Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kecil kecil saja


__ADS_3

Zeline yang sedanh bermain dengan sang anak dapat telfon dari suaminya dengan senang Zeline mengangkatnya "Hallo mas kamu kapan pulang "


"Sayang aku harus lembur hari ini, kamu gak usah khawatir ya sama aku, tenang aku gak akan macem macem ya sayang, nanti kamu mau aku bawain apa, dan Lucas juga mau apa "


"Aku mau mie ayam aja mas, iya mas aku percaya sama kamu, kalau kamu gak akan macem macem dan khianati aku, kamu tanya langsung aja ya sama Lucas sekarang aku lagi main sama dia "


"Ini papih sayang " ucap Zeline pada sang anak.


Dengan senang Lucas mengambilnya dan langsung berbicara dengan sang ayah "hallo papihnya Lucas ada apa "


"Hallo sayangya papih, nanti papih akan lembut apa yang kamu mau, biar papih membelikannya "


"Emm Lucas pengen mainan papih, mainan yang sangat banyak sekali, sampai memenuhi kamal Lucas, "


"Hanya itu sayang, lalu kamu ingin makanan apa nanti papih akan memberikannya "


"Tidak aku hanya ingin mainan saja papih, papih belikan saja mamih makanan yang banyak, agal mamih cepat cepat gendut pelutnya dan nanti ada dede bayinya yang temani Lucas main"


"Hemm kalau itu gampang sayang, boleh berikan ponselnya pada mamih "


Lucas langsung memberikan ponselnya lagi pada sang ibu, lalu bermain kembali dan membiarkan ibunya berbicara dengan ayahnya.


"Sayang apakah kau mendengar kalau Lucas ingin punya adik kita harus berusaha mewujudkannya bagaimana sayang "


"Mas jangan bahas itu ya, kamu ini ya, udah sana sana kamu kerja ya mas "

__ADS_1


"Kok gitu sih sayang "


"Mass "


"Iya iya sayang, yaudah aku kerja dulu ya kamu cuman mau mie ayam aja gak mau yang lain gitu "


"Iya itu aja sayang udah, kamu yang semangat ya kerjanya nanti kamu jangan telat makan ya "


"Iya sayang aku matiin ya "


"Iya mas "


Liam menyimpan ponselnya lagi ke dalam sakunya lalu melajukan kembali mobil derek yang dia bawa, dia akan pergi ke suatu tempat yang kalian juga pasti tahu itu ke mana tujuannya.


Saat Liam masuk Gavin tidur "apakah dia benar benar tidur, " Liam segera mematikan listrik yang tersambung kejeruji besi itu dan mengambil selang lalu menyiramkannya kearah Gavin.


Gavin yang kaget segera bangun dan melihat didepannya ada Liam, Gavin masih belum sadar kalau Liam lah yang menculiknya.


"Tuan tolong selamatkan saya, entah siapa yang sudah mengurung saya disini tolong tuan saya lapar dan ingin makan, saya ingin minum juga. Ada orang yang sengaja menculik saya dan menyekap saya disini "


Liam mengusur kursi yang ada didekatnya lalu duduk disana dan menatap Gavin "tuan tolong lepaskan saya, kenapa tuan diam saja, tolong tuan sebelum orang yang menyelap saya datang, saya sudah tak kuat ada disini saya ingin buang air kecil, pengen pup tolong saya tuan "


"Kenapa kamu bisa disekap seperti ini. Apa kamu tahu kenapa kamu bisa ada di sini dan apa mau dia sampai-sampai kamu diperlakukan seperti hewan peliharaan. Coba kau bercerita padaku"


"Aku tidak tahu Tuan saat aku sedang bertemu dengan seorang wanita, tiba-tiba saja ada yang memukul kepalaku dan aku sudah ada di sini, aku tidak melakukan apa-apa Tuan. Aku hanya ingin makan saja dengan perempuan itu ,namun entah kenapa aku tiba-tiba ada di sini di ruangan sumpek dan gelap, tolong lepaskan saya tuan bantu saya. Saya ingin keluar saya sudah sangat kelaparan "

__ADS_1


"Kasihan sekali siapa perempuan itu yang kau ajak apakah istri orang "


Gavin langsung menatap Liam dia baru ingat kalau dia kan pergi bersama istrinya orang ini yang ada di depannya, dirinya kam mencurigai mereka berdua yang telah melakukan ini, mereka yang telah menculiknya.


Mana mungkin dia bisa tahu keberadaannya di sini, kalau bukan dia yang menculiknya, ya pasti laki laki ini, yang telah menciliknya dan memperlakukannya seperti hewan.


"Kau yang sudah melakukan ini, kau yang telah munculik aku, apa maumu kenapa kamu memasuk kan aku ke dalam sini, aku ini manusia bukan hewan kau lepaskan aku sekarang, kau ini kenapa sih ada masalah apa kau denganku sampai-sampai kau memperlakukan aku seperti ini. Aku tak punya urusan denganmu jadi untuk apa kau mengurungku"


"Iya mungkin kau tidak punya urusan denganmu, tapi kau punya urusan dengan istri ku, kau telah mengajaknya makan malam dan mengancam dia kalau dia tak memilihmu kau akan meneror dia terus-menerus, dia istri orang apakah kau pantas melakukan itu pada istri orang pada istriku, kau tidak tahu siapa aku makanya jangan main-main denganku. Aku sudah bilang kan padamu waktu di kantor jangan pernah bermain-main denganku dan jangan pernah kau ganggu istriku , siapapun yang mengganggu istriku maka taruhannya adalah nyawa"


"Kenapa kalau aku menyukai istrimu, kenapa kalo aku ingin istrimu wajarlah aku suka pada istri mu, aku juga menyukainya sejak lama sebelum kalian menikah dan sebelum kau ada di sampingnya, jadi apa salahnya aku yang dulu mencintainya bukan kamu, sekarang aku akan merebut apa yang seharusnya aku miliki "


"Oh ya tapi dia menikah denganku kan, kau hanya laki-laki pengecut yang hanya bisa diam di belakang temanmu saja tanpa melakukan apapun, kau berjuang untuk mendapatkan istriku tidak kan dan sekarang saat dia sudah menjadi istri orang lain kau mengejarnya lagi dasar kau laki-laki pengecut"


"Lepaskan aku dari sini berengsek kau berani sekali menyekap aku seperti ini, lepaskan lepaskan aku aku tidak sudi tinggal di sini, aku akan melaporkanmu pada polisi dan aku juga akan membunuhmu lepaskan aku, jangan bermain seperti ini, ayo kita bertarung "


"Coba kau lepaskan sendiri, jika kau laki-laki hebat dan bukan laki-laki brengsek kau berjuanglah sendiri jangan mau aku yang melepaskannya. Oh ya aku memberikanmu makanan kenapa kau tidak mau memakannya sama sekali. Apakah itu kurang banyak, baiklah aku akan memberikan lebih banyak lagi daging untukmu. Tunggu aku sebentar di sini ya"


Liam langsung pergi dan dia membawa mayat perempuan itu yang sudah sedikit beku lalu memotongnya di hadapan Gavin, Gavin yang kaget langsung mual dan dia muntah di situ juga.


Namun Liam tidak memperdulikan itu, dia terus saja memotong daging-daging itu dengan sangat kecil-kecil lalu membawanya ke arah Gavin dan melemparkannya dekat dengan tubuh Gavin.


"Ayolah cepat makan segeralah makan aku sudah berbaik hati memberikanmu makanan, ayo cepat kau makan sebelum aku tak akan pernah memberikanmu makanan lagi"


Gavin menatap Liam dan dia sangat jijik dengan daging yang Liam berikan, sungguh dia tak kuat dan tak akan pernah mungkin dia memakan daging-daging ini sungguh menjijikan sekali.

__ADS_1


__ADS_2