
"Pih pih udah di dalam rumah, jangan di luar kaya gini malu, ayo kita bicarain baik-baik di dalam. Kita dengerin dulu apa yang Nabil bicarain, jangan kaya gini pih malu"
" Ya udah ayo kita bicarain semuanya di dalam, papiu itu nggak habis pikir sama kamu Syifa dan kamu juga Nabil kamu katanya mau jaga Syifa dengan baik, tapi apa nyatanya kayak gini "sambil masuk ke dalam rumah
" Syifa Nabil kita masuk dulu ya rumah"ucap mamih Syifa.
"Kamu nggak papa kan Nabil, maafin aku ya gara-gara aku kamu jadi kayak gini. Seharusnya aku yang disalahin bukan kamu"
"Udah udah Syifa, aku gak papa kita masuk sekarang ya kita jelasin sama papih sama mamih kamu, kamu jangan takut ada aku disini. Mereka gak akan bisa nyakitin kamu, aku akan membela kamu dan juga menjadi tameng kamu ya kamu tenang aja"
Syifa segera menggangguk dan memegang tangan Nabil dengan erat, mereka segera masuk dan duduk di hadapan Mami dan Papi Syifa.
"Sekarang jelasin sama Papih kejadian sebenarnya. Kenapa Kamu Syifa bisa hamil kayak gini "
"Pih ini tuh kecelakaan, Syifa dijebak sama teman Syifa, dia kasih obat sama Syifa dan entah kenap setelah itu badan Syifa panas, aku yang meminta pada Nabil, aku yang salah pih mih, bukan Nabil, tolong jangan marahi terus menerus Nabil. Aku sungguh minta maaf "
"Lalu sekarang mau bagaimana, lihat perut Kamu Syifa sudah membesar. "ucap papih Syifa dengan sedikit berteriak.
"Saya akan bertanggung jawab om, setelah kami menikah saya akan membawa Syifa lagi ke Korea dan kami akan tinggal di sana, saya akan bertanggung jawab atas kelakuan saya, saya tidak akan meninggalkan Syifa sampai kapanpun"
" Baiklah, kita adakan pernikahan seminggu lagi. Kau segera pulang dan bicara pada orang tuamu. Tak ada lagi pengunduran saya tidak mau tahu kamu sudah lihat kan perut anak saya sudah besar, dan kamu baru membawanya ke sini sekarang baru tanya jawab sekarang kamu hah "
"Pih jangan pojokin terus Nabil. Nabil dari awal udah mau bawa Syifa , tapi Syifa yang gak mau karena aku tau papih pasti akan kayak gini kan, aku yang salah bukan Nabil. Nabil dari awal tuh udah tanggung jawab sama aku jadi papih itu jangan selalu salahin Nabil terus, aku yang salah "teriak Syifa
"Syifa Kamu jangan teriak sama Papih kamu, gak sopan "ucap Nabil sambil mengusap tangan Syifa.
"Baik om, saya menyanggupi semua apa yang telah om berikan. Saya akan bicara dengan orang tua saya dan pernikahan akan dilaksanakan satu minggu lagi. Saya pulang dulu untuk bertemu dengan orang tua saya"
Nabil segera menyalami Mamihnya Syifa, namun saat ke arah Papih Syifa sama sekali tak diterima, Nabil tak mempermasalahkan sebelum pergi Nabil mengusap kepala Syifa dulu
"Semuanya akan baik-baik saja, kamu di sini baik-baik ya aku pasti akan kembali lagi buat kamu"
" Iya Nabil jangan tinggalin aku ya "
" Permisi om tante Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam" ucap Syifa dan juga Mami ya
Syifa segera masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya dengan rapat, tak lupa apa dia mengunci pintunya juga merenung tentang kejadian hari ini.
Dia juga tadi melihat ada paman Andre, pasti paman Andre kecewa pada dirinya. Sungguh tak akan bisa dimaafkan dirinya ini.
__ADS_1
**
Liam segera masuk rumah, dan duduk bersama istri dan anaknya " Kok kamu datang sendirian sih Mas, kak Andre nya mana. Bukannya kalian tadi berdua ya"
"Iya tadi kita berdua cuman Andre enggak tahu pergi ke mana sayang. Dia kayaknya kecewa deh "
"Kecewa kenapa sih Mas, apa ada masalah "
"Tadi kita berdua dengar kalau Syifa hamil "
" Syifa hamil sama siapa. Bukannya dia sekolah ya. Kok bisa Habil sih Mas. Apa sama Nabil? "
"Nah itu kamu tahu, Iya Syifa hamil sama Nabil Aku juga gak tahu pokoknya rumit deh. Aku juga gak nyangka Syifa bisa hamil, aku dan Andre jaga dia dengan baik-baik tapi sekarang dia malah hamil. Andre kayanya lagi tenangin diri nya dulu deh, udahlah kita biarin dulu aja dia sendiri. Siapa tahu dia pengen redamin kesalnya rasa kecewanya sama Syifa "
"Ya udah mas, mungkin entahlah aku juga bingung mungkin kebablasan mereka tinggal berdua ya. Udahlah kita nggak usah ikut campur ya Mas ya. Nanti takut sifatnya malu kita pura-pura aja enggak tahu biar dia juga ketemu sama kita biasa-biasa aja kan "
"Ya kan mas tadi udah dari sana sayangku, pasti dia tahu lah ya udah pokoknya mah aku gak akan bilang apa-apa dan Kalau ketemu sama dia diam gak akan bicara tentang kehamilan dia. Atau kenapa dia bisa hamil mas diam "
"Hehehe Iya Mas aku lupa nih, Aku beneran lupa"
"Mikirin apa sih Sayang kok sampai lupa kamu "
"Mikirin kamu masa mikirin Habib"
"Cuman bercanda mas, kamu tuh ya aku cuman bercanda gak beneran kok beneran deh"
" Iya deh iya kali ini aku percaya sama kamu Sayang, sini Lucas sama aku"
Zeline segera memberikan Lucas pada suaminya dan bermain bertiga.
***
Andre sekarang sedang ada di sebuah danau titik melempar lemparkan batu ke arah sana. Dan teringat dengan sekeras-kerasnya "Syifa kenapa kamu khianatin paman di sini nunggu kamu. Kenapa kamu bisa lakuin itu sama paman. Apa salah Paman sama kamu. Apa rasa kecewa kamu bisa membuat kamu menghianati paman. Paman kecewa banget sama kamu kecewa Syifa "
" Andre"
Andre segera membalikkan badannya dan melihat kearah orang itu "Ada apa kamu Milla "
" Enggak kok. Aku tadi cuma lewat aja dan dengar kamu lagi teriak-teriak di sini. Apa ada masalah "
"Enggak ada masalah apa-apa cuman aku lagi pengen teriak-teriak aja "
__ADS_1
"Jujur sama aku, aku udah denger kok kamu tadi teriak-teriak manggil Syifa Syifa kayak gitu kamu katanya kecewa sama dia apa dia sekarang udah balik "
"Yah dia udah balik, aku cuman kecewa aja sama dia udah itu aja ngga lebih kok. Gak ada masalah apa apa "
"Ya udah deh kalau kamu gak mau cerita sama aku. Tapi kamu Beneran gak apa-apa kan kamu bisa kok cerita sama aku "
"Udah aku bilang aku gak papa, udah kamu pergi aja gak usah hirauin aku , aku baik-baik aja kok"
Milla segera pergi meninggalkan Andre sendiri, tiba-tiba saja badan andre rubuh terduduk di tanah. Dan hujan pun tiba-tiba mengalir. Andre sama sekali membiarkan air hujan itu mengalir, membasahi tubuhnya.
Andre sama sekali tak bergeming, dirinya hanya diam Merenung memikirkan semua tentang apa kata-kata yang keluar dari mulut Syifa. Kata-kata yang keluar dari mulutnya Navil pokoknya adegan tadi berputar di kepalanya.
Namun tiba-tiba saja hujan tak membasahi tubuhnya Andre segera mendongakkan kepalanya, ternyata ada Liam disini memayungi dirinya.
"Ayo pulang Andre kerumah, gue dari tadi udah nyari lo. Ternyata lo ada di sini tempat yang biasa kita datangi ya buat nongkrong. Gue nggak kepikiran karena udah lama kita nggak ke sini. "
"Napain lo cari gue, gu belum mau pulang, gua masih mau tenangin diri gue dan gue belum ada niatan buat pulang, lo duluan aja"
"Gak bisa, gue keluar rumah karena mau cari lo, bukan karena mau jalan-jalan. Udah ayo pulang jangan pikirin Syifa gue tahu ini sakit. Tapi lo harus kuat lo laki-laki Dre lo gak usah terpuruk kayak gini masih ada gue kan sahabat lo"
"Iya gue tahu kok, gue laki-laki tapi meskipun gue laki-laki hati gue itu sama-sama sakit, gue itu manusia cuman beda aja kodratnya Syifa perempuan Sedangkan gue laki-laki tapi gue juga sama punya hati Liam, hati gue juga sakit Dia perempuan yang gue sayangi dia hamil sama orang lain. Gue di sini nunggu dia , gue nunggu dia kembali dan gue mau memperbaiki semuanya tapi pada akhirnya nya gue enggak tahu harus berbuat apa lagi "
"Yang harus lo lakuin sekarang adalah, tenangin semua fikir lo, kalau emang Syifa bener jodoh lo pasti dia bakal sama lo kok"
"Iya gue tahu, tapi sekarang dia hamil anak orang Liam yang pasti dia akan nikah sama Nabil, dan gue gak ada sedikit pun kesempatan buat dapetin dia lagi. Buat bahagiain dia dulu gue udah mainin dia, gue dulu udah ngecewain dia udah nolak dia dengan mentah-mentah bahkan gue sampai usir dia "
"Iya gue tahu kok semua itu, tapi ngebahagian orang itu gak harus kita nikah sama dia juga kali Dre, bisa aja kan bahagiain dia dengan cara lo nanti deket sama anaknya, atau lo terima semua ini, gue yakin pasti nanti lo dapat jodoh yang lebih dari Syifa, tenang aja jodoh gak akan kemana. Udah ayo pulang lo dari siang belum makan. Gue sebagai sahabat lo khawatir banget dengan lo yang kayak gini, emang lo gak kasihan sama gue yang dari tadi nyari lo kemana-mana ternyata lo ada deket rumah Yuk pulang yuk udah mau malem nih, gimana kalau lo di culik wewe gombel lagi,"
"Liam lo kalau bicara suka kemana aja ya, gila aja gue di culik wewe gombel , gue geblak juga tuh muka, perhatian juga ya lo sama gue, yaudah deh ayo kita pulang, ternyata masih ada yang perhatian sama gue "
Andre segera bangkit dan merangkul pundak Liam mereka akhirnya pulang bersama-sama. Pulang ke rumah.
"Ya iyalah gue perhatian, lo itu sahabat gue, jadi kenapa engga gue perhatian sama lo. Lo adalah orang terpenting dalam hidup gue Setelah orang tua gue dan istri gue serta anak gur, kalau enggak ada lo gue sama siapa sih "
" Iya deh iya deh, berarti gue nggak salah ya dulu deketin orang terdingin di sekolah. Ternyata lo setia juga ya "
" Ya iyalah gue setia, sama istri aja gue Setia apalagi sama sahabat gue yang dari dulu selalu ada dan bareng bareng terus,kalau berteman tuh kita nggak lihat lihat dari sifat dan sikap nya kalau emang enjoy berteman ya udah temenan aja "
"Iya deh iya Liam orang tersosweet di dunia ini love you Liam sayang"
" Najis gue "
__ADS_1
Andre yang mendengar jawaban sahabatnya hanya bisa tersenyum, ternyata lebih menyenangkan yah membuat Liam marah.
Hati Andre sudah sedikit terobati dengan sikap Liiam yang perhatian padanya, sungguh tak ada sahabat terbaik selain Liam seorang.