Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Cekcok teruss


__ADS_3

"Jadi sekarang kamu mau kemana lagi Jo "


"Aku mau pulang aja"


"Kerumah kamu gitu "


"Iya aku mau pulang kerumah ngambil barang barangku dan yang lainnya "


"Terus setelah itu kamu mau kemana, apa perlu aku temani "


"Entahlah gimana nanti saja, tak perlu aku bisa kok urus diri aku sendiri tanpa bantuan orang lain, permisi " Jo bangkit dan akan pergi namun.


"Jangan lupa urus asisten murahan mu itu, aku sampai tak mau ada masalah lagi "


Setelah mengatakan itu ya Jo benar benar pulang tanpa melihat lagi kebelakang kekanan atau pun kekiri lurus kedepan.


Chiko hanya tersenyum saja dan melengang pergi meninggalkan lestoran setelah membayar, seperti apa kata Jo dirinya menemui asistennya yang sedang membersihkan lukannya.


"Kau kenapa Din, wajahmu sangat hancur begitu apa terkena tornedo "


"Kau ini bos, perempuan yang kau cintai itu bar bar sekali ya, dia main kekerasan padaku, lihat wajahku lihat habis dia hajar memangnya aku ini apa guling guling gitu atau bantal, sampai dia tak memikirkan yang dia pukul "


"Ya sudah iklasin aja, mungkin kita baru tau kalau dia emang bar bar seperti itu, maklumi saja, siapa juga yang gak kesel liat suaminya ada dihotel sama perempuan lain "


"Ya aku kira dia gak akan nekat kaya tadi suaminya aja ditampol, apa bapak nanti gak takut sama dia gitu, kalau bapak beneran nikah sama perempuan itu apa bapak gak takut di hajar kaya saya emang "


"Enggalah kenapa saya harus takut coba biarin aja yang penting dia baik setia dan keperawanannya saya yang dapetin bukan orang lain "


"Bapak itu terobsesi sama keperawanan ya sampai segitunya, kenapa sih bu Lala juga gak kalah cantik kok menurut saya "


"Gak saya gak suka Lala, dia terlalu lemah dan dia bodoh karena sudah memberikan keperawanannya pada orang lain, dan itu yang sangat membuat saya kecewa Din itu, sudahlah jangan membahas perempuan itu, segeralah bergegas aku akan mengantarmu pulang Din, cepat ya aku ingin memgerjakan pekerjaanku yang lain "


"Baiklah pak sebentar, saya harus menutupi lebam diwajah saya mengunakan riasan agar tak terlalu terlihat pak "


"Hemm"


***


Jo yang sudah datang kerumahnya langsung masuk tanpa menghiraukam Riyan yang sudah menunggunya dan mengejarnya, namun selalu ditepis oleh Jo dan saat Riyan akan masuk kamar tak keburu masuk karena Jo sudah menutupnya.


Didalam kamar Jo membereskan semua barangnya memasukannya kedalam koper dan saat sudah selesai baru keluar dan ada suaminya yang sedang menunggunya.


"Tunggu dulu sayang, ada yang perlu aku bicarakan ada yang perlu aku jelaskan "


"Apalagi yang perlu kamu jelaskan Yan, apalagi aku sudah lelah dengan sikapmu yang tak berubah rubah, aku harus memberikanmu kesempatan berapa kali lagi, apakah aku harus memberikanmu beribu ribu kesempatan hah, agar kau puas menyakitiku "


"Sayang dengarkan ini salah faham, aku terjebak oleh Dini, dia menantangku kalau aku tak bisa membuatku mau disentuh oleh ku karena aku cemen karena aku itu lah ini lah jadi aku ingin membuktikannya pada Dini kalau aku tidak seperti itu "


"Bukan salah dia kok, tapi salah kamu yang mau aja, kalau ditolak dia gak akan tuh maksa kamu, jadi ini pada intinya kalian suka pada suka, kenapa tadi tak sekalian saja lakukan dihadapanku, agar kau puas apakah kau tak bisa menungguku, menunggu beberapa saat, aku pun sedang berusaha untuk menyakinkan diri ku Yan, tapi sekarang kau mengecewakan ku lagi "


"Aku bisa menunggumu, aku dan Dini teman sama seperti kau dan juga Andre, kalian teman kan dekat aku pun sebaliknya seperti itu, lalu kenapa kamu boleh melakukan itu sedangkan aku tak boleh "

__ADS_1


"Dengarkan ya Yan, dengan baik baik dan buka telinga mu itu lebih lebar lagi, jika perlu sebesar belalai gajah agar kau mengerti, bukannya kau yang mensetujuinya, bahwa kau tak akan melarangku berteman dengan Kak Andre, asal kau tau pertemanku dan pertemanmu sungguh sangat berbeda "


"Aku berteman dengan kak Andre memang benar benar teman tak ada yang lain dan tak ada cinta diantara kami berdua, kami hanya teman, teman biasa teman ngobrol dan teman bercanda, sedangkan kau apa , kau dengan dia teman seranjang teman bermesraan dan teman selingkuh, kalian selingkuh namun berkedok teman, hebat hebat sekali kau Yan,"


"Aku tidak selingkuh ya, aku hanya berteman "


"Persetanan dengan kata katamu, aku lelah aku akan pergi dan nanti aku akan mengajukan gugatan cerai "


"Aku tak akan mau bercerai denganmu kita baru menikah Jo lalu bagaimana dengan orang tua kita "


"Lalu kalau sudah lama baru kita bisa bercerai begitu iya, aku akan bilang semuanya pada mamih dan papih mereka pasti mengerti dan akan mendukungku lepaskan aku akan pergi "


"Tidak jangan pergi "


"Lepaskan " teriak Jo


Dan pada akhirnya Andre melepaskannya juga, pasrah dengan semuanya, entah harus bagaimana lagi membujuk Jo yang sudah bulat dengan pemikirannya dan keputusannya, sangat sulit jika ingin mengoyahkannya.


**


Sedangkan diluar sana Andre sedang pergi berjalan jalan dengan Mila, ya mereka menjadi dekat dan sudah saling telfon telfonan dan sekarang jalan jalan bersama.


"Jadi sekarang bagaimana Dre, apakah kau akan tetap bertahan menunggu Syifa mu itu atau mencari yang lain,, maksudku yang mau menerimamu dan perempuan itu juga mencintaimu "


"Entahlah aku belum berfikir sampai kesana, karena ya aku masih ingin memperbaiki semuanya dengab dia, aku masih ingin bersamanya dan aku masih ingin menjadi suaminya, tapi kalau allah sudah menetukan dia bukan jodohku aku akan terima"


"Lalu bagaimana bila ada perempuan yang menyukaimu atau langsung menyatakan perasaannya padamu, kau akan melakukan apa "


"Hemm seperti itu ya, bagus sih aku suka pemikiranmu, aku suka suka "


"Em baiklah apakah kau ingin pulang sekarang atau masih mau jalan jalan "


"Boleh aku mau pulang saja, aku sudah mengantuk "


"Baiklah aku akan mengantarmu bersabar ya sebentar lagi kita akan sampai rumahh "


Mila hanya tersenyum dan menganguk angguk saja, entahlah masih tergiang giang jawaban Andre, untung saja bertanya dulu kan.


**


"Kamu dari mana lagi mas, ketemu sama perempuan mana lagi, apa itu yang namanya Jovanka Jovanka itu yang lagi kamu perjuangkan " tanya Lala saay suaminya masuk kamar.


"Tuh udah tau jawabannya kenapa nanya lagi, iya dia cantikan lebih cantik dari kamu dan lebih muda serta lebih seger "


"Apa kamu tega menghancurkan rumah tangga orang lain cuman demi cinta, sedangkan kamu udah dapetin cinta itu dari aku, kenapa kamu harus cari cinta yang lain mas kenapa, kita ini sama sama perempuan lo mas, tapi kenapa kamu lebih memilih dia "


"Ya aku tega melakukan itu, sebelum yang aku mau jatuh ketangaku, aku akan selalu berjuang sampai titik darah penghabisan, aku tak akan menyerah, jelas bedalah dirimu dengan dirinya, sangat berbeda dia menikah masih perawan sampai detik ini, sedangkan kau sama sekali tidak, kau sudah kotor dan tak suci lagi kau memberikannya pada orang lain bukan pada aku "


"Kenapa sih mas selalu itu saja, keperawanan keperawanan dan keperawanan kenapa harus itu alasannya apa tidak ada lagi selain itu, aku ini hanya tak perawan saja karna suatu alasan tapi kau selalu saja tak mau mendengarkan apa alasannya kenapa aku sampai tak perawan, kau tak pernah menanyakan itu kenapa, kau hanya tau aku tak perawan memberikannya pada mantanku, tapi kau salah besar kau salah "


"Aku salah, tentu tidak aku tak mungkin salah aku yakin kau memberikan perawanmu pada mantan mu itu mengakulah jangan banyak mengelak tak guna rasannya kalau kau harus berbelit belit padaku, sudah lah aku lelah lebih baik aku tidur dihotel saja dari pada denganmu yang cerewet bawel, lebih baik tadi tak usah pulang saja "

__ADS_1


Flashback, pada kejadian saat Lala umur 20 tahun.


Lala yang baru saja pulang bekerja berjalan sendirian, karena memang dirinya masuk sore dan pulang malam, kebetulan pacarnya tak bisa menjemput karena ada urusannya yang tak bisa dirinya tinggalkan sama sekali, jadi ya begini lah pulang sendiri.


Lala merasa dirinya ada yang mengikutinya ditengoknya kebelakang namun tak ada, tak ada siapa siapa hanya dirinya saja yang berjalan sendiri, kenapa tak naik kedaraan, karena tak ada jam 2 malam dirinya pulang.


Tapi pabriknya dan rumahnya cukup dekat dan membuat dirinya berjalan kaki pun tak masalah tapi kadang pacarnya itu suka kawatir makannya selalu antar jemput begitu.


"Siapa sih di belakang, kok aku jadi parno gini ya, lari deh takut ah "


Lala segera berlari dan benar saja ada yang mengikutinya orang itu terus saja mengikuti Lala sampai Lala tertangkap dan menyeret Lala pada sebuah rumah "Lepakan apa yang kau mau lepaskan " teriak Lala.


"Tolong tolong tolong siapa pun, "


Namun orang itu langsung membekap mulutnya dan mengusurnya masuk kedalam rumah. Setelah ada didalam rumah Lala dilemparkan keatas tempat tidur dan orang itu membuka kedoknya.


"Kamu ngapain kamu nyulik aku, ada apa denganmu ini hah Hasan"


"Kau bertanya ada apa denganku, apa kau pernah sadar Lala kau telah mengabaikan cintaku dan memilih laki laki itu, aku mengungkapkan perasaanku beberapa kali padamu, namun apa hasilnya kau sama sekali tak meresponya kau hanya bisa tersenyum saja padaku "


"Aku tak perlu senyuman mu, aku hanya perlu jawabanmu saja La, jawaban kalau kau juga mencintaiku hanya itu saja, tapi sepertinya sangat sulit kata itu untuk kau ucapkan padaku, padahal jika dibandingkan dengan pacarmu igu aku lebih segalanya, tapi kenapa kau tak memilih aku kenapa "


"Aku sengaja melakukan ini, penculikan ini agar kausadar bahwa aku sungguh mencintaimu dan tak main main sama sekali dengan dirimu, aku yakin aku bisa membuat mu bahagia seperti laki laki yang lainnya, aku bisa sungguh "


"Aku tak suka dengan caramu Hasan, maafkan aku, aku tak menyukaimu lalu aku harus bagaimana untuk bisa menyukaimu, sudah aku coba untuk mencintaimu tapi tetap saja tak bisa, sama sekali gak bis, cinta itu gak bisa dipaksakan Hasan, cinta itu harus tulus " jelas Lala akhinya dirinya tak mau ada masalah.


"Tapi kenapa kau bisa mencintainya Sedangkan padaku, aku sama sekali tak bisa apa alasannya sampai kapan aku harus sabar dan menunggu sepeerti ini, apa aku harus melakukan sesuatu dulu padamu agar kau mau menjadi pacarmu hah, atau harus aku celakakan dulu pacar pacarmu dulu, agar kau tau bahwa aku tak main main mencintaimu "


"Dengarkan aku, cinta itu tak bisa dipaksakan, cinta itu tumbuh karena terbiasa dan karna daya tarik juga, jadi kamu jangan menanyakan aku akan jatuh cinta sama kamu kapan karena semua itu gak akan mungkin terjadi,tak akan terjadi Hasan, sekarang kamu sudah tau kan alasannya jadi lepaskan aku, aku mau pulang Hasan jangan membuat ibuku menunggu lama "


"Gak gak mungkin itu gak mungkin terjadi, aku aku gak mau kamu pergi, oke kalau aku gak bisa miliki kamu berarti orang lain pun gak bisa miliki kamu ya "


Hasan maju kearah Lala namun Lala segera menghidar dirinya bangkit dan langsung loncat dari atas tempat tidur saat akan membuka pintu kakinya sudah dipegang oleh Hasan dengan erat. Sampai sampai kakinya ditarik dam terjatuh telungkup.


"Lepaskan Hasan lepas "


Namun Hasan malah terus menarik kaki Lala, sampai tubuhnya kesakitan lalu setelahnya diangkatnya Lala, lalu dibanting dengan kasar.


Sebelum lala pergi lagi Hasan langsung menyobek nyobekan pakaian Lala "Tolong tolong jangan lakukan ini tolong siapa pun tolong aku, lepaskan Hasan lepas kau sungguh biadab tolong jangan lakukan ini padaku "


"Ini adalah jalan satu satunya aku bisa memilikimu, jadi jangan berisik dan nikmati saja "


Ya Lala di perkosa oleh Hasan, bahkan Lala tak bisa melakukan apa apa hanya bisa menangis dengan histeris serta tak bisa melakukan apa apa lagi, hanya itu yang dirinya bisa lakukan.


Karena cinta semuanya hancur, bisa menghancurkan hidup seseorang bisa mencelakai seseorang, Hasan yang mencintai Lala terlalu dalam, mengakibatkan dirinya melakukan hal nekat, tanpa memikirkan kedepannya bagaimana, tanpa memikirkan nasib perempuan yang sudah dirinya lecehkan, apakah setelah dirinya melecehkan perempuan itu, perempuan itu akan mau dengannya ?


Tentu tidak, yang ada akan menbencinya seumur hidup dan mungkin saja jika perempuan itu tak kuat dia bisa saja bunuh diri. Cinta tak dapat jeruji besi menantinya.


Cintailah seseorang dengan wajar, jangan terlalu dalam mencintai seseorang karena jika seseorang itu tak sesuai dengan apa yang kita fikirkan dan dia tak mencintai kita. Saat dia menolak kita tak akan terlalu sakit.


Mungkin akan sulit untuk melupakan orang yang kita cintai, tapi itu lebih baik melupakan dari pada melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri dan juga merugikan korban.

__ADS_1


Selalu berdoa dan berikan semua kepercayaanmu pada Allah dan jangan lupakan sholat 5 waktu pasti semuanya akan baik baik saja.


__ADS_2