
Ibu Liam segera masuk dan pergi kekamar cucunya dan disana sudah ada sang menantu yang menepuk nepuk pantat sang anak.
"Apakah dia sudah di obati "
"Sudah bu, baru saja dia tertidur "
"Yasudah ayo kita keluar biarkan dia beristirahat "
Zeline mengangguk mengikuti sang mertuanya yang keluar dari kamar sang anak, dan mereka melihat ibunya Airin masih saja duduk disana.
"Bu apakah tidak kasihan ibunya Airin di situ. Apakah tidak ibu suruh saja yang ada di sini untuk mengantarkannya pulang .Sepertinya kalau tidak seperti itu dia tidak akan pulang dan akan menunggu mas Liam dan malah mengadu yang tidak tidak, aku takutnya nanti tetangga terganggu bagaimana bu "
"Biarkan saja dulu dia begitu Line jangan memanjakan dia, kalau dia sampai diantarkan dia akan merasa kalau dirinya itu sangat berarti di sini, dan kita menjadikannya seorang Ratu mengantarkannya ke rumah, biarkan dia pulang sendiri dia punya kaki dia punya mulut untuk berbicara pada orang lain dan menanyakan arah rumahnya tidak usah kita mengasihani orang seperti itu"
"Kamu juga jangan terlalu baik kalau sama orang, kita gak pernah tahu di belakang kita dia akan melakukan apa, bisa aja kan orang itu nusuk kita dari belakang, biar Liam ibu yang telepon sekarang biar dia tahu duduk masalahnya apa, biar dia nanti tidak memasukkan perempuan gila itu kedalam rumah lagi "
"Baiklah bu "
Sang mertua segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon sang sang anak, tak butuh waktuk lama langsung diangkat kan.
"Ada apa bu, apa ibu ingin sesuatu "
__ADS_1
"Ibu sudah mengusir ibunya Tora dan kamu jangan pernah memasukkannya lagi ke dalam rumah, dia sekarang ada di luar rumah ingin masuk rumah ini lagi. Kamu jangan terjebak dengab bujuk rayunya. Ibu tidak mau kejadian ini terulang lagi dan kamu malah memanjakan orang tua itu, sudah cukup dengan pilihan kamu yang tidak mau memenjarakan dia dan membiarkan dia berkeliaran di rumah ini"
"Apa masalahnya bu kenapa sampai diusir, dia kan tidak tahu jalan buat pulang ke rumahnya, dari rumahku ke rumahnya itu cukup jauh Bu, mana mungkin dia tahu pasti dia akan nyasar kenapa ibu tidak mengantarkannya saja atau menyuruh seseorang untuk mengantarkannya"
"Kau sama saja seperti istrimu, biarkan dia agar dia tahu rasa dia itu sudah melukai anakmu. Apakah kamu akan baik-baik saja dengannya, apakah kamu akan membelanya terus-menerus. Lihatlah anakmu dia sudah berani melukai cucu ibu jadi dia harus segera diusir dari sini dan jangan pernah kau mengasihaninya biarkan dia pulang sendiri dan jika menyasar ya sudah itu nasib dia menjadi gelandangan nantinya"
"Apa yang dia lakukan pada Lucas, kenapa bisa terjadi seperti itu biasanya Lukas kalau main ditemani tak pernah sendiri, kenapa dia bisa bertemu dengan perempuan itu dengan nenek-nenek itu biasanya kan Lucas diikuti oleh bi Sari Kenapa ini tidak kenapa dia sendirian"
"Iya memang awalnya bersama bi Sari, tapi Tora mengajaknya main dan entahlah dia ada di rumah pavilion duduk sambil memainkan robot-robotannya dan ibu melihat perempuan itu sangat kasar pada anak kau, kau tidak usah tahu detailnya seperti apa tapi yang Ibu mau kau jangan memasukan perempuan itu ke dalam rumah lagi"
"Baiklah bu, Liam tutup dulu ya sambungannya "
"Baik nak, maafkan ibu yang telah menganggu kerjamu "
Sambungan pun terputus sang ibu melihat kearah Zeline "nak tolong ambilkan ibu teh dan juga beberapa camilan serta selimbutnya rasannya dingin sekali "
"Apa ibu sakit "
"Tidak nak ibu baik baik saja "
"Baiklah bu aku akan menyiakannya "
__ADS_1
Setelah yakin kalau Zeline pergi, ibu mertuanya itu berjalan kearah Troy "nyonya besar ada yang bisa saya bantu"
"Bawa nenek nenek itu kesuatu tempat, lalu kau tinggalkan saja dia di situ, tidak usah banyak bicara kau lakukan apa kata-kataku dan jangan sampai ada yang tahu kalau aku menyuruhmu melakukan ini, cepat masukkan dia sekarang sebelum ada orang yang melihatnya"
"Baik nyonya "
Troy segera mengambil mobil untuk melaksanakan apa yang nyonya besarnya perintahkan, dan ibu Airin segera masuk meski dipaksa oleh penjaga yang lain, dan ibunya Liam juga menyuruh mereka untuk tutup mulut.
Kembali lagi ketempat duduk semula, takut sang menantu mengetahui kalau dirinya sudah melakukan ini, mengusir ibu ibu gila itu, duduk manis kembali sambil melihat bunga bunga mawar yang sedang tumbuh dan menantunya tiba tiba datang dan menyelimutinya.
"Makasih nak " sambil mengambil teh hijaunya
Zeline mengernyitkan dahinya, dia tak melihat ibunya Airin kosong tak ada siapa siapa "bu kenapa ibunya Airin tak ada apa dia pergi begitu saja tanpa membuat drama "
"Iya dia pergi begitu saja tanpa ada yang menyuruhnya biarlah. Mungkin dia sadar kalau dia salah telah melakukan itu, itu akan lebih bagus dan dia tidak akan mengganggu tetangga seperti apa yang kau bicarakan. Biarkan saja dia pergi dan tak akan pernah kembali lagi ke sini, dia sudah sadar dan tahu diri dia siapa dan apa yang telah dia lakukan"
"Ya sudah Bu kalau begitu. Jadi kita tak perlu menyakitinya kan untuk mengusirnya dari depan rumah, dia itu memang wajahnya saja sangat kasihan sekali, tapi ternyata sifatnya itu tidak mencerminkan dengan apa yang dia tampilkan"
"Ya makannya kamu jangan terlalu percaya sama orang asing, Pokoknya kita harus selalu berhati-hati kita gak akan pernah tahu orang yang baru kenal sama kita itu orangnya baik atau memang ada sesuatu yang terselubung buat hancurin hidup kita, contohnya dia kelihatan wajahnya baik tapi ternyata sifat aslinya enggak kan, dia ke sini cuma mau harta kita aja mau nyingkirin kamu, kamu harus hati-hati dengan semua bujuk rayu orang karena orang terdekat pun kadang sulit untuk dipercaya , apa lagi ini orang asing yang baru ketemu dengan kita"
"Iya bu benar aku tadinya kasihan dengannya dan juga melihat istrinya Tora yang sedang mengandung dan aku juga tidak tega kan kalau misalnya mereka tinggal di sana Sedangkan Tora di sini, kalau misalnya istrinya Tora melahirkan bagaimana begitu bu, tadinya juga mau bawa Toranya aja kesini, untuk lebih ngapang mas Liam liat perkembangannya "
__ADS_1
"Iya ibu tahu tapi kita tidak tahu kan dia seperti apa, kita tidak melakukan keseharian setiap hari dengan mereka. Jadi kau harus hati-hati sekarang perempuan itu sedang hamil itu masih ada di sini, kau harus hati-hati jangan tertipu olehnya bisa saja dia marah karena ibunya diusir"
"Iya bu "