
"Oh iya Dre gue sampai lupa, ada yang perlu gue bicarain sama lo tentang bi Sarah yang ngadu ke gue"
"Mau bicara apa sih Liam, ngadu apa lagi tu orang, kebiasan deh dari dulu ngadu ngadu terus, heran gue tuh sama tuh orang, gak anak gak ibu sama sama nyebelin dan tukang bikin ulah" sambil membuka buka berkas yang ada diatas menjanya.
"Lo semalem marahin bi Sarah kenapa, dia tadi udah bawa bawa tas besar, katanya dimarahin sama lo dan sakit hati, apa sih yang lo ucapin sama dia, sampai kaya gitu, biasanya bi Sarah gak akan kaya gitu deh kalau gak sakit hati banget "
"Lo pasti gak bakal percaya kalau gue bilang Lucas mau di cekik sama bi Sarah "
"Masa sih, bi Sarah bisa gitu, ngapain mau cekik anak gue, tapi pas gue liat di cctv ga ada loh Dre, yang ada tuh lo yang lagi telanjang sambil ngurus anak gue, gila ya lo udah berani bugil didepan anak gue, gimana kalau anak gue trauma nantinya karena liat burung lo yang kecil "
"Tuhkan lo gak percayakan apa kata gue, lo gak akan percaya, dia tu mau celakain Lucas, lo harus lebih waspada, apa sejak kapan kamar Lucas ada cctvnya , gila ya lo udah rekam rekam gue, awas aja kalau sampai kesebar gue cari lo "
"Zeline juga punya firasat yang gak enak katanya sama bi Sarah, gue tuh gak percaya karena bi Sarah lama jadi pelayan dirumah dan sangat baik dan bagus kerjanya, sampai sampai jadi kepercayaan ibu gue kan, baru baru ini sih gue pasang, gak lah buat apa gue sebarin hal yang gak faedah kaya gitu, udah gue hapus jijay banget gue liatnya sampai pengen muntah, untuk istri gue gak liat"
"Iya gue tau, tapi orang tu bisa berubah dengan sebuah alasan, mungkin aja dendam atau kesel atau apalah banyak kok alesan mereka bisa berubah, jadi lo jangan terlalu percaya sama bi Sarah, karena firasat seorang ibu biasanya kuat deh Liam, dasar lo keterlaluan Liam awas aja ya kalau masih ada"
"Bener, apalagi gue udah bunuh anaknya, pastilah bakal ada dendam, tapi kenapa sama anak gue, gue kan yang lakuin kalau emang mau dendam "
"What what apa apa, lo bunuh Nina s ganjen itu, ya mungkin cari yang lemah, karena kalau balesnya ke elo habis mereka semua ditangan lo dan mati dengan sia sia tanpa perlawanan sedikit pun"
"Iya gue bunuh dia, karena dia udah mau celakaian istri gue, siapapun yang berani usik kehidupan gue atau pun berani nyelakain istri atau nanti anak dan orang terdekat gue, itu konsekuensinya "
"Nah bisa jadi tuh bi Sarah tau, kalau lo bunuh anaknya, lo sih main bunuh bunuh aja, kenapa gak dibuangan aja kelaut gitu atau gak lo jual dengan harga murah tuh perempuan ganjen "
"Ya sama aja, yaudah mending gue aja yang bunuh, gue gak bisa biarin orang seperti dia hidup gitu aja Andre, gak akan pernah bisa, gue gak mau nanti ada orang yang kerayu atau di celakin tu sama perempuan dari pada jadi benalu mending gue bunuh ajakan "
"Mulai sekarang lo harus lebih waspada, siapa tau bi Sarah dibantu sama seseorang, siapa tau orang itu ada dirumah lo, jadi sebelum terlambat lo pecat bi Sarah "
"Ya gue gak mungkin lah, tiba tiba pecat bi Sarah tanpa sebuah alasan, gue harus selidikin dulu semuanya baru gue bisa putusin semuanya "
"Baiklah, pokoknya lo harus jaga lebih ketat lagi Zeline dan juga Lucas, karena gue yakin orang itu jahat banget, selalu awasi Lucas kalau perlu kasih penjagaan ketat "
"Iya iya, pasti gue bakal jaga anak gue, lo tenang aja sampai anak gue kenapa napa bakal gue cari tu orang, dan gue bunuh langsung kalau perlu, gak usah banyak bicara, pulang sekarang gak "
"Ya udah ayolah pulang " ajak Andre sambil membawa tas besae punya Lucas sedangkan Lucas di pangku oleh sang ayah.
**
"Gimana kamu waktu bawa Lucas kekantor, apa gak rewel mas Lucasnya dia baikan "
"Engga sayang, gak rewel kok, baik Lucas dikantor juga anteng sayang, kan Andre ada Jo juga, jadi dia temennya meski temenya udah pada tua"
"Alhamdillilah mas soalnya aku khawatir banget, takutnya Lucas rewel, besok gak usah dibawa lagi mas, aku udah sembuh kok "
"Yakin kamu udah sembuh sayang, gak papa kok kalau kamu belum bisa jaga Lucas biar aku bawa lagi "
"Gak usah mas, biar sama aku aja Lucasnya, kamu tenang aja ya mas, aku udah sembuh kok tadi di kerokin sama bi Sari. Aku masuk angin gara gara semalem mas"
"Maaf deh sayang, engga lagi lagi deh bobo duluar , yaudah sekarang istirahat yu, bobonya ditempat tidur jangan diluar lagi dinginnn "
"Yu mass dah ngantuk nih "
Liam segera menarik selimbut lalu memeluk istrinya dengan sangat erat sekali.
**
"Bagaimana apa ibu sudah bisa mencelakai anak itu, dia kan haya seorang bayi " tanya seorang laki laki pada bi Sarah
"Belum, sulit sekali apalagi nyonya tak mau dekat dengan ibu, bagaimana ya caranya sulit sekali rasanya mau deketin anak itu selalu ada aja halangannya, seperti memang kita tak boleh mendekatinya"
"Harus gerak cepat bu, aku udah gak sabar liat mereka berdua menderita, kita aja sampai menderita kehilangan Nina, katanya Nina kerja ditempat lain kenyataannga Nina sudah mati, Aryo sebagai suami Nina sangat sedih dan kehilangan sekali bu, kita gak boleh diem aja, ini untuk keadilan Nina, biar dia tenang disana "
Ya supir yang Zeline bicarakan adalah Aryo dan tanpa mereka tau bahwa Nina sudah mempunyai suami, bahkan ibunya Liam juga sama sekali tak tau tentang hal itu..
"Iya iya kamu juga bantu, biar lebih cepat, kita jangan sampai ketaun kalau kita sedang mengincarnya, Sari gak bisa diajak kerja sama dia terlalu alim dan tak mau ikut campur "
"Ya makannya dari itu seharusnya gak usah Sari aja bu, dia gak berguna sama sekali, dia gak akan ngebantu kita yang ada malah jadi beban dan menyusahkan ibu"
"Ya sudah kamu kembali kekamarmu, takut nanti ada yang dengar bisa kacau semuanya, nanti kita bicarakan lagi dilain waktu "
"Iya bu "
**
Zeline setelah mengantar suaminya kedepan rumah untuk berangkat bekerja segera masuk dan mencari keberadaan bi Sari, hari ini dirinya ingin sekali jalan jalan pagi bersama sang anak namun ingin juga ditemani.
"Bi, bi Sari "
__ADS_1
"Iya nyonya sebentar " bi Sari yang sedang ada didapur bersama bi Sarah segera pergi menghampiri nyonya di ikuti oleh bi Sarah yang penasaran.
"Bi kita jalan jalan yu ketaman, temen saya, biar saya ada temen ngobrolnya ya"
"Ayo nyonya "
"Yaudah bibi tolong ambilin strollernya di dalam kamar Lucas ya, saya tunggu disini"
"Apa tuh Stroller nyonya saya gak tau "
"Itu loh bi dorongan bayi "
"Oalah itu, baik nyonya saya ambil dulu sebantar ya nyonya " Sari berjalan sedikit cepat lalu pergi meningalkan Zeline dan juga Lucas diruang tamu.
"Mau kemana toh nyonya " tanya bi Sarah yang tiba tiba sudah ada dihadapan Zeline.
"Saya mau jalan jalan jenuh dirumah terus pengen cari udara segar "
"Apa mau saya temani nyonya "
"Gak usah bi, saya sama bi Sari aja, bibi dirumah aja jaga rumah gak usah kemana mana "
"Nyonya ini " ucap Sari sambil mengangkat strollernya
"Yaudah ni bi, masukin Lucasnya "
Segera bi Sari mengambil Lucas dan mendorongnya diikuti oleh Zeline yang berjalan bersisian dengan bi Sari.
"Susah sekali mendekati nyonya itu, harus dengan cara apa ya, agar bisa dekat dengan nyonya, kalau tak anaknya tak apalah ibunya yang mati, sama sama sajakan"
"Harus susun rencana ya ini, rencana yang matang sekali, apa aku harus temui nyonya besar saja, untuk meminta agar Lucas diasuh oleh ku saja, ya ya benar harus pada nyonya besar "
**
"Bi disini duduk dulu cape "
"Iya nyonya "
"Bi, bibi tau bangetkan tentang bi Sarah apa boleh tanya tanya sama bibi gak aku "
"Boleh, tanya apa nyonya, saya akan menjawab sebinya dan setau saya saja "
"Satu sih nyonya cuman Nina aja, tapi Nina udah nikah sama Aryo supirnya nyonya besar, yang suka diem deim terus diluar itu loh nyonya"
"Udah nikah ? beneran bi udah nikah "
"Iya sudah menikah nyonya, kalau dihitung hitung Nina sama Aryo sudah 2 tau menikah tapi belum dikasih momongan, jadi ikut kerja disini dua duanya. Tapi Nina sekarang jauh kerjanya dan jarang ngabaran toh, malahan gak pernah sama sekali, bibi gak tau dimana kerjanya, tiba tiba pindah aja bi "
"Tapi Nina bilang belum menikah bi, diakan dulu dirumah saya yang dibandung kerjanya "
"Ya kalau soal itu saya kurang tau nyonya, tapi Nina sudah menikah kok dengan Aryo "
" Yaudah bi, makasih ya bi "
"Iya sama sama nyonya "
Zeline segera memikirkan tentang perkataan bi Sari yang mengatakan kalau Nina jauh bekerja, padahalkan Nina sudah tiada, berarti bi Sari sama sekali tak ada ikut campur dengan bi Sarah.
***
"Eh bi Sarah ada apa bi kerumah pagi pagi " ucap ibunya Liam yang sedang menyiram tanaman.
"Begini nyonya, saya mau usul sesuatu apa boleh"
"Usul apa bi, coba bibi bilang sama saya, siapa tau saya bisa mempertimbangkannya "
"Saya apa boleh menjadi pengasuh den Lucas saja, biarkan Sari yang mengurus dapur, saya kan sudah tua jadi lebih baik mengasuh den Lucas saja, gimana nyonya apa boleh "
"Emang sekarang dirumah yang jagain Lucas siapa bi'
"Sari bu, sepertinya nyonya Zeline tak percaya sama saya toh bu, dia juga sepertinya kurang suka sama saya "
"Masa sih, gak mungkin deh Zeline kaya gitu, dia baik dan ramah mana mungkin tak menyukain bibi, kan baru ketemu, mungkin Zeline canggung bi, nanti lama kelamaan Zeline juga gak kaya gitu "
"Yaudah tolong bilangin sama nyonya saja kalau saya pengen asuh den Lucas saja "
"Baiklah bi nanti saya kesana "
__ADS_1
"Makasih nyonya "
"Sama sama bi "
Segera bi Sarah pulang setelah pamitan pada nyonya besarnya, pasti dirinya akan bisa mengasuh den Lucas. Lihat saja dengan cepat akan dirinya lenyapkan anak itu. Kalau perlu dengan ibunya.
**
"Liam ayo makan dulu lah "
"Yaudah ayo, lo itu selalu aja gitu Dre "
Segera mereka berdua keluar dan di cegat oleh Jo yang tiba-tiba saja berlari dengan kencang kearah kedua laki laki itu.
"Het het, kalian mau kemana, mau kemana nih, aku mau ikut dong jangan tinggalin aku sendirian "sambil merentangkan tangannya.
"Awas saya mau makan " jawab Liam ketus
"Ikut pak dosen, saya bosen makan sendirian terus, saya kesepian gak ada temen ngobrolnya "
"Yaudah tinggal jalan aja, apa susahnya sih " jawab Liam sambil berjalan mendahului mereka berdua.
Andre dengans sengaja menyenggol Jo dan Jo yang tak terima juga menyenggol Andre dan akhirnya saling senggol sampai Jo terjatuh. Mereka berdua inu seperti tom and jerry saja kalau sudah ketemu pasti gak akan akur.
"Aduh sakit " rengek Jo sambil memegang tangannya yang menahan beban tubuhnya.
"Kalian ini kenapa sih " tegur Liam.
"Dia tuh pak dosen senggol senggol saya, untung gak saya senggo bacok dia tuh "
"Eh eh belagu ya kamu, anak baru belagu sama seniornya" marah Andre.
"Udah saya udah lapar ni, jangan berantem terus nanti jodoh lo, Andre bantu dia bangun "
"Amit amit " teriak mereka berdua serentak
"Cie barengan nih, beneran jodoh nih bilangan ah nanti ke Riyan, biar seru "
Jo yang nama pacarnya dibawa bawa segera bangkit sendiri tanpa menerima uluran tangan Andre, Jo malah mengeplaknya lalu berjalan bersejajar dengan bosnya.
"Jangan gitu pak, saya kan mau nikah, jangan gagalkan pernikahan saya untuk yang kedua kalinya, apa bapak gak kasian saya juga mau bisa malam pertamaan "
"Bercanda tenang aja Jo, lagian tu bujanga lapuk Lagi nunggu orang yang gak pasti, yaelah malam pertama ditunggu"
"Ada yang ngomongin gue nih " dengan ekspresi songongnya
Liam hanya tersenyum saja lalu duduk dimeja yang sering dirinya tempati. Jo dengan senang hati yang memesan makanan untuk mereka berdua. eh maksudnya bertiga dengan dirinya.
Sedangkan disebrang sana, para perempuan sedang bergosip ria, menatap sang ceo yang ganteng dan dingin namun memukau selalu. Mereka iri dengan istrinya yang bisa menaklukan sang ceo.
"Lihat pak Liam ganteng banget ya, gue sampai gak percaya dia udah punya anak dan istri dia tuh kaya bujangan "ucap Siska
"Iya bener, lo udah liat belum muka istrinya " jawab Siti.
"Belum sih, tapi kata gue, cantikan gue, liat aja gue bakal buat pak Liam perpaling dari istrinya dan jatuh kepelukan gue "
"Lo percaya amat sih, gimana carannya "
"Nih liat ya, kalau gue berhasil lo harus teraktir gue selama 1 bulan lamannya "
"Oke udah sana gimana gue mau tau cara ngerayu pak Liam dari lo "
"Oke sebentar " Siska segera membuka kancing atasnya lalu berjalan perlahan kearah meja Liam.
"Nah ini makanannya ayo kita makan semuanya ayo ayo " Jo segera menyusunya lalu duduk di antara Liam dan juga Andre.
Siska tiba tiba duduk dipangkuan Liam, Liam menatapnya dari bawah sampai atas, dengan cepat Liam bangkit dan membuat Siska jatuh.
"Hahahaha lucu lucu banget, ya alloh lucunya ke bangetan " ledek Jo sambil memasukan bakso kedalam mulutnya.
Andre segere menepuk punggung Jo cukup keras sampai bakso itu keluar lagi dan mengenai wajah Andre.
Andre langsung mengelap wajahnya dengan tanganya "keterlaluan kau "
"Salah siapa main tepuk tepuk aja punggung aku jadi jatuh kan baksonya, ganti baksonya " ucap Jo dengan galak.
"Ikut keruangan saya " ucap Liam sambil melangkah meninggalkan Jo dan Juga Andre .
__ADS_1
Siska segera menatap kearah Siti sambil mengedipkan sebelah matanya.
.