Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengenal lebih dalam 3 dan kegilaannya


__ADS_3

Liam sekarang sudah tidak tinggal bersama kedua orang tua nya lagi, dia memilih membeli rumah minimalis saja, dan harta keluarganya pun sudah kembali pada dirinya, kedua orang tua angkatnya pun sudah diberi tahu.


Kenapa dia memutuskan untuk tinggal sendiri ? ya karna Liam ingin bebas dan bisa mengeksekusi korbannya dengan leluasa. dan Liam lebih suka jika targetnya perempuan karna mereka mudah sekali di bohongi.


Saat ini Liam sedang diperjalan untuk menuju rumahnya dan sekalian pula dia mencari korban selanjutnya, dan ya dia menukan seorang perempuan sedang berjalan sendirian dan itu bagus sekali, dipelankannya laju mobilnya dan dibukannya jendela mobilnya itu.


"Hallo, apa kau butuh tumpangan. disini sepi tidak baik seorang perempuan keluyuran ditempat sepi seperti ini " ucap Liam.


Perempuan itu pun menoleh da menolak ajakan Liam dengan cara menggeleng, sepertinya perempuan itu sedang patah hati, Liam tetap saja membujuknya dan akhirnya perempuan itu pun naik kemobil Liam.


"Rumah mu dimana nona" tanya Liam.


"Disekitar sini tuan tidak jauh ko" jawab perempuan itu dan memberikan alamatnya kepada Liam, dia tidak curiga sama sekali kepada Liam padahal dia sebentar lagi akan menemui ajalnya.

__ADS_1


Perempuan itu binggung kenapa mobilnya tidak mengarah kerumahnya, dengan inisiatifnya dia bertanya" maaf tuan ini bukan arah kerumah saya".


Tiba-tiba mobil berhenti dan Liam menengok ke arah perempuan itu sambil menyeringai dan berkata"memang ini bukan arah kerumah mu, kau tenang saja sebentar lagi kau akan bertemu dengan tuhanmu".


Wanita itu kaget mendengarnya, dia takut setengah mati. Dia buka pintu mobilnya tapi naas pintunya dikunci, dan saat perempuan itu berbalik Liam sudah siap dengan sebuah suntikan anti biusnya dan menusukannya keleher perempuan itu.


"Berisik sekali kau " gerutu Liam sambil menjalankan kembali mobilnya.


Karna lama sekali menunggunya diambilnya air dan disiramkannya kepada perempuan itu. Sadar juga perempuan itu, perempuan itu binggung kenapa dia ada disini dan kenapa dia diikat seperti ini, lalu dia mendongak dia ingat apa yang terjadi saat melihat wajah laki-laki itu yang memberi tumpangan kepadanya.


"Apa yang kau lakukan kenapa aku di ikat seperti ini, bahkan aku tak mengenalmu sama sekali" ucap perempuan itu dengan nafas yang terengah-enggah.


Liam hanya menyeringai saja, diambilnya gergaji itu, Liam mendekat kearah perempuan itu, tanpa aba-aba dia gergajinya kaki perempuan itu tanpa belas kasian sedikitpun. meski perempuan itu sudah berteriak dari tadi, Liam tidak peduli, dia malah tertawa mendengan teriakan perempuan itu karna menurut Liam itu seperti musik yang menyenangkan.

__ADS_1


Perempuan itu sudah lemas untuk berteriak lagi dia hanya bisa menangis dan pasrah kepada tuhan,dan kakinya sekarang sudah tidak ada , Liam yang melihat perempuan itu diam lalu mengambil subuah pisau kecil yang sangat tajam ,dia sayat wajah perempuan itu dan tanpa diminta perempuam itu menjerit kesakitan sayatan itu sangat dalam sekali, perempuan itu sudah memohon untuk dilepaskan tapi Liam tidak mengiraukannya sama sekali.


Dan ya, dia ingin mendengar lebih keras lagi suara perempuan itu. Dia keluar dari ruangan itu untuk mengambil jeruk mipis ya agar perempuan itu lebih kesakitan lagi.


Perempuan itu merasa lebih tenang saat laki-laki itu keluar tapi tidak bertahan lama, kembali lagi laki-laki itu dengan membawa sebuah jeruk mipis, perempuan itu sangat takut apalagi yang akan dilakukannya apa lagi,


Diperasnya jeruk itu dan disiramkannya kepada perempuan itu dengan tidak ada rasa bersalah sama sekali.


Perempuan itu menjerit dengan sejadi-jadinya karna sungguh ini sangat menyakitkan, disaat saat nafas terakhirnya dia berandai andai kalau saja dia tadi tidak keluar rumah andai saja dia tadi tidak menemui mantan pacarnya mungkin hal ini ta akan terjadi, perempuan itu sudah lemas tidak ada kekuatan apa-apa lagi dan perempuan itu pun menghembuskan nafas terakhirya.


Liam yang melihatnya merasa kecewa kenapa secepat ini, dimasukkannya jasad perempuan ini kedalam pelastik lalu liam bungkus dan dibawa ke ruang bawah tanah yang memang sudah Liam persiapkan untuk membakar semua korbanya agar tidak ada tanda bukti.


Dimasukkannya mayat itu ketempat pembakaran dan dinyakalakan pembakaran itu, seketika sudah hanggus mayat itu menjadi abu, Liam yang belum puas akhirnya mencoba untuk beristirahat terlebih dahulu dan besok dia akan memulai kembali mencari korban tersebut.

__ADS_1


__ADS_2