Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Aku takut


__ADS_3

Sedangkan Zeline di rumahnya sedang membawa main anaknya sambil menunggu sang suami yang sedang mengambilkan makanan untuknya. Tadinya dirinya akan ambil sendiri ya tapi Suaminya kekeh inginan dia yang mengambilkannya dan tak mau istrinya kecapean.


" sayangnya Mami udah gede ya sekarang udah bisa bicara juga nanti udah mulai sekolah "


" Papa Papa "ucap Lucas sambil menepuk-nepuk tangan yaa


" Papa Andre sekarang udah nikah Sayang, adanya cuman Papi Liam . Kangen ya sama papa Andre biasanya kan jam segini sama papa Andre lagi main ya "


" Lagi apa nih, kok papi nggak dibawa sih "ucap Liam sambil menyimpan piring yang berisi nasi dan lauk pauk di nakas.


"Ini lho papi ada yang kangen sama papa Andre"ucap Zeline meniru suara anak kecil


"Kangennya sama papa Andre aja sama papi Liam enggak kangen emang"


"Papih kangen peyuk " ucap Lucas sambil merentangkan tangannya ingin segera di peluk oleh papih


"Wah udah makin pinter aja ya bicaranya, sini peluk papihnya " Liam segera memangku anaknya dan bermain dengan Lucas.


Sedangkan Zeline hanya diam sambil memakan makannya, melihat keluarga kecilnya yang bahagia, rasanya senang sekali.


Semoga saja seperti ini seterusnya. Zeline tak lama kemudian sudah menghabiskan makannya dan Lucas juga ternyata sudah tidur dipangkuan papihnya.


Dengan cepat Zeline pergi kebawah untuk menyimpan bekas makanannya dan setelah selesai kembali lagi keatas dan pergi kekamar mandinya untuk segera menganti pakain tidurnya.


"Mas tidurin aja Lucasnya "


"Iya sayang "


Dengan perlahan Liam segera membaringkan sang anak dan ikut berbaring di ikuti oleh Zeline, sekarang sang anak ada di tengah tengah.


Liam memandang istrinya dan mengusap rambutnya dengan sayang "tidurlah sayang, jangan kau menatapku seperti itu "


"Aku hanya tak ingin kehilangan mu serta kehilangan Lucas, aku takut kejadian Syifa menimpaku, rasanya aku tak akan pernah siap mas "


"Tenang sayang aku dan Lucas tak akan kemana mana, semua orang juga tak akan siap untuk kehilangan orang tersayangnya, semua orang juga tak akan siap mati, tapi itu memang sudah takdir kalau kita tak akan abadi di dunia ini."


"Iya mas, aku berdoa semoga aku dulu yang pergi, aku tak mau ditinggalkan terlebih dahulu "


"Jangan berkata seperti itu sayang, kita akan pergi sama sama, kau dan aku akan pergi sama sama "


"Tau dari mana kau ini mas, ada ada saja "


"Karena aku pun sama tak ingin ditinggalkan oleh mu, aku ingin selalu berada bersama mu, aku tak ingin kehilangan mu jadi lebih baik kita pergi bersama "


"Apakah mungkin "


"Bisa saja, sudah sayang jangan membicarakan hal yang tak seharusnya di bicarakan, mari kita tidur dan jalani hidup dengan tenang, mengurus anak kita sama sama ya "


Zeline mengangguk memeluk sang anak dan Liam segera memeluk keduanya, memberikan kehangatan pada keduanya.


**


"Kenapa kau sangat lama sayang diundangan itu, kalau saja tak ada meeting aku pasti ikut "


"Iya baby karena Syifa tak jadi menikah dengan Nabil, sekarang syifa sudah sah menjadi istrinya kak Andre "

__ADS_1


"Loh kok bisa, kenapa jadi sama Andre "


"Nabil meninggal baby, dia meninggal karena dirampok dia dibunuh "


"Innalilahi, aku turut berduka cita, kapan dimakamkannya "


"Besok baby, apakah kau mau ikut kesana nanti "


"Tentu aku ingin ikut dan menyaksikan semuanya, aku juga harus memberikan bela sungkawa pada Syifa dan memberikannya selamat atas pernikahannya "


"Sepertinya baby, kalau kau memberikan selamat atas pernikahan Syifa jangan dulu deh, dia kan lagi berduka masa iya diselamatin "


"Ya gimana lagi sayang, kok aku jadi pusing yah "


"Udah jangan di fikirin kenapa sih harus di fikirin segala, yang penting besok kita datang saja baby "


"Iya kau benar sayang, oh ya apakah kau melihat Dini setelah sekian lama kita tak bertemu dengan dirinya "


"Kenapa apakah kau masih ingin bersama dia " ucap Jo dengan ketus.


"Tidak sayang, karena dikantor banyak sekali yany menanyakan keberadaan Dini, dan juga Chiko tak pernah terlihat kembali bersama Dini "


"Apa dia mati baby, atau dia pindah "


"Entahlah sayang aku pun tak mau tau, yang terpenting kita hidup dengan tentram dan tak ada gangguan lagi dari s Dini Itu "


"Hemm aku kira kamu masih berharap pada dia baby "


"Tidaklah sayang, aku hanya cinta padamu, sayang padamu tidak pada yang lain sayangku "


"Loh kok gitu sih sayang "


"Bi neneng temenin bapak makan ya " ucap Jo sambil naik keatas.


"Siap bu, dengan senang hati "


"Ayo bapak sayang, kita makan yo, neneng udah gak sabar pengen di suapi sama bapak "


"Gak ah bibi makan aja sendiri " Riyan segera bangkit dan pergi meninggalkan Bi neneng sendirian.


"Lah lah kok malah ditingalin kaya gini bapak, jangan tinggalin neneng, ya udah deh aku abisin aja makannya, malam ini neneng pasti kenyang"


Benar saja Neneng mengambil banyak lauk pauk dan memakannya dengan lahat sambil nonton tv seru banget deh.


**


"Nabill " teriak Syifa dengan nafas yang tak beraturan serta peluh yang mengucur deras.


Syifa segera mengambil air minum dan segera meminumnya, Nabilnya datant kemimpinya, Syifa segera tersenyum namun tiba tiba saja senyum itu hilang.


Tiba tiba saja perutnya sangat lapar "nak apakah kau ingin makan, ayo kita kedapur ya, sekarang kita kesana ya, karena tak ada ayah lagi yang menyiapkannya untuk ibu. Ibu juga lupa sayang belum makan dari siang tadi, bagaimana ibu bisa makan sayang, sedangkan ayah mu saja telah meninggalkan ibu, tapi ibu harus berjuang untuk mu nak, ibu akan hidup untuk mu sayang " sambil mengusap perutnya


Syifa segera mengusap air matanya lalu berjakan dengan perlahan lahan kearah dapur, Syifa membuka kulkas dan ternyata tidak apa apa. Membuka lemari lemari lainnya juga tak ada.


"Syifa kau sedang apa " tiba tiba saja ada yang mengagetkan Syifa.

__ADS_1


Dengan perlahan Syifa segera mengalihkan pandangannya dan mengusap dadanya.


"Maafkan aku telah mengagetkan mu Syifa, apa yang kau cari "


"Aku aku "


"Apakah kau lapar, aku dengar orang hamil selalu lapar Syifa "


"Emm iya aku ingin makan paman, tapi aku tak menemukan apa apa "


"Apa yang kau inginkan Syifa, biar aku membelikannya "


"Tak usah lah paman biar aku tidur saja "


"Tidak tidak, paman akan membelikannya, apa yang kau inginkan Syifa sayang istriku "


"Apakah tidak apa apa paman "


"Tentu kenapa aku suami mu, aku akan membelikannya apa yang kau mau sayang "


"Aku ingin sekali burger, bubur dan juga apel "


"Sudah itu saja sayang "


"Sudah paman "


"Aku pergi dulu ya, kau tunggu disini sayang "


Syifa segera mengangguk dan menunduk mengusap perutnya, "sayang lihat paman Andre sangat baik pada kita, nanti kau harus menyayanginya ya sayangg"


Sedangkan Andre sekarang sedang mencari apa yang di inginkan Syifa, namun tak ada, tapi Andre tak menyerah begitu saja mencari dengan teliti.


"Dimana ya aku harus membelinya "


Dan untungnya ada salah satu makanan yang di inginkan Syifa, kembali Andre mencarinya kembali dan akhirnya semuanya sudah terbeli.


Dengan cepat Andre segera pulang kerumah, selaam perjalanan senyum Andre tak pernah luntur.


"Sayang aku sudah pulang "


Syifa yang sedang menahan kantuk terlonjat kaget, Andre segera menyimpan pesanan Syifa.


Saat Syifa akan mengambil piring tiba tiba saja Andre memegang tangannya.


"Sudah biarkan paman saja yany mengambilnya, tunggu ya "


Andre segera berlari dan mengambil mangkok serta piring yang dibutuhkan Syifa, memasukan buburnya kedalam mangkok.


"Ayo makan Syifa "


"Kenapa membeli satu apakah paman tidak mau, atau kita berdua saja "


"Tidak paman sudah kenyang, ayo kau makan sekarang ya "


Syifa hanya tersenyum, segera memakan buburnya dengan perlahan lahan, sedangkan Andre tak henti hentinya menatap Syifa.

__ADS_1


Rasanya dirinya sangat senang sekali, bisa melihat Syifa sedekat ini. Dan Syifa selamanya akan menjadi istrinya hanya istrinya tak ada yang lain.


__ADS_2