini tau saja wanita cantik "


"Iya dong siapa dulu ayahnya "


"Kamu ini mas, awas aja ya kalau kamu main gila di belakang aku "


"Gak akan sayang, kamu percaya sama aku " sambil mencium pipi istrinya.


"Bisa tidak ya dikondisikan mesra mesraannya jangan dihadapanku " sindir Jo.

__ADS_1


"Gapapa dong Jo, kamu kan ada Lucas " celetuk Zeline


"Heheh lupa aku punya yang lebih ganteng nih "


Namun tiba-tiba ada seorang pelayan yang menghampiri mereka "maaf tuan saya menganggu diluar ada tamu "


"Baik suruh dia masuk kemari ya "


"Baik tuan "


Tamu segera masuk menampilkan Yuda dan juga ayahnya, Zeline segera menatap Jo dan menatapnya sambil menyuruh Jo membawa Lucas bersamanya.


Dengan patuh Jo segera mengangguk dan membawa Lucas kekamarnya bersama dirinya, sebelum naik keatas Jo berpapasan dengan kedua orang tua Zeline yang pastinya akan pergi keruang tamu.


"Kamu mau kemana Jo "tanya ibunya Zeline.


"Mau kekamar Lucas tante, didepan lagi ada tamu"


"Siapa Jo " tanya ayah Zeline


"Yuda om "


**


"Silahkan duduk" ucap Liam mempersilahkan.


"Bi tolong ambilkan minum dan juga cemilan ya "perintah Zeline.


"Baik Nyonya "


"Terimakasih "


"Sama sama Nyonya "


"Ada perlu apa kau kesini " tanya ayah Zeline dengan marah.


"Yahh" ucap Zeline menenangkan , segera ayah Zeline dan juga ibunya duduk berhadapan dengan Yuda dan Juga ayahnya.

__ADS_1


"Mohon maaf bila saya kemari menganggu kalian, pertama-tama saya kemari ingin meminta maaf langsung pada Zeline atas semua prilaku saja dimasa dulu, maafkan saya yang sudah gegabah telah melakukan sesuatu yang tak pantas pada Zeline, saya sangat menyesalin atas tindakan kriminal saya. Saya memohon maaf pada seluruh keluarga atas kelakuan yang sudah saya lakukan" ucap Yuda.


"Bukan tak pantas lagi itu sudah sangat memalukan, jika kau menyadari itu" jawab Ayah Zeline.


"Yah biar Zeline yang berbicara "


"Aku memafkan mu Yud, aku memafkan semua tentang kesalahan kamu padaku dulu, aku tau kamu melakukan itu karena hanya obsesi semata padaku, aku tak akan menyalahkan kamu lagi, aku ingin berdamai dengan masa lalu dan dengan diriku juga. Aku tak mau mempunyai musuh atau pun memendam sebuah dendam yang tak mungkin ada habisnya. Jadi untuk membuat hidupku lebih tenang, aku memaafkanmu, asal kau tak melakukan hal yang sama kembali"


"Dan aku juga ingin meminta maaf atas kesalah kakak ku padamu, mungkin bila kakak ku tak dendam karena masalu ku denganmu mungkun sekarang udah sembuh, maafkan kakak ku yang sudah bertindak gegabah padamu karena dendam atas sikap mu padaku, aku mewakilinya untuk meminta maaf yang sebesar besarnya karena awal dendam itu ada pada ku "


"Apa yang kau katakan nak " tanya ayah Zeline.


"Nanti akan aku jelaskan semuanya yah, sekarang ayah dengarkan saja semuanya ya"


"Terimakasih kamu sudah memaafkanku dengan sangat baik dan tak melaporkan ku kepolisi atas tindak kejahatanku, aku sangat berterimakasih kembali, untuk masalah Asa, masalah istriku aku tak masalah, aku mengerti mana ada kakak yang akan diam saja jika adiknya disakiti oleh seseorang. Aku memaafkannya, aku tak marah sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh istriku "


"Apa maksud istri, Asa kapan menikah, kenapa kau mengaku-ngaku sudah menikah dengan Asa "


"Maaf om, saya dengan Asa memang sudah menikah, maafkan kami sekeluarga karena tak mengundang kalian "


"Dan maksud saya yang kedua kesini untuk menjemput istri saya Asa pulang, apakah boleh saya membawa istri saya pulang kembali "


"Tentu boleh Yud, kenapa kami melarangnya, kau adalah suami Asa jadi berhak atas kehidupan Asa " jawab Liam


"Sebentar akan aku panggilkan dulu kak Asa aya " Zeline segera pergi untuk menyusul kakaknya.


Pasti kakaknya akan senang mendapati kabar kalau suaminya datang kesini untuk menjemputnya, siapa sih yang gak seneng suaminya datang menjemput.


**


Sedangkan Asa sekarang sedang menyalakan air dan mengisinya sampai penuh ke beathub, Asa segera memecahkan kaca, lalu mengambil serpihan yang paling besar.


Merendam dirinya didama beathub, "selamat tinggal semuanya maafkan aku yang sudah mengecewakan kalian semua, aku lebih baik mati saja dari pada hidup namun membuat kalian susah, terimakasih atas semua kasih sayang yang kalian beri padaku, aku sangat bersyukur memiliki keluarga seperti kalian "


Asa sera mengoreskan kaca itu kenadi ditangannya dan diam sambil tersenyum senang, membiarkan darahnya mengucur begitu saja.


Zeline yang sudah ada didalam kamar kakaknya segera mencarinya kesetiap sudut "kakak dimana kak " teriak Zeline, namun dirinya nendengar suara air mengucur dengan segera Zeline mengecek kamar mandi yang memang sama sekali tak di kunci.

__ADS_1


Saat Zeline membukannya Zeline langsung berteriak histeris "akhhhh mas tolong mas " teriak Zeline dengan sekuat tenaga, dirinya langsung menghampiri kakaknya yang hanya tersenyum padanya dan pandangan kakaknya sudah mulai buram.


__ADS_2