Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak bisa kembali


__ADS_3

Choki datang dengan terengah enggah, dia menatap kearah Riyan yang sedang memegang ponselnya.


"Bagaimana Choki apakah Jovanka belum pergi, dia masih disini kan, dia belum pergikan masih ada disini kan dia "


Choki menggelengkan kepalanya "tidak sekarang dia akan pergi ke bandara dia akan pulang ke Inggris sekarang juga, bagaimana ini aku tadi sempat menelfon nomor telpon rumahnya dan yang mengangkatnya adalah pelayanya katanya Jovanka sudah berangkat bersama mamih dan papihnya dan sudah lumayan lama juga dia perginya"


"Apa sekarang juga, kau benar kan kau tidak bohong kan, ini benarkan memang Jovanka pergi sekarang kau tak bohongkan atau sedang main main saja denganku, "


"Untuk apa aku berbohong aku berkata jujur kalau Jovanka akan pergi sekarang, kau mau aku antar ke bandara atau tidak, kalau mau maka ayo cepat sekarang pergi, semoga saja Jovanka belum pergi cepat cepat"


"Baiklah ayo kita ke bandara sekarang, cepan Choki jangan membuang waktu, kita harus cepat pergi kesana dan menemu Jovanka "


Riyan langsung mencabut infusannya dan pergi berlari mendahului Choki "katanya dia lemas gak bisa apa-apa sekarang kok dia jadi sehat walafiat ya lar. Riyan tungguin gue " Choki segeda berlari untuk mengejar Riyan yang sudah pergi jauh.


**

__ADS_1


Selama perjalan Riyan begitu gelisah, dia sangat takut ditinggalkan Jovanka, dirinya begitu sangat takut dan takut sekali.


"Choki cepetan dong jangan lama-lama gue nggak mau ya sampai telat, cepetan dong nyetirnya"


"Sabar ini juga gue udah ngebut ya, gue udah kenceng banget nih nyetir, kalau gue sampai ngebut lagi kalau kenapa-napa gimana kalau celaka gimana, udah lu tenang aja gimana gue aja yang baw mobil sebentar lagi juga sampai kok"


"Iya iya tapi cepetan ya, gue takut Jovanka udah pergi "


Akhirnya mereka sampai juga, Riyan tanpa menunggu Choki langsung berlari dan melihat begitu banyak orang dibandara, namun Riyan tak menghiraukan itu sama sekali, dia terus saja berlari, entahlah tak ada tujuan namun dia terus saja celinggak celingguk mencari Jovanka.


Namun saat matanya sedang melihat kekiri dirinya malah menabrak seseorang, Riyan mendongakan kepalanya ternyata itu Liam,Zeline dan juga Andre.


"Mau apa lagi kak Riyan cari Jovanka buat apa, bukannya udah buang Jovanka gitu aja kan dan lebih memilih buat selingkuh sama perempuan lain. Terus sekarang buat apa kakak tanya di mana Jovanka, udah nggak ada artinya lagi kan Jovanka di hidup kakak, jadi ngapain kakak tanya-tanya di mana Jovanka dan bukannya juga kakak udah cerai kan sama Jovanka jadi nggak ada hubungan lagi kan sama Jo"


"Jawab dulu Line dimana Jovanka. Aku mau bicara sama dia dimana Jovanka dia belum pergi kan dia masih ada di sini kan"

__ADS_1


"Sepertinya udah nggak ada yang perlu kakak dan Jovanka bicarain lagi deh semuanya udah clear kan, semuanya udah beres bahkan Mami Papinya Jovanka juga udah beresin semuanya kan, nggak ada lagi yang harus kalian bicarain. Jadi udah deh kak jangan buat luka Jovanka makin besar dengan kakak yang terus aja bujuk Jovanka seolah-olah Kakak itu enggak bersalah, seolah-olah Kakak itu enggak punya salah, udah lebih baik lepasin Jovanka. Biarin dia bahagia tanpa kakak. Dia udah terlalu sakit sama kakak ini tuh bukan satu atau dua kali kakak lakuin gini sama Jovanka, tapi dia selalu maafin terus kan semua orang itu punya batas kesabaran Kak, enggak akan ada perempuan yang mau diselingkuhin seharusnya kakak sebelum menikah itu pikir-pikir dulu kalau pada akhirnya kayak gini mending dulu Kakak enggak usah nikah sama Jovanka"


Riyan menundukan kepalanya "ya memang aku yang salah aku menyesal telah membuat Jo kembali sakit hati, aku memang sangat bersalah aku mengaku telah menyakitinya tapi aku tidak bisa melepaskannya sampai kapan pun "


"Menyesal pun nggak akan ada gunanya kak, semuanya nggak akan balik lagi Jovanka udah pergi ke Inggris dan untuk kedua kalinya aku juga kehilangan Jovanka lagi, dia pergi lagi dari hidupku gara-gara Kakak, dulu juga gara-gara kakak kan Jovanka pergi, sekarang juga Jovanka udah pulang jadi Kakak nggak usah susul-susul dia ke sana dan bujuk-bujuk Jovanka untuk kembali lagi sama kakak, karena semua itu nggak akan pernah terjadi Jovanka nggak akan pernah mau lagi sama kakak. Jadi aku minta tolong sama kakak untuk tidak menghancurkan kehidupan Jovanka lagi biarkan dia bahagia dengan anaknya dan kelak bisa bahagia dengan laki-laki yang lebih baik dari Kakak dan lebih menyayangi Jovanka dan bisa hanya setia pada Jovanka saja"


Zeline langsung menarik suaminya untuk pergi dari hadapan Riyan"inget karma pasti akan datang sama lo, inget karma gak akan salah, suatu saat ini semua akan terjadi sama lo"


Setelah mengatakan itu Riyan langsung pergi meninggalkan Riyan, Choki yang baru datang langsung menepuk bahu Riyan namun Riyan masih saja menunduk.


"Gimana udah ketemu belum, kenapa lo berhenti lo sakit ya kepala lo sakit atau kaki lo jadi lemes gitu, apa yang terjadi jawab dong jangan diem aja Yan "


"Jovanka udah pergi ke Inggris dia udah pulang lagi, gue udah nggak ada harapan lagi buat ngejar dia. Dia udah pergi sama Mami sama Papinya harapan gue udah pupus, semuanya udah kacau banget, gue udah gak tau harus lakuin apa lagi, Jovanka udah pergi dia gak ada dia pergi Choki semua yang gue lakuin sia sia, semuanya ancur ancur "


Choki hanya diam saja, dia sedang mengatur nafasnya karena cape mencari Riyan ternyata ada disini, dirinya sudah berkeliling sana sini namun tak ada ternyata ada disini.

__ADS_1


"Ya udah kita balik aja mungkin Jovanka bukan jodoh lo Yan, lebih baik kita pulang lagi ke rumah sakit ya, kalau masih sakit udah kita pulang aja nanti kalau lo kenapa-napa gimana, udah yu balik, gak baik lama lama disini, kalau emang lo jodoh sama Jovanka pasti bakal ketemu lagi, yang harus lo fikirin sekarang adalah kesehatan lo, kita pulang ya sekang, pasti dokter udah nyari lo "


Choki langsung menarik tangan Riyan, dan Riyan dia pasrah pasrah saja, dibawa keluar dari bandara oleh Choki, semuanya hancur tak, tak ada kesempatan dirinya untuk membujuk Jovanka kalau saja tadi dirinya agaj cepatan datang kesini mungkin dirinya masih bisa bicara dengan Jovanka dan yang pasti Jovanka akan kembali lagi padannya.


__ADS_2