
Andre yang merasa enggap seketika bangun. Didepan hidungnya ada sebuah kepala, ini ternyata kepala Syifa menghalangi hidung dan mulutnya pantas saja aku tak bisa bernafas.
Ni anak kenapa tidur dibawah coba. Bukannya dikamarnya saja apa tak sakit tidur dibawah sambil duduk lagi.Dasar ni anak tetangga meresahkan
Segera Andre membawa Syifa dengan hati-hati kekamarnya yang memang selalu ditempati Syifa di pinggir kamarnya. Tak ada yang pernah tidur dikamar itu. Karena ya memang itu sudah di akui oleh anak kecil itu bahwa itu kamarnya dan tidak boleh di tempati siapa-siapa.
Segera dibaringkannya tubuh Syifa lalu ditarikannya selimbumbutnya itu sampai dada dan sebelum pergi kekamarnya dikecupnya dulu kening anak kecil kesayangan itu.
Memang Syifa cantik, tapi aku lebih menyukai wanita yang lebih dewasa lagi tak seperti Syifa yang masih bocah dan tak tau apa-apa.
Lalu Andre pergi kekamarnya sendiri dengan lunglai dan pergi kekamar mandi sungguh aku tak akan nyenyak tidurnya kalau tak mandi dulu.
Tadi mungkin kebetulan karena di pijit dahulu oleh kaki-kaki anak kecil itu, keenakan dan tertidur pulas sampai aku terbangun karena kepalanya akan membunuhku.
Segera aku mandi dengan air hangat mana mungkin aku memakai air dingin mandi semalam ini, bisa-bisa aku menggigil dan butuh kehangatan.
Aku harus pergi pada siapa sedangkan aku tak punya istri boro-borokan pacar saja tak punya masa iya tiba-tiba punya istri yang sedang bobo ditempat tidurku seperti jin. Yang ada ku takut dan menendangnya nanti.
Oke lah sudah dulu ya ceritanya aku mau keluar dulu dan memakai pakaianku, pakaian tidur berbentuk panda aku suka sekali lucu dan mengemaskan sekali. Malahan aku punya 1 losin pakaian tidur berbentuk panda dan kartun yang lainnya.
Sudah selesai yo bobo yo udah malem, segera Andre menarik selimbutnya untuk dirinya sendiri dan bergegas tidur kembali sambil memeluk guling-gulingnya yang lucu seperti pocong ini.
Hanya itu yang bisa menemaninya dikala sepi seperti ini, hanya guling-guling yang setia selalu ada disebelahnya meskipun bentuknya yang seperti pocong tapi tak apa yang penting tak berubah menjadi pocong beneran saja.
**
Syifa yang sedang tidur nyenyak-nyenyaknya tiba-tiba saja mimpi buruk menakutkan sekali,
Syifa bangun dan mengatur nafasnya yang terengah-engah, Dilihatnya jam masih subuh, nah nah kok tiba-tiba kenapa ada dikamar dia, apa jin yang memindahkannya. Masa iya sih dengan wajah paniknya Syifa segera bangun dan celingak-celinguk takutnya ada seseorang dikamarnya
__ADS_1
berlari keruang tamu tapi pamannya tak ada, segera berlari lagi kekamar Paman Andre huuf ternyata ada pamannya itu kenapa mereka berdua bisa pindah ketempat tidur masing-masing seperti ini.
Syifa langsung naik keatas tempat tidur dan meloncat-loncatkan tubuhnya dengan semangat 45nya. Supaya pamannya itu bangun.
"Paman bangun aku punya gosip terhangat, malaham anget baget " masih dengan meloncat-loncat tak karuan.
Andre yang memang terganggu segera membuka matanya padahal kan tadi sedang mimpi berduan dengan Asa, sedang mesra-mesranya lah ini anak malah ganggu lagi.
"Apa sih anak kecil ganggu aja deh "
"Paman aku sangat takut sekali " sambil memberhentikan loncatannya itu dan langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Andre dan menatap wajah Andre dekat sekali.
Kalau saja ni anak bicara lagi, bibir mereka akan bersentuhan, Andre segera mendorong wajah anak kecil itu agar lebih menjauh dari wajahnya ini "takut apa sih anak kecil kau ini mengganggu saja aku tau, ini masih pagi anak kecil, malahan masih jam 4 subuh "
"Ih paman aku tiba-tiba ada didalam kamar dan paman juga sama apa jin yang memindahkan ku beserta paman"
Syifa yang dipeluk tiba-tiba saja jantungnya ini makin berdebar dengan cepat bagaimana kalau jantungnya ini copot dan mukannya pasti sudah merah, ini beneran kan ga mimpi segera Syifa mencubit tangan pamanya.
"Auw ada apalagi anak kecil sakit " sambil melepaskan pelukannya.
"Tidak paman " sambil mengapai kembali tangan Andre yang sempat lepas tadi dan menyimpanya ditempat semula untuk memeluknya.
Andre lalu memeluknya lagi dan kembali kealam mimpi untuk kembali bertemu dengan Asa, siapa tau kan mimpi yang tadi nyambung lagi.
Ahhh senangnya aku bisa dipeluk seperti ini dan tidur bersama paman, mumpung lagi kaya gini peluk juga ah pamannya. Ih anget banget dipeluk sama paman, bisa ga ya kalau setiap hari kaya gini
Syifa segera mempererat pelukannya pada Andre dan membenamkan wajahnya didada bidang Andre.
Akuu sangat suka sekali teman-teman gimana nih kalau aku kecanduan bisa gila aku nanti dan mengejar-ngejar paman Andre lebih dari sekarang.
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang Syifa mencoba untuk tidur menikmati pelukan paman Andre yang sebentar lagi menjadi candunya.
Lihat saja akan dia pamerkan nanti pada temanya, kalau sekarang dia sudah tidur dengan paman Andre. Pasti mereka akan kaget deh dengernya.
Emang mereka saja yang bisa tidur dengan pacar-pacar mereka dan melakukan yang tentu saja Syifa tau.
Eh tunggu kata temen-temen aku kalau orang dewasa itu malahan udah tua kaya paman Andre katanya suka ada bulu-bulunya didadanya banyak banget.
Aku cek ah, dengan perlahan Syifa membuka satu persatu kancing baju tidurnya Andre. Hah kok ga ada ya apa paman Andre bukan om-om dan tidak tua.
Hemmm berarti dia beruntung bisa mendapatkan om-om seperti paman Andre namun tubuhnya seperti seumurannya.
Nanti juga aku akan melakukannya yang selalu teman-teman aku lakukan jika bersama pasangannya melakukan yang mesum-mesum hehehe, dengan paman Andre pangeranku ini. Awas ya kalian semua saksinya.
Jadilah saksi bisu untukku yah jangan sampai nanti kalian bocorkan kepada ayah dan ibuku.
Bisa-bisa aku nanti di gantung lebih parah lagi aku nanti di kurung, terus ga bisa ketemu sama paman Andre nanti aku bisa mati.
Syifa terbangun kembali tak bisa tidur karena jantungnya dari tadi tak bisa diam dan membuatnya menjadi tak bisa tidur.
Syifa segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah pamanya dengan penuh cinta dan rasa kagum.
Perlahan dengan keberanianya Syifa mengusap wajah paman Andre semua tak terlewat semua yang Syifa lihat diwajah pamannya diusap.
Andre yang terganggu oleh sentuhan itu lalu membuka matanya "Akhhhh setan " teriak Andre diwajah Syifa dan mendorong anak itu sampai terjatuh kebawah.
"Aw paman jahat sekali, kenapa meneriakiku hantu, sakit pantatku paman "
"Maaf-maaf anak kecil aku hanya kaget ada yang menatapku dan mengusap-ngusap wajah ku ini kau lagi menatapku dekat sekali ada apa coba " ucap Andre ngedumel dan membantu membangunkan Syifa yang terjatuh.
__ADS_1