Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kau. yang memberikannya sendiri


__ADS_3

Liam masuk kedalam rumah dengan wajah yang masam, saat bertemu dengan istrinya sama sekali tak menyapanya, dirinya akan pura pura marah, karena keusilan istrinya.


"Ihh kok aku gak disapa kenapa sih mas Liam itu "


Zeline segera bangkit dan berjalan mengikuti suaminya, "mas tungguin, kamu kenapa sih gak sapa aku mas, masss " teriak Zeline namun sama sekali tak di gubris.


Liam segera masuk kedalam kamar mandi dan meninggalkan istrinya yang masih saja memangilnya, namun karena ingin mengerjai istrinya Liam hanya diam saja.


"Awas aja ya, aku marah balik sama kamu ya mas "


Zeline diam dan tiduran diatas tempat tidurnya, membiarkan suaminya keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya . Tiba tiba saja kakinya ditarik olsh Liam yang membuat istrinya bangung dan Liamv malah yang tiduran sekarang.


"Ist kamu nyebelin aku marah ya sama kamu "


"Aku juga marah sama kamu sayang"


"Marah kenapa, aku gak lakuin apa apa kok, kenapa kamu marah coba "

__ADS_1


"Ya karena kamu tadi udah jahilnya aku, malu tau sayang, Andre juga sama gak kasih tau aku sama sekali, dia malah kerjasama, saam kamu "


"Oh kamu marah gara gara yang itu mas, kamu yang duluan jahil sama aku, kadi aku balas aja, emang kamu aja yang bisa kaya gitu mas, aku juga bisa "


"Iya deh iya, istti aku emang suka balas dendam, sini dong peluk "


"Katanya tadi marah, sekarang kenapa malah pengen peluk "


"Aku kan marah bohongan sayang, jangan diambil hati ayo sini peluk "


"Sayanggg jangan gitu dong " teriak Liam dari dalam kamar.


**


Jo sekarang baru saja sampai dari puncak, malam datangnya malamx dan dirinya sudah sedikit tenang saat suaminya akan menunggunya, sampai dirinya siap, memberikan semuanya pada sang suami.


Riyan yang baru masuk kekamar segera menata guling guling untuk menghalangi tidur mereka berdua.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Yan, kenapa pake disekat kaya gini, kenapa "


"Gini sayang, aku ini laki laki normal, dan bisa saja aku menginginkannya saat kau berada didekat ku, jadi aku berinisitif untuk membuat penghalang saja, aku hanya ingin kamu yang langsung memberikannya tanpa aku minta. Aku tak mau pisah kamar aku ingin sekalu ada didekatmu"


Air mata Jo tiba tiba saja mengalir Riyan yang panik segera menghampiri sang istri "Kenapa kau menangis sayang, apa ucapanku membuatmu sakit hati sayang, maafkan aku maafkan aku "


"Tidak aku hanya beruntung bisa mendapatkan kamu, kamu bisa mengerti keadaan aku, Makasih Baby, mungkin jika menikah dengan laki laki lain tak akan seperti ini ceritanya"


"Aku sudah menunggumu lama, jadi mana mungkin aku akan melepaskan mu lagi sayang, aku tak mau kehilangan mu lagi. kau adalah orang paling berharga di hidupku."


Tangis Jo malah semakin menjadi jadi, Bahkan wajahnya ditutup oleh tangannya "hey hey sudah jangan menangis ya sayang, aku tak mau melihatmu menangis kembali, Cerialah seperti Jo yang dulu, jangan ada kesedihan, yang ada hanya kebahagian saja sayang "


Riyan segera memeluknya dan mencium kening Jo beberapa kali dan Jo untuk yang satu itu sama sekali tak menolak, membiarkanya saja.


Karena sesungguhnya dirinya pun tak mau seperti ini, dirinya ingin memberikan sesuatu yang harus di berikan pada suaminya tanpa banyak drama seperti ini, tapi karena trauma itu jadinya seperti ini.


.

__ADS_1


__ADS_2