
Yuda sangat senang sampai sampi dia tersenyum saja dari tadi, Yuda tak langsung pulang kerumahnya namun dia akan nongkrong dulu menenangkan fikirannya, kapan ya dia akan mengungkapkan perasaanya kepada Zeline dia takut Zeline diambil orang lain.
Rasanya sangat lapar makan dulu ah, Yuda pun memesan makanan dan saat sudah sampai langsung memakannya dengan lahap, sudah selesai Yuda pun pulang kerumaha dan langsung masuk kekamarnya kenapa tak yang menyambutnya pulang ya karena mamanya sudah meninggal saat usia Yuda genap 17 tahun dan sekarang Yuda hanya tinggal bersama ayahnya saja dan ayahnya selalu sibuk dengan perkejaannya Yuda akhirnya menjadi anak broken home.
Yuda cepat cepat membersihkan diri sambil senyam semyum sendiri saat mengingat saat dia mencium Zeline senang sekali tak ada penolakan sedikitpun dari zeline.
Yuda sedang main ps tapi tiba tiba dia ingin makan mie. Yuda pergi ke dapur tapi di dapurnya tidak ada mie harus keluar kan jadinya ,dia malasnya ah tapi lapar , ya sudah mau tak mau harus keluar, yuda pergi ke warung jalan kaki karna tidak terlalu jauh juga, namun dekat rumahnya itu sedang mati lampu jalannya kayanya belum diganti.
saat dijalan yang gelap itu yang lampu jalannya mati Yuda merasa tidak enak hati seperti ada yang mengawasinya, dan tiba tiba jleb jleb jleb ada yang menusuk perutnya berkali kali Yuda langsung terjatuh dengan terengah engah dipegangnya perutnya itu tiba tiba " jika kau berani mendekati wanitu Zeline siap siap nyawamu akan melayang, dan hari ini aku akan mengabiskan nyawamu karna kau sudah berani memegang dan mencium wanitaku " ucam lelaki asing itu kepa Yuda dengan suara yang dingin.
Sesudah Yuda ditusuk ternyata laki laki itu juga menonjok wajah yuda beberapa kali
Laki-laki itu mengambil batu besar namun tiba-tiba ada yang menyenter mereka dan itu warga, "siapa kau, hey jangan lari" ucap seorang warga sambil mengerjarnya,dikejarnya laki laki itu tapi tidak terkejar karna cepat selali.
Warga langsung menolong Yuda yang sudah sekarat itu untuk kerumah sakit terdekat.
Untungnya nyawa Yuda masih bisa diselamatkan meskipun dalam keadaan kritis, karna tusukan-tusukan itu ada yang mengenai organnya dan itu sangat fatal, tapi dokter sekuat tenaga akan membantu Yuda. warga pun sudah menghubungi ayahnya Yuda.
Ayah Yuda yang diberitahu anaknya dilukai oleh seseorang sangat terpukul kenapa harus terjadi pada anaknya, saat ayahnya sudah sampai di rumah sakit dan menengok anaknya di kaca ruang ICU anaknya itu sangat tidak berbentuk di bagian wajahnya sangat banyak memar, siapa yang melakukan ini pada anaknya siapa.
__ADS_1
Sedangkan lelaki yang tadi berlari itu pergi ke sebuah mobil dan membuka jaket serta topi nya dan kalian pasti tau siapa dia, ya , dia Liam.
"Sial kenapa harus datang orang-orang sialan itu, kalau saja tidak sudah mati anak sialan itu " geram Liam yang tidak berhasil membunuh korbanya itu.
Memang tadi setelah pulang dari rumah Zeline dia sudah mengintai rumah Yuda dan secara kebetulan saat dia sedang berjalan-jalan mencari tempat yang aman, eh mangsanya keluar dari kandangnya ya sudah,karna Liam sudah tidak sabar dia tusuk laki-laki itu tapi Yuda sangat kuat ternyata.
Sudah lah tak apa akan Liam jadikan ancaman untuk Yuda kalau dia sekarang masih hidup agar tidak mendekati wanitanya itu.
*****
Hati Zeline entah kenapa tidak enak terus tiba-tiba ingatannya terpatri terus menerus kepada Yuda.
"Ada apa ya dengan fikiran ku ini, kenapa aku ingat terus Yuda" monolog Zeline.
Kembali kerumah sakit.
Dokter pun keluar dan berbicara kepada ayahnya Yuda bahwa Yuda harus melakukan operasi usus karna terkena tusukan itu dan mengenai ususnya menjadi luka dan meski di potong.
"Bagaimana pak" ucap dokter meminta persetuan kepada keluarga korban.
__ADS_1
" Lakukan yang terbaik dok untuk anak saya, tolong selamat anak saya dok" ucap ayah Yuda sambil memohon.
" Baik pak akan saya lakukan dengan semaksimal mungkin, silahkan bapak isi terlebih dahulu formulirnya " ucap dokter itu, ayah Yuda pun mengangguk dan bergegas mengisi formulir itu agar cepat-cepat anaknya itu selamat.
Yuda pun sekarang sedang ada diruangan operasi mempertaruhkam hidup dan matinya sudah berjam-jam , ayahnya menunggu dengan sabar dan cemas-cemas takut-takut anaknya meninggalkannya seperti istrinya itu.
Dan akhirnya lampu operasipun sudah berubah, keluarlah dokter cepat-cepat ayah Yuda menghampiri dokter.
"Pak ayo ikut saya kita bicarakan diruangan saya " ucap dokter sambil berjalan, dan ayah Yuda hanya mengekor saja.
"Silakan pak duduk" ucap dokter saat sudah sampai ruangannya itu.
Ayah Yuda pun duduk tanpa banyak bicara dia sangat takut sekali.
" Begini pak mengenai anak bapak Yuda, dia mengalami beberapa tusukan dengan muka lebam dan banyak luka, dan ada salah satu organya yang terkena tusukan sangat dalam dan sampai melukai usus halusnya, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 30 cm" terang dokter itu menerangkan apa saja yang tadi dia sudah lakukan.
"Bila usus terkena luka tusuk, maka kuman yang normal akan bisa menginfeksi rongga perut. Kalau ususnya kena tusukan, berarti bukan pendarahan tapi terkontaminasi,"lanjut dokter
" Tapi dok sekarang bagaimana keadaan anak saya, apa sudah baik-baik saja" ucap ayah Yuda yang sangat kwatir.
__ADS_1
" Sudah pak tapi kita lihat perkebangannya pak, dan kalau sudah stabih akan dipindahkan keruangnya"
Ayah Yuda pun keluar dari ruangan dokter itu setelah mengucapkam terima kasih. Dia sangat terpukul dengan keadaan ini,rasanya dia ingin mengulang waktu dan tidak mengabaikan Yuda yang selalu sendiri dirumah sedangkan dia hanya sibuk sibuk dan sibuk oleh pekerjaanya saja. Ayah Yuda pun terduduk dilantai rumah sakit sambil menangis merutuki dirinya dan menyalahkan dirinya yang tidak berguna ini.