
Jo dan Zeline sekarang sudah ada didalam mobil Jo, yang sedang mengikuti kemana tujuan Riyan pacarnya Jo pergi. Mereka berdua sudah seperti mata-mata saja.
Tadi Zeline sudah memberitahu pada suaminya bahwa dirinya akan makan diluar dengan Jo, sambil membantu Jo menyelidiki pacarnya dan nanti akan dia jelaskan semuanya saat pulang pada suaminya agar tak menjadi curiga dan salah faham.
Dan suaminya sudah mengizinkannya juga, jadi sekarang mereka sedang diperjalanan untuk menuju ketempat itu, tempatnya cukup jauh dan terpencil juga, apa yang sebenarnya kak Yan lakukan sampai harus sembunyi-sembunyi seperti ini dari Jo. Apakah benar firasat Jo kalau kak Yan selingkuh.
"Jo ini beneran kan jalannya ga salah "
"Iya ga kok Line bener. Terpencil begini ya tempatnya awas saja kalau nanti Riyan lakuin yang aneh-aneh sama perempuan lain "
"Kamu positif dulu aja ya Jo, siapa tahu kan lagi ketemu sama klien " Zeline mencoba untuk menenangkan sahabatnya agar tak negatif terus fikirannya.
"Iya line,iya "
Tak ada lagi percakapan Jo fokus mengendarai mobilnya, sedangakan Zeline fokus bertukar kabar dengan suaminya yang tak mau ditinggal oleh Zeline katanya kangen.
Padahalkan baru juga beberapa jam berpisah masa iya udah kanget. Tapi dirinya juga sama udah kangen. Sekarang tuh rasanya pengen terus nemplok sama suami tampannya itu. Seperti cicak saja yang suka nemplok ke tembok.
Tanpa Zeline sadari mereka sudah sampai dicafe itu dan Jo langsung mengajak Zeline untuk segera turun dengan mengendap-endap bahkan mereka berdua seperti maling. Sampai orang-orang yang melihat mereka aneh sekali.
Jo menarik tangan Zeline dan duduk disebuah meja lalu menutup wajah mereka dengan buku menu "mau pesen apa kak " ucap pelayannya yang mengagetkan mereka.
"Suttt sebetar mba, jangan berisik dulu ya nanti saya pesen mbanya sama dulu ya jangan ganggu detektif lagi mata-matain orang nih" bisik Jo kepada pelayan itu.
Dengan perlahan-perlahan pelayan itu pergi, celingak-celinguk takut ada sesuatu bahaya ditempat kerjanya ini. Katanya kan ini dua perempuan detektif pasti disini ada penjahatnya.
Jo membuka sedikit buku menu dan dia melihat pacarnya sedang duduk sendirian sambil tersenyum-senyum memegang handponenya seperti sedang bertukar kabar dengan selingkuhannya deh.
Tak lama datang seorang perempuan memakai pakaian seksi dan berjalan kearah Riyan. Jo dan Zeline yang melihatnya langsung bengong.
Lalu mereka duduk bersama dan mengobrol dengan akrab bahkan perempuannya sampai memegang tangan Riyan, Riyan nya juga hanya diam saja tak sedikitpun mengeserkan tangannya. Malah asyik mengobrol dan tak meberitahu Jo sama sekali kalau dirinya akan pergi ketempat ini dasar laki-laki brengsek.
Jo segera berjalan kearah mereka berdua diikuti oleh Zeline yang mengekor dari belakang, Jo lalu memutarkan tangannya dan bug Jo menonjok pipi Riyan cukup keras sampai Riyan tersungkur kebawah.
Perempuan tadi segera menolong Riyan "tega ya kamu baby selingkuh dari aku, lalu hubungan kita selama ini apa hah kamu hanya ingin main-main aja sama aku "teriak Jo sambil menangis.
Riyan segera bangkit "aku tak selingkuh sayang. Dengarkan aku dulu bicara " sambil memegang tangan Jo namun segera Jo melepaskannya.
Diambilnya minuman yang ada dinampan pelayan yang akan diantkan pada pelangannya dan di siramkan jus itu kewajah Riyan tak lupa menyiramkannya juga keperempuan itu.
"Untuk tagihanya mba minta saja pada pelakor ini dan laki-laki brengsek ini juga " ucap Jo sambil menunjuk kedua orang itu.
Pelayannya hanya megangguk-angguk dan baru mengerti ternyata mereka berdua adalah detektif yang sedang menyelidiki sebuah perselingkuhan. Nanti kalau dirinya mendapati ada yang aneh pada pacarnya, akan dia sewa ah dua detektif tadi sangat hebat sekali. Tapi kenapa dirinya tak minta no kontak mereka. Tapi tak apa nanti cari saja di internet.
__ADS_1
Segera Jo menggandeng tangan Zeline untuk segera masuk kemobil, dirinya sudah muak dan tak ada kata maaf lagi bagi Riyan.
Riya ingim mengejar Jo namun perempuan itu menahanya, agar Riyan tak usah mengejar Jo biarkan dia pergi.
Akhirya Riyan diam duduk kembali, meratapi nasibnya yang sial ini, kenapa menjadi seperti ini. Padahal rencana awal bukan seperti ini. Kenapa Jo tak mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
Yang menyetir sekarang Zeline, untung dirinya bisa membawa mobil, Jo sedang menangis sesegukan sakit hati sekali melihat pacarnya itu selingkuh, sejak kapan mereka selingkuh kenapa nasibnya sangat jelek sekali.
Zeline membawa mobil itu untuk pulang kerumahnya saja,nanti kalau Jo pulang kerumahnya pasti kak Yan akan kesana menyusulnya.
Sampai juga, Zeline segera memapah Jo untuk segera masuk kedalam rumah, lalu mendudukan Jo dikursi ruang tamu.
"Nina buatkan kami minum dan bawakan juga cemilan " ucap Zeline yang kebetulan melihat Nina tak jauh ada didekatnya.
"Baik " jawab Nina dengan ketus.
"Siapa dia Line, apakah pelayan yang kau ceritan itu hik "
"Iya itu dia pelayan kurang ajar, kamu lihat gimana dia songgong sama aku"
"Iya aku lihat Line, kan aku punya mata"
Datang Nina dengan membawa nampan disama ada jus dan cemilan juga. Jo berdiri dan menubruk Nina dengan segaja brak semua tumbah kebaju Nina "nona apa yang kau lakukan"
"Ups aku segaja maaf ya pelayan " jawab Jo sambil menepuk-nepuk pipinya Nina dengan sedikit kasar.
Bahkan sampai pelayan yang lain keluar melihat kekacauan ini, mereka tadi sangat kaget melihat ada suara pecahan toh disini ternyata kejadiannya. Mereka semua diam tak ada yang berani membantu Nina.
Zeline hanya diam sambil menonton drama yang dilakukan oleh Jo, karena ya memang ini rencana mereka berdua. Agar Nina lebih sopan lagi sama orang terutama pada Zeline majikannya sendiri.
Nina dengan terpaksa kembali dan memuguti semua pecahan kaca itu dan membereskan semuanya dengan tak sudi. Lalu dengan sengaja dirinya menyenggol Jo yang masih berdiri.
Jo yang tak terima lalu menjambak rambut Nina dengan kasar dia ini sedang galau jangan macam-macam padanya. "Kau ini makin tak sopan ya, lihat apa yang akan aku perbuat padamu. Akan aku adukan semuanya pada pak dosen lihat saja besok jangan harap kau masih ada disini. Kalau kau sampai tak dikeluarkan aku sendiri yang akan mendepakmu. Sungguh kau tak punya sopan santun sekali apalagi pada sahabatku Zeline dia adalah majikan mu seharusnya kau sopan padanya meskipun dia lebih kecil darimu umurnya aku tahu kamu sudah tua jadi belagu " cecar Jo masih dengan menjambak rambut Nina.
"Sudah lah Jo, ayo mending kita berenang saja lagi enak nih cuacanya " ajak Zeline yang tak mau memberi pelajaran yang berlebihan pada pelayannya itu.
"Yang lain bekerja lagi ya " ucap Zeline sambil tersenyum.
Mereka semua pun mengangguk lalu pergi dengan tergesa-gera takut dengan sahabat nyoya nya yang seperti harimau.
Jo segera melepaskan jambakannya lalu mengandeng Zeline untuk naik kelantai atas "Line kamarnya yang mana " .
"Yang itu Jojo sayang " sambil menunjuk pintu berwarna coklat. Segera mereka berdua masuk kedalam.
__ADS_1
Ya Jo meminjam baju renang Zeline ya karena dirinya kesini hanya membawa diri saja tak bawa apa-apa. Sekarang dirinya ingin melupakan terlebih dahulu tentang kejadian tadi tentang pacarnya yang selingkuh berani sekali dia menyelingkuhinya.
Segera mereka berdua berganti pakaina lalu berjalan kebawah dan ternyata Nina masih ada disana masih ditempat yang sama "kenapa kau masih ada disana cepat ganti pakaianmu nanti kau sakit " ucap Zeline.
Namun bukannya menjawab dia malah pergi melengos begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Zeline sungguh dia sangat tak sopan sekali.
"Wah wah berani banget tu anak, harus gue apain yah " ucap Jo sambil menggosok-gosok dagunya.
"Udah lah Jo biarin aja, ayo sekarang kita berenang"
"Iya tapi loh harus tegas Line, kalau engga dia bakal ngelunjak dan berani sama kamu "
"Iya iya Jo "
Segera mereka berdua menceburkan dirinya kedalam kolam renang bermain-main air bersama dan tertawa-tawa menikmati waktu mereka berdua yang memang sudah lama tak mereka lakukan.
Nina yang marah segera masuk kedalam kamar menganti pakainnya, kurang ajar sekali itu temannya, akan dia balas semua perbuatannya. Dia yakin sebetar lagi tuannya akan jadi miliknya dia harus berani pada istri tuannya yang jelek itu .
Setelah selesai dirinya segera keluar dia akan melakukan aksinya memberikan obat agar mereka berdua mencret-mencret dalam minumannya.
Segera dirinya masuk kedalam dapur membuatkan jus lalu memasukan sedikit obatnya, cukup banyak dan melenggang pergi kearah kolam renang.
Jo yang sudah melihat dari kejauhan lalu menyenggol tangan Zeline segera Zeline mengalihkan padangannya ternyata pelayan itu lagi.
"Maafkan saja Nyonya, nona ini saya buatkan minuman yang baru" ucap Nina
"Coba kau minum jus itu " titah Zeline dengan wajah datarnya.
"Ah tidak, ini untuk nyonya dan nona masa iya saya yang jadi minum".
"Ga masalah, saya pengen kamu yang minum. Saya ga suka jusnya "
"Oh iya baik saya ganti nyonya "
"Gausah saya bilang minum " teriak Zeline
Dengan terpaksa Nina meminumnya hanya sedikut saja malahan hampis seperti tak meminunya "habiskan semuanya"titah Zeline .
"Tidak Nyonya saya tak suka "
"Oh yah, lalu kalau suami orang kamu suka ga " kata Zeline dengan wajah tengilnya.
Nina dengan kesal lalu meminumnya sampai tandas lalu melengos sambil membawa kembali nampan itu kedalam rumah.
__ADS_1
Sial kenapa malah dirinya yang meminumnya, pasti sebentar lagi dirinya akan bulak-balik kekamar mandi.
Jo yang melihatnya bertepuk tangan ,merasa terhibur dengan ocehan Zeline yang berani ini, lalu Jo memeluk sahatnya itu dengan sayang. Akhirnya sahabatnya ini bisa melawan juga.