Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ibu yang keras kepala


__ADS_3

Zeline yang baru bangun segera mengusap wajah suaminya "sayang lepasin dong aku mau ke baby Lucas aku kangen sama dia "


"Emmn sayang, sebentar lagi ya "


"Ayolah sayang, aku sudah sangat merindukan anak kita "


Liam segera membuka kedua matanya dan menatap langsung mata istrinya. Membelai pipi istrinya dan sekarang berpindah pada bibir istrinya.


Liam sudah sangat ingin melakukan kegiatan panasnya, saat akan memegang kedua gunung istrinya, Zeline segera menangkapnya dan melepaskan ciumannya.


"Kenapa sayang kamu lepasin, apa aku gak boleh "


"Bukannya gak boleh, belum sayang, nanti tunggu masa nifas aku dulu 40 hari lagi oke sayang "


Zeline segera bangkit meningalkan suaminya sendirian, Liam lalu memukul kepalanya baru ingat dirinya ini kalau istrinya baru saja beres melahirkan.


Zeline segera mengambil anaknya dari tempat tidurnya dan membawanya untuk kekamarnya juga. Zeline saat melihat suaminya langsung tertawa renyah.


"Sabarlah mas, akukan baru beres melahirkan "


"Iya maaf sayang, aku lupa sini bawa anak kita Lucas"


Segera Zeline membawa anaknya kehadapan papihnya "lihat sayang Lucas sangat mengemaskan, dia tampan sekali ya "


"Tampanan siapa dengan aku sayang "


"Emmm sama sayang, kalian sama tampan, laki-laki tampan kesayangan mamih "


"Uh cup cup sayang, pasti pengen minum cucu "


Zeline segera membuka kancing atasnya dan mengeluarkan salah satu payudarannya. Lucas dengan cepat melahap ****** itu dan menyedotnya dengan sangat kuat.


"Uhh enak banget ya, papih aja gak dikasih " sambil menoel-noel pipi anaknya


"Kamu tuh udah setiap hari dikasih jadi sekarang waktunya Lucas yang mimi pada mamih "

__ADS_1


"Yahh tapikan sekarang papih harus puasa dulu "


"Yaudah, papih yang sabar ya "


"Iya deh iya papih sabar, tapi jangan lama-lama "


"Gak akan papih"


"Sayang kamu belum makan aku ambilkan makanan dulu ya nanti aku suapi, kamu juga harus banyak makan "


"Terus kalau aku gendut gimana apa kamu masih mau sama aku sayang "


"Dengerin sayang, aku mencintai kamu bukan karena tentang fisik kamu, mau badan kamu segede apapun gak akan merubah rasa cinta aku sama kamu. Jadi kamu gak usah khawatir aku gak akan berpaling karena cuman masalah badan kamu aja "


"Makasih mas, makasih udah mau terima aku dan mencitai aku dengan setulus ini, mungkin dulu kalau aku nolak dan kabur dari kamu gak akan sebahagia sekarang "


"Iya sayang, makasih juga kamu mau terima aku yang memang benar bukan orang baik " Liam segera mengecup kening istrinya cukup lama.


Lalu pergi keluar untuk mengambil makananya di dapur, namun saat akan turun dirinya berpapasan dengan sang ibu.


"Ibu mau kemana "


"Dia lagi sama Zeline bu, sama ibunya "


"Oh ya udah ibu mau ambil dia "


"Bu tolong beri waktu Zeline bersama anaknya, kasian diakan juga mau urus anaknya. Biarin dia habisin waktu sama Lucas ya bu. Gantian aja sekarang sama Zeline dulu nanti sama ibu "


"Ya gak bisa gitu dong Liam, ibu juga pengen nimang cucu ibu setiap saat, biarin Zeline istirahat urusan anak biar ibu aja "


"Kalau kaya gitu Zeline gak akan belajar-belajar bu, diakan seorang ibu pasti mau selalu ada dideket anaknya jadi tolong ya bu , biarin Zeline sama anaknya"


"Engga ah, ibu mau ambil Lucas " setelah mengatakan itu ibu Liam segera pergi kekamar Zeline. Liam segera mengikuti ibunya harus mengatakan apa lagi pada ibunya ini.


"Line " panggil mertunya sambil masuk kedalam kamar anak dan menantunya.

__ADS_1


"Iya bu "


"Sini Lucas sama ibu aja ya " tanpa mendengarkan jawaban dari Zelinw langsung saja ibu mertuanya itu mengambil Lucas.


Seketika air mata Zeline turun kembali "mas Lucas lagi minum, dia belum kenyang "


Liam segera menghampiri istrinya lalu memeluknya dengan erat seketika tangis Zeline pecah penjadi sebuah raungan.


"Aku masih belum puas sama Lucas mas, aku belum ngasih asih yang cukup buat Lucas. Ibu kenapa main Lucas aja "


"Sabar sayang, sabar, nanti aku akan kembali membujuk ibu, tadi aku sudah membujuk ibu untuk tak menganggumu dengan Lucas namun dia malah gak mau sayang "


"Mending kamu sekarang makan dulu aja ya " bujuk Liam.


"Engga aku gak nafsu , aku maunya Lucas aja mas, Lucas tolong bawa kesini. Bahkan aku seharian ini cuman pegang Lucas paling lama 20 menit mas, setiap hari bahkan aku hanya menyusinya saja. Aku juga pengen terus meluk dia mas, main sama dia, aku ini ibunya. Aku tau ibu mertua sangat menyayangi Lucas tapi beri waktu untuk bersama anak ku "


Liam segera melepaskan pelukannya dan akan mengambil Lucas pada ibunya dengan baik-baik. Namun ditahan oleh ibu mertuanya yang memang dari tadi menyaksikan cucunya diambil oleh besannya.


"Sudah kamu ambilkan saja makan untuk istrimu, biar ibu yang bilang kepada Zeline untuk sedikit sabar lagi, mungkin ibumu sangat ingin menimang Lucas sampai tak mau jauh darinya "


"Baiklah bu, maafkan ibu Liam ya "


"Iya nak gapapa "


Liam segera pergi digantikan oleh ibunya Zeline yang masuk, "sayang kamu jangan nangis "


"Ibu aku pengen Lucas "


"Dengerin ibu, ibu mertuamu dulu gak punya kesempatan untuk menjadi seorang ibu dan mengurus anaknya sendiri yang keluar dari rahimnya karena alloh mempunyai rencana lain. Yaitu memberikan Liam untuk diurus olehnya. Jadi wajar bila sekarang dia sangat ingin mengurus Lucas. Kamu harus mengerti "


"Untuk masalah itu aku ngerti bu, namun setidaknya beri Lucas waktu untuk bersamaku, kalau tidak malam hari denganku, tapi ini apa aku sama sekali tak diberi waktu untuk bersama dengan anakku sendiri. Aku ingin belajar bu, ingin belajar menjadi seorang ibu, mengurus Lucas, semuanya. Kalau seperti ini terus kapan aku akan belajar bu, kapan aku akan bisa mengurus Lucas dan merawatnya oleh tanganku sendiri. Bagaimana kalau nanti ibu, ayah, mertuaku sudah tak membantuku sedangkan aku tak bisa apa-apa lalu aku harus bagaimana bu. Bukannya aku egois Lucas anak pertamu banyak yang ingin aku habiskan dengan Lucas. Bukan hanya sekedar menyusuinya saja, ini seharusnya momen momen yang bahagia buat keluarga kecil aku bu "


"Sabar sayang, sabar pelan pelan pasti mertuamu tak akan seperti ini. Ibu yakin "


"Sampai kapan aku harus sabar bu, apa aku harus menunggu sampai Lucas dewasa " tangisnya kembali lagi mengalir.

__ADS_1


Ibunya seketika mengenggam tangan anaknya dengan sangat erat "pokoknya kamu jangan sampai berselisih faham dengan mertuamu. Ibu hanya minta kamu untuk sedikit saja sabar sebentar lagi, Liam pasti akan membantu kamu dia tak akan tinggal diam sayang, kamu sekarang harus makan ya jangan biarin perut kamu kosong nanti asihmu berkurang sayang "


Zeline hanya mengelengka kepalanya dan langsung menundukan kepalanya..


__ADS_2