Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kepergok kan


__ADS_3

"Iya bu nggak papa kok ibu sama ayah sama Lucas seneng seneng ya, aku juga di sini sama mas Liam mau ke dokter "


"Kenapa siapa yang sakit kamu nggak apa-apa kan sama Liam"


Liam yang baru beres mandi langsung menghampiri istrinya dan memeluknya dari samping "siapa " bisik suaminya


"Ibu mas "


"Sini sayangg "


Liam langsung mengambil ponselnya "Hallo bu "


"Siapa yang sakit Liam apa kalian tidak apa-apa kan"


"Engga bu gak ada yang sakit malahan ada kabar baik "


"Kabar baik apa sih nak, kok ibu jadi makin penasaran "


"Selamat ayah sama ibu bakal punya cucu kedua dan Lucas juga akan jadi kakak sekarang Liam sama Zeline mau ke dokter dulu buat cek kandungannya"


"Beneran kan kalian gak bohongin ibu "


"Beneran Bu kita gak bohongin ibu kok "


"Yaudah ibu ayah dan Lucas akan pulang "


"Jangan Ibu kalian di sana liburan aja kita nggak apa-apa kok, kita juga mau ke dokter sekarang"


"Ya ampun ibu senang banget sama kabar kalian berdua. Pokoknya kbu akan selalu doakan kalian berdua selalu sehat kandung Zeline juga sehat ya, Liam kamu awas jangan macam-macam dengan istri kamu. Ibu tidak mentoleransi jika kamu nanti bermain-main dengan perempuan lain, jangan kau sakiti istrimu dan anakmu ingat itu. Ibu tidak akan suka jika seperti itu"


"Iya Bu Liam nggak akan mungkin kayak gitu, Liam nggak akan mungkin selingkuh dari istri Liam. Ibu tenang aja istri dan anak Liam akan selalu bahagia. Ibu di sana senang-senang ya sama Lucas sama ayah kasih tahu juga ya Ayah sama Lucas kalau ibu dan menantu Ayah lagi mengandung lagi doain aja yang terbaik ya Bu Zeline ya bu "


"Pasti nak pasti ibu matikan dulu ya, ibu akan memberitahu dahulu ayah mu dan Lucas "


Sambungan pun terputus Liam makin mempererat pelukannya"sebentar ya sayang, aku mau pakai pakaian dulu, sebentar oke "


"Iya mass "

__ADS_1


**


Riyan yang bary sana mengantarkan istrinya mendapatkan kembali telfon dari Lisa "ada apa Lisa"


"Nah kayak gini dong kalau ditelepon tuh langsung angkat bukannya lama harus beberapa kali dulu di telepon"


"Hemm iya kalau gak ada Jo baru aku bisa gini ada apa "


"Anterin aku ke rumah sakit, Chelsea sekarang beneran sakit aku nggak bohong. Aku butuh kamu sekarang aku tunggu sekarang jangan lama"


"Aku nggak percaya kamu pasti bohong lagi kan sama aku, kemarin aja kamu bohong kan sama aku sekarang juga pasti kamu bohong kan"


"Engga aku gak bohong cepetan kesini aku tunggu jangan lama. Chelsea beneran sakit aku nggak bohong lagi sama kamu Riyan cepetan aku butuh kamu sekarang. Chelsea pun butuh kamu cepetan ya aku tunggu 20 menit kamu harus sudah nyampe ya kita ke rumah sakit terdekat aja"


"Iya iya aku kesana sekarag tunggu aku "


Riyan segera memutarkan balikan mobilnya dan menuju kearah rumah Lisa, awas saja kalau bohong lagi.


**


Zeline yang sudah diperiksa segera turun dari tempat tidur dibantu oleh suaminya, lalu duduk kembali berhadapan dengan dokter.


"Alhamdullilah baik pak, kandungannya baru 6 minggu, ibu harus banyak makan makanan sehat ya, nanti saya akan memberikan obat vitamin untuk ibu "


"Baik dok terimaksih " ucap Zeline


Liam langsung mengandeng istrinya dan keluar dari ruangan dokter kandungan dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Namun tiba tiba senyumnya memudar saat melihat orang yang dirinya kenal, Zeline langsung menarik suaminya kearah orang itu yang sedang memangku anak kecil.


"Kak Yan " panggil Zeline


Riyan langsung membalikan badannya dan bertatapan dengan Zeline, bahkan mukannya langsung pucat saat melihat Zeline.


"Line kamu ada disini "


"Iya ini anak siapa, Jovankan mana kak, ini keponakan kakak atau gimana ya "

__ADS_1


"Ayahh badan Chelsea tidak enak"


Zeline menatap anak kecil itu dan juga Riyan "ayah ? maksudnya apa ya kak, "


"Line tolong jangan bilang sama Jo, ini cuman salah Faham aja, ini anak temen aku dan dia butuh bantuan makannya aku nganter dia kesini "


"Tapi kenapa panggil ayah ? "


"Yan ayo "


Kembali lagi Zeline melihat Riyan digandeng oleh seorang perempuan, dan perempuan itu langsung mendongakan kepalanya saat Riyan tak bergerak.


"Siapa ini Yan "


"Lisa ya " tanya Zeline


"Iya emangnya kita saling kenal ya ? "


"Gak sama sekali tapi aku tau kamu, kamu adalah perempuan yang dulu pernah buat Jovanka dan juga kak Yan berpisah, hati hati ya jangan lakuin kesalahan yang sama lagi dengan hancurin hubungan orang lagi, gak baik loh kayak gitu " Zeline langsung menatap Riyan.


"Dan buat kak Yan, jangan sia siain Jo terus ya, kakak itu harusnya bersyukur udah dikasih kesempatan sama Jo untuk yang ketiga kalinya, kakak udah pernah janji sama Jo tapi kenapa akhirnya kayak gini lagi ya kak, kalau emang gak bisa tepatin janji gak janji, kalau emang belum serius sama Jo kenapa dulu nikah, kalau masih suka sama perempuan lain jangan nikah dulu kak kalau pada akhirnya kakak malah jadi nyakitin Jo"


"Ini salah faham Line aku sama Lisa gak ada hubungan apa apa, kita gak punya hubungan apa apa, aku cuman gak sengaja ketemu dia dan kasian dia pergi sendiri makannya aku mengantarnya "


"Gitu ya, ketemu dijalan tapi anaknya manggil ayah aneh ya, inget kak lambat laun Jo akan tau "


Zeline langsung pergi bersama suaminya sedangkan Riyan mengusap wajahnya "Yan ayo cepetan kasian anak aku ini " teriak Lisa yang kesal


"Pegang anak kamu pengang Lis, cepetan pegang Liss pegang "


Lisa langsung memangku anaknya "kamu bawa anak kamu ya kedokter aku udah bilangkan anak kamu jangan bilang ayah sama aku, kita temen Lis kita temen please jangan hancurin rumah tangga aku "


Riyan langsung pergi meninggalkan Lisa "Riyan kamu mau kemana, kenapa kau salahin aku, aku gak salah ya kamu yang salah aku gak salah "


Lisa mengejar Riyan namun anaknya tiba tiba merengek "mamih ayo kita kedokter aku sudah lemas sekali dan badan ku sakit sakit semua "


"Iya iya sayang maaf maaf sekarang kita kedokter ya, kita periksakan semuanya sabar ya sayang sabar "

__ADS_1


Lisa putar balik dan mengarah keruangan dokter anak, awas aja Riyan berani beraninya meninggalkan dirinya, awas saja akan dirinya lakukan sesuatu padanya, akan dirinya hancurkan rumah tangannya itu.


Akan dia buat rumah tangga Riyan dan Jovanka hancur seperti rumah tangannya juga yang hancur tak bisa diselamatkan.


__ADS_2