Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kejutan


__ADS_3

Sekarang Zeline beserta anaknya sudah dipindahkan keruang inap. Jadi sekarang semua keluarga boleh masuk, dan bisa langsung melihat bayi kecil mengemaskan itu.


"Ya ampun lucu banget cucu oma sama opa. Malahan gantengnya ngalahin papihnya " ucap ibunya Liam sambil menoel-noel pipi tembamnya.


,"Oh iya siapa namanya Line, Liam. Kalian udah nyiapin namakan untuk siganteng ini" sambung ibunya.


Liam segera menatap istrinya lalu istrinya mengangguk "Ibu kok gitu, Liam juga ganteng kali. Namanya Lucas Alexander artinya orang yang kreatif penuh inspirasi dan pejuang serta pelindung " Liam mengatakan nama itu sambil tersenyum senang dan bangga.


"Wah bangus banget namanya, ganteng lagi. Kalau udah gede pasti deh aku jatuh cinta sama anak paman dan kakak. Tapi sayang nanti aku ketuan masa sama berondong nantinya. Tapi kalau paman sama kakak ngerestuin aku sih gapapa. Malahan aku seneng banget" ucap Syifa dengan girang.


"Apaan sih anak kecil, katanya cinta sama gue, tapi sekarang berubah haluan lo itu plin plan tau. Harusnya kalau cinta tuh sama satu aja jangan maruk" jawab Andre yang tak terima.


"Cie ada yang cemburu ni kayanya " celetuk Zeline sambil memainkan halisnya.


Syifa hanya bisa tersipu malu, yes akhirnya berhasil membuat paman Andre cemburu. Beruntung sekali kan dirinya atas kelahiran anak pamannya itu membuat paman Andrenya cemburu.


"Engga ya aku gak cemburu, aku tuh cuman aneh aja ni sama anak kecil hatinya itu gak nentu sani sini mau. Harusnya kalau udah cinta sama satu orang tuh udah teguh sama satu pendirian aja. " bela Andre yang tak mau ketahuan.


"Iya deh gimana pak Andre aja. Sama aja kok pak Andre juga plin plan. Udah ada yang deketin itu alhamdullilah mau, malah ngejar yang lain. Terima aja yang ada. Gimana kalau yang itu udah punya pasangan bisa patah hati nanti. Udah dikasih juga pengen yang lain "balas Liam.


Saat obrolan mereka semakin asyik tiba-tiba ada yang datang "Assalamuaikum " ucap orang itu sambil pintu kamar yang terbuka.


Zeline sampai kaget dan sangat senang yang datang ibunya beserta kakaknya Asa. Bahkan Andre kegirangan saat melihat pujaan hatinya juga ada disini. Dirinya akan siap-siap untuk menaklukan hati Asa. Doakan saja semoga kita berjodoh.

__ADS_1


"Walaikumsalam " ucap mereka serentak


"Ibu kakak " ucap Zeline sambil menitihkan air matanya.


Ibunya segera berlari memeluk anaknya, anak satu satunya menangis bersama-sama. Asa pun segera bergabung. Karena Asa tak mengetahui tentang masalah yang terjadi dia menganggapnya karena kangen saja.


Liam yang melihatnya sangat senang, namun ayah mertuanya tak ada. Apa dia masih marah padanya. Namun tak lama datang ayah Zeline sambil membawa tas ibunya.


"Maaf ayah telat "


Mereka semua segera mengalihkan pandangannya dan Zeline semakin menangis saja. Ayahnya segera menghampiri Liam terlebih dahulu. Lalu memeluk Liam.


"Maafkan keegoisan ayah, ayah hanya emosi dan marah saja atas pengakuan mu. Tapi saat ayah melihat anak ayah baik-baik saja denganmu serta bahagia. Ayah senang terimakasih telah mengakui semua tentang masa lalu mu. Ayah sekarang berfikir orang jahat belum tentu jahat dan orang baik belum tentu baik. Terimakasih juga telah mencintai dan menjaga anak ayah dengan baik. Mungkin jika bukan dengan kamu Zeline menikahnya ayah tak menjamin anak ayah bahagia "


"Ya tapi sekarang ayah sangat bersyukur memiki anak lelaki sepertimu. Ayah sangat salah menilai mu "


Orang-orang yang melihatnya sampai terharu, apalagi ibunya Liam dan ibunya Zeline mereka menangis. Melihat bagaimana kebahagian ini datang. Kelahiran cucu mereka membawa kebahagian untuk semua keluarganya.


Segera ayah Zeline melepaskan pelukannya lalu menepuk bahu Liam dan tersenyum padanya. Lalu beralih pada besanya dan memohon maaf atas sikapnya. Dan mereka memakluminya dan tak marah sama sekali.


Lalu sekarang ayah Zeline beralih pada anaknya yang sedang menatanya dengan berlinang air mata. Ayahnya langsung saja mendekap anak satu-satunya itu. Anak kesayangannya.


"Maafkan ayah na, ayah dulu sangat ingin memisahkan kalian berdua, maaf ayah egois ternyata memang kebahagianmu ada pada Liam. Tolong maafkan ayah yang sangat bersalah padamu"

__ADS_1


"Jangan ayah jangan minta maaf, aku tak marah pada ayah, aku senang sekali ayah datang kedisi "


Ayahnya segera melepaskan pelukannya, beralih mencium kening Zeline cukup lama. Ibunya Zeline sekarang sedang ada dipelukan menantunya mencurahkan rasa kangennya yang sudah tak bertemu hampir 1 tahun lebih.


Sedangkan Andre hanya menatap Asa saja. Yang sedang duduk sambil mengusap kepala adiknya dengan sayang.


"Ih paman kok liatin kakak itu aja sih yang mukannya mirip kak Zeline" bisik Syifa pada Andre


"Itu perempuan yang ada dihati paman. Gimana cantik gak. Pasti cantik dong kan pilihan paman gak pernah salah dan selalu pas " tanya Andre tanpa memikirkan bagaimana sakit hatinya Syifa..


"Emm cantik sih, tapi cantikan aku kok. Paman ini jelas-jelas aku disini sayang sama paman tapi paman malah bilang sama aku. Paman gak ngehargain aku ya. Aku juga punya hati loh paman. Aku ini sama kaya perempuan-perempuan lain " marah Syifa sambil melipat kedua tangannya


Andre malah tak menghiraukam ucapan Syifa lalu pergi kearah Asa untuk mengajaknya ngobrol. Syifa hanya bisa menatapnya dengan sengit. Pokonya dirinya jangan sampai kalah oleh perempuan yang mirip kak Zeline. Harus menang. Mungkin ini untuk dirinya adalah sebuah kompetisi yang harus segera dimenangkan.


"Wah ini cucu kakek ganteng banget ya " ucap Ayah Zeline sambil memangku cucunya, bahkan cucunya itu tak menangis diam nyaman dipelukan kakeknya.


Mereka semua yang ada diruangan hanya bisa diam sambil tersenyum bahagia. Zeline kembali menitihkan air matanya sambil memeluk kakaknya Asa.


Asa yang melihat adiknya senang, ikut bahagia atas kebahagian adiknya yang sekarang sudah mempunyai seorang anak. Hidup adiknya sudah bahagia. Tak boleh sampai adiknya ini terluka kembali oleh seorang laki-laki .


Tak apa dirinya tak bahagia, yang terpenting adiknya selalu bahagia dimana pun dirinya berada. Sudah banyak sekali kejadian yang terjadi kepada adiknya yang membuatnya depresi.


Sekarang sudah waktunya bahagia bersama keluarga kecilnya. Tak boleh ada tangis kesidihan lagi, yang datang harus ada tangis bahagia saja.

__ADS_1


__ADS_2