
Jovanka yang sedang tertidur dikagetkan dengan kedatangan orang yang masuk kedalam ruangannya, saat Jo melihat ternyata itu suaminya dan juga Lisa, kenapa Zeline tak ada dia sedang mengurus ngurus pembayaran dan yang lainnya, serta menebus obat vitaminenya.
"Ngapain bawa selingkuhannya ke sini mau pamer gitu kalau kalian punya hubungan"
"Jo kamu tuh salah paham aku sama Riyan nggak ada hubungan, kamu salah paham gara-gara tadi aku bilang kalau aku habis dari pacar aku kan, itu bukan Riyan beneran deh "sambil memegang tangan Jovanka namun dengan cepat Jovanka segera menepisnya.
"Oh ya bukan Riyan, lalu kemarin-kemarin kalian ngapain aja di hotel terus makan-makan bareng sama anak kamu, terus diam di rumah kamu juga banyak banget loh fotonya, hebat banget ya kalian berteman tapi rasanya bukan kayak temen kayak pacar, kenapa dari dulu nggak nikah aja kalau saling suka"
"Ya Riyan cuma main biasa aja nggak lebih kok kita gak ngelakuin apa-apa"
"Oh ya nggak ngelakuin apa-apa, tapi kalian satu ranjang gimana tuh emang ada ya teman satu ranjang apa lagi beda jenis kelamin kalau perempuan sih oke aja, tapi ini kalian perempuan sama laki-laki. Emang wajar ya yang satu lagi nggak wajar banget orang yang udah nikah tuh satu ranjang sama teman perempuannya"
__ADS_1
"Sayang Sayang jangan kayak gitu dong dengerin dulu penjelasan Lisa, semua itu cuman permainan Zeline sama suaminya supaya kita pisah, dari awal kan dia nggak suka sama hubungan kita. Kenapa sih kamu nggak bisa banget dikasih tahu sama aku, Zeline itu emang gak suka sama hubungan kita ini"
"Zeline dan pak dosen nggak suka sama hubungan kita, kalau iya mereka emang nggak suka dari awal mereka akan jauhin aku sama kamu, tapi apa pak dosen malah terima kamu kan dan nasehatin kamu setelah itu aku balik lagi kan sama kamu, dan maafin semua kesalahan kamu itu, kamu itu cuman cari-cari aja kesalahan orang lain, kamu yang salah tapi kamu timpalin ke orang lain, jelas-jelas kamu emang salah tapi kamu nggak mau ngakuin semuanya, perlu bukti apa lagi sih sebenarnya yang aku harus kasih sama kamu, foto yang diambil sama Hamzah itu udah bener-bener ngebuktiin kalau kalian tuh punya hubungan apa lagi sih "
"Mereka itu cuman pura-pura sayang, mereka tuh cuman pura-pura baik aja sama kamu. Kamu jangan terkecoh dong sama mereka berdua mereka itu cuman mau ngancurin rumah tangga kita please dengerin aku suami kamu"
"Aku lebih percaya sama sahabat aku dibandingkan dengan suami aku sendiri, karena aku udah tahu watak kamu gimana Riyan dan aku juga udah tahu watak sahabat aku tuh kayak gimana. Zeline nggak akan mungkin hancurin rumah tangga sahabatnya, kamu tuh udah berapa kali ya hianatin aku dan aku tuh udah berapa kali maafin kamu, apa aku harus terus maafin kamu gitu. Emang dengan cara maafin kamu, kamu bakal balik lagi kayak dulu gitu nggak akan selingkuh, nggak mungkin kan orang yang udah selingkuh itu akan terus melakukan hal yang sama, jadi aku nggak bisa Yan, aku nggak bisa ada di posisi itu untuk selalu maafin kamu dan terima keadaan kamu yang enggak cukup dengan satu perempuan, aku nggak bisa aku lebih baik mundur dan aku sanggup untuk mengurus anak aku sendiri tanpa kamu"
"Itu karena kesalahan kamu sendiri kan. Kalau aja kamu nggak selingkuh rumah tangga kita akan baik-baik aja kayak rumah tangga orang lain, nggak akan ada masalah besar tapi kamu yang memulai dan aku yang harus mengakhiri semua ini, lebih baik seperti itu aja. Aku nggak mau bertahan sama laki-laki yang nggak pernah mau setia sama istrinya sendiri, aku lebih baik sendiri dari pada harus disakitin terus menerus lebih baik kalian berdua keluar sekarang dari ruanganku, aku mau istirahat dan aku nggak mau diganggu sama siapa-siapa termasuk kamu dan selingkuhan kamu yang murahan ini "
"Jangan gitu dong Jo please dengerin apa dulu kata-kata aku jangan kayak gini, kita bicara baik-baik kita pulang ke rumah kita bicarain semuanya ya "
__ADS_1
"Ini kita lagi bicara, aku udah bilang kan aku nggak akan mau kembali lagi sama kamu, aku udah punya semua bukti kalau kamu emang bener selingkuh dari aku, jadi apa lagi yang harus kita bicarain, nanti semua ini kita bicarain di ruang sidang, aku akan mengajukan gugatan jadi kamu nggak perlu pusing-pusing biar aku yang urus semuanya, kamu tinggal terima hasilnya aja. Jadi sekarang aku minta kamu keluar dari ruangan aku, sekarang aku nggak mau lihat muka kamu apa lagi selingkuhan kamu ini yang katanya temen tapi kok gini sih mau aja jadi selingkuhan suami orang lain"
Lisa yang kesal mendengar ucapan Jovanka segera menarik Riyan dan Riyan dia mau mau saja ditarik oleh Lisa, Jo yang melihat itu tersenyum dan mengusap air matanya.
"Ternyata sebegitu sayangnya ya dia sama selingkuhannya itu, bahkan istrinya aja nggak dia pedulian, dia lebih nurut sama selingkuhannya oke emang bener-bener aku harus selesaiin ini semua dan aku harus akhiri semua hubungan ini, aku harus aku harus bisa hadapi semuanya "
Zeline yang baru datang melihat Jo sudah terbangun "kok bangun sih Jo, ada apa kamu kenapa kamu nangis kak Riyan datang ke sini ya"
"Iya dia datang ke sini sama selingkuhannya dan aku udah tentuin, aku emang mau benar-benar cerai sama Riyan itu mungkin akan lebih baik dan membuat hati aku lebih tenang, lebih baik begitu saja dari pada aku sengsara seumur hidup dengan laki-laki yang tak akan pernah cukup dengan satu perempuan"
Zeline menggenggam tangan Jovanka dengan erat"Aku akan selalu menghormati keputusan kamu Jo, apa yang terbaik buat kamu aku pasti akan dukung kamu, jika itu akan membuat kamu lebih tenang dan lebih bahagia lagi aku pasti akan dukung, aku juga nggak suka kalau sahabat aku sendiri diselingkuhin kayak gini. Aku juga sakit lihatnya"
__ADS_1
Tiba-tiba saja air mata Zeline mengalir , rasanya sakit sekali melihat sahabatnya di selingkuhi, itu emang sakit banget apa lagi setelah menikah kalau masih pacaran kan bisa putus, tapi kan ini sudah berumah tangga akan lebih rumit lagi.