
Liam yang tak mau kehilangan sang istri dan dia yakin kalau istrinya masih hidup dan selamat segera mencari keberadaan sang istri pasti belum jauh, pasti masih ada didaerah sini, tak jauh dari sini, dirinya sangat yakin pasti ada disini.
"Ada dia cabang aku harus kemana kekanan atau kekiri, pasti kanan ya aku yakin Jo dan istrku kearah sini "
Dan Liam melihat rumah kecil ada ditengah tengah hutan Liam segera kearah sana dan mengetuk pintu namun tak ada yang membukannya "apakah ini rumah kosong "
Liam mencoba membukannya namun tidak bisa seperti terkunci dari dalam, Liam kembali berjalan dan pergi dari sana, dan tiba tiba pintu terbuka, namun sang nenek tak melihat siapa siapa.
"Tak ada siapa siapa ternyata, apakah orang iseng, tapi masa iya ditengah hutan ada orang iseng "
Nenek itu kembali masuk kembali dan menutup pintunya, Liam kembali kejalan tadi berbelok kiri dan tak menemukan apa apa, hanya pohon pohon besar serts suara burung.
"Ya Tuhan kemana istriku dimana dia, aku tidak akan pernah siap untuk kehilangannya sampai kapanpun aku takkan siap"
"Lalu aku harus berbicara apa kepada anak ku. Aku tidak membawa ibunya pulang apa yang aku harus ucapkan kepada dia"
Liam kembali mencari sang istri lebih dalam bahkan makin dalam siapa tau ada didekat dekat sini.
Sedangkan Tora dia juga sedang mencari nyonyanya beserta sahabatnya yang hilang, "Bagaimana apakah ada "
"Tidak bos tak ada " ucap Hamzah
"Cari lagi, bantu aku mencari nyonya ada nyawa seseorang yang terancam, tolong bantu aku ya "
"Nyawa siapa bos "
"Istriku "
"Hah istrimu, kapan kau menikah kenapa aku tak tahu, bos kenapa tak bilang bilang "
"Nanti saja aku ceritakan sekarang fokus lah mencari nyonya dan temannya aku harus menemukannya kalau tidak istriku taruhannya, ayo cepat bantu aku, istriku sedang mengandung aku tidak mungkin membiarkan dia mati ditangan tuan"
"Baiklah Bos kau hutang bercerita padaku"
"Hemm "
**
"Lucas " teriak Zeline yang tiba tiba saja bangun dan mengagetkan Jo dan nenek yang menolongnya.
"Line kamu baik baik sajakan, Line "
"Jo kenapa kita ada di sini kita kenapa"
"Kita kecelakaan Line , masuk kejurang tapi untungnya kita masih selamat Line dan ada nenek ini yang bantu kita kamu udah gak apa-apa kan"
Zeline langsung melihat kearah nenek itu dan tersenyum "makasih nek "
"Sama sama nak "
"Aku harus pulang pasti Lucas lagi nangis "
"Jangan dulu nak, kamu masih sakit "
"Gak bisa nek, anak saya masih kecil dia pasti lagi nangis karena saya tak pulang "
Zeline ingin turun namun kakinya sangat sakit sekali, sampai dirinya tak bisa menahannya, namun Jo langsung menahannya.
"Nek jalan kejalan utama dimana ya " tanya Jo
"Jalan kalian kemari tadi, ada sunggai ikuti saja pasti kalian akan menemukan jalan utama "
"Baik nek terima kasih atas bantuannya saya bersama Zeline akan pulang saja"
"Apakah kuat, maafkan nenek yang tak bisa mengantarkan kalian "
"Saya kuat nek, tak apa nek, terimakasih sudah mau membantu kami "
__ADS_1
Jo langsung membalikan badannya dan menyuruh Zeline naik kepunggungnya "apakah tak apa Jo"
"Ayo Line naik "
Mereka berdua pergi dari Sana setelah tadi berpamitan "Jo apakah kau tak berat mengendongku "
"Tidak tenang saja aku kuat dan aku bisa mengendongmu, aku harus cepat cepat membawamu kerumah sakit, kakimu sudah berdarah kembali Line "
Namun dari kejauhan mereka mendengar lolongan serigala "Line apa itu, itu suara serigalakan "
"Iya Jo, apa mereka akan mendekat ,"
"Aku juga gak tau "
Jo langsung mempercepat jalannya dan sesekali berlari kecil, dia tak memikirkan beban yang dia bawa, yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan sahabatnya, itu yang terpenting tak ada yang lain.
Namun benar saja, didepan Jo malah bertemu dengan seekor serigala "ahhh "
Jo memundurkan langkahnya dengan serigala itu yang mendekati mereka "tolong, tolong " teriak Zeline dan juga Jo
"Tolong tolong siapa saja tolong kami"
Saat mereka berdua sudah terjatuh, serigala itu pun sama terjatuh ada seseorang yang menembaknya, Jo dan Zeline langsung membuka kedua bola matannya dan dihadapannya ada seorang laki laki memakai topi koboi dan menghampiri mereka.
"Kenapa kalian ada disini, ini adalah hutan berbahaya di sini banyak hewan buas Kenapa kalian berdua dari sini"
"Tolong bisa bantu sahabat saya dulu nanti saya akan ceritakan semuanya. Tolong bawa kami ke rumah sakit tolong aku sangat minta pertolongan mu "
"Baiklah "
Sekarang Zeline diambil alih oleh laki-laki itu, Jo berjalan di samping laki-laki itu mengikuti dia untuk masuk ke dalam mobilnya dan untungnya mobil itu terparkir tak jauh dari tempat mereka tadi.
Jo langsung memeluk Zeline yang ada dibelakangnya "jadi kenapa kalian ada disini "
"Kami kecelakaan dan mobil kami masuk ke dalam jurang"
"Kenapa bisa "
"Syukurlah sebentar lagi kita akan sampai "
"Baiklah "
**
Riyan yang tak bisa menghubungi nomor sang istri dan juga Zeline menghubungi Liam dan langsung diangkat.
"Liam apakah kau tahu di mana keberadaan Jo, tadi dia pamit untuk pergi bersama Zeline tapi sampai sekarang dia belum pulang"
"Mereka berdua hilang aku sekarang sedang mencarinya"
"Apa kenapa bisa kau dimana aku akan menyusul mu "
"Kau tak usah menyusulku, kau cari di daerah sana di kota-kota siapa tahu mereka ada disana dan kita tidak mengetahuinya, aku meminta tolong pada mu, tolong bantu aku "
"Baik aku akan mencari mereka kalau ada info-info kau hubungi aku dan aku kalau aku mendapatkan info pun akan menghubungimu langsung"
"Baiklah "
Liam mematikan ponselnya dan langsung menghubungi Tora "bagaimana waktumu hampir habis ada sisa 5 jam lagi, aku akan menghabisi perempuan itu dan anaknya, kalau kau masih belum bisa menemukan istriku "
"Tolong tuan beri keringanan jangan kau membunuh mereka berdua itu yang ada dalam perut perempuan itu adalah anakku, tolong tuan jangan habisin mereka tolong beri ampun, aku yang salah bukan mereka tolong tuaan aku sedang mencari nyonya"
"Aku tidak akan menarik kata-kataku kalau aku berkata bunuh maka akan aku bunuh, aku sudah bilang kan kalau apa-apa melakukan sesuatu kau bilang padaku jangan menyembunyikannya seperti ini dan pada akhirnya apa istriku menjadi salah paham dan menganggap dia adalah selingkuhan ku aku tidak terima itu semua"
"Iya tuan maafkan aku maafkan aku telah ceroboh maafkan aku"
"Cari istriku sampai ketemu waktumu 5 jam lagi aku akan menunggu di rumah hutan dan aku mau kau membawa istriku dengan hidup-hidup tidak ada Luka sedikit pun "
__ADS_1
Liam mematikan ponselnya dan berbalik kembali kearah mobilnya untuk melakukan apa yang dirinya katakan tadi pada Tora.
**
"Bibi kenapa mamih dan papih begitu lama, aku ingin beltemu dengan mereka hik hik aku ingin beltemu dengan mereka "
"Lebih baik kita bermain dengan baby Nabil bagaimana agar Den Lucas bisa senang nanti juga mamih sama Papih pulang sebentar lagi kita main dulu ya sama Baby Nabil"
"Da mau aku mau mamih da mau " teriak Lucas
Tiba tiba ada yang membuka pintu ternyata Andre "kenapa dengan Lucas bi " sambil mengambil alih memangku Lucas.
"Den Lucas pengen ketemu sama mamihnya tapi belum pulang juga tuan lagi nyari nyonya "
"Emang Zeline kemana Bi, "
"Saya juga kurang tau tuan "
"Baiklah Bibi istirahat dulu saja, biar Lucas bersama saya"
"Baik tuan terimakasih "
Andre membawa Lucas keluar rumah "Lucas sama papah dulu ya, kuta tunggu mamih sama papih sambil main sama dede Nabil "
"Dari tadi Lucas tunggu mereka tapi enggak pulang-pulang papah"
"Iya tadi Papih telfon papah katanya jalannya macet jadi susah pulangnya jadi Lucas dititipin dulu sama papih buat main sama Dede Nabil dulu, jadi sekarang gak boleh nangis-nangis lagi kalau nangis terus nanti maminya gak jadi pulang loh"
Lucas langsung menghapus air matanya dan ternsenyum pada Andre "papah gak bohong kan "
"Engga dong, tuh lihat dede Nabil lagi minum susu "
Andre langsung mendudukan Lucas didekat Nabil dan menatap sang istri "paman kenapa sama Lucas kayanya habis nangis "
"Mamihnya sama papihnya belum pulang, kamu jaga dulu ya Lucas, paman mau telfon Liam sama buatin makan buat Lucas dari tadi nangis terus "
"Iya mas "
Setelah Andre pergi Syifa memangku Lucas dan membaringkannya "ayo sini bobo sama dede Nabil ya "
"Iya tante, "
Lucas akhirnya tak terlalu memikirkan orang tuannya, dia larut dalam pelukan Syifa, dia lelah menangis terus menerus dari tadi.
**
"Liam lo dimana, Lucas dari tadi nangis "
"Gue lagi cari Zeline sama Jo mereka hilang"
"Kenapa bisa "
"Gak tahu deh istri gue salah paham dia datang ke rumah hutan dan di sana ada perempuan yang ternyata istrinya Tora, dia gak bilang kalau dia nikahi perempuan yang suruh gue bunuh dan jadinya kayak gini kan dia nganggap gue selingkuh dan gue tadi nemuin mobilnya ada di dalam jurang"
"Apa tapi lo temuin mereka berdua kan "
"Gak sama sekali mobilnya kosong gak ada siapa-siapa gue juga ini udah cari ke hutan di sini tapi gue gak nemuin jejak mereka sama sekali, gak ada yang gue temuin gue harus cari lagi ke mana Dre istri gue. Gue titip anak gue dulu ya tolong lo bujuk dia buat gak terlalu nanyain ibunya gue lagi berusaha nyari dia gue udah buntu enggak tahu harus cari lagi ke mana "
"Kalau ada apa-apa lo hubungin gue lagi gue akan jaga anak loh kok. Tenang aja gak usah pikirin Lucas dia pasti baik-baik aja sama gue, gue yakin Zelind sama Jo gak mungkin hilang gitu aja pasti dia udah menuju kota, pasti ada yang menolong mereka, coba lu cari ke daerah situ atau ke rumah sakit terdekat yang dekat situ aja siapa tahu ada kan"
"Iya bener tapi gue mau habisin perempuan itu dulu biar Tora tahu kalau gue enggak sekedar ngancem aja"
" Udahlah gak usah pikirin itu dulu yang terpenting sekarang cari dulu Zeline sama Jo dulu aja, untuk masalah perempuan itu gampang lo pasti udah sembunyiin dia kan di tempat itu, ditempat tersembunyi rumah hutan lo "
"Lo tau aja tempat rahasia gue"
"Apa sih yang gak gue tahu tentang lo mendingan sekarang lo cepat pergi gue yakin mereka masih hidup"
__ADS_1
"Iya makasih "