
Liam sekarang sedang disibukkan dengan pekerjaan yang sangat numpuk, tapi dirinya harus menghubungi Bulan juga agar misinya berhasil.
"Alasan apa ya, yang harus aku buat untuk membunuh dia, emm sudah lah telfon dulu saja "
Liam segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungin nomor Bulan pada deringan pertama sudah diangkat, sangat mudah sekali kan.
"Hallo pak Liam ada apa , apakah ada hal penting "
"Yah ada aku ingin mengajakmu makan malam maafkan istriku tadi malam memarahi, aku sangat merasa bersalah jadi Apakah kau mau makan bersama ku berdua hanya berdua tak ada temanmu yang ikut dengan ku bagaimana"
"Pak Liam tidak bohong kan bener kan nanti kalau istrinya marah gimana, saya nanti dimarah-marahi lagi sama istri bapak "
"Tenang aja istri saya tidak akan pernah tahu kok makannya kamu diam dan jangan nelpon dia, bilang kalau kita pergi berdua hari ini dan jangan ada yang tahu pula ya, ingat jangan sampai teman mu yang kemarin tau"
"Baik pak tenang semuanya aman bapak tinggal kirim lokasinya biar saya datang kesana "
"Baiklah saya matikan dulu ya, takut nanti Jo mendengarnya dan memberitahu istri saya "
"Baik pak, baik saya matikan "
Setelah sambungan terputus Liam tersenyum senang, akhirnya semuannya aman, ternyata gampang sekali membodohi bu Bulan .
**
"Kenapa nih Bulan, kayaknya seneng banget ya hari ini apa Cerita dong sama gue, ayo cerita cepet dong gue jadi penasaran nih malam tado lo sedih banget "
"Gue lagi senang banget akhirnya Liam ajak gue makan malam, soalnya kemarin malam kan istrinya marah-marah sama gue Karena gue malam-malam nelfon suaminya , sekarang suaminya malah aja gue makan malam berdua, lo nggak boleh ikut ya jangan anter gue, gue gak apa apa sendiri kok"
" lo Beneran pengen berangkat sendiri aja kalau ada apa-apa sama lu gimana Ini masalahnya istrinya marah banget sama lo kemarin kalau tiba-tiba istrinya bunuh lu gimana"
"Tenang aja itu nggak akan pernah terjadi Suaminya udah jatuh ke tangan gue berarti sebentar lagi dia bakal cerai sama istrinya. Tenang aja pokoknya semuanya beres di tangan gue, gue bilang apa istrinya lebih cantik dari gue tapi dia malah tergoda sama gue kan "
"Iya deh hebat banget pokoknya bisa dapetin hati itu Bos, bentar lagi lo bakal jadi orang kaya, udah nggak kerja lagi di sini pokoknya Lu jangan lupa sama gue ya, meskipun loh rebut suami orang tapi gue dukung lo kok "
"Iya nggak papa meskipun gue rebut suami orang yang penting gue bahagia kan jadi lo tenang aja gue nggak akan pernah lupa sama lo l, bisa aja nanti gue bilang sama Liam buat ganti si Jovanka itu sama Lo jadi lo jadi asisten nya dia Gimana mau nggak"
" Ya mau lah dari dulu kan gue pengen banget jadi asisten, apa lagi kalau bosnya lu, pasti gaji gue lebih besar , cepet ya lo rayu dia sampai bisa lho hamil sama tuh laki biar cepet cepet dia ceraiin istrinya, "
"Oke tenang aja, hari ini juga gue bakal rayu dia, sampai dia mau tidur sama gue dan buat gue hamil dan gue akan langsung datang kerumah Liam dan usir istri dan anaknya "
"Bagus baguslah, sana pulang siapa siap nanti biar gue izinin sama bos kalau lo ada urusan"
"Ok deh makasih ya Lia, lo orang yang paling baik, gue pulang dadah sampai ketemu besok dan gue akan ceritain gimana liarnya Liam diatas ranjang bayh "
Bulan segera keluar dari dalam ruangannya dan pulang kerumahnya dia sangat senang sekali, akhirnya tak butuh waktu lama dirinya bisa mendapatkan Liam dengan sangat mudah, bahkan tak perlu menunggu 6 bulan, baru beberapa minggu saja sudah dapat hatinya.
Lihatlah istri sombongnya itu akan dirinya usir, tak akan dirinya biarkan dia bisa bahagia bersama Liam lagi, Liam sudah menjadi miliknya.
**
"Pak dosen Ada apa denganmu. Kenapa kau tersenyum sendiri apakah ada sesuatu yang lucu di depan komputer mu"
"Tidak ada Jovanka tidak ada yang lucu , aku sedang ingin tersenyum saja, apa aku tidak boleh tersenyum emang , sana kau bekerja lagi, jangan mengurusi ku , kau baru ulang tahun mau aku ceplok pakai telur di kepalamu"
"Jangan pak jangan aku tidak mau, jangan pakai telur pakai uang saja aku mau dan dengan senang hati aku akan menerimanya, bagaimana pak "
__ADS_1
"Ah itu mau mu saja, nanti akan aku kirimkan uang sekoper kerumah mu "
"Beneran pak "
"Iya tapi aku meminta jantung mu untuk tukarnya "
"Hah gila kau, pak dosen itu sama saja aku menjual jantungku padamu tidak-tidak Aku tidak mau tidak mau uang aku tidak akan menerima jika pak dosen memberikan uang padamu "
"Termasuk gajimu. Apa kau tidak mau digaji oleh ku, ya sudah kalau tidak mau aku akan memberikannya kepada orang lain saja bagaimana"
"Tidak jangan aku ingin gajihku, jangan berikan pada orang lain, bapak ini bagaimana sih nyebelin ah, aku mau kerja saja berbicara dengan bapak bisa bisa aku makin pusing "
"Ya sudah sana bekerja aku kan dari tadi menyuruhmu bekerja, maka segeralah bekerja oke "
"Baik pak dosen akan aku laksanakan, gajihku ditambah ya "
"Baik akan aku tambah berikan ginjal mu padaku satu "
"Tidak aku tidak mau, awas ya pak aku akan adukan pada Zeline bapak sekarang menjual organ tubuh manusia "
"Biarin kau bilang saja pada Zeline dia tak akan percaya "
"Awas pak dosen awas ya "
Jo duduk dan kembali bekerja dasar bosnya ini menyebalkan sekali awas saja, Liam hanya mengeleng ngelengkan kepalanya saja anak didiknya yang satu ini barbar dan paling tidak bisa diam.
Dan sekarang malah jadi asistenya, sungguh tak menyangka itu akan terjadi, tapi tak apa dia nyaman bekerja dengan sahabatnya Zeline yang baik dan cerewet ini, tak sungkan lagi jadinya.
**
"Lihat saj sebentar lagi aku akan menjadi tuan rumah dan mendapatkan semua harta Liam dan istri anaknya tak akan aku beri sepeser pun ,lihat saja perempuan sombong itu akan tau rasa dan akan menangis meminta ampun nantinya padaku, aku tak akam main main dengan perkataan ku "
"Nah sudah cantik sekarang aku tinggal pergi saja kesana, semoga Liam suka, pasti dia sudah menunggu dirumah terpencil itu, rumah yang sengaja Liam sedikan untuk kita berdu Hanya kita berdua."
Selama perjalan Bulan senang sekali, senyum tak pernah luntur dari bibirnya bahkan sesekali dirinya bersenandung dan tersenyum senang.
Dan dia sekarang sudah ada dilokasi, dia sudah melihat ada seorang laki laki yang membelakanginya, apakah itu benar Liam dan pakaiannya saja dia sudah tau itu Liam, tapi badanya kenapa ini agal besar.
Tapi mungkin ini efek pakaiannya saja, Bulan yang sedikit ragu mendekati laki laki itu, tapi dari belakang sudah seperti Liam, pasti ini Liam
"Liam " panggil Bulan, namun tak membalikan badannya
Bulan yang penasan segera melihat wajahnya dan saat tau bukan Liam dia memelototkan matanya, namun kalah cepat Tora menangkapnya dan membopongnya masuk kedalam rumah.
"Lepaskan aku lepaskan kau siapa, lepaskan aku gila kau, dimana Liam "
"Sudah jangan berisik kau ini sangat mengganggu ku tau, diam atau ku lempar kau kerawa "
"Tidak lepaskan aku "
"Tidak akan, kau memakai pakaian terlalu seksi bosku tak akan suka, malahan dia akan jijik, kau berharap tuan ku akan suka denganmu tidak akan, tuanku terlalu setia ada istrinya dan tidak mungkin dia berpaling darinya kau masuk perangkapnya dasar kau bodoh"
"Lepaskan aku lepaskan aku tak mau, kau yang bodoh bos mu itu buaya dia tak bisa tahan dengan satu perempuan makannya dia menelfonku dan ingin bertemu denganku lepaskan "
"Tidak akan, bagus juga badamu " ucap Tora sambil mendudukan Bulan dikasur
__ADS_1
"Apakah kau suka badanku, apakah ada yang ingin aku puaskan, jika kau ingin aku akan melakukannya tapi kau harus melepaskan ku bagaimana"
" Baiklah aku akan Melepaskanmu jika aku sudah puas dengan badanku bagaimana, aku akan Melepaskanmu dan berbicara pada bosku kalau kau kabur deal "
"Baiklah baiklah "
Bulan segera membuka pakainnya satu persatu, bahkan sekarang sudah tak memakai pakaian sama sekali, dia mendekati Tora dan membantu Tora membuka pakainnya.
Tora yang mendapatkan service gratis hanya terseyum senang dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Bulan, sampai dia lupa tujuan awalnya apa.
**
Setelah Tora di puaskan dia naik keatas tubu Bulan "bagaimana kau ingim melepaskan ku "
"Tidak aku tak jadi melepaskan mu, kau kurang ahli dan aku belum puas, aku akan puas bila melakukannya dengan cara Ini"
Tora memasukan burungnya kedalam lubang Bulan dan memacunya dengan sesekali mencekik bulan dan kadang kadang juga menamparnya, dia melakukan **** sambil menyiksannya.
Bulan dibawah sana kesakitan bahkan dia sampai menangis merasakan sakit yang diberikan oleh Tora "sudah lepaskan aku kau menyakitiku, lepaskan aku, lepaskan aku tolong ini sakit sekali "
"Sudahlah diam, baru ini dipuaskan aku suak seperti ini, kau kan yang menawarkan diri padaku, jadi kau diam saja ya nikamati saja, aku pun sama menikmatinya jadi kau jangan banyak protes oke "
"Tolong lepaskan aku tolong "
"Diam kataku "
Tora terus saja menyiksa Bulan tanpa ampun sampai Bulan tak berdaya, dia tak bisa melakukan apa apa lagi bahkan untuk berteriak saja sangat sulit sekali.
Ini adalah pengalam yang akan membuat dirinya trauma seumur hidup, rasanya menyesal telah menyetujui Liam yang akan mengajaknya makan malam kalau pada akhinya akan berakhir seperti ini, Menyesal sekali rasannya.
***
"Iya sayang sekarang aku lembur kamu tunggu aja di rumah ya aku tidak akan lama kok, kamu juga udah tau kan dari tora kalau aku akan menyiapkan sesuatu untukmu, pokoknya semuanya akan beres deh, kamu jangan marah-marah lagi ya sama aku, Aku nggak bisa didiemin kayak gini sama kamu, Aku tuh sayang banget sama kamu Jadi kamu jangan marah lagi dan kayak tadi nggak respon aku pas nganterin aku keluar rumah "
"Iya iya deh mas, aku minta maaf ya aku tadi kesel banget tahu sama kamu karena kamu nyebelin respon aja cewek yang lain, rekan kerja kan nggak seharusnya teleponan aku gak suka kalau kamu kayak giru terus mas, aku udah percaya sama kamu jadi kamu jangan rusakin kepercayaan aku"
"Iya aku minta maaf sayang, bukannya kamu ya yang nyuruh aku angkat telfon dia, makannya aku angkat, kamu ini suka lupa sama perkataan kamu sendiri, aku kalau gak disuruh sama kamu aku gak akan angkat syaang, karena kamu yang suruh ya udah aku angkat, tapi kamu tenang aja mulai sekarang tak akan ada gangguan lagi dari Bulan "
"Iya tapi gak setiap hari juga kali telfonya, masa setiap malam telfon kamu terus, mana ada perempuan yang rela suaminya telfonan sama perempuan lain, gak ada mas, gak akan ada, harusnya kamu peka kalau aku kaya gitu, ini bukannya terus aja gas, itu tuh sengaja dia lakuin itu supaya kamu nyaman sama dia dan akhirnya kamu direbut deh sama dia "
"Tenang sayang hati aku udah nyaman sama kamu engga sama yang lain, jadi jangan marah marah lagi ya sayangku cintaku, jangan marah marah nanti aku gak fokus kerjannya kalau kamunya marah marah sama aku, kamu mulai malam ini tak akan mendengar suara ponselku berdering kembali lihat saja "
"Baiklah mas buktikan kalau masih ada aku akan marah pada mas karena sudah membohongiku, ingat itu mas kata kataku aku tak akan main main, aku akan marah padamu selama 1 bulan dan kau juga akan tidur diluar kamar tidak disini bersama ku "
"Iya sayang iya kau tenang saja aku akan tetap tidur bersama mu dan aku tak akan ingkar padamu, sekarang segeralah kau istirahat sayang, jangan tunggu aku, aku pasti akan lama, aku tak akan macam macam kau bisa tanya Tora nanti karena aku kan pergi bersamanya. "
"Iya mas iya aku percaya aku matikan ya, dadah mas Liam, semangat kerjanya kalau butuh sesuatu telfon aku ya maa biar nanti aku suruh Hamzah untuk mengantarkan makanan kemari "
"Iya sayang nanti kalau aku mau sesuatu akan menghubungimu, aku matikan ya dah sayangg aku kerja dulu "
Sambungan pun terputus, Liam kembali melajukan mobilnya pasti Bulan sudah ada disana dan dipakai oleh Tora, karena memang Tora sudah meminta izin padannya ingin memakai Bulan.
Dirinya tak masalah bodo amat, mau dia dipakai beberapa kali tak masalah yang terpenting adalah rumah tannganya tidak kenapa napa dan tak ada kendala sedikit pun, ini sudah cukup untuknya.
Rumah tangannya lebih berarti dari pada yang lainnya, dirinya siap melakukan apa pun demi kerukunan keluargannya dan kebahagian sang istri, dia tak mau sampai istrinya marah lagi itu membuat dirinya frustasi.
__ADS_1