Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makan yang banyak


__ADS_3

"Sayang maafkan aku kau jangan marah ya, ayo sekarang kita akan pergi ketempat temanku, dia mengadakan pesta, itu pestanya Riyan dan Chiko karena mereka akan membangun sebuah hotel, disana kau akan bertemu dengan Jo, ayolah sayang, aku janji tak akan membuatmu marah kembali "


"Lalu anak kita Lucas bagaimana masa mau ditinggal begitu saja "


"Kan ada bi Sari sama Tora, ayolah sayang, kau jangan marah padaku ya "


"Hemm "


"Hemm itu apa maksudnya syaang "


Namun Inara pergi melengos meninggalkan Liam sendirian kembali "Ya ampun sampai kapan dia akan marah padaku "


"Sabar bro sabar " sambung Andre.


"Apaan sih lo yaut aja bambang "


"Udah gue bilang gue bukan bambang, cepat kau bujuk lagi istrimu, kita akan pergi kan sebentar lagi "


Belum Juga Liam menjawab, Zeline sudah muncul dengan mengunakan gaun serta riasan yang pas diwajahnya.


"Kenapa pada liatin aku apa gak jadi nih berangkatnya, yaudah deh aku balik lagi kekamar "


"Jadi sayang, jadi ayo pergi pergi " Liam segera mengadeng istrinya dan pergi meninggalkan Andre.


"Nasih nasib gak punya pasangan, sabar Dre sabar pasti nanti juga punya "


Dengan berat hati Andre menguat nguatkan dirinya agar tak kesepian, memang ditinggalkan orang tercinta sangat menyakitkan.


**


"Sayang ayo cepat kita pergi "


"Iya Yan, sebentar aku lagi pake bedak dulu "


Setelah semuanya ok, Jo segera keluar dari kamarnya dan menatap sang suaminya yang sedang begong melihatnya.


"Baby kamu kenapa sih, jangan liatin aku kaya gitu dong jadi malu "


"Habisnya kamu cantik, jadi aku gak rela nih bawa kamu pergi kesana takut ada yang rebut kamu "


"Ih apaan sih baby kamu itu suka aneh deh. Kan kamu yang ngajak, ayo pergi "


"Iya sayang ayo "


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan menuju tempat yang sudah di tujukan.

__ADS_1


Saat sampai Jo melihat sahabatnya Zeline, dengan tergesa gesa Jo menghampiri Zeline. "Line kamu juga di sini "


"Iya Jo, emang ka Yan gak kasih tau "


"Engga ni Line, nyebelin banget ayo masuk " mereka berdua pergi meninggalkan para suaminya.


"Kalau udah ketemu pasti lupa suami ya Yan "


"Iya bener Liam, udah lah yu kita masuk aja, maklum mereka dulukan kemana mana selalu berdua "


Liam hanya mengangguk dan masuk bersama Andre juga, masa iya Andre ditingalin.


"Hey sayang Jo, kemarilah "


"Tunggu ya Line "


"Iya Jojo "


Jo pergi kearah suaminya dan berdiri disampingnya "Sayang sini kenalan dulu sama temen aku "


Chiko yang memang ingin sekali berkenalan dengan Jo, segera mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Jo segera menjabat tangan itu.


"Perkenalkan saya Chiko temennya Riyan. Kita dulu satu angkatan dan satu kelas juga "


"Oh ya saya Jovanka istrinya Riyan "


"Udah dong Chiko pegang tangan istri guenya, pegel nih dia pegel "


"Eh iya gue minta maaf, "


Chiko segera melepaskan tangannya dan tersenyum dengan malu.


"Yaudah baby, aku pergi dulu ya mau temuin Zeline dulu "


"Iya sayang hati hati ya "


Jo menganguk dan tiba tiba Jo oleng dan akan jatuh "eh eh sayang kamu gak apa apa kan "


"Engga baby temang aja kamu ya, bayy "


Jo dengan tergesa gesa segera pergi karena malu, kenapa bisa teledor seperti ituz bagaimana kalau jatuh coba.


"Maaf ya, isti gue sedikit tomboy dan kadang anti kalau pake hils gitu, jadi maklum aja ya "


"Iya gak apa apa kok Yan "namun matanya tak fokus kearah Riyan malah kearah lain.

__ADS_1


"Chiko, lo lagi liat apa sih " sambil melihat kearah Chiko yang sedang fokus.


"Eh engga enggak gue lagi liat itu orang orang, ternyata banyak ya yang dateng "


"Iya dong pastinya bakal banyak "


Jo yang sudah ada dihadapan Zeline segera mengusur tangan Zeline dan menyuruhnya duduk disusul oleh dirinya.


"Kenapa Jo "


"Aku kok merasa aneh ya sama Temennya Riyan "


"Emang dia gimana sih Jo "


"Iya dia tuh aneh banget, pegang tangan gue lama banget, sambil liatin gue, rasanya pengen gue Tonjok tu laki laki kalau bukan temennya Riyan "


"Perasaan kamu aja kali, setau aku dia udah punya istri deh, "


"Tapi aku gak liat tuh, kemana ya istrinya "


"Mungkin gak dibawa Jo, apa mungkin ada halangan istrinya, udahlah jangan fikirin itu"


"Iya juga ya, mending kita seneng seneng aja ya, gak usah fikirin laki laki itu "


"Iya mending kita makan aja ya, mumpung gratis nih, kita puas pusan makan sebelum habis sama yang lain, "


Jo yang sudah kalah mengambil semuanya menyimpannya dimeja dan dimakan oleh mereka berdua, sampai orang orang melihat kearah mereka. Namun tak dihiraukan oleh mereka bedua hanya fokus memakan, makanan itu.


**


Chiko yang baru pulang segera masuk kedalam rumah dan sudah disambut oleh sang istri yang sedang duduk sambil melihat tayangan televisi yang sedang menampilkan acara suaminya dan juga teman temannya.


"Yang lain bawa istri ya mas, tapi kamu sama sekali gak aja aku, meriah banget lagi "


"Apaan sih, kamu itu lebay banget, Udahlah emang kamu pantes datang ketempat mewah gitu, gak pantes sama sekali, jadi gak usah banyak bicara ya sama aku, masih untuk kamu masih saya pungut "


"Mas apakah kamu tak bisa sedikit saja tak menghinaku, aku ini manusia dan aku punya hati, aku selalu terima setiap kata kata yang keluar dari mulut kamu, kamu itu jahat mas jahat sama aku, gak Mikirin perasaan ku sama sekali "


"Kalau aku jahat, kenapa kamu masih bertahan sama aku, aku udah bilangkan kamu bisa pergi kapan pun dan aku gak akan cari kamu, aku udah muak sama kamu yang cerewet dan menuntut pada ku, "


"Wajar aku istrimu mas, wajar kalau aku orang lain baru kau risih jika menuntut padamu, aku ini istrimu, aku hanya minta sikap kamu seperti dulu lagi, gak kaya gini "


"Tetep aja aku gak sudi kamu tuntut aku ini itu, aku udah bilang aku bertahan karena orang tuaku, jika kau ingin aku kembali seperti dulu lagi, kembalilah pada masa lalu, disana ada aku yang kamu inginkan "


Chiko segera melengos pergi meninggalkan sang istri yang sedang menangis, "Ya allah apakah engkau tak bisa merubah kembali sikap suamiku, aku sungguh ingin dia menjadi yang dulu, tak seperti sekarang dia kasar dan selalu menghinaku, tolong kuatkan aku juga ya Allah "

__ADS_1


Setelah itu Lala mengusap air matanya dan pergi menyusul suaminya yang sudah lebih dulu masuk kamar dan sudah tertidur juga tanpa menunggunya.


__ADS_2