
Sekarang semuanya sudah ada dirumah dan juga Asa dan Yuda beserta ayahnya akan tinggal disini dulu dan besok akan pulang kerumah mereka yang dibandung.
Katanya udah gak sabar pengen pulang kebandung, apalagi ayah Yuda yang harus bekerja dan tak bisa cuti lama lama masa iya bos banyak cutinya.
Zeline sekarang sedang didapur untuk menyiapkan air hangat untuk membuat kopi suaminya. Namun tiba-tiba Liam sudah ada dibelakanya dan memeluknya sambil menciumi wajah dan juga kupingnya.
Zeline yang melihat air sudah mendidih segera mematikan kompornya dan membalikan badannya kearah suaminya.
"Ada apa mas "
Bukannya menjawab Liam malah memangku istrinya dan membaringkannya dikursi panjang dekat dapur menindih nya dan langsung saja melahap bibir munyil yang selalu membuatnya candu.
Zeline yang tau situasi segera mendorong dada suaminya "mas ini bukan dikamar gimana kalau ada yang melihatnya "
"Gak papa kitakan suami istri jadi gak masalah mau melakukan apa-apa, kamu jangan takut dong sayang, mumpung sepi, ini kan udah malem pasti udah pada tidur "
"Kan disini bukan kita aja yang tinggal mas banyak orang gimana kalau ada yang tiba-tiba bangun coba" tegur Zeline.
"Gak liat beneran aku gak liat kok Line, sumpah gak liat sama sekali apa yang kalian lakukan, permisi aku pergi dulu "sambil menutup kedua matanya oleh tangannya, Jo segera pergi namun baru juga beberapa langkah kepalanga malah kepentok.
Jo segera berlari kekamarnya untuk segera mencuci matanya yang sudah melihat adegan yang selalu ada di drama-drama. Romantis banget, tapi dia belum bisa melakukan itu karena belum menikah.
"Tuhkan mas apa kataku ada yang lihatkan, kamu sih gak percayaan sama aku, malukan sana Jo, gimana kalau ayah atau ibu yang mergokin kita " Zeline segera bangkit lalu meninggalkan Liam sendirian..
"Eh eh sayang mau kemana, yang tadi gimana syaang , cek padalah biarin aja Jo aja santai santai aja kok sayang, gak papa dong kalau ketaun sama ayah dan ibu pasti mereka maklum"
"Tau ah, kamu sana bikin kopi sendiri aja, aku kesel sama kamu , nyebelin tau gak kamu tuh"
Akhirnya Liam malah mengikuti istrinya dan melupakan tentang kopinya. Sungguh belum siap dirinya didiamkan oleh istri tercinta. lebih baik tak jadi minum kopi dari pada di diamkan semalaman tak akan kuat dirinya ini.
Saat membuka pintu pemandangan yang dirinya lihat adalah istrinya sedang tertidur membelakanginya. Dengan cepat Liam segera naik ketempat tidur memeluknya dari belakang sambil membalikan badan istrinya yang sedang berpura-pura tertidur.
"Sayang jangan pura pura tertidur aku tau kamu tak tidur kok, masa iya tidur bulu matanya gerak gerak "
Zeline dengan segera membuka kedua matanya, Liam pula segera menyambar kembali bibir itu dengan rakus menyalurkan semua hasratnya. Yang ingin sekali dikeluarkan.
Liam yang sudah menjelajah kemana-mana segera dihentikan oleh Zeline sang istri..
"Mas jangan, aku masih belum bisa tunggulah sebentar lagi sayang"
"Aku lupa sayang, maaf aku akan menunggunya sayang, saat itu sudah selesai kau akan habis oleh ku sayang " Liam segera bangkit lalu pergi kelemari mangambil pakain tidurnya dan memakainya dihadapan istrinya yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
Liam segera menutup wajah istrinya dan kembali berbaring, menghadap istrinya "kenapa kau menatapku seperti itu sayang "
"Sudah lama aku tak melihatmu bertelanjang dada"
"Apakah kau mau lagi "
"Tidak yang tadi saja sudah cukup mas " Zeline segera menyembunyikan wajahnya didalam ketiak suaminya.
Setelah cukup lama Zeline segera menongolkan kembali kepalanya sambil tersenyum "tadi marah sekarang senyum senyum " sindir suaminya.
"Terus kamu maunya gimana mas, apa kamu mau aku terus cemberut , terus mau aku dieminin sampai pagi "
"Jangan sayang, udah gini aja kamunya senyum ya aku suka banget"
"Iya mas, mas sekarang gimana ya keadaannya sahabat kamu Andre, apa kamu gak khawatir sama dia "
"Entahlah sayang, biarkan saja dia, biar dia merenungkan semua kesalahannya, suruh siapa dia tak mendengarkanku, aku sudah menasehatinya tapi dia malah membantahku terus menerus dan sekarang karmannya yang harus dia bayar atas semua sikap dia pada Syifa"
"Tapi kamu besok harus minta maaf ya mas, aku gak mau kamu sama kak Andre malah jadi musuhan, kamu harus selalu temenin dia jangan buat dia merasa sendirian, sekarangkan Syifa udah sama kam Andre lagi nah kamu sebagai sahabatnya harus mendukungnya dan menyemangatinya kembali"
"Iya sayang pasti aku besok minta maaf , aku juga merasa sangat bersalah sekali atas sikapku yang sudah menghajar dia sampai babak belur, aku sungguh emosi sayang"
"Yaudah sekarang bobo dulu yu mas "
"Ayo sayangku "
Baru saja mereka berdua memejamkan kedua matanya kembali dibuka karena anaknya Lucas menangis, dengan cepat mereka segera berlari kekamar Lucas.
Zeline yang sampai duluan segera memangkunya namun Lucas sama sekali tak berhenti menangis.
"Sini sayang biar aku yang memangkunya "
Dan benar saja, langsung diam Lucas di pangku oleh sang papih.
"Loh kok diem sih mas "
"Ya iyalah siapa lagi dong papihnya Liam gitu "
"Sini biar sama aku aja mas "
Segera Zeline mengambilnya belum juga sampai dipangku oleh Zeline, baby Lucas sudah menagis lagi dan Liam kembali mengambilnya, Lucas pun kembali diam.
"Kok gak mau sama aku mas "
"Berarti Lucas pengen sama papihnya syaang "
"Yaudah sama kamu aja sampai dia tidur "
__ADS_1
Liam terus saja menimang-nimang anaknya sampai dirinya mengantuk "sekarang apa boleh ditidurkan sayang, tanganku pegal "
"Coba saja mas "
Namun belum juga sampai ditidurkan Lucas sudah menangis kembali "Ya ambun na, papih kan besok kerja apa kau tak kasian dengan papihmu ini "
Zeline hanya tersenyum saja dan kembali duduk melihat suaminya yang kembali menimang-nimang Lucas. Anaknya ini bisa saja menjaili papihnya.
**
Asa dan Yuda sekarang sedanga ada didalam kamar, duduk diatas tempat tidur dengan canggung.
"Bagaimana dengan kakimu " tanya Asa membuka topik pembicaraaan agar tak hening saja.
"Baik Sa, sekarang tinggal proses pemulihan "
"Maafkan aku Yud "
"Kenapa kau meminta maaf lagi, aku sudah bilang lupakan semuanya kita tata kembali rumah tangga kita dari awal "
Asa segera mengangguk lalu memeluk Yuda dari samping, "Apakah kau sudah baik-baik saja Sa "
"Ya aku sudah baik-baik saja kok Yud, kenapa emanng"
Yuda segera membaringkan Asa dan menindih tubuh Asa, untuk pertama kalinya mencium bibir Asa saat sedang sadar.
Ciuman itu berubah menjadi panas dan membuat hasrat mereka naik dan pada akhirnya mereka berdua melakukan malam pertama mereka dalam keadaan sudah saling mencintai.
**
Jo yang sudah ada dikamarnga segera duduk dan menenangkan jantungnya, dirinya tadi tak sengaja melihat adegan itu, tadi mau ambil minum malah liat kemesraan pak sutri.
Ponselnya berdering dan membuat dirinya kaget sekali, ternyata dari pacarnga Yuda.
"Hallo sayang, sedang apa kau disana " sama Riyan disebrang sana.
"Aku sedang menenagkan jantungku yang sedang merdeguk dengan kencang "
"Hah memangnya ada apa dengan jantungmu "
"Tidak apa-apa kok baby , kenapa belum tidur, besok kamu jadikan jemput aku "
"Belum sayang, kan mau telfon kamu dulu baru bobo, iya aku besok kesana jemput kamu sayang tunggu aja ya sayang "
"Iya deh, sekarang kamu tidur, aku juga mau tidur nih sayang "
"Yaudah selamat tidur sayang "
Segera panggilan itu terputus, Jo yang sudah mengantuk segera menarik selimbut dan tertidur dengan nyenyak.
**
Zeline yang memang mengantuk malah tertidur dikursi karena menunggu suaminya yang menidurkan sang anak. Liam segera menatap anaknya dna ternyata sudah tidur dan segera menidurkan sang anak ditidurkan.
Saat melihat anaknya tak akan menangis kembali segera Liam beralih pada istrinya dan memangkunya untuk segera memindahkannya keatas tempat tidur.
Segera Liam membaringakan istrinya lalu ikut membarikan tubuhnya pula dan langsung memeluk sang istri.
**
pagi sudah terbit, Dan Zeline sudah terbangun bahkan sudah ada didalam kamar mandi sedaanf memandikan sang anak "baa Lucas anak mamih jangan nangis ya sayang, kita mandi dulu biar wangi "
Liam yang meraba-raba kearah samping tak menemukan sang istri segera Liam bangkit dan masuk kedalam kamar mandi karena ada suara istrinya yang pasti sedang memandikan jagoannya.
"Sayang kok pagi-pagi udah gak ada aja, aku juga mau dimandiin kaya Lucas "
"Kan aku harus mengurus Lucas dulu sayang, yee kamu mandi aja sendiri, masa udah besar gini mau dimandiin "
"Ya gak papa dong sayang, aku pengen juga dimandikan sayang, dulukan aku sering dimandikan sama kamu, masa sekarang gak mau"
"Nanti setelah aku bisa kembali, aku mandikan ya sayang, kita mandi bersama-sama lagi "
"Bener ya sayang, kamu bakal mandiin aku nanti "
"Iya sayang aku janji "
"Yey " Liam segera mengecup pipi istrinya dan langsung membuka pakaiannya dihadapan sang istri, langsung saja mandi tanpa melihat tatapan horor dari sang istri.
**
Yuda dan Asa sudah bersiap-siap untuk segera pulang kerumah mereka, Asa yang masih malu malu hanya bisa diam sambil memberskan semua barang barangnya.
"Sa biar aku bantu ya " tawas Yuda.
"Gak papa Yud, biar aku aja sendiri "
Asa dengan cepat segera membereskannya, Yuda yang gemas segera memeluk istrinya"sayang kamu jangan malu, wajar kita melakukannya kita kan sudah, jadi jangan malu, sekarang aku mau mandi dulu " Yuda segera bangkit sambil mencium pipi Asa.
Saat akan masuk kedalam kamar mandi Yuda menongolkan kepalanya "Sa kita mandi bareng yu, kita coba sambik mandi bikin anaknya "
__ADS_1
"Yudaaa "rengek Asa.
Yuda lalu tertawa terbahak bahak dan masuk kedalam kamar mandi, Asa langsung tersemyum dan menutup wajahnya mengunakan bantal sungguh semalam adalah pengalamannya yang sangat meneyenangkan tapi tetap saja malu, saat melihat wajah Yuda dan menatap matanya langsung, tiba tiba saja semua kejadianya semalam berputar lagi.
**
Semua sudah berkumpul diluar, Asa, Yuda, ayahnya dan ibu, ayahnya Zeline sedang berpamitan untuk pulang.
"Ibu pulang ya nak, nanti kalian main kesana ya, bawa Lucas juga ibu pasti akan kangen sama kalian ber 3 "
"Iya pasti bu, Liam dan Zeline serta Lucas akan kesana "
Segera mereka semua berpelukan dan perpamitan untuk segera pulang.
"Line kak Asa kenapa jalannya gitu ya, beda , kan sebelumnya kak Asa gak kity jalannya " tanya Jo
"Kamu juga nanti bakal tau saat menikah Jo "
"Emangnya apa Line, kok aku jadi takut ya "
" Gak akan, jangan takut nantu juga enak loh kalau udahnya, aku aja sama mas Liam sampai hasilin Lucas "
"Apaan sih Line maksud kamu "
"Makannya nikah " ucap Liam yang mendengar juga percakapan sang istri dan sahabatnya.
"Ih pak dosen nyebelin banget tau "
"Jangan kesel dong Jo, aku titipi Lucas ya, aku sam mas Liam, mau kerumahnya kak Andre mau liat keadaanya "
"Iya sini Lucasnya "
Segera Zeline memberikan Lucas pada Jo dan segera bergegas pergi bersama sang suami untuk segera menemui Andre, sungguh khawatir takut melakukan hal yang nekad.
Liam sekarang tak kerja dahulu, karena tadi saat sudah selesai mandi malah tidur lagi, biarin lah kan dirinya bos jadi bebas mau kerja atau tidak, uang masih banyak kok jadi tak perlu khawatir sampai 7 turunan pun uangnya gak akan habis habis.
Zeline segera mengetuk pintu rumah Andre namun tak ada yang membukanya, Liam segera membukanya saja langsung dan masuk, alangkah kagetnya saat melihat Andre yang sedang tergeletak begitu saja tertidur dilantai.
Liam segera berjongkok dan mengoyang-ngoyangkan bahu Andre "Andre kamu gak papakan, Dre bangun Andre "
Andre yang merasa tidurnya terganggu segera terbangun menatap sekeliling ada Liam dan Zeline disini sedang menatapnya dengan khawatir.
Andre segera bangkit lalu pergi kekamar mandi, untuk mencuci wajahnya dan juga sikat gigi. Selah selesai segera duduk menghadap pak sutri.
"Ada apa kalian kemari " tanya Andre to the point
"Gue mau minta maaf atas kesalahan gue sama lo kemarin, maafin gue Dre, gak maksud buat nyakitin lo kok "
"Iya gue ngerti kok Liam tenang aja, sekarang gue sadar Liam, apa yang pernah lo bilang sekarang kejadian. Gila ya kata-kata lo manjur banget, gue langsung menang karma atas ucapan lo itu, apa Syifa akan balik lagi sama gue Liam "
"Gue gak tau, tapi kalau lo sekarang emang bener bener cinta sama Syifa lo kejar dia sampai dia mau sama lo, jangan sampai lo lepasin Syifa, gue tau Syifa kecewa sama kelakuan lo itu, jadi wajar dia gak mau maafin lo atau pun balik lagi sama lo, lebih baik sekarang lo renungin semua ini , tenangin diri lo, dan kuatin hati lo, bisa aja nanti saat lo nyusul Syifa dia bakal nolak lo, gue udah bilangkan seseorang bisa aja lelah buat ngejar sesuatu yang di inginkannya "
"Dan sekarang benerkan Syifa udah lelah ngejar ngejar lo dan akhirnya dia pergikan dari hidup lo. Tapi kalau gak pergi lo pasti akan terus gini, bakal terus kecewain Syifa dan nolak dia terus menerus. Jadi sekarang yang perlu berjuang bukan Syifa tapi lo yang harus berjuang buat dapetin Syifa "
"Iya Liam, gue bakal berjuang buat dapetin syifa "
"Nah gitu dong kak Andre jangan nangis lagi "
"Eh apa aku gak nangis Line "
"Masa sih "
"Iya gak nangis kok, udah udah kalian pulang sana pulang"
"Yaudah kita pulang awas jangan nangis lagi " Liam malah sama mengejek Andre juga.
Segera Liam mengandeng pulang istrinya sambik tertawa senang karena sudah membuat Andre kembali tersenyum.
**
Saat Liam dan Zeline masuk mereka berdua samar samar mendengar suara laki-laki segera mereka berdua bergegas masuk namun saat melihat wajahnya ternyata itu adalah Riyan
"Eh Liam , Zeline maaf ni gue langsung masuk "
"Iya gapapa kok Yan nyantai aja " jawab Liam.
"Gue kesini mau jemput Jo nih, gak papa ya Jo nya pulang sekarang "
Barang barang Jo sudah ada disana, dibawah kursi Zeline segera mengambil anaknya dan Jo segera memeluk Zeline "kamu tenang aja ya aku pasti akan selalu main kesini kekamu "
"Iya Jo, pokoknya kamu jangan tingalin aku lagi ya "
"Iya gak akan Line, aku pulang ya "
Segera Jo dan Riyan pergi pulang, Liam dan Zeline segera duduk dan menyenderkan tubuhnya.
"Sekarang dirumah sepi sayang " ucap Zeline.
"Gak papa sayang, nanti juga mereka akan main kesini, sekarang kita fokus mengurus Lucas berdua , hanya berdua kita belajar ya sayang "
__ADS_1
"Iya mas kita urus Lucas tanpa bantuan siapa siapa ya "
Liam segera menganguk lalu memeluk Zeline dan juga anaknya.